Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Tinggal di Asrama Mahasiswa UGM Memang Nyaman, asal Bisa Berdamai dengan Beberapa Kekurangannya

Erma Kumala Dewi oleh Erma Kumala Dewi
26 April 2024
A A
Tinggal di Asrama Mahasiswa UGM Memang Nyaman, asal Bisa Berdamai dengan Beberapa Kekurangannya Mojok.co

Asrama Mahasiswa UGM Memang Tinggal di Asrama Mahasiswa UGM Memang Nyaman, asal Bisa Berdamai dengan Beberapa Kekurangannya (residence.ugm.ac.id)

Share on FacebookShare on Twitter

Asrama mahasiswa UGM adalah penyelamat bagi maba perantauan yang buta Jogja seperti saya.

Bukan hal mudah bagi orang tua melepas anak di perantauan. Apalagi, kalau tidak ada sanak saudara maupun kenalan di tempat baru yang akan dituju. Kurang lebih begitulah perasaan orang tua saya ketika saya memutuskan kuliah di Jogja.

ADVERTISEMENT

Perkara mencari kos-kosan menjadi hal yang paling memusingkan. Saya dan kedua orangtua benar-benar buta dengan kondisi Jogja. Untung saja, UGM menyediakan asrama mahasiswa alias UGM Residence untuk para calon mahasiswa yang kebingungan seperti saya. Sejak kali pertama survei, saya dan ayah saya langsung cocok. Tanpa ragu kami langsung membayar uang sewa. 

Sebagai alumni salah satu asrama mahasiswa UGM, saya akan membagikan pengalaman selama tinggal di sana. Tentu tidak semua pengalaman menyenangkan, ada juga yang kurang baik. Namun, overall tinggal di UGM Residence nggak buruk-buruk amat kok.

#1 Asrama mahasiswa menawarkan kepastian untuk perantau pemula

Keberadaan asrama mahasiswa adalah penyelamat. Apalagi untuk perantau pemula yang masih buta dengan kondisi daerah perantauan dan nggak punya kenalan sama sekali. Mahasiswa dan orang tua nggak perlu pusing berkeliling mencari kos-kosan. Jadi lebih hemat waktu, biaya, dan tenaga deh. 

Di sisi lain, orang tua menjadi lebih tenang, setidaknya itulah yang dirasakan kedua orang tua saya. Kekhawatiran hilang ketika kedua orang tua saya melihat lingkungan asrama yang aman. Petugas keamanan berjaga 24 jam dan seluruh staff sangat baik dan ramah saat dimintai bantuan. Bahkan, mereka bisa menjadi teman ngobrol yang asyik. Salah satu yang penting, banyak teman sebaya sehingga mahasiswa yang baru merantau tidak merasa kesepian dan bisa menambah jejaring pertemanan.

#2 Asrama mahasiswa UGM punya fasilitas lengkap

Fasilitas yang disediakan asrama mahasiswa UGM terbilang lengkap. Kondisi kamar dan perabotannya terawat dengan baik. Tiap asrama memiliki layout kamar yang berbeda. Kebanyakan 1 kamar dihuni bersama oleh 2 orang, namun terdapat beberapa asrama yang menyediakan kamar untuk 3 orang maupun 1 orang. Detailnya bisa dicek di website resmi UGM Residence.

Selain itu terdapat pantry bersama di setiap lantai. Terkadang kami masak-masak bersama di sana kalau punya waktu luang. Tempat parkirnya sangat luas, nggak perlu berebut lahan. Lobby asrama juga sangat memadai untuk belajar kelompok karena dapat menampung banyak orang. Tersedia pula kantin dan toko untuk membeli makanan serta kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga:

3 Kali Gagal Tes Sekolah Kedinasan, Akhirnya Malah Lolos Kedokteran UGM yang Terpaksa Direlakan karena Biaya

4 Rekomendasi Motor Second yang Cocok untuk Mahasiswa Pertama Kali Merantau

Menariknya lagi ada fasilitas Toyagama, pengisian air minum gratis milik UGM di setiap asrama. Temperatur airnya bisa disesuaikan mau yang normal, panas, atau dingin. Sangat membantu untuk menghemat biaya belanja air minum.

Menurut saya, tinggal di asrama UGM terbilang sangat hemat. Dengan harga sekitar Rp500.000-Rp700.000 per bulan pada waktu itu, saya sudah mendapat fasilitas lengkap. Saya tidak perlu membayar listrik, wifi, dan air. Kamarnya memang nggak AC karena saya memilih tipe reguler, tapi kamar itu sudah dilengkapi kamar mandi dalam. 

#3 Lokasinya strategis

Lokasi asrama mahasiswa UGM terbilang sangat strategis. Akses ke berbagai tempat terasa mudah. Bahkan, jarak dari asrama ke kampus saya di Fakultas Teknik UGM terbilang cukup dekat, bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Toko, fotokopi, tempat makan, sudah banyak tersedia. Bahkan, bisa diakses dengan berjalan kaki atau menggunakan sepeda kampus. Untuk mahasiswa baru yang rata-rata belum memiliki kendaraan pribadi, entah terkendala proses pengiriman atau lain sebagainya, aksesibilitas asrama mahasiswa UGM yang mudah sangat berarti.

#4 Memungkinkan untuk mencari uang saku tambahan

Tinggal di asrama rupanya bisa mendatangkan peluang usaha. Banyak kawan-kawan seasrama saya dulu yang mencoba peruntungan dengan menjual berbagai makanan, masker, pulsa, jasa ngeprint, dan lain sebagainya. Grup asrama menjadi media yang ampuh untuk beriklan.

Kegiatan jual beli semacam ini menguntungkan banyak pihak. Di satu sisi para mahasiswa pebisnis bisa mendapatkan uang saku tambahan tanpa menyusahkan orang tua. Sedangkan teman-temannya yang lain bisa memenuhi kebutuhannya dengan mudah tanpa perlu keluar asrama.

#5 Bisa menambah masa tinggal di asrama

Asrama mahasiswa UGM memang diutamakan untuk mahasiswa baru alias maba tahun pertama. Sehingga para maba ini punya waktu satu tahun untuk tinggal di asrama. Waktu yang sangat cukup untuk beradaptasi dengan kehidupan Jogja sekaligus mencari referensi tempat kost selanjutnya.

Akan tetapi, bagi mahasiswa yang masih ingin tinggal di sana pada tahun ke-2 masih memungkinkan kok. Ada dua jalur yang dapat digunakan yaitu mendaftar sebagai waiting list dan Mahasiswa Beasiswa (MB). Keduanya sama-sama akan diseleksi dulu. Bedanya, MB bisa tinggal di asrama tanpa dipungut biaya, tapi punya kewajiban untuk aktif dalam kegiatan asrama dan menjadi kakak asuh untuk adik-adik maba di asrama tersebut. Sedangkan mahasiswa yang lolos waiting list akan dikenakan biaya normal serta tidak dibebani kewajiban menjadi kakak asuh.

Perpanjangan masa tinggal baik melalui jalur waiting list maupun beasiswa hanya berlaku untuk satu tahun. Jika masih ingin memperpanjang, maka harus mendaftar lagi dari awal.

Di atas beberapa hal yang membuat saya nyaman tinggal di asrama mahasiswa UGM. Namun, selama tinggal di sana, saya juga merasa beberapa hal yang kurang cocok. Sebenarnya bukan hal besar sih, tapi kalau hal-hal ini tidak ada, tinggal di asrama benar-benar sempurna. 

#1 Masalah perizinan dan jam malam

Sebenarnya aturan jam malam bukanlah hal yang buruk dan cukup wajar. Seingat saya jam malam di asrama yang pernah saya tempati berlaku mulai jam 21.00 WIB. Boleh diperpanjang dengan izin terlebih dahulu ke pihak keamanan. Sayangnya, sebagai mahasiswa terkadang ada saja acara-acara yang mengharuskan kami pulang larut malam. Di saat itulah jam malam terasa sedikit merepotkan. 

Asal tahu saja, kalau terlambat pulang ada sanksi menyanyi di pos satpam. Kebetulan saya dan teman sejurusan yang tinggal di asrama itu termasuk langganan kena setrap. Saking seringnya, sanksi menyanyi sampai pernah diganti dengan hafalan surat-surat pendek.

Selain menaati jam malam, asrama juga mewajibkan penghuninya mengikuti pelatihan soft skill minimal 2 kali per semester. Kegiatannya santai, bonus dapat konsumsi yang enak. Sangat ringan bukan? Tapi prakteknya tidak semudah itu. Bagi mahasiswa yang kegiatannya banyak dan mobilitasnya tinggi, tinggal di asrama akan menghambat fleksibilitas.

Kebetulan tahun pertama perkuliahan saya adalah masa-masa yang sibuk. Sejak semester pertama ada 5 praktikum dalam seminggu yang otomatis membuat tugas selalu menumpuk, termasuk yang tipenya kerja kelompok. Di akhir pekan hampir selalu harus ke lapangan untuk pemetaan maupun field trip dengan dosen. Itu mengapa saya sulit sekali mencari waktu yang tepat untuk mengikuti kegiatan wajib asrama. Ketika kami sudah punya waktu kosong, giliran kuota pendaftarannya yang sudah penuh.

Pada akhirnya, di penghujung semester, penghuni asrama yang gagal memenuhi kuota kehadiran soft skill mendapat sanksi. Saya dan beberapa teman bersih-bersih Lembah UGM. Itu semua dilakukan tanpa ada kesan seram atau terhukum kok, lebih mirip kerja bakti saja.

#2 Tinggal di asrama mahasiswa kurang privasi

Lantaran kamar asrama ditempati 2 orang, privasi menjadi taruhan utamanya. Kesempatan untuk curhat dengan orang tua, berantem dengan pacar, atau lagi sedih-sedihan di telepon menjadi kurang leluasa.

Teman sekamar ini akan ditentukan dengan acak jika kalian tidak mengusulkan kandidat sejak awal. Kalau kalian bisa klop dengan teman sekamar ya alhamdulillah, tapi temen sekamar yang nyebelinnya naudzubillah juga pasti ada.

#3 Bertemu macam-macam orang

Asrama UGM dihuni oleh ratusan mahasiswa. Tentu saja karakternya beragam, ada yang baik dan asyik, nggak sedikit yang ngeselin. Beberapa hal yang ngeselin seperti parkir seenaknya dan dikunci stang, nggak menjaga fasilitas bersama, hingga berisik saat malam hari. Penghuni asrama macam ini benar-benar mengunci kesabaran.

Selama tinggal di asrama mahasiswa UGM, saya rasa hal-hal itu saja yang cukup merepotkan. Terlepas dari beberapa kekurangan di atas, menurut saya tinggal di asrama adalah opsi yang paling aman dan menyenangkan bagi perantau pemula. Terutama jika kalian tidak memiliki kenalan sama sekali di kota tujuan. Tempatnya aman, nyaman, staff-staffnya bersahabat, banyak teman. Pokoknya seru deh!

Penulis: Erma Kumala Dewi
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Jurusan Filsafat di Mata Mahasiswa Sosiologi: Bikin Iri dan Ingin Pindah Jurusan 

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 30 April 2024 oleh

Tags: asrama mahasiswaasrama mahasiswa ugmmabamahasiswa barumahasiswa UGMUGMugm residence
Erma Kumala Dewi

Erma Kumala Dewi

Penggemar berat film kartun walaupun sudah berumur. Suka kulineran dan kekunoan.

ArtikelTerkait

mengerjakan skripsi kuliah sidang skripsi Kiat Merampungkan Skripsi dari Kisah Pewayangan Bambang Ekalaya MOJOK.CO

Kuliah Baru Seumur Jagung tapi Udah Mau Nyicil Skripsi Itu Ngapain?

18 Mei 2021
Cerita di Balik Alun-Alun Merdeka dan Alun-Alun Tugu, Dua Tempat Ikonik Kota Malang yang Melenceng dari Pakem Jawa Mojok.co

Wahai para Maba, Jangan Terlena dengan Dinginnya Malang, Itu Semua Cuma Pencitraan!

19 Juli 2024
Wisdom Park UGM Dianggap Aman padahal Rawan

Wisdom Park UGM Dianggap Aman padahal Rawan

21 Juli 2024
Ospek Itu Ajang Mengenalkan Kehidupan Kampus, Bukan Ladang Memeras Maba

Ospek Itu Ajang Mengenalkan Kehidupan Kampus, Bukan Ladang Memeras Maba

9 Agustus 2024
Parkir UGM Membingungkan dan Bermasalah dari Dulu, Berbenahnya Kapan?

Parkir UGM Membingungkan dan Bermasalah dari Dulu, Berbenahnya Kapan?

2 September 2025
UGM Punya 5 Aturan Tak Tertulis, Jangan Dilanggar Nanti Malu! (Unsplash)

5 Aturan Tidak Tertulis di UGM, Jangan Dilanggar Nanti Bikin Malu

23 Mei 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Melawan serbuan semut di kamar, drama anak kos yang tampak sepele, tapi cukup bikin puyeng Mojok.co

Melawan serbuan semut di kamar, drama anak kos yang tampak sepele, tapi cukup bikin puyeng

16 Juli 2026
Drama pembayaran tunai ojol, uang kembalian jadi menguras waktu dan energi saya Mojok.co

Niat beli makanan lewat layanan pesan antar ojol supaya praktis, eh berujung repot karena driver tak punya kembalian

20 Juli 2026
Seminggu buka jastip sudah cukup membuat saya paham kenapa jastiper sering pasang fee mahal

Seminggu buka jastip sudah cukup membuat saya paham kenapa jastiper sering pasang fee mahal

18 Juli 2026
Alasan orang Semarang seperti saya menghindari nonton di bioskop XXI, lebih memilih Cinepolis walau kalah populer Mojok.co

Alasan orang Semarang seperti saya menghindari nonton di bioskop XXI, lebih memilih Cinepolis walau kalah populer

19 Juli 2026
Membayangkan Lamongan Punya Mal, Cari Hiburan Nggak Perlu Repot-repot ke Kabupaten Tetangga Mojok.co yusril fahriza

Lamongan butuh dipimpin Yusril Fahriza agar makin maju dan kalcer, dan saya serius!

20 Juli 2026
Mohon maaf, tidak semua orang suka tahu campur Lamongan, bahkan saya sebagai warlok juga kurang cocok

Mohon maaf, tidak semua orang suka tahu campur Lamongan, bahkan saya sebagai warlok juga kurang cocok

19 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.