Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Pendidikan

Aturan Duduk Pejabat di Acara Resmi Pemerintah yang Amat Ribet

Andri Saleh oleh Andri Saleh
28 November 2021
A A
aturan duduk pejabat
Share on FacebookShare on Twitter

Merasa pacarmu adalah yang paling ribet? Kamu pasti belum tahu aturan duduk pejabat.

Selain rebahan, aktivitas manusia yang paling sering dilakukan adalah duduk. Coba, hitung berapa kali kamu duduk dalam satu hari? Ketika belajar di sekolah, kerja di kantor, antre di bank, sampai nongkrong di kafe, semuanya dilakukan dalam posisi duduk. Saking sakralnya posisi duduk ini, sampai-sampai orang punya spot tersendiri supaya bisa duduk dengan nyaman. Misalnya, duduk di dekat jendela ketika naik kendaraan, duduk di belakang ketika belajar di kelas, atau duduk di tribun VIP ketika nonton bola di stadion.

Sebetulnya, setiap orang punya hak untuk menentukan mau duduk di posisi mana saja. Tapi, kalau kamu jadi seorang pejabat pemerintah, nggak bisa duduk sembarangan. Apalagi kalau menghadiri acara-acara resmi pemerintah, ada pakem dan aturan yang harus diikuti ketika duduk. Aturan duduk pejabat dalam acara resmi pemerintah ini diatur dalam Undang-undang Nomor 9 Tahun 2010 tentang Keprotokolan.

Secara teori, aturan duduk pejabat pemerintah ini sebetulnya simpel. Pejabat yang duduk di sebelah kanan itu lebih tinggi jabatannya dibandingkan dengan pejabat yang duduk di sebelah kiri. Cuma itu saja rumusnya. Tapi pada praktiknya, lumayan ribet juga ngatur posisinya. Selain harus hafal level-level pejabat, jumlah pejabat yang duduk pun harus dihitung.

#1 Dua pejabat yang duduk

Misalnya kamu jadi Gubernur dan temanmu jadi Wakil Gubernur. Ketika kalian berdua diundang ke suatu acara resmi pemerintah, maka kamu akan duduk di sebelah kanan. Sedangkan temanmu yang Wakil Gubernur tadi duduk di sebelah kirimu. Pengin tukeran tempat? Yaaa, nggak bisa, lah! Sudah seperti itu aturan duduk pejabat, Bos.

#2 Tiga pejabat yang duduk

Misalnya kamu jadi Gubernur dan temanmu ada yang jadi Walikota dan Ketua DPRD Provinsi. Ketika kalian bertiga menghadiri acara resmi pemerintah, maka kamu akan duduk di tengah. Di samping kanan kamu adalah pejabat yang lebih tinggi jabatannya daripada pejabat yang duduk di samping kiri kamu. Jadi, temanmu yang Ketua DPRD Provinsi duduk di samping kanan dan yang Walikota duduk di samping kiri kamu.

#3 Empat pejabat yang duduk

Misalnya kamu masih jadi Gubernur, alias belum dikudeta. Kamu diundang untuk hadir di acara pemerintah bersama Wakil Gubernur, Ketua DPRD Provinsi, dan Walikota. Nah, posisinya akan berubah lagi. Kamu dan Wakil Gubernur dianggap satu paket dan posisinya sama dengan yang poin satu tadi. Di sebelah kanan kamu adalah pejabat yang jabatannya lebih tinggi daripada pejabat yang duduk di sebelah kiri Wakil Gubernur. Jadi, Ketua DPRD Provinsi duduk di sebelah kanan kamu sedangkan Walikota duduk di sebelah kiri Wakil Gubernur. Ini sudah fixed, ya. Nggak boleh tukar-tukaran tempat. Aturan duduk pejabat emang kayak gitu.

#4 Lima pejabat yang duduk

Nah, ini makin banyak pejabatnya, nih. Kalau kamu jadi Gubernur dan harus menghadiri acara pemerintah bareng dengan Wakil Gubernur, Ketua DPRD Provinsi, Walikota, dan Kepala Dinas Provinsi, maka posisi duduknya diatur seperti begini.

Baca Juga:

Gagal Paham dengan Outfit Mewah Pejabat, Harga Jutaan Tetap Terlihat Norak karena Nggak Bisa Kerja

Mobil Dinas Pejabat Itu Memang Harus Mahal, kalau Bisa, Pilih yang Paling Mahal Sekalian

Kamu duduk di tengah. Sebelah kanan kamu adalah Wakil Gubernur dan sebelah kiri kamu adalah Ketua DPRD Provinsi. Walikota akan duduk di tempat duduk di sebelah kanan Wakil Gubernur. Sedangkan Kepala Dinas Provinsi duduk di sebelah kiri Ketua DPRD Provinsi.

Itulah aturan duduk buat pejabat dalam acara resmi pemerintah. Makin banyak pejabat yang duduk, makin ribet ngatur posisi duduknya. Belum lagi kalau setiap pejabat tadi bawa istrinya masing-masing. Itu tambah ribet lagi, Bos.

Yang perlu dicamkan adalah kamu nggak akan bisa pilih-pilih tempat duduk kalau sudah jadi pejabat pemerintah. Pokoknya jangan harap bisa duduk di pojokan sambil gibah dengan teman-teman kongkowmu. Apalagi sambil merokok dan satu kaki naik ke meja. Aturan duduk pejabat emang ribet, makanya banyak yang berjarak dengan rakyat. Eh nggak tau juga sih.

Sumber Gambar: Pixabay

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 28 November 2021 oleh

Tags: aturanPejabatprotokoler
Andri Saleh

Andri Saleh

Humas di salah satu instansi pemerintah. Tukang liput kegiatan pimpinan, tukang bikin konten medsos, desain baliho dan flyer, serta kegiatan lainnya yang bikin kelihatan sebagai orang paling sibuk di kantor.

ArtikelTerkait

Terima Kasih Pak Jokowi Telah Melarang Pejabat dan ASN Buka Puasa Bersama

Terima Kasih Pak Jokowi Telah Melarang Pejabat dan ASN Buka Puasa Bersama

26 Maret 2023
3 Alasan Pejabat Sebaiknya Nyoba Magang Jadi Debt Collector

3 Alasan Pejabat Sebaiknya Nyoba Magang Jadi Debt Collector

28 Desember 2021
Setelah Banyak Kekecewaan, Melihat Politisi Baik Rasanya Aneh terminal mojok.co

Setelah Banyak Kekecewaan, Melihat Politisi Baik Rasanya Aneh

18 Oktober 2020
Penghapusan Penjurusan di SMA Hanyalah Kebijakan Cari Sensasi Saja dan Bentuk Kebohongan Belaka

Penghapusan Penjurusan di SMA Hanyalah Kebijakan Cari Sensasi Saja dan Bentuk Kebohongan Belaka

20 Juli 2024
hal yang boleh dilakukan pejabat, hal yang boleh dilakukan pejabatAjang Penghargaan untuk Apresiasi Pejabat Publik yang Hobi Bikin Statement dan Aksi Aneh

4 Hal yang ‘Boleh’ Dilakukan Pejabat, tapi Jadi Gaswat Kalau Dilakukan Orang Biasa

21 Juni 2020
buruh pabrik kuli bangunan ideologi kiri buruh mojok

Tak Perlu Malu Jadi Buruh Pabrik, Malulah kalau Jadi Pejabat Korup

18 Oktober 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Stadion karapan sapi di Bangkalan terlalu bapuk, orang sulit percaya ini ikon budaya Madura Mojok.co

Stadion karapan sapi di Bangkalan terlalu bapuk, orang sulit percaya ini ikon budaya Madura

3 Agustus 2026
Mahasiswa UIN Nggak Wajib Nyantri, tapi kalau Nggak Nyantri ya Kebangetan lulusan UIN

Niat ikut organisasi mahasiswa di UIN cuma mau cari teman, malah jadi terpaksa ikut pengkaderan yang rumit

31 Juli 2026
Anak terakhir perempuan sering dikira manja, padahal diam-diam menyimpan keresahan yang tak kalah besar tentang keluarga Mojok.co

Anak terakhir perempuan sering dikira manja, padahal diam-diam punya keresahan yang tak kalah besar tentang keluarga

5 Agustus 2026
Sadar nggak, hampir tiap stasiun punya outlet Roti O, ternyata ini alasannya Mojok.co

Sadar nggak, hampir tiap stasiun kereta punya outlet Roti O, ternyata ini alasannya

5 Agustus 2026
Andai duit bukan masalah, saya mau merintis usaha katering Mojok

Andai duit bukan masalah, saya mau merintis usaha katering rumahan

2 Agustus 2026
Burnout bukan hak istimewa dokter. Karyawan toko, buruh, sampai ojol juga bisa mengalaminya

Burnout bukan hak istimewa dokter. Karyawan toko, buruh, sampai ojol juga bisa mengalaminya

6 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.