5 alasan orang tua berpikir dua kali untuk menyekolahkan anaknya di Al-Azhar

5 alasan orang tua berpikir dua kali untuk menyekolahkan anaknya di Al-Azhar Mojok.co

Bagus, tapi mahal dan kelas atas, begitulah yang terbesit di kepala ketika mendengar nama sekolah Al-Azhar. Siapa saja, mau itu orang kaya atau miskin, orang kota atau desa, pasti sepakat dengan pendapat itu. Al-Azhar memang punya pamor yang mentereng sebagai sekolah dengan biaya mahal yang isinya anak orang kaya.

Lembaga pendidikan ini berada di bawah Yayasan Pesantren Islam (YPI) Al-Azhar itu memiliki sekolah di berbagai jenjang, mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, hingga SMA. Semuanya sama-sama mahal, dan sama-sama kelas atas. Sebanding dengan harganya, kualitas sekolah Al-Azhar pun nggak bisa diragukan. Al-Azhar mungkin layak kita sebut sebagai lembaga pendidikan terbaik di Indonesia. Ada harga ada rupa.

ADVERTISEMENT

Kenyataan itu membuat nggak semua orang tua mau dan bisa menyekolahkan anaknya di Al-Azhar. Beberapa terhalang biaya, beberapa terhalang faktor-faktor lain.

#1 Faktor biaya (uang pangkal dan SPP) yang terlalu mahal

Biaya tentu menjadi faktor utama mengapa banyak orang tua yang nggak mau menyekolahkan anaknya di Al-Azhar. Bayangkan saja, uang pangkal untuk masuk sekolah Al-Azhar, baik dari tingkat SD sampai SMA, itu sudah belasan hingga puluhan juta. Belum lagi soal SPP bulanan yang berkisar Rp1,5 juta sampai Rp3,2 juta. Apalagi yang boarding school, SPP-nya bisa sampai Rp5 juta.

Uang sebesar ini tentu saja jadi masalah, apalagi bagi orang tua yang strata sosialnya ada di kelas menengah. Apalagi in this economy, mengeluarkan uang sebesar itu tentu nggak akan mudah. Pendidikan untuk anak memang penting, tapi, ya, nggak harus di Al-Azhar juga, kan? Masih banyak sekolah lain yang cukup bagus dan biayanya lebih murah.

#2 Ada gap terhadap pergaulan dan gaya hidup

Selain biaya yang mahal, alasan lain mengapa orang tua nggak mau menyekolahkan anaknya di Al-Azhar adalah soal pergaulan dan gaya hidup. Faktor ini masih nyambung dengan masalah biaya. Akibat biaya yang tinggi, maka anak-anak yang bersekolah di Al-Azhar adalah anak-anak yang orang tuanya kaya raya. Pergaulan dan gaya hidup mereka tergolong cukup tinggi, dan pastinya ada gap dengan anak-anak lain yang bukan anak orang kaya.

Ini jadi salah satu faktor penting, sebab banyak orang tua yang takut anaknya terbawa pergaulan dan gaya hidup ala anak-anak Al-Azhar yang cenderung tinggi. Para orang tua juga takut bahwa faktor ini nantinya akan berimbas ke perekonomian keluarga, bahkan ke hubungan antara orang tua dan anak, dan orang tua dengan para orang tua murid yang lain.

#3 Kurang cocok dengn manhaj di Al-Azhar

Untuk ukuran sekolah Islam, Al-Azhar memang bagus. Kualitas pendidikan agamanya nggak main-main, lah. Namun, sebagus-bagusnya kualitas pendidikan Islam di Al-Azhar, pasti akan ada saja orang tua di luar sana yang nggak cocok. Apalagi untuk urusan manhaj atau metode dan sistem berpikirnya.

Contoh sederhananya begini. Orang tua atau keluarga yang menganut manhaj Salafi, tentu akan lebih memilih menyekolahkan anaknya ke sekolah dengan yang berlandaskan manhaj Salafi seperti Al-Irsyad atau bahkan pesantren Salafi lainnya. Ini jadi alasan mengapa masih banyak orang tua yang nggak mau menyekolahkan anaknya di Al-Azhar.

#4 Jam sekolah yang terlalu panjang

Sudah jadi rahasia umum bahwa sekolah Islam di manapun punya jam sekolah yang lebih panjang. Jam masuknya lebih pagi (biasanya jam 6.30 pagi), jam pulangnya juga lebih sore (sekitar jam 4 sore). Sekolah Al-Azhar juga punya jam sekolah yang hampir mirip. Jam masuknya sekitar jam 6.30, dan jam pulangnya sekitar jam 3 sore (jam 12 atau jam 1 untuk SD).

ADVERTISEMENT

Faktor ini jadi alasan mengapa cukup banyak orang tua yang nggak mau menyekolahkan anaknya di Al-Azhar. Mereka merasa bahwa anak-anak (apalagi anak SD) perlu waktu lebih banyak di rumah ketimbang di sekolah. Akhirnya, para orang tua lebih memilih menyekolahkan anaknya ke sekolah negeri atau sekolah swasta lain yang jam sekolahnya lebih pendek.

#5 Nggak semua kota/daerah ada sekolah Al-Azhar

Alasan terakhir adalah faktor keberadaan sekolah Al-Azhar. Seperti kita tahu, nggak semua kota atau wilayah ada sekolah Al-Azhar, baik itu SD, SMP, atau SMA. Kebanyakan sekolah Al-Azhar hanya ada di kota-kota besar. Kalaupun ada sekolah Al-Azhar kota-kota kecil, biasanya hanya TK dan SD saja, atau mungkin hanya SMP atau SMA saja.

Ini tentunya jadi penghalang para orang tua untuk menyekolahkan anaknya di Al-Azhar. Para orang tua yang sudah nggak terbebani soal biaya, gaya hidup, dan manhaj, jadi nggak bisa menyekolahkan anaknya di Al-Azhar karena tidak tersedia di kota tempat mereka tinggal. Kalau ini, sih, lebih ke nggak bisa, bukan nggak mau atau enggan.

Itulah setidaknya 5 alasan umum tentang mengapa banyak orang tua yang nggak mau menyekolahkan anaknya di Al-Azhar. Alasan terbesarnya tentu soal biaya, mengingat betapa besarnya uang yang harus orang tua keluarkan untuk menyekolahkan anaknya di sana. Tapi, ya, nggak apa-apa, lha wong masih banyak sekolah lain yang nggak kalah bagus, dan jauh lebih murah.

Penulis: Iqbal AR
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA  5 Sisi Gelap Kumon, Tempat Les yang Katanya Banyak Membantu Kemampuan Matematika Anak dan artikel menarik lainnya di TERMINAL MOJOK.

Terakhir diperbarui pada 5 November 2026 oleh .

Iqbal AR

Penulis lepas lulusan Sastra Indonesia UM. Menulis apa saja, dan masih tinggal di Kota Batu.