Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Anjing Masuk Masjid: Takmir Melipat dan Mencuci Sajadah yang Terkena Najis itu Sudah Benar

Juli Prasetya oleh Juli Prasetya
4 Juli 2019
A A
anjing masuk masjid

anjing masuk masjid

Share on FacebookShare on Twitter

Baru-baru ini media sosial ramai membincangkan tentang anjing masuk masjid yang dibawa seorang wanita yang masuk ke Masjid Al Munawaroh, Sentul, Bogor, Jawa Barat, dengan menggunakan alas kaki dan ngamuk sisan.

Sekilas, jika kita lihat benar-benar sekilas, memang sangat songong sekali wanita ini. Meskipun wanita yang dekat dengan ibu-ibu dan seringkali diasosiasikan sebagai sosok yang tangguh dan merajai jalanan, tapi soal anjing masuk masjid bersamanya dengan alas kaki plus ngomel-ngomel pula ke takmir dan jamaah, ini adalah persoalan lain.

Seorang takmir jika menghadapi ibu-ibu ngamukan, masuk tanpa alas kaki dan membawa anjing, ngamuk tanpa ditimbang, tentu saja hanya ada satu kata: lawan!

Mengutip Tirto Kepolisian telah menetapkan wanita yang berinisial SM itu sebagai tersangka penodaan agama karena membawa seekor anjing masuk ke Masjid Al Munawaroh, Sentul, Bogor, Jawa Barat. SM dijerat pasal 156a KUHP dan ditahan setelah ditetapkan menjadi tersangka.

Beberapa hari setelah kejadian itu, anjing yang dibawa oleh SM itu meregang nyawa di dekat jalan sekitar masjid. Ada versi yang mengatakan mati karena ditabrak, ada yang bilang si anjing trauma berat pasca kejadian. Tapi kemungkinan penyebab kematian ini akan tetap menjadi misteri.

Perihal anjing kecil hitam lucu yang dibawa oleh tuannya masuk masjid itu, mengapa kita harus begitu muntabnya? Ini hanya perihal asu. Tapi kita begitu sensi dan baperan dengan keberadaan asu. Anjing masuk masjid dibilang penistaan. Padahal beberapa manusia malah bisa lebih asu daripada asu itu sendiri.

Asu semenjak berabad-abad lalu sebenarnya telah menjadi teman manusia yang sangat setia dan sangat bisa diandalkan. Sudah banyak bukti-bukti konkret yang mendukungnya, bahkan film-film tentang asu pun sudah ada. Cari sendiri bukti-buktinya yhaaa—googling, jangan males ah~

Contoh paling konkret, almarhum kakek saya pernah memelihara asu untuk membantunya menjaga sawah, namanya Polang dan Boni dan terbukti handal dan ampuh untuk menjaga sawah dari gangguan orang-orang jahil dan hama-hama nakal.

Baca Juga:

Belajar Digital Marketing dari Blunder Holywings: Viral Bukan Berarti Cuan

Kita Perlu Belajar Dari Kasus SM dan Anjing Masuk Masjid

Sebenarnya Ini hanya perihal najis yang masih bisa dibersihkan—kalo kata mbak Kalis yang mungkin ‘khilaf’ cinta ke mas Agus—masalah ini sebenarnya bisa diselesaikan di tingkat RT dan tukang laundry. Tidak harus sampai ke kepolisian, tapi dasar era sekarang ini dekat dengan generasi homo viralisme—ya apa-apa yang viral pasti cepat ditindak.

Dalam beberapa hal apa yang dilakukan takmir masjid sudah benar, seperti perihal segera melucuti dan melepas semua karpet masjid yang mungkin terkulai oleh najis lalu membersihkannya dan menghentikan SM agar tidak mengamuk lebih jauh. Itu sudah benar, itu sudah menjadi tupoksi marbot dan takmir masjid yang bertugas. Sangat mashook dan saya mengapresiasi sebesar-besarnya.

Namun melaporkan ibu-ibu yang sudah terkonfirmasi memiliki gangguan jiwa ke polisi—ya nanti dulu. Ini sepertinya kurang tepat, kurang elok—di titik ini saya agak kurang setuju. Soalnya dari pihak keluarga dan dokter pun sudah mengatakan bahwa Bu SM ini mengalami gangguan kejiwaan.

Semisal, jikalau orang gila ditangkap, dijadikan tersangka, dimasukan ke penjara. Lalu untuk apa UU dibuat? Hukum dibuat untuk dilanggar gitu, masa penegak hukum ngajarin awam melanggar hukum. Lucu ini. Masa saya ketawa. hahahaha—ikut ketawa plis, gaes~

Biarlah Ustaz Felix Siauw—ustaz Felix, assalamu’alaikum—setelah membaca tulisan ini bilang kalau saya muslim yang sok bijak ya nggak apa-apa. Ustad Felix toh nggak pernah tahu saya adalah mantan takmir kampus selama 4 tahun—kok malah ujub, mas? astaghfirullah. Permasalahan dari yang remeh temeh sampai yang kelas kakap—alhamdulillah bisa kami selesaikan di internal kepengurusan takmir. Tidak sampai mambrah-mambrah ke kepolisian.Tapi sekali lagi mungkin inilah realitas dalam dunia kita dewasa ini.

Baik coba kita kembali ke asu, ada sebagian orang yang memegang asu pun tak sudi. Saya memang memiliki pengalaman yang buruk dengan anjing, tapi saya tidak sampai sebrutal itu membenci anjing.

Sahabat kental saya yang juga takmir—dan sekarang jadi mantu seorang Kayim—ketika bertemu anjing gemetaran kakinya, lemas tak berdaya. Keringat dingin keluar ketika mendengar gonggongan anjing, matanya berkaca-kaca seperti habis melihat drama Korea yang berakhir romantis tragis. Tapi dari ketakutannya terhadap anjing itu tak lantas menjadikannya ingin membunuh dan membenci anjing sebegitunya. Itu hanya fobia, gaes~

Lalu kini, apakah kita sudah kehilangan rasa sayang terhadap sesama mahluk—manusia,hewan, tumbuhan dan mahluk lainnya? Tak terkecuali anjing. Membiarkan ia mati begitu saja dan kita masih menyimpan perasaan jijik itu di dalam dada kita?

Saya berimajinasi anjing penjaga Ashabul Kahfi kelak mengizinkan anjing kecil hitam itu masuk sebentar menjejak halaman surga dan bisa mencium kelezatan aroma surga walaupun sebentar. Meskipun mungkin pada akhirnya takdirnya di neraka. Toh siapa yang tahu siapa di antara kita kelak yang akan masuk surga atau neraka. Kita atau anjing?

Terakhir diperbarui pada 20 Januari 2022 oleh

Tags: anjing masuk masjidmasjid al munawarohorang gangguan jiwapenistaan agamapenodaan agama
Juli Prasetya

Juli Prasetya

Pemuda desa asal Banyumas yang percaya pada ketulusan, meski perjalanan hidup kerap memberi pelajaran tak terduga. Sekarang sedang berproses di Bengkel Idiotlogis asuhan Cepung.

ArtikelTerkait

Belajar Digital Marketing dari Blunder Holywings: Viral Bukan Berarti Cuan

Belajar Digital Marketing dari Blunder Holywings: Viral Bukan Berarti Cuan

28 Juni 2022
anjing masuk masjid

Kita Perlu Belajar Dari Kasus SM dan Anjing Masuk Masjid

3 Juli 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Kuliner Ambarawa yang Belum Masuk Radar Wisatawan padahal Enak dan Khas Mojok.co

5 Kuliner Ambarawa yang Belum Masuk Radar Wisatawan, padahal Enak dan Khas

16 April 2026
Harga Plastik Naik Bikin Kebiasaan Bawa Wadah Sendiri Diapresiasi Pedagang Pasar, padahal Dulu Sempat Dianggap Aneh

Harga Plastik Naik Bikin Kebiasaan Bawa Wadah Sendiri Diapresiasi Pedagang Pasar, padahal Dulu Sempat Dianggap Aneh

21 April 2026
5 Kuliner Bandungan Semarang yang Pantang kalau Dilewatkan Wisatawan Mojok.co

5 Kuliner Bandungan Semarang yang Sayang kalau Dilewatkan Wisatawan

20 April 2026
Suzuki Jimny Jangkrik hingga Toyota Yaris Bakpao, 6 Julukan Mobil Paling Unik karena Desainnya yang Aneh Mojok.co

Suzuki Jimny Jangkrik hingga Toyota Yaris Bakpao, 6 Julukan Mobil Paling Aneh Terinspirasi dari Bodi yang Unik

20 April 2026
10 Pantai yang Bikin Kebumen Nggak Pantas Menyandang Status Kabupaten Termiskin, Cocoknya Jadi Kabupaten Wisata Mojok.co

Kebumen: Banyak Pantainya, tapi Belum Jadi Primadona Wisata Layaknya Yogyakarta

21 April 2026
Sawojajar Malang Mengingatkan akan Labirin Pogung Jogja, Sama-sama Membingungkan dan Bikin Tersesat  Mojok.co

Sawojajar Malang Mengingatkan akan Labirin Pogung Jogja, Sama-sama Membingungkan dan Bikin Tersesat 

18 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Nongkrong di Usia 30 Terasa Tak Sama Lagi: Teman Makin Jompo, Obrolan Kian Membosankan, tapi Saya Berusaha Memahami
  • Campus League Musim 1: Kompetisi Olahraga Kampus untuk Fondasi Masa Depan Atlet Mahasiswa, Menempa Soft Skills Krusial
  • Kuatnya Peran Perempuan di Kota Semarang, Sampai Diapresiasi California State University
  • Jadi Anak Pintar di Desa Tanpa Privilege Sia-sia: Ortu Tak Dukung Pendidikan, Lulus Sekolah Dipaksa Nikah dan Bekerja
  • Soft Living, Gaya Hidup Gen Z yang Memilih Menyerah tapi Tenang ketimbang Mengejar Mimpi “Besar” Tak Pasti
  • 3 Ciri Nasi Goreng di Jogja yang Biasanya Nggak Enak: Cobain, deh, Kalau Kamu Nggak Percaya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.