Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Film

Alternatif Alur A World Without yang Bisa Bikin Filmnya Lebih Greget

Maria Monasias Nataliani oleh Maria Monasias Nataliani
24 Oktober 2021
A A
Alternatif Alur A World Without yang Bisa Bikin Filmnya Lebih Greget terminal mojok.co
Share on FacebookShare on Twitter

Meski diserang pandemi habis-habisan, industri perfilman Indonesia nyatanya justru makin bersinar di beberapa festival internasional. Sebut saja, Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas karya Edwin yang memenangi Golden Leopard di Locarno International Film Festival. Disusul Yuni karya Kamila Andini yang berhasil menggaet Platform Prize-nya TIFF. Ikut serta juga Penyalin Cahaya besutan Wregas Bhanuteja yang tayang perdana di Busan International Film Festival.

Minat saya menonton film-film Indonesia mulai bergejolak. Ada perasaan lega sekaligus bahagia membaca kabar baik perfilman tanah air. Setidaknya, nantinya saya punya preferensi lain selain sinema Korea Selatan yang sudah terlebih dulu saya gemari.

Baru-baru ini sutradara kenamaan Indonesia, Nia Dinata, melahirkan karya terbarunya berjudul A World Without. Film kerjasama orisinil dengan layanan streaming Netflix ini menyuguhkan trailer yang lumayan. Ada kebaruan yang dengan mudah bisa dilihat dari film dystopian bergenre scifi ini. Promosinya pun nggak main-main.

(((Artikel ini mengandung spoiler, berhenti membaca sampai di sini jika kamu tidak berkenan)))

Sayangnya, ekspektasi saya pada film ini nggak terpuaskan. Semua serba nanggung. Pun film ini seakan overdose selipan pesan sang sutradara, tapi nggak dibarengi eksekusi ide yang cemerlang.

Padahal, saya masih bisa memaklumi hal-hal off di film ini. Saya nggak memaki saat tahu betapa cringe-nya panggilan ‘Yang Istimewa’. Saya nggak lantas menghentikan jalannya film saat tahu name tag anggota The Light pakai kertas doang. Pun saya masih memaklumi nihilnya background story para karakter utama.

Namun, meskipun banyak kekurangan yang dapat saya maklumi, jalan cerita A World Without tetap membuat saya resah. Keresahan saya ini sudah sangat terwakili dengan yang disuarakan Mbak Ajeng Rizka lewat tulisannya.

Bertolak dari resah dan gemasnya saya terhadap film ini, dan tanpa ada niatan menyaingi nama besar Nia Dinata selaku sutradara dan Lucky Kuswandi sebagai penulis naskah, berikut beberapa alternatif alur yang barangkali bisa bikin film ini lebih greget.

Baca Juga:

Konten tidak tersedia

#1 Ulfah mengkhianati Salina

Paham sih, mungkin pesan woman empowerment yang dibawa sang sutradara kudu banget diwujudkan dengan nggak terpisahkannya Salina, Ulfah, dan Tara. Padahal bisa banget lho plotnya dibikin nggak selempeng itu.

Gini ya, dalam dinamika hubungan ketiganya, ada konflik yang sangat kentara antara Salina dan Ulfah. Ulfah punya alasan kuat untuk kesal ataupun marah pada Salina. Konflik ini bisa diperdalam lebih lagi, daripada mengharuskan ketiganya jadi anak baik-baik.

Misalnya, saat adegan Salina menghampiri Ulfah dan kebetulan ada Hafiz di sana. Ia mengabarkan bahwa dirinya akan dinikahkan dengan Ali, tapi kemudian Hafiz mengungkap cerita cintanya dengan Salina. Alih-alih bersimpati pada Salina, Ulfah bisa saja menjadi karakter yang membelokkan jalan cerita. Ulfah punya cukup alasan untuk membingkai pengkhianatannya sendiri. Dengan begitu, setidaknya penonton akan dibawa menerka gimana jadinya kalau Ulfah melaporkan Salina pada otoritas The Light. A little plot twist won’t hurt, right?

#2 Kejahatan tersembunyi di The Light

Buat yang udah nonton sampai selesai, coba jawab, The Light itu dibentuk buat apa? Keuntungan apa yang didapetin The Light selama ini? Sistem sponsornya gimana? Seleksi peserta barunya seperti apa? Hayo, kejawab nggak, tuh?

The Light sebagai organisasi wadah kawula muda ini digambarkan seperti tanpa identitas, arah, dan tujuan. Abu-abu banget. Padahal kalau mau dibawa lebih misterius, bisa lho dibentuk jadi semacam organisasi kriminal, kultus, ataupun perkumpulan illegal. Jujur saja, lebih mudah buat saya membayangkan ada human trafficking, penjualan organ, brainwashing ideologi ekstrem, sampai pembunuhan terjadi di dalam The Light.

Apalagi Pak Frans sebagai sponsor sampai harus “menyuap” Ali dan Sofia. Mudah dibayangkan ada perbuatan illegal lainnya terselenggara di balik dinding The Light. Dan Salina cs kebetulan jadi agen pembawa perubahan.

#3 Aksi kejar-kejaran yang intens

Kalaupun nggak ada element of surprise yang menarik, harusnya sih masih ada yang bisa diharapkan dari ending. Harusnya, sih. Tapi nyatanya ending A World Without kayak dibikin seadanya. Yang penting selesai dengan akhir bahagia nan sejahtera.

Sebagai penonton, saya sebetulnya nggak terlalu mempermasalahkan apakah cerita akan ditutup dengan closed ending ataupun open ending. Pun merasa bahwa ending yang nggak memberikan justice pada seluruh karakter itu nggak terlalu masalah. Tapi paling nggak, ia dibutuhkan untuk hadir sebagai konklusi keseluruhan cerita.

Setelah ketiadaan dinamika yang proper menuju babak tiga, sejujurnya saya masih berharap ada sesuatu yang greget menanti saya ketika disuguhi adegan kaburnya Salina, Ulfah, dan Tara dari The Light. Nah, ini nih yang ditunggu-tunggu, pikir saya.

Memang dasar saya aja yang banyak mau, nyatanya saya nggak boleh berekspektasi setinggi itu. Apalagi berharap pelarian mereka bertiga jadi aksi kejar-kejaran yang intens. Misalnya kayak Wendy dan Danny diburu Jack Torrance di The Shining. Atau mencekamnya serbuan zombie di Train to Busan.

Gini deh, dalam pelarian Salina cs, lebih masuk akal kalau pasukan keamanan The Light berhasil meringkus mereka. Dua orang dulu aja boleh lho yang ketangkep, lalu satunya kabur ke kota dan mengungkap semuanya. Salina sih paling cocok, soalnya dia punya rekaman keseharian The Light, ada bukti penyuapan juga.

Nah, biar nggak datar-datar aja, kira-kira alternatif plot kayak gimana lagi yang terpikir sama kalian setelah selesai nonton film ini? Eh, sampai selesai, kan, ya?

Sumber Gambar: Akun Instagram Netflix Indonesia

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 23 Oktober 2021 oleh

Tags: A World WithoutNia Dinata
Maria Monasias Nataliani

Maria Monasias Nataliani

Part-time writer. Full-time doctor. Menggemari Haruki Murakami, Park Chan Wook, dan iced-Americano.

ArtikelTerkait

Konten tidak tersedia
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Hidup di Desa Nggak Selamanya Murah, Social Cost di Desa Bisa Lebih Mahal daripada Biaya Hidup Sehari-hari karena Orang Desa Gemar Bikin Hajatan

Pindah ke Desa Bukan Solusi Instan Saat Muak Hidup di Kota Besar, apalagi bagi Kaum Introvert, Bisa-bisa Kena Mental

5 April 2026
Mobil Honda Mobilio, Mobil Murah Underrated Melebihi Avanza (Unsplash)

Kaki-kaki Mobil Honda Tidak Ringkih, Jalanan Indonesia Saja yang Kelewat Kejam!

5 April 2026
Pilih Hyundai Avega Bekas Dibanding Mobil Jepang Entry-Level Baru Adalah Keputusan Finansial yang Cerdas Mojok.co

Pilih Hyundai Avega Bekas Dibanding Mobil Jepang Entry-Level Baru Adalah Keputusan Finansial Paling Cerdas

7 April 2026
Suzuki Access 125 Motor Paling Kasihan: Tampilan Retro Elegan dan Fitur Lengkap, tapi Masih Aja Kalah Saing dari Skuter Matic Lain Mojok.co

Suzuki Access 125 Motor Paling Kasihan: Tampilan Retro Elegan dan Fitur Lengkap, tapi Masih Aja Kalah Saing dari Skuter Matic Lain

6 April 2026
Angkringan di Kendal Tak Lagi Merakyat: Harga Tambah Mahal dan Porsi Semakin Menyedihkan, Makan Jadi Cemas Mojok.co

Angkringan di Kendal Tak Lagi Merakyat: Harga Tambah Mahal dan Porsi Semakin Menyedihkan, Makan Jadi Cemas

7 April 2026
TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk Mojok.co

TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk 

6 April 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Lulusan Farmasi PTS Jogja Bayar Mahal untuk Wisuda, tapi Gagal Foto Keluarga karena Ayah Harus Dirawat di Rumah Sakit Jiwa
  • Kuliah Kebidanan sampai “Berdarah-darah”, Lulus dari World Class University Masih Sulit Cari Kerja dan Diupah Nggak Layak
  • Makin Muak ke Ulah Pesilat: Perkara Tak Disapa Duluan dan Beda Perguruan Langsung Dihajar, Dikasih Fakta Terang Eh Denial
  • Terpaksa Kuliah di Jurusan yang Tak Diinginkan karena Tuntutan Beasiswa, 4 Tahun Penuh Derita tapi Mendapatkan Hikmah Setelah Lulus
  • Deles Indah, Bukti Klaten Punya Harga Diri yang Bisa Kalahkan Jogja dan Solo sebagai Tempat Wisata Populer
  • Orang Jakarta Nyoba Punya Rumah di Desa, Niat Cari Ketenangan Berujung Frustrasi karena Ulah Tetangga

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.