Vespa matic dibenci tukang servis
Tidak hanya tantangan bagi pemilik, Vespa matic juga jadi persoalan sendiri bagi para mekanik karena kerumitannya.
Desain Vespa matic unik, tidak seperti motor matic Jepang. Vespa menggunakan sistem transmisi CVT dengan belt khusus. Untuk mengganti oli atau membersihkan karburator, mekanik harus membongkar banyak bagian, yang memakan waktu berjam-jam. “Vespa ini seperti puzzle Italia, susah dibuka tapi gampang rusak kalau salah,” kata seorang mekanik yang pernah saya tanya.
Tantangan lain ada pada suku cadang mahal dan langka. Banyak komponen Vespa impor langsung dari Eropa, sehingga harganya selangit. Misalnya, shock absorber depan bisa Rp5 juta, sementara di motor lain hanya Rp500.000. Bengkel nonresmi sering kesulitan mendapatkan parts asli, dan menggunakan KW bisa merusak mesin. Ini membuat mekanik enggan menerima Vespa karena risiko tinggi jika ada kesalahan.
Kerepotan lainnya
Selain itu, perlu tools khusus untuk servis Vespa matic. Tukang servis perlu alat spesial seperti torque wrench khusus atau scanner OBD untuk diagnosa elektronik. Bengkel kecil biasanya jarang punya alat ini, sehingga mereka terpaksa menolak atau mengenakan biasa ekstra.
“Saya benci Vespa karena bikin capek dan nggak untung,” ujar mekanik lain yang pernah saya tanya. Selain itu, manual servis Vespa rumit, dengan instruksi dalam bahasa Inggris atau Italia, yang tidak semua mekanik pahami.
Kerepotan itu belum termasuk masalah overheat atau kebocoran oli sering muncul karena desain klasik yang tak sepenuhnya adaptif dengan iklim tropis Indonesia. Di jalan macet dan di bawah terik matahari, Vespa mudah panas dan perbaikan memerlukan skill tinggi. Ini kontras dengan motor Jepang yang “plug and play”.
Akibatnya, banyak mekanik menyarankan pemilik untuk ke dealer resmi, yang antreannya panjang dan mahal.
Meski dibenci, ada juga mekanik yang justru menyukainya, biasa sih mekanik spesialis Vespa yang bakal menguliknya. Komunitas modifikasi Vespa di Indonesia juga sering berkolaborasi dengan mereka untuk upgrade performa. Namun, secara umum, reputasi “mahal dan rewel” membuat Vespa kurang favorit mekanik di bengkel.
Penulis: Budi
Editor: Kenia Intan
BACA JUGA Bagi Orang Bengkel, Honda Beat Adalah Motor Paling Masuk Akal yang Pernah Mengaspal.
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.



















