Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Membayangkan tiap kantor punya fasilitas daycare, hati orang tua pekerja pasti lebih tenang

Dyan Arfiana Ayu Puspita oleh Dyan Arfiana Ayu Puspita
9 Agustus 2026
A A
Membayangkan tiap kantor punya fasilitas daycare, hati orang tua pekerja pasti lebih tenang Mojok.co

Membayangkan tiap kantor punya fasilitas daycare, hati orang tua pekerja pasti lebih tenang (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Banyak orang bilang, hidup itu penuh pilihan. Namun, bagi kelas pekerja, mencari nafkah bukanlah pilihan melainkan kewajiban yang tidak bisa ditawar. Sering terjadi pula, dua kepala harus sama-sama keluar untuk bekerja. Ya suami, ya istri. Dan ketika hal itu terjadi, muncul dilema. Anak-anak mau dititipkan ke siapa? Apakah mau dititipkan ke nenek, saudara, ART atau daycare saja?

Dititipkan ke nenek atau saudara, jelas merepotkan. Mempekerjakan ART pun tidak semudah itu. Selain butuh waktu untuk mencari yang sreg di hati, mempekerjakan ART juga harus siap dengan segala dramanya. Entah ART tiba-tiba tidak berangkat, banyak tuntutan, hingga drama pola asuh yang berbeda.

ADVERTISEMENT

Nah, di tengah dilema tersebut, daycare seringkali dianggap sebagai opsi terbaik. Maka, tidak berlebihan rasanya jika tempat kerja yang menyediakan daycare, atau minimal daycare yang lokasinya nempel dengan kantor, mendapatkan apresiasi tertinggi. Kalau perlu, mari kita doakan para penyedia fasilitas itu masuk surga karena telah menyelamatkan rumah tangga dari huru-hara.

Daycare lebih mudah dipantau

Salah satu kawan saya, anaknya dititipkan di daycare. Kalian tahu, lokasi daycare kedua anaknya berada persis di samping tempat kerjanya. Beneran nempel dengan tembok kantor tempat kerjanya. 

Alhasil, setiap pagi dia berangkat kantor sekalian memboyong anak-anaknya. Pertama dia ke kantor dulu, absen, lalu setelah itu jalan kaki mengantar anak-anaknya. 

Lokasi daycareyang dekat dengan kantor, membuat kawan saya jadi mudah untuk memantau anaknya. Misal, jam istirahat mau nengok sebentar juga bisa. Ini, jelas sebuah privilese yang tidak semua orang tua bisa rasakan.

Saya, misalnya. Dulu, daycare anak saya berjarak sekitar 3 km dari tempat kerja. Masih cukup terjangkau sebenarnya, tapi tetap saja, kalau tiba-tiba dikabari anak sakit dan minta dijemput, jarak 3 km itu rasanya jauh sekali.

Duh. Apa kabar dengan orang tua lain yang jarak kantor ke daycare sampai puluhan km?

Baca Juga:

Liburan idaman orang dewasa itu sederhana, bisa rebahan tanpa diganggu notifikasi kerja

Perkuliahan Universitas Terbuka yang Fleksibel Tak Hanya Disukai Mahasiswa Pekerja, tapi Juga Perusahaan Pemberi Kerja

Akrab dengan suasana daycare

Selain lebih mudah untuk memantau anak, keberadaan daycare yang nempel kantor juga membuat orang tua jadi akrab dengan suasana sehari-hari anaknya. 

Kawan saya yang daycare-nya di samping kantor itu, dia sampai hafal loh dengan lagu senam dan lagu-lagu lain yang seringkali dinyanyikan oleh guru-guru di daycare. Soalnya, para guru menyanyikannya dengan microphone. 

Jadi, suara bu guru pas lagi nyanyi tembus sampai ke ruang kerjanya. Dan bukan hanya lagu-lagu saja, ya. Sampai segala tepuk yang diajarkan pun kawan saya hafal.

Nah, karena hafal inilah, kawan saya jadi bisa ikut-ikutan bernyanyi dan bertepuk bersama anaknya ketika di rumah. Pernah suatu ketika, si anak sampai bingung kok ibunya hafal semua lagu dan tepuk yang ada di sekolah. Lalu dengan santainya kawan saya menjawab, “Kan kedengeran dari kantor ibu.”

Lebih kenal satu dengan yang lain 

Jujur, melihat betapa terbantunya teman saya ketika ada daycare dekat kantor, saya jadi berimajinasi.

Saya membayangkan betapa bahagianya jika setiap kantor atau perusahaan menyediakan fasilitas daycare bagi para karyawannya. Dijamin, rasa cemas yang biasa menghantui sepanjang jam kerja akan berganti dengan ketenangan. 

Ucapkan selamat tinggal juga pada drama telat ngantor gara-gara ngantar anak ke daycare dulu. Begitu pun saat waktunya pulang. Para orang tua ini tidak perlu menjelma jadi Valentino Rosi hanya supaya tidak kena biaya overtime. Definisi mangkat bareng, balik bareng pokoknya.

Dan, berhubung daycare ini masuk dalam salah satu fasilitas kantor, bukan tidak mungkin lingkaran sosial di tempat kerja mendadak menjadi jauh lebih hangat. Para karyawan bisa saling mengenal anak rekan kerjanya dengan akrab saat berpapasan di lorong kantor atau saat jam istirahat. Kan enak, ya. Kerja, tapi rasanya seperti acara kumpul keluarga. Siapa tahu di masa depan bisa meningkat jadi besanan.

Bagaimanapun tetap ada sisi negatifnya

Meski demikian, tentu kurang fair kalau soal fasilitas daycare di kantor ini hanya dilihat dari satu sudut pandang saja. Biar bagaimanapun juga, daycare di kantor juga punya sisi negatif. Misalnya, alih-alih fokus membahas kerjaan kantor, para karyawan bakalan sering membicarakan soal anak mereka.

Bukan tidak mungkin pula, ini bagian yang paling tricky, adanya fasilitas daycare di kantor bisa memunculkan gesekan antar rekan kerja. Pemicunya sepele. Anak-anak berantem di daycare, sudah baikan dan main bareng lagi, eehhh… orang tuanya baper sampai musuhan.

Atau bisa juga, muncul perasaan tidak enak untuk menegur ketika dapat laporan ada anak yang bikin ulah. Apalagi, kalau anak yang berulah itu adalah anaknya atasan. Duh, didiemin bikin makan ati, mau ditegur takut banget besoknya disuruh nggak usah ngantor lagi.

Kalau kamu bagaimana? Setuju nggak kalau kantor perlu ada fasilitas daycare?

Penulis: Dyan Arfiana Ayu Puspita
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Anak pertama perempuan, peran yang paling melelahkan di dunia setelah jadi ibu.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 9 Agustus 2026 oleh

Tags: daycaredaycare dekat kantorkantororang tua pekerjapekerjapekerja kantor
Dyan Arfiana Ayu Puspita

Dyan Arfiana Ayu Puspita

Alumnus Universitas Terbuka yang bekerja sebagai guru SMK di Tegal. Menulis, teater, dan public speaking adalah dunianya.

ArtikelTerkait

Akbar Faisal Profesi PNS Adalah Kebanggaan Orang Tua yang Masih Abadi terminal mojok.co

Omnibus Law Bikin HRD Bakal Tambah Repot

13 Oktober 2020
Nggak kayak Karyawan SCBD, 5 Alasan PNS Nggak Perlu Bikin Video Flexing Kantor Terminal Mojok.co

Nggak kayak Karyawan SCBD, 5 Alasan PNS Nggak Perlu Bikin Video Flexing Kantor

18 April 2022
Bersama Ardhito Pramono Gagalkan Omnibus Law

Bersama Ardhito Pramono Gagalkan Omnibus Law

11 Maret 2020
5 Kelemahan Tinggal di Kos Putri yang Jarang Disadari Banyak Orang Mojok.co

5 Kelemahan Tinggal di Kos Putri yang Jarang Disadari Banyak Orang

3 April 2025
4 Tipe Orang yang Nggak Cocok Kerja di Sektor Pertambangan

4 Tipe Orang yang Nggak Cocok Kerja di Sektor Pertambangan

25 Juni 2024
Resign karena Nggak Kuat Menghadapi Stasiun Manggarai Adalah Alasan yang Masuk Akal, Bukan Lemah Mojok.co

Resign karena Nggak Kuat Menghadapi Stasiun Manggarai Adalah Alasan yang Masuk Akal, Bukan Lemah 

10 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bridesmaid dan groomsmen nggak guna di nikahan desa, tetap saja sinoman dan ibu-ibu dapur yang kerja Mojok.co

Bridesmaid dan groomsmen nggak guna di hajatan desa, tetap saja muda-mudi sinoman dan ibu-ibu dapur yang kerja

5 Agustus 2026
4 jasa yang nggak pernah kepikiran bakal ada, tapi saya temukan di Threads Mojok.co

4 jasa yang nggak pernah kepikiran bakal ada, tapi saya temukan di Threads

3 Agustus 2026
Kenapa muter-muter di Indomaret tanpa beli sudah bikin senang? (Unsplash)

Kenapa muter-muter di Indomaret tanpa beli apa-apa sudah bikin senang?

3 Agustus 2026
Kontroversi [arfum Mykonos: ketika naluri “ingin gaul” anak SD dihakimi netizen yang kurang piknik

Kontroversi parfum Mykonos: ketika naluri “ingin gaul” anak SD dihakimi netizen yang kurang piknik

4 Agustus 2026
Jombang memang nggak punya pantai, tapi senja pinggir Sungai Brantas sukses bikin iri warga kabupaten tetangga

Jombang memang nggak punya pantai, tapi senja pinggir Sungai Brantas sukses bikin iri warga kabupaten tetangga

5 Agustus 2026
5 hal yang paling dirindukan orang Kebumen seperti saya saat merantau ke kota Mojok.co

5 hal yang paling dirindukan orang Kebumen saat merantau ke kota

7 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.