Arsip Artikel: Andrian Eksa
35 ArtikelKelahiran Boyolali, 15 Desember. Saat ini menjadi seorang guru Bahasa Indonesia yang memilih tidak hanya sekadar mengajarkan kata, tapi juga merawatnya. Menyukai isu-isu terdekat di sekitarnya.
Menyebalkannya Orang-Orang Suka Maksa di Terminal Purabaya
Seorang kondektur bis Mira mewanti-wanti saya. Katanya—nanti setibanya di Terminal Purabaya, langsung cari saja bis arah ke Jember
Iklan yang Dulu Diabaikan Kini Dinantikan
Tidak jarang—ketika sedang asyik-asyiknya menikmati video di YouTube atau menonton sinetron di televisi, iklan muncul seperti orang ketiga.
Negosiasi dengan Calon Kepala Desa Waktu Sosialisasi Visi dan Misi
Sebuah undangan untuk menghadiri sosialisasi visi misi calon kepala desa di tempat saya—tertera nama saya tertulis di sana.
Bercita-cita Memajukan Desa, Tapi Kerjanya di Kota
Bayangan saya, perkuliahan bisa mengantarkan saya menjadi pahlawan. Saya bisa siap kapan pun dan dalam kondisi seperti apa pun demi kemaslahatan umat desa.
Mengurangi Sampah Plastik Ketika Lebaran, Kenapa Tidak?
Seandainya saja, warga desa saya berperilaku yang sama dengan ibu atau bapak teman saya, pasti sampah plastik di momen lebaran ini bisa diminimalkan.
Terminal Mojok: Penulis sebagai Bis, Tulisan sebagai Penumpang, dan Pembaca sebagai Bis Mania
Terminal Mojok, sejak awal sudah memposisikan dirinya sebagai “terminal tulisan”. Sebagaimana terminal pada umumnya, hanya menjadi tempat singgah sementara.