Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Loker

Apa Itu NFT? Bagaimana Cara Membuat dan Menjualnya?

Riyanto oleh Riyanto
17 Januari 2022
A A
Apa Itu NFT? Bagaimana Cara Membuat dan Menjualnya? terminal mojok.co

Apa Itu NFT? Bagaimana Cara Membuat dan Menjualnya? (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Bajilak, NFT itu makanan apa lagi? Kok bisa semua orang lagi ngomongin hal ini? Dan kok bisa ada yang kaya dari jualan NFT? Memahami ini buat orang yang nggak selo tentunya bakal susah. Ya gimana nggak susah, wong setelah baca penjelasan di mana-mana saja juga tetep mbulet ra jelas dan tetep nggak bikin paham. Nah, makanya saya mau berbaik hati menjelaskan apa itu NFT dengan sangat simpel buat siapa saja yang belum ngerti. Buat yang udah ngerti mending mingkem dulu dan jangan keburu nyalahin sana-sini. Toh, penjelasanmu juga belum tentu dipahami orang awam.

Intinya, ia adalah karya digital yang ada sertifikat keasliannya. Sertifikat itulah yang membuat pemiliknya bisa berbangga diri karena menjadi satu-satunya orang yang memiliki karya tersebut secara sah. Misal saya beli NFT berupa gambar orang mangap yang entah di mana bagusnya, maka saya adalah pemilik sah gambar tersebut. Orang lain bisa mendapat gambar yang sama di internet, tetapi keaslian gambar tersebut tetap ada di saya. Nah, konon karena ada sertifikat keaslian tersebut, harganya bisa menjadi sangat mahal.

Lantas, buat apa saya beli gambar orang mangap dan berbangga karena memiliki sertifikat keasliannya? Ya, jawabannya emang nggak ada. Nggak ada alasan khusus saya kudu beli. Pun nggak ada alasan khusus kenapa kudu berbangga punya sertifikat keaslian.

Untuk saat ini, ia hanya dijual di marketplace-marketplace tertentu. Dan sertifikat keaslian dari masing-masing NFT ya hanya ada di jaringan marketplace tersebut. Teknologinya belum memungkinkan lintas platform, sehingga emang tampak sia-sia untuk ngoleksi NFT.

Misal, salah satu marketplace NFT terbesar saat ini adalah OpenSea yang menggunakan jaringan blockchain dari Etherium. Artinya, jika saya beli NFT di OpenSea dan pengin jual di marketplace lain yang pakai jaringan selain Etherium ya nggak bisa. Ibaratnya, kita beli barang di Shopee, jika barang itu mau kita jual lagi, bisanya ya hanya lewat Shopee, nggak bisa lewat Tokopedia, Lazada, atau marketplace lainnya.

Kenapa bisa begitu? Penyebabnya karena teknologi masing-masing marketplace berbeda. Jaringan blockchain Etherium punya permainan mereka sendiri yang beda sama jaringan blockchain Bitcoin, Binance, dan jaringan lain. Mereka semua menggunakan konsep blockchain yang sama, tetapi memiliki penerapan yang berbeda.

Sejauh ini belum ada gagasan untuk menghubungkan semua jaringan blockchain sehingga jual beli NFT bisa lintas platform dan semakin masuk akal untuk digeluti. Ibaratnya gini, buat apa saya beli skin hero Mobile Legends kalau itu nggak bisa dipake di PUBG yang lebih sering saya mainkan?

Dan permasalahan lain dari nggak tersatukannya semua jaringan blockchain adalah, satu karya yang sama bisa menjadi beberapa NFT di marketplace yang berbeda. Artinya, jika saya sudah beli NFT seharga satu Etherium alias sekitar Rp47 jutaan di OpenSea, itu nggak ada artinya jika NFT yang saya beli juga tersedia di marketplace lain dengan harga yang sama atau lebih murah. Maka dari itu, sertifikat NFT nggak berguna banyak jika NFT tersebut dijual di lintas marketplace.

Baca Juga:

3 Tradisi Manten Paling Unik di Tulungagung. Terdengar Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warlok

Penderitaan Tinggal Dekat Tempat Wisata Mikutopia Kota Batu, Hidup Dihantui Macet, Berisik, dan Waswas dengan Ancaman Bencana Ekologis Masa Depan

Lucunya lagi, ternyata sebuah karya bisa dijadikan NFT berulang kali bahkan di satu marketplace yang sama. Misalnya, saya bikin gambar ayam dan saya jadikan NFT di OpenSea, maka saya bisa berulang kali bikin NFT dari gambar ayam tersebut.

Sebuah gambar baru akan tersertifikasi setelah diunggah dan menjadi NFT, tetapi gambar aslinya tetap milik saya dan bisa saya unggah berulang kali menjadi NFT-NFT berbeda dengan sertifikasi keaslian masing-masing. Entah kenapa dan bagaimana, marketplace belum bisa mendeteksi gambar duplikat yang diunggah berulang kali menjadi NFT.

Jadi, kesimpulannya ia adalah karya digital setelah diunggah ke sebuah marketplace dan diberi sertifikat keaslian. Karya tersebut bisa disimpan maupun diperjualbelikan di sebuah marketplace dengan jaringan blockchain tertentu tanpa bisa berpindah ke jaringan lain. Contoh paling sederhananya ya itu tadi, skin hero Mobile Legends. Bedanya, skin hero Mobile Legends tidak memiliki sertifikat khusus seperti NFT.

Lantas kalau sudah mudeng apa itu NFT dengan segala kelebihan dan kekurangannya tersebut, bagaimana sih cara bikin dan cara jualnya? Nih, saya kasih penjelasannya.

Pertama, pilihlah marketplace untuk bertransaksi. Saat ini yang paling ngehits ya OpenSea. Makanya, monggo buka OpenSea, terus bikin akun di sana. Syarat untuk membikin akun adalah wajib punya dompet kripto. Maka dari itu silakan download dompet kripto favorit kalian dan hubungkan dengan OpenSea. Dompet kripto yang paling populer adalah MetaMask. Kebetulan MetaMask memangdompet kripto khusus jaringan blockchain Etherium, sama kayak OpenSea yang menggunakan jaringan Etherium.

Untuk bikin akunnya simpel, jauh lebih mudah ketimbang buka rekening di bank. Yakin, siapa saja pasti bisa. Setelah akun jadi, tinggal bikin NFT. Bikin ini cukup gampang banget, dan nyaris apa saja bisa dijadikan NFT asalkan bisa diunggah dalam bentuk digital.

Misal, saya mau bikin esai pertama di Mojok menjadi NFT, ya bisa-bisa saja. Saya tinggal bikin tangkapan layar full satu artikel dan diunggah ke OpenSea—sejauh ini belum bisa mengunggah file dokumen maupun PDF. Saya kasih keterangan itu adalah esai pertama di Mojok dan sungguh bernilai. Beri deskripsi lengkap, kemudian tinggal unggah kayak bikin postingan IG.

Nah, ada satu masalah serius di sini. Membuatnya tidaklah gratis. Gratis jika kita hanya ingin membuat dan memilikinya secara pribadi, tapi akan dikenakan biaya jika kita ingin menjualnya. Biaya itu disebut Gas Fee, yang besarnya nggak ngotak dan berbeda-beda dari waktu ke waktu.

Gas Fee tersebut adalah biaya untuk penggunaan blockchain Etherium. Intinya adalah biaya karena kita sudah minta jaringan Etherium buat ngejualin NFT kita. Simpelnya gitu. Pengalaman saya mencoba menjual NFT yang sudah saya bikin, saya dikenai Gas Fee sebesar 0.71558 Etherium, alias 239.82 USD, alias Rp3.429.426. Weh, mayan gede duit yang harus dibayar hanya agar NFT kita bisa masuk daftar NFT yang dijual. Belum jualan saja kok udah dipalak? Ya, emang gitu konsepnya.

Untungnya, biaya tersebut bisa kita akali jika kita cermat memilih bagian blockchain saat hendak membuat NFT. Membuat ya, bukan menjual. Nah, alih-alih memilih jaringan Etherium, kita bisa memilih jaringan blockchain Polygon yang bebas Gas Fee.

Blockchain Polygon sendiri sebenarnya masih bagian dari jaringan Etherium. Polygon adalah ekosistem blockchain di bawah blockchain utama Etherium. Salah satu fungsi utama Polygon ya buat mengatasi mahalnya gas fee Etherium yang emang mahal banget itu.

Intinya, jaringan utama Etherium itu sibuk banget dan mahal kalo mau transaksi langsung di sana. Nah, Polygon muncul di antara sibuknya jaringan Etherium dan mewadahi jaringan yang lebih selo sehingga bisa bebas Gas Fee. Makanya, jika kita pilih Polygon saat membikin NFT, nanti saat NFT kita mau masuk ke daftar penjualan, yang bikini akses dan sertifikat sono sini itu ya jaringan Polygon tersebut. Jadinya, kita bisa memasukkan NFT kita di daftar jual tanpa kena Gas Fee.

Di proses jual, kita tentukan harga dari NFT kita. Mata uang yang dipakai adalah ETH alias Etherium, sehingga harga yang kita tentukan ya dalam bentuk ETH. Terserah mau jual di berapa ETH, mau sangat murah maupun sangat mahal bebas. Tapi ya kalau mau ada yang beli, wajarnya sih jangan sampai menyentuh angka setengah ETH. Ibaratnya, Ghozali Everyday yang mendadak kaya dari NFT foto selfienya saja hanya menjual per foto sebesar 0.001 ETH atau sekitar 47.950 rupiah.

Tetapi jangan salah, harga salah satu foto Ghozali Everyday yang awalnya hanya 0.001 ETH tersebut harga jual kembalinya sekarang sudah ada yang tembus 122 ETH alias lebih dari 5 miliyar rupiah!

Penulis: Riyanto
Editor: Audian Laili

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 17 Januari 2022 oleh

Tags: NFTpilihan redaksi
Riyanto

Riyanto

Juru ketik di beberapa media. Orang yang susah tidur.

ArtikelTerkait

4 Dosa Shopee kepada Buyer, Mending Tobat Sebelum Ditinggalkan

4 Dosa Shopee kepada Buyer, Mending Tobat Sebelum Ditinggalkan

9 September 2024
Panduan Singkat Menggunakan "Ta" ala Jawa Suroboyoan

Ojo ngasal, Rek. Ini Panduan Singkat Menggunakan “Ta” ala Jawa Suroboyoan yang Benar

1 Juli 2023
3 Pengusaha yang Nggak Kalah Cuan dari Mail tapi Jarang Terekspos dalam Serial Upin Ipin

3 Pengusaha yang Nggak Kalah Cuan dari Mail, tapi Jarang Terekspos dalam Serial Upin Ipin

8 Mei 2024
Daihatsu Sigra Mobil yang Menjawab Semua Impian terminal mojok

Daihatsu Sigra: Mobil yang Menjawab Semua Impian

24 November 2021
Makan Sate Padang Itu Pakai Ketupat, Bukan Lontong Apalagi Nasi

Makan Sate Padang Itu Pakai Ketupat, Bukan Lontong Apalagi Nasi

16 April 2023
Perempatan Informa, Titik Paling Kacau di Cinere Depok. Saking Kacaunya, Saya Pernah Mati Kutu Selama 1 Jam di Sini!

Perempatan Informa, Titik Paling Kacau di Cinere Depok. Saking Kacaunya, Saya Pernah Mati Kutu Selama 1 Jam di Sini!

17 Juni 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Nonton timnas Indonesia di Youtube Reza Arap memang aneh (Wikimedia Commons)

Nonton timnas Indonesia di Youtube Reza Arap memang aneh, komentator nggak jelas, tapi jangan menghujat dulu

1 Agustus 2026
Kontroversi [arfum Mykonos: ketika naluri “ingin gaul” anak SD dihakimi netizen yang kurang piknik

Kontroversi parfum Mykonos: ketika naluri “ingin gaul” anak SD dihakimi netizen yang kurang piknik

4 Agustus 2026
Cikarang Menyimpan Salah Paham yang Bikin Iri sama Jakarta (Unsplash)

Di balik gaji besar operator industri di Kawasan Industri Cikarang, ada harga mahal yang harus dibayar

4 Agustus 2026
Anak pertama perempuan, peran yang paling melelahkan di dunia setelah jadi ibu Mojok.co

Anak pertama perempuan, peran yang paling melelahkan di dunia setelah jadi ibu

2 Agustus 2026
Stadion karapan sapi di Bangkalan terlalu bapuk, orang sulit percaya ini ikon budaya Madura Mojok.co

Stadion karapan sapi di Bangkalan terlalu bapuk, orang sulit percaya ini ikon budaya Madura

3 Agustus 2026
Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental Mojok.co

Setelah akad KPR rumah, saya baru sadar bahwa beli rumah bukannya jadi solusi, tapi justru jadi masalah baru

1 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.