Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Politik

Baca Ini Sebelum Kamu Golput, Sebelum Kamu Menyesali Keputusan Ini

Prabu Yudianto oleh Prabu Yudianto
23 Oktober 2023
A A
Baca Ini Sebelum Kamu Golput

Baca Ini Sebelum Kamu Golput (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Golput itu urusan Anda. Tapi sebelum mengambil keputusan untuk tidak memilih, pikir lagi masak-masak

Apakah Anda merasa akrab dengan ungkapan “memilih yang terbaik dari yang terburuk”? Wajar sih kalau akrab. Bukankah kita hidup dalam dunia seperti ini? Seolah kita hanya diberi sedikit pilihan tanpa ada alternatif lain. Apalagi ketika tahun politik datang, dan tiba-tiba kita harus kenal dengan ratusan wajah peserta pemilu. Dan di hari pemilihan, kita (dipaksa) harus antre untuk memutuskan wakil dari suara mereka di pemerintahan.

ADVERTISEMENT

Beberapa orang akhirnya sepakat untuk memilih yang terbaik dari yang terburuk. Namun beberapa memilih jalan lain. Sebuah jalan yang tidak memberikan suara pada siapa pun, dan menolak segala tawaran dari pemilu. Jalan bagi mereka yang tidak percaya dengan para calon wakil rakyat yang berebut dukungan. Jalan tanpa warna-warna identitas parpol yang akhirnya disebut golongan putih atau golput.

Apakah Anda juga berpikir untuk golput karena kehilangan kepercayaan pada sistem? Atau berpikir bahwa “memilih yang terbaik dari yang terburuk” adalah beban moral? Sebelum Anda melakukan hal tersebut, baca artikel ini dulu!

Simbol perlawanan atau takut pada masa depan?

Tentu banyak alasan seseorang memutuskan golput. Beberapa menjadikan golput sebagai simbol perlawanan. Menolak segala sistem pemilu dengan alasan beragam. Dari ketidakpercayaan pada sistem, sampai simbol sakit hati calon yang didukung tidak lolos pemilu. Sisanya karena bangun kesiangan dan mager. Saya pikir alasan terakhir ini perlu mendapat perhatian negara.

Namun ada satu alasan yang sepertinya cukup dominan. Ada yang golput karena takut pada konsekuensi. Bagaimana kalau yang dipilih ternyata jadi koruptor? Jangan-jangan malah melanggengkan politik identitas? Atau malah sibuk memperkaya diri dan kelompoknya? Atau ini, atau itu, dan atau atau yang lain.

Terdengar klise, tapi saya memaklumi ketakutan ini. Janji manis di awal kampanye sering jadi kisah pahit selama 5 tahun. Namun yang lebih penting, tidak ada satupun dari kita yang lolos dari keruwetan pemerintahan. Bahkan jika Anda punya privilese untuk kabur ke negara lain, masih ada keruwetan berbeda dari pemerintah yang berbeda. Dan apapun yang terjadi, pemilih tidak bisa serta merta disalahkan.

Negara bekerja sebagai tatanan bersama, dan bukan dari dan demi satu kelompok saja. Idealnya sih gitu yak. Dan kekacauan ataupun kemajuan yang terjadi pada sebuah negara tidak bisa dijatuhkan pada satu kelompok pemilih saja.

Baca Juga:

Pemeran Dirty Vote Bicara: Zainal Arifin Mochtar Buka-bukaan tentang Film Panas Pemilu 2024

Videotron Anies Baswedan Diberangus Kekuatan Penguasa

Tidak ada konsekuensi moral dari setiap pilihan termasuk golput. Semua akan merasakan kekacauan ataupun kemajuan dari pemerintah yang ada.

Golput yang mandul

Bayangkan skenario ini: seluruh peserta pemilu tidak didukung oleh masyarakat. Sehingga mereka memilih untuk tidak memilih. Akhirnya golput menjadi suara mayoritas dalam pemilu. Alias pemenang pemilu adalah kotak kosong. Nah, apa yang terjadi selanjutnya? Apakah pemilu dianulir? Apakah harus ada pemilu ulang dengan peserta yang berbeda?

Sayang sekali, sistem pemilu di Indonesia bukan seperti itu. Menurut Peraturan KPU Nomor 8 Tahun 2012, pemilihan menjadi sah ketika angka golput adalah kurang dari 50%. Apabila di atas itu, maka pemilihan ulang harus dilakukan atas perintah presiden atas usul KPU. Tentu 50% bukan angka kecil ketika bicara pemilu nasional. Harus ada sekitar 130 juta orang tidak menggunakan hak suaranya agar dilakukan pemilu ulang.

Pertanyaannya, apa yang terjadi pada suara golput hari ini? Tidak ada! Suara golput tidak pernah menjadi faktor penting dalam pelaksanaan pemilu maupun penyelenggaraan pemerintahan. Suara tersebut akan berakhir seperti surat suara kosong ataupun robek, alias hanya menjadi angka yang tidak diperhitungkan.

Golput di Indonesia menjadi cara paling sulit dalam menyuarakan kekecewaan dan protes. Sebab, suara golput lebih mandul daripada aksi langsung seperti demonstrasi. Apalagi ada ancaman hukum bagi pihak yang menyuarakan hal tersebut.

Tapi apa bedanya kampanye golput dan kampanye capres? Ah, tidak perlu kita bahas. Nanti dikira saya menyuarakan hal tersebut.

Hanya sedikit negara yang memperhitungkan golput dalam pemilu. Salah satunya adalah Kolombia. Negara seribu kartel ini membuka kesempatan pada suara golput di legislatif. Ketika angka golput lebih tinggi dibandingkan perolehan para caleg, akan ada posisi kosong atau “voto en blanco” dalam bahasa Spanyol. Kursi kosong ini bisa membuka kesempatan untuk suara golput mendapatkan representasi di parlemen.

Semua negara enggan memperhitungkan golput

Mungkin Kolombia adalah contoh terbaik golput sebagai kritik dan serangan politik. Namun mayoritas negara di dunia cenderung mengabaikan hal tersebut. Mungkin tingginya angka golput bisa dinilai sebagai bentuk protes dan kekecewaan. Namun hanya berhenti di situ saja sih. Tidak ada dampak besar terhadap keabsahan pemilu dan penyelenggaraan pemerintahan. Tapi kenapa banyak pemerintahan mengerdilkan suara golput?

Alasan golput tidak diperhitungkan adalah potensi kekacauan. Jangan lupa, pemerintah tidak hanya menjadi abdi rakyat. Namun bisa diibaratkan seperti korporasi. Maka pemerintah menghindari kemungkinan yang membuat kinerja mereka tidak efisien. Termasuk mencegah golput memengaruhi pelaksanaan pemerintahan.

Apabila golput selalu diperhitungkan, maka proses pemilu akan menjadi pemborosan. Belum lagi potensi kehilangan investor karena ketidakpastian pemerintahan. Jangan lupa, “hasil pemilu menentukan pasar yang investor serbu” kalau kata Bars of Death. Ketidakstabilan dan ketidakpastian macam ini bisa dihindari dengan mempersempit output dari pemilu. Salah satunya adalah mengabaikan suara golput.

Semua pilihan Anda, tapi pilih dengan sadar

Saya tidak bermaksud menyuarakan golput. Tidak pula menjelek-jelekkan hal itu juga. Toh semua keputusan ada di tangan Anda. Namun jangan pernah lupa bagaimana sistem pemilu bekerja. Anda bebas memilih, tapi lakukan dengan sadar.

Anda bisa mendukung salah satu calon, atau tidak memilih sama sekali. Yang pasti Anda akan tetap menanggung konsekuensi dari apa yang dilakukan pemerintah nanti. Sebab, nasib negara tidak pernah sesederhana 5 menit di bilik suara. Dan apa pun yang terjadi di sebuah negara, semua rakyat akan terdampak. Baik positif ataupun negatif, baik memilih atau tidak memilih.

Jadi silahkan nikmati pesta demokrasi yang penuh intrik nanti. Nikmati saja keriuhan sebagai bumbu kehidupan ini. Setelah itu, dunia akan kembali seperti biasa, dan kita akan kembali marah-marah pada situasi yang tak pernah ideal.

Penulis: Prabu Yudianto
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Bagi Anak Muda, Golput Itu Pilihan dan Keniscayaan dalam Demokrasi

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 29 Oktober 2023 oleh

Tags: golputkolombiapemilu 2024pilpres 2024voto en blanco
Prabu Yudianto

Prabu Yudianto

Penulis kelahiran Yogyakarta. Bekerja sebagai manajer marketing. Founder Academy of BUG. Co-Founder Kelas Menulis Bahagia. Fans PSIM dan West Ham United!

ArtikelTerkait

survei elektabilitas 2024

Survei Elektabilitas Capres, Berita Penting di Waktu yang Salah

11 Oktober 2021
Justru Aneh kalau Smart People Kecewa dengan Podcast Close The Door deddy corbuzier

Semoga Tidak Ada Lagi Politisi yang Klarifikasi lewat Podcast Deddy Corbuzier

5 Desember 2022
Partai Politik, Caleg, dan Capres, Segera Nyalakan Tanda Bahaya, Generasi Muda Tak Peduli dengan Pemilu 2024

Partai Politik, Caleg, dan Capres, Segera Nyalakan Tanda Bahaya, Generasi Muda Tak Peduli dengan Pemilu 2024

6 Oktober 2023
Rakyat Diminta Makan Ikan, tapi Harga Ikan di Pasaran Mahal. Halo Pemerintah, Sehat?

Rakyat Diminta Makan Ikan, tapi Harga Ikan di Pasaran Mahal. Halo Pemerintah, Sehat?

1 Desember 2022
Kenapa Kita Selalu Lupa Caleg yang Kita Pilih?

Emangnya Kenapa kalau Artis Jadi Caleg?

22 Mei 2023
pilpres 2024

Kapan Waktu yang Tepat untuk Bicara tentang Pilpres 2024?

10 Desember 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Seminggu buka jastip sudah cukup membuat saya paham kenapa jastiper sering pasang fee mahal

Seminggu buka jastip sudah cukup membuat saya paham kenapa jastiper sering pasang fee mahal

18 Juli 2026
Dosa pengusaha kuliner, pakai foto hasil AI untuk jualan hingga pembeli merasa tertipu Mojok.co

Dosa pengusaha kuliner, pakai foto makanan hasil AI hingga pembeli merasa tertipu

20 Juli 2026
Jamuan untuk dosen saat sidang akhir itu suka rela atau paksaan yang dibalut tradisi?

Jamuan untuk dosen saat sidang akhir itu suka rela atau paksaan yang dibalut tradisi?

19 Juli 2026
4 alasan Alun-alun Tegal jadi tempat jogging favorit warga Mojok.co

4 alasan Alun-alun Tegal jadi tempat jogging favorit warga

21 Juli 2026
Nongkrong sama teman yang lagi mabuk dan banyak bacot benar-benar bikin emosi

Nongkrong sama teman yang lagi mabuk dan banyak bacot benar-benar bikin emosi

20 Juli 2026
3 Kebohongan tentang Lembang yang Perlu Diluruskan

Bukan cuma soal dingin, ini 4 kejanggalan di Lembang yang bikin wisatawan Semarang heran

15 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.