Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Arsenal Cuma Punya “Taktik Insyaallah”, Liverpool Itu Juara Paling Payah

Gusti Aditya oleh Gusti Aditya
16 Juli 2020
A A
arsenal vs liverpool liga inggris MOJOK

arsenal vs liverpool liga inggris MOJOK

Share on FacebookShare on Twitter

Gusti Aditya: Arsenal sudah seperti panti asuhan

Katanya, jika manusia telah memenuhi seluruh tugasnya di bumi, ia akan menyingkir dari hiruk-pikuk duniawi. Dan Liverpool, pasca huru-hara pesta tiada jeda, kehilangan sentuhan magisnya. Tapi nggak masalah, tugas pelatih dan pemain untuk memutus puasa gelar selama 3 dekade sudah usai. Saatnya menepi dan memberi sedekah kepada rombongan medioker, salah satunya, Arsenal.

Lha gimana nggak medioker, strategi yang dimiliki Arsenal adalah 4-3-3, insyaallah, dan wallahu a’lam. Sudah, begitu saja. Mau dibilang parkir bus, kok, ya nggak pas. Mungkin cocoknya dibilang Arsenal itu parkir Carry 1000 pick up bekas, karatan lagi. Udah diparkir sedemikian rupa, masih kena 24 serangan ke gawang.

Mau bilang jago bertahan nggak pas, jago serangan balik juga sama sekali bukan. Doa tim-tim teraniaya macam Arsenal ini saya akui manjur banget. Insyaallah numpuk pemain, nggak kebobolan. Insyaallah, coba-coba pressing, eh dapat 2 blunder Liverpool.

Saya yakin, analis sepak bola paling mumpuni di luar sana juga malas menganalisa cara bermain Arsenal. Kalau nggak karena iman yang, saya akui, kuat, skuat asuhan Mikel Arteta ini nggak kebobolan karena masang kodam di tiang gawang. Kemungkinan ketiga, gawang Arsenal udah dikencingin sama dukun London.

Bayangkan saja, ketika melawan skuat muda Liverpool di Piala FA, Arsenal bisa kebobolan 5 kali lalu kalah di babak penalti. Lha ini, proses nalar secara materialisme tidak bisa, tapi ditakar menggunakan logika mistika baru mashok. Insyaallah, bertahan saja numpuk pemain. Biarin bolong-bolong kayak cawet bekas, sing penting yakin.

Jadi besok, organisasi atau lembaga, kalau buka puasa bisa juga mengunjungi Arsenal. Nggak cuma ke panti asuhan biar dapat pahala dari doa anak yatim piatu. Liverpool sudah menunjukkan caranya, berbagi poin ke anak-anak menderita bernama Arsenal. Biar jadi doa yang baik untuk Liverpool demi musim depan.

@arsenalskitchen: Liverpool, juara yang memalukan

Saya sudah mengakui di lewat Twitter kalau kemenangan atas Liverpool ini bukan kemenangan yang menyenangkan. Pada titik tertentu, yang ditulis Gusti Aditya ada benarnya. Arsenal nanggung di semua aspek. Ya cuma insyaallah saja modal Meriam London ini, dan alhamdulillah, tidak kemasukan lebih dari 1 gol.

Yang justru mengusik saya adalah kejadian-kejadian selepas pertandingan. Tidak ada fans yang Arsenal yang tidak mengakui juaranya Liverpool musim ini. Pun kekalahan pagi ini bukan jadi bukti kalau mereka sebetulnya jelek, kok. Sepak bola memang begini, kadang yang “bejo” ngalahin yang pinter.

Baca Juga:

Sejak MU Menang Terus, Dunia Jadi Penuh Setan, Lebih Kejam, dan Sangat Suram bagi Fans Liverpool

Persamaan Kontroversi Feodalisme Pondok Pesantren dan Liverpool yang Dibantu Wasit ketika Menjadi Juara Liga Inggris

Selepas pertandingan, Alisson yang blunder komentar seperti ini:

“Kami bertandingan untuk menjadi juara. Itu adalah tujuan utama kami. Tidak ada yang bisa mengambil sinar pesona kami setelah menjadi juara.” Jurgen Klopp menimpali: “Saya tidak berkomentar negatif dari sesuatu yang positif, yaitu menjadi juara dengan sangat cepat. Para pemain begitu luar biasa musim ini dan tidak ada yang bisa meragukan mereka.”

Tiba-tiba, keduanya begitu ndakik-ndakik. Bahkan malah kelihatan insecure. Saya tahu, kok, Alisson dan Vrigil van Dijk membuat peluang lebih banyak untuk Arsenal ketimbang pemain Arsenal sendiri. Blunder, kan, sudah bagian dari sepak bola. Nggak ada yang meragukan juaranya Liverpool. Malah pada bingung sendiri. Insecure.

Saya juga tahu kalau setelah resmi juara, mereka kehilangan begitu banyak poin. Meraih juara Liga Inggris itu nggak gampang, tapi mereka bisa melakukannya. Namun, mempertahankan performa ketika berusaha meraih juara itu pekerjaan yang lebih sulit dan Liverpool gagal melakukannya.

So, sepanjang 2019/2020 ini, Liverpool sudah gagal: di Desember gagal quadruple, di Februari gagal invincible kayak Arsenal, Maret gagal treble dan back to back Liga Champions, Juli kehilangan rekor kandang dan gagal tembus 100 poin. Lho, kalau bukan specialist in failure, apa dong namanya? Cie, sama kayak Arsenal.

Setelah segala kesombongan itu, Liverpool gagal mempertahankan performa seorang juara. No offense ya, kamu itu juara yang payah. Kalah lagi sama tim terburuk Arsenal dalam 20 tahun terakhir.

Sumber gambar: Wikimedia Commons.

BACA JUGA Nostalgia Rental PS 2 yang Diabadikan dalam Tiap Gimnya dan tulisan Gusti Aditya lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 16 Juli 2020 oleh

Tags: arsenalartetakloppliga inggrisLiverpool
Gusti Aditya

Gusti Aditya

Pernah makan belut.

ArtikelTerkait

Arsenal Masih Membutuhkan Coutinho Meski Willian Resmi Bergabung MOJOK.CO

Arsenal Masih Membutuhkan Coutinho Meski Willian Resmi Bergabung

10 Agustus 2020
liverpool

Surat Terbuka: Untuk Jürgen Klopp dan Liverpool FC

31 Mei 2019
Arsenal Mesut Ozil, Mohon Maaf, Sudah Waktunya Kamu Pergi MOJOK.CO

Arsenal dan Nilai yang Pupus, Saga Mesut Ozil dan Posisi Kia Joorabchian

14 Agustus 2020
mo salah real madrid seto nurdiantoro Liverpool manchester united manchester city mojok.co

Liverpool Konsisten Imbang, Manchester United Meninggi, dan Manchester City yang Perlahan tapi Party

18 Januari 2021
manchester united Liverpool MOJOK

Manchester United, VAR, dan Wasit: Ketika Fans Liverpool Dikasih Panggung Buat Ngomong

29 Juli 2020
divock origi

Divock Origi, Bukti Sepak Bola Punya Tempat Spesial untuk Keberuntungan

7 Desember 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gambar Masjid Kauman Kebumen yang terletak di sisi barat alun-alun kebumen - Mojok.co

5 Stereotip Kebumen yang Sebenarnya Nggak Masuk Akal, tapi Terlanjur Dipercaya Banyak Orang

31 Januari 2026
Sudah Saatnya KAI Menyediakan Gerbong Khusus Pekerja Remote karena Tidak Semua Orang Bisa Kerja Sambil Desak-Desakan

Surat Terbuka untuk KAI: War Tiket Lebaran Bikin Stres, Memainkan Perasaan Perantau yang Dikoyak-koyak Rindu!

7 Februari 2026
Purworejo Tak Butuh Kemewahan karena Hidup Aja Pas-pasan (Unsplash)

Purworejo Tidak Butuh Kemewahan, Apalagi soal Makanan dan Minuman karena Hidup Aja Pas-pasan

6 Februari 2026
Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental Mojok.co

Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental

2 Februari 2026
Andai Jadi Warga Tangerang Selatan, Saya Pasti Sudah Pusing Tujuh Keliling. Mending Resign Jadi Warga Tangsel!

Jangan Nilai Buku dari Sampulnya, dan Jangan Menilai Tangerang Selatan Hanya dari Bintaro, Alam Sutera dan BSD Saja

4 Februari 2026
Mie Ayam Bikin Saya Bersyukur Lahir di Malang, bukan Jogja (Unsplash)

Bersyukur Lahir di Malang Ketimbang Jogja, Sebab Jogja Itu Sudah Kalah Soal Bakso, Masih Kalah Juga Soal Mie Ayam: Mengenaskan!

2 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti
  • Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak
  • Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP
  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.