Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Anak Ketinggalan di GoCar: Kok Bisa Sih?

Reni Soengkunie oleh Reni Soengkunie
21 Oktober 2019
A A
gocar

gocar

Share on FacebookShare on Twitter

Berbicara masalah ketinggalan suatu barang di angkutan umum, tentu bukan sebuah cerita asing bagi kita semua. Sebagai manusia biasa yang memiliki sifat lupa ataupun kurang teliti bin teledor, mungkin kita sering mengalami kejadian ini baik di kereta, bus, atau pun angkot. Alasannya pun beraneka ragam. Ada yang karena ketiduran sehingga saat bangun, langsung pergi begitu saja tanpa mengecek barang yang dibawa atau ada juga yang asyik bermain handphone ataupun mengobrol dengan teman sampingnya, sehingga saat sampai di tempat tujuan, dia tidak sempat mengecek barang bawaannya.

Cerita tentang barang yang suka tertinggal ini juga sering terjadi di GoCar. Saya sudah beberapa kali  mendengar cerita sopir GoCar yang sering mendapat telepon keluhan dari penumpangnya perihal ketinggalan barang di mobilnya. Ada yang ketinggalan dompet, tas, hingga handphone di kursi penumpang belakang. Si sopir mengaku tak tahu menahu tentang barang tersebut, karena setelah menurunkan penumpang, dia fokus mencari penumpang lain sehingga tidak memperhatikan kursi belakang. Bisa jadi yang mengambil barang si penumpang pertama ini mungkin penumpang selanjutnya.

Meski rasanya nyesek saat kehilangan barang kayak gitu, namun bisa dibilang hal itu masih bisa dimaklumi, toh nanti kalau ada rezeki bisa beli lagi. Tapi apa jadinya kalau yang ketinggalan di mobil GoCar itu seorang anak kecil? Ini sungguh benar-benar terjadi loh dan tak ada rekayasa sama sekali dengan kejadian ini. Maksudnya si orangtua anak ini, memang tak ada niat buat meninggalkan si anak di mobil GoCar tersebut. Ini memang murni kelalaian orangtua sehingga anaknya ketinggalan di GoCar.

Kejadian ini dialami oleh tetangga saya sendiri. Sebut saja nama orangtuanya itu  Mbak Mawar (38 tahun) dan Mas Elang (50 tahun). Keduanya berniat pulang ke rumah orangtua Mbak Mawar, karena ibu Mbak mawar ini meninggal dunia. Berhubung mereka buru-buru dan punya dua anak, jadi nggak mungkin mereka naik bus ataupun naik sepeda motor, karena jarak rumah mereka dengan rumah orangtua Mbak Mawar itu lumayan jauh. Akhirnya teman Mas Elang ini menawarkan diri untuk memesankan Go-Car lewat Handphonenya, karena Mbak Mawar ataupun Mas Elang kurang paham dengan aplikasi ini.

Menurut cerita Mbak Mawar dan Mas Elang, posisi duduk mereka itu, Mas Elang di kursi penumpang depan dekat pak sopir, sedangkan Mbak Mawar duduk di kursi tengah bersama dua anaknya. Mbak Mawar duduk dekat jendela, lalu anak perempuannya (14 tahun) di tengah, dan dipojokan ada si bungsu cowok umur 4 tahun.

Sepanjang perjalanan Mbak Mawar merasa sedih dan terus-terusan menangis, Mas Elang sendiri tengah sibuk mengobrol dengan sopir, anak perempuannya diam saja, dan si bungsu tidur begitu pulas Karena Ac mobilnya begitu dingin.

Sesampainya di rumah orangtuanya, Mbak Mawar turun sambil menggandeng anaknya yang besar, mungkin ia mencari sandaran kali yah. Secara, mendengar kabar orangtua meninggal itu kan sungguh perkara yang menyedihkan dan bikin tubuh rasanya lemas semuakan ya. Sehingga si bungsu yang tidur itu dipasrahkan pada bapaknya agar digendong. Si bapak yang jalan belakangan, karena membayar ongkos Gocar tersebut nggak ngeh kalau anaknya masih ada di mobil. Si bapak  mikirnya pasti sudah sama ibunya.

Selama hampir dua jam semua baik-baik saja dan baik Mbak Mawar ataupun Mas Elang belum sadar akan anaknya, hingga ada seorang tetangga yang nyeletuk ke Mbak Mawar.

Baca Juga:

Mohon Maaf, Didikan VOC di Rumah Bukan Membentuk Mental Baja, tapi Menambah Antrean di Psikiater

Mindfulness Parenting Mengajari Saya untuk Tidak Menurunkan Trauma kepada Anak Masa Depan Saya

“Kok kamu cuma ngajak anakmu yang besar to. Yang kecil kok nggak diajak?”

“Diajak kok. Tadi ada.”

“Kok nggak kelihatan dari kamu ke sini tadi.”

Gara-gara ke-kepo-an tetangga itulah, makanya hebohlah semua orang. Setelah mencari ke mana-mana dan tak menemukan si anak. Barulah mereka sadar bahwa si anak itu tertinggal di mobil. Mbak Mawar yang tadinya menangis karena ditinggal mati ibunya, kini semakin menangis meraung-raung karena anaknya ketinggalan di  GoCar. Tak hanya mereka berdua, semua warga desa yang tadinya datang takziah, ikut-ikutan berkumpul dan menenangkan keduanya yang beradu mulut saling menyalahkan.

Bagaimana pun juga, kalau jadi Mbak Mawar tentu pikirannya sudah membayangkan yang tidak-tidak. Secara mereka berdua tak memilki nomor telepon si sopir dan apesnya lagi nomor telepon milik teman Mas Elang yang tadi memesankan GoCar, juga tak bisa dihubungi. Paniklah semua orang di tempat lelayu tersebut.

Satu jam kemudian si sopir itu kembali datang ke rumah orangtua Mbak Mawar. Awalnya si sopir ini tak tahu menahu, kalau ada anak kecil yang tidur di jok belakang. Dia sudah mengemudi cukup jauh, lalu ketika ia akan menaikan penumpang, si penumpang ini kaget saat melihat ada anak kecil yang tertidur pulas di kursi belakang. Si sopir pun juga kaget. Lalu si sopir ini ingat, bahwa anak itu merupakan anak dari penumpang sebelumnya. Sang sopir minta maaf ke penumpang tersebut karena tidak bisa mengantarkan mereka dan berniat untuk mengembalikan si anak pada orangtuanya.

Begitulah akhirnya, si anak kembali lagi kedekapan Mbak Mawar dan Mas Elang dengan selamat. Anehnya lagi, selama tiga jam tersebut, si anak ini tidak bangun. Sehingga si anak ini nggak sadar kalau dia sudah hilang dan membuat panik orang satu kampung. Baik Mbak Mawar ataupun Mas Elang sangat berterima kasih pada sang sopir baik hati tersebut.

Semoga kisah Mbak Mawar dan Mas Elang ini bisa menjadi pelajaran bagi para orangtua di luar sana untuk senantiasa menjaga buah hatinya saat  berada di kendaraan umum. Beruntung kali ini Mbak Mawar bertemu dengan sopir yang baik dan tidak punya niat buruk terhadap anaknya. Tetap teliti dan waspada dengan anak, barang bawaan, serta hati,  jangan sampai ketinggalan di angkutan umum ya. Bisa berabe soalnya! (*)

BACA JUGA Diet Plastik Memang Baik, Tapi Godaan Promo GoFood dan GrabFood Susah Dilawan! atau tulisan Reni Soengkunie lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 21 Oktober 2019 oleh

Tags: anak hilangangkutan umumgocarOrangtuaParenting
Reni Soengkunie

Reni Soengkunie

Bakul sembako yang hobi mendengar keluh kesah emak-emak di warung tentang tumbuh kembang dan pendidikan anak, kehidupan lansia setelah pensiun, serta kebijakan pemerintah yang mempengaruhi kenaikan harga sembako.

ArtikelTerkait

Memilih Setia sama Motor Tua daripada Selingkuh dengan Motor Baru terminal mojok.co

Dear Para Orangtua, Jangan Biarkan Anak Berkendara Jika Masih Di Bawah Umur

26 Juni 2019
warisan balas budi kepada orang tua mojok

Insiden Anak Minta Warisan dan Pentingnya Kesiapan Saat Memutuskan Punya Anak

2 Agustus 2021
Memuji Anak dengan 'Kamu Pintar, Nak!' Adalah Alasan Anak Jadi Mudah Menyerah MOJOK

Memuji Anak dengan ‘Kamu Pintar, Nak!’ Adalah Alasan Anak Jadi Mudah Menyerah

23 Juli 2020
keistimewaan

Melihat Keistimewaan Anak ‘Kalung Usus’

30 Agustus 2019
nama anak zaman sekarang anak kelima Takut Mengajarkan Bahasa Daerah kepada Anak karena Takut Bicara Kasar Itu Alasan yang Bodoh mojok

Takut Mengajarkan Bahasa Daerah kepada Anak karena Takut Bicara Kasar Itu Alasan yang Bodoh

2 November 2020
anak perempuan

Surat Terbuka Untuk Bapak Ibu dari Anak Perempuanmu di Hari Anak Perempuan Sedunia

11 Oktober 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bertahan dengan Innova Reborn Jadul daripada Ganti Innova Zenix karena Terlalu Canggih untuk Orang Kabupaten seperti Saya Mojok.co

Bertahan dengan Innova Reborn Jadul daripada Ganti Innova Zenix karena Terlalu Canggih untuk Orang Kabupaten seperti Saya

16 Maret 2026
9 Rekomendasi Mobil Bekas di Bawah 100 Juta Terbaik untuk Pemula Berkantong Cekak

Cari Mobil Bekas Murah buat Lebaran? Ini Motuba di Bawah 60 Juta yang Terbukti Nggak Rewel

14 Maret 2026
Ironi Fresh Graduate Saat Lebaran: Gaji Masih di Bawah UMR, tapi Sudah Tidak Kebagian THR Mojok.co

Lebaran Membosankan Nggak Ada Hubungannya Sama Menjadi Dewasa, Itu Artinya Kamu Lagi Mati Rasa Saja

16 Maret 2026
KA Sri Tanjung, Juru Selamat yang Bikin Menderita para Pekerja (Wikimedia Commons)

KA Sri Tanjung Adalah Juru Selamat Bagi Kaum Pekerja: Tiketnya Murah dan Nyaman tapi Bikin Menderita karena Sangat Lambat

18 Maret 2026
7 Jajanan Indomaret Terburuk Sepanjang Masa (Unsplash)

7 Jajanan Indomaret Terburuk Sepanjang Masa, Jangan Dibeli daripada Kamu Kecewa dan Menderita

13 Maret 2026
Suzuki Splash, City Car Bakoh yang Cocok Disiksa di Jalanan Macet Mojok.co

Suzuki Splash, City Car Bakoh yang Cocok Disiksa di Jalanan Macet

14 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Anomali Wisata Jogja saat Diserbu 8,2 Juta Wisatawan: Daya Beli Tak Mesti Tinggi, Tapi Masalah Membayangi
  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan
  • Honda Scoopy, Motornya Orang FOMO yang Nggak Sadar kalau Motor Ini Terlalu Pasaran dan Sudah Nggak Istimewa
  • Kerja di Jakarta dengan Gaji Nanggung 8 Juta Adalah “Bunuh Diri” Paling Dicari karena Menetap di Kampung Bakal Tetap Nganggur dan Miskin
  • Getol Kuliah Peternakan Sejak Sarjana hingga S3 di Luar Negeri, Kini Bantu Para Gembala di Kupang Jadi Kaya 
  • 3 Cara Gen Z Habiskan THR, padahal Belum Tentu Dikasih dan Jumlahnya Tidak Besar tapi Pasti Dibelanjakan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.