Informasi
ADVERTISEMENT

Tingginya Angka Pengangguran di Karawang Adalah Dosa Besar dan Menjadi Ironi bagi Sebuah Kota Industri

Angka Pengangguran di Karawang Tinggi dan Menjadi ironi Industri (Unsplash) Malang

Masalah calo pekerjaan yang belum teratasi

Jangan salah, untuk urusan lolos diterima jadi karyawan juga ada calonya. Keberadaan mereka membuat persaingan menjadi sangat tidak sehat. Mereka yang masuk tidak memiliki kompeten dan daya saing. Yang penting “Lo punya duit, lo berkuasa.” Makanya, angka pengangguran di Karawang tinggi karena banyak yang tidak mempunyai modal untuk “menembus” calo.

Lagian ini kondisi yang aneh. Mau mencari uang, kok malah dipalak uang dulu. Makin miris karena masalah ini seperti tidak mempunyai solusi. Saya belum melihat ada aksi nyata, tegas, dan berkelanjutan dari pihak-pihak terkait. 

Apesnya, kebanyakan karyawan pabrik sekarang itu sistem kerjanya kontrak. Jarang sekali yang diangkat menjadi karyawan tetap. Karena SDM-nya overload jadi perusahaan bisa mengganti dengan sesuka hati karyawan yang lebih fresh. Kalau habis kontrak? Ya bayar ke calo lagi solusinya.

Peralihan ke sektor industri

Masalah lama yang belum selesai adalah peralihan sektor industri yang mengandalkan tenaga manusia menjadi tenaga robot. Hal ini menjadi PR besar bagi kita semua terutama pemerintah.

Kemudian, kita sering lupa soal sektor UMKM yang mengakibatkan minimnya dukungan. Padahal, sektor ini yang bisa menyerap tenaga kerja yang jauh lebih banyak bagi warga lokal. Selain itu, jika pemerintah lebih perhatian, perputaran ekonomi akan semakin kencang.

Banyak UMKM disini justru survive sendiri dan mirisnya bangkrut pun tak ada yg peduli. Coba jika pemerintah mau menyuntik dana atau membuat sistem pinjaman yang tidak rumit serta bunganya tidak tinggi. UMKM pasti bisa menjadi salah satu solusi akan tingginya angka pengangguran di Karawang.

Angka pengangguran yang tinggi di Karawang bukan masalah sederhana. Ini adalah hasil dari berbagai faktor yang saling terkait, termasuk pertumbuhan populasi, kualifikasi penduduk, akses ke pekerjaan, dan perubahan dalam sektor industri. Untuk mengatasi masalah ini, perlu ada upaya terkoordinasi antara pemerintah, sektor swasta, dan penduduk setempat untuk mencari solusi sesuai dengan konteks kota industri ini.

Penulis: Diaz Robigo

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Bendungan Walahar Karawang: Penjajahan oleh Belanda Memang Menyakitkan, tapi Bangunan Tinggalan Mereka Memang Luar Biasa

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 6 November 2023 oleh .

Diaz Robigo

figur yang pernah terlibat dalam proses demokrasi tingkat daerah di Karawang, dengan fokus pada isu-isu pembangunan dan pelayanan publik.