Menjelang penutupan 2026 ini, ada satu fenomena yang membuat saya keheranan melihat Bangkalan, kabupaten tempat tinggal saya. Kalau kalian ikut memperhatikan mungkin kalian juga akan ikut merasa heran. Apa fenomena tersebut? Yakni, ramainya acara duta-dutaan yang dilaksanakan oleh kantor dinas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan, Madura.
Akhir bulan kemarin, ada pemilihan duta kesehatan dari Dinas Kesehatan Bangkalan. Sebelumnya pun, ada duta wisata dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bangkalan. Disbudpar juga punya pemilihan duta anak untuk usia 9-12 tahun. Nah, memasuki bulan ini, ada dua pemilihan duta lain di lingkup Pemkab Bangkalan, yakni duta pelajar anti narkoba dari Polres dan duta pelajara Pancasila dari Bakesbangpol.
Yang lain pun juga sudah pernah ada, duta genre, duta bahasa, duta satlantas. Haduh, Bangkalan penuh sama duta-dutaan.
Duta hanyalah pencitraan, bukan kondisi asli Bangkalan
Saya berharap semua dari kita harus punya pandangan bahwa seorang duta yang dipilih tentu bukanlah kondisi real situasi di lapangan. Begitu pun di Bangkalan Madura, keberadaan duta-dutanya hanyalah pencitraan belaka. Jika kita hanya melihat duta-duta itu, ya semua tentang kabupaten ini akan terasa sempurna, tapi kalau ditelisik kondisi aslinya. haduh, berbeda 180 derajat.
Misal nih, ada duta anti narkoba, ya jelas dia pasti memang tidak pernah menggunakan narkoba. Tapi, kondisi di lapangan, narkoba masih marak. Kemudian, ada duta genre, dia pastinya dipandang sebagai anak muda ideal sekarang ini. Tapi, di pelosok desa, banyak anak yang menikah di bawah umur. Apalagi duta wisata, yang kepilih tentu saja yang good looking, sementara tempat wisatanya zonk.
Hadeh, kalau seperti itu berarti duta-duta ini hanya dimaksudkan untuk menutupi hal buruk tentang kabupaten ini dong.
Duta tidak bisa mengubah wajah daerah ini
Saya termasuk orang yang tidak percaya bahwa seorang duta bisa mengubah nasib warga Bangkalan Madura. Ya, bagaimana mungkin pengalaman yang berbeda dari seluruh warga kabupaten ini cuma diwakilkan oleh satu orang. Yang lebih parahnya kadang malah diminta meniru atau menjadikan si duta itu sebagai role model. Aneh sekali!
Seorang duta yang terpilih tentu punya modal lebih dibandingkan warga Bangkalan yang lain. Mereka kebanyakan berasal dari sekolah elit, punya orang tua yang suportif, juga akses ekonomi dan pengetahuannya yang tidak sulit. Sementara, permasalahan anak muda di Bangkalan Madura itu beragam. Ada yang hidup tanpa orang tua karena merantau. Ada yang bisa sekolah saja sudah untung.
Lah, tiba-tiba datang duta yang ngasih motivasi bahwa hidup yang baik seperti mereka ini. Gila sih!
Tugas pemerintah jangan dilempar ke duta-duta
Jujur, sampai saat ini saya belum memahami apa urgensi dan apa pengaruhnya bagi warga Bangkalan saat pemkabnya sibuk bikin acara duta-dutaan. Sebab pun memang sudah jelas, sudah bertahun-tahun berganti duta, hasilnya Bangkalan ya tetap begini-begini saja. Nah, maka dari itu, alih-alih berprasangka positif, sebaliknya saya menaruh beberapa kecurigaan pada pemkab Bangkalan yang hobi bikin acara duta-dutaan.
Pertama, agaknya pemkab Bangkalan hanya ingin menyembunyikan kegagalan kinerja satu tahunnya dengan menarik seorang duta. Jadi yang kelihatan yang baik-baiknya saja. Atau kedua, pemkab hanya malas kerja, makanya mereka memilih duta-duta buat mewakili tugas dan kerjaan mereka. Ketiga, pejabat di lingkup Pemkab Bangkalan ini pikirannya kolot, masih primitif. Mereka tidak punya solusi bagaimana menyelesaikan problem yang ada di Bangkalan Madura ini. Makanya, bikin acara duta-duta saja supaya kelihatan kerja. Hadeh!
Yah, demikianlah rasa muak saya pada pemkab Bangkalan Madura. Saya harap mereka nggak punya pikiran bahwa dengan ngadain acara duta-dutaan maka tugas mereka sudah selesai. Tidak semudah itu wahai bapak/ibu. Berbagai masalah masih terus menggerogoti kehidupan masyarakat di kabupaten ini, dan salah satu faktornya yakni kinerja kalian, apakah serius atau tidak. Kalau serius, ya harusnya kita lebih baik dong. Hehehe!
Penulis: Abdur Rohman
Editor: Kenia Intan
BACA JUGA 4 tanda kamu sudah bosan kuliah di Universitas Trunodjoyo Madura, tapi pura-pura nyaman karena terpaksa dan artikel menarik lainnya di TERMINAL MOJOK.