Arti ‘Kimochi’ Itu Nggak Selamanya Mesum

Film Bokep Adalah Tontonan dengan Skenario Paling Membosankan yang Pernah Ada terminal mojok.co Kalau Bosan sama Skenario Film Bokep, Tonton Sampai Selesai dan Tambah Referensi Filmnya terminal mojok.co

Film Bokep Adalah Tontonan dengan Skenario Paling Membosankan yang Pernah Ada terminal mojok.co Kalau Bosan sama Skenario Film Bokep, Tonton Sampai Selesai dan Tambah Referensi Filmnya terminal mojok.co

Sudah bukan rahasia kalau pornografi mempunyai dampak negatif mulai dari dampak yang membagongkan sampai yang biasa aja. Dampak positifnya juga ada, tapi hanya sedikit dan spesifik. Dampak kecil yang kurang kita sadari inilah yang sering kita abaikan kayak bercandaan mesum. Kata yang biasanya disebut adalah “kimochi”. Banyak orang menggunakan ini tanpa tahu betul arti kimochi dalam bahasa Jepang.

Saya agak kurang setuju aja kalau kata “kimochi” ini selalu dizalimi sebagai ungkapan mesum. Sering saya dengar temen yang pakai kata ini untuk dikaitkan dengan guyonan mesum. Bagi kalian para cucu Kakek Sugiono pasti sudah apal buanget nget nget perihal penggunaan kata “kimochi” meskipun belum tentu tahu arti kimochi sebenarnya itu apa.

Usut punya usut ternyata stereotip kimochi sebagai ungkapan mesum ini berawal dari video hohohihe produksi Jepang atau yang lebih terkenal dengan sebutan JAV. Meskipun tanpa subtitle, kalimat ini dapat diserap dengan mudah oleh para pemirsa. Dan akhirnya muncullah arti kimochi sebagai kata-kata. Selain itu, semakin banyaknya anime anime Jepang bergenre hohohihe yang pada adegannya menggunakan kata “kimochi”, ini menambah kesan bahwa kimochi memang pantas dinobatkan sebagai kalimat mesum. Lantas apakah memang demikian? Tentu tidak sepenuhnya.

Mari kita bahas secara etimologi saja. Tentu pembaca yang budiman sudah tidak asing kalau “kimochi” berasal dari bahasa Jepang yang dapat diartikan ‘enak’ atau ‘nikmat’. Kata “kimochi” dapat diartikan enak untuk sesuatu yang dirasakan oleh pikiran, hati, dan tubuh kita kecuali indera pengecap. Jadi tidak bisa digunakan untuk menilai rasa yang dirasakan oleh indera pengecap kita. Menilai makanan enak biasanya pakai kata “oishi”. 

Lho enaknya hohohihe kan juga dirasakan oleh sekujur tubuh? Harusnya sudah memenuhi kriteria tadi dong. Eits iya, jangan keburu mesum dulu, Guys. “Kimochi” bisa juga kok digunakan ketika cuaca lagi panas-panasnya kamu masuk ruangan ber AC trus bilang “kimochi”. Pas bangun pagi, mengirup udara ditemani mentari, saking segernya jadi bilang “kimochi”. Mandi air hangat karena badan pegal-pegal, eh pegelnya serasa menyublim, bilang “kimochi”. 

Dan itu adalah penggunaan wajar dari kata “kimochi”. Selain arti di atas, “kimochi” juga bisa digunakan ketika kamu menyebutkan perasaan di dalam hati kamu. Kayak perasaan cintamu ke doi yang cuma nganggep kakak. Trus gombalan andalan bucin yang bilang perasaan ini hanya milikmu seorang, juga pake kata kimochi di dalamnya. Perasaan ini abadi bersama kepergianmu, juga pakai “kimochi”. Arti kimochi tidak bisa dimaknai secara lugu dengan kata-kata dalam bahasa Indonesia. Sebab, kata ini adalah ungkapan perasaan, ekspresi, dan mengandung definisi yang tidak saklek.

Sayangnya orang Indonesia memang banyak mengenak kata ini dari video dewasa dan pornografi. Nggak heran ketika kata ini diucapkan di tongkrongan, yang mendengar bakal berpikiran macam-macam. Salah kaprah yang sudah jadi kebiasaan.

Jadi berdasarkan pendapat saya, tidak adil jika menzalimi kata “kimochi” sebagai ungkapan kemesuman. Arti kimochi itu kompleks. Banyak hal positif yang bisa diungkapkan dengan kata tersebut. Orang-orang yang hobinya nonton bokep Jepang, kalau suatu saat ke Jepang dan dengar percakapan yang ada kata “kimochi”-nya bisa resah sendiri tuh. Kalau masih menganggap kata ini sebagai ungkapan mesum, itu berarti pengucapnya saja yang kebanyakan JAV. Otaknya perlu di-laundry.

BACA JUGA Film Bokep Adalah Tontonan dengan Skenario Paling Membosankan yang Pernah Ada dan tulisan Ngafifudin lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.
Exit mobile version