Informasi
ADVERTISEMENT

Menguak Alasan Orang Madura Selalu Teleponan Saat Jualan

Menguak Alasan Orang Madura Selalu Teleponan Saat Jualan Mojok.co

Teleponan sebagai hiburan dan mempererat persaudaraan

Dugaan awal saya, mereka melakukan ini sebetulnya cuma sebatas hiburan saja. Jualan dari pagi sampai malam pasti bosan, bahkan ngantuk. Telepon dan video call orang-orang terdekat mungkin cara mereka untuk mengusir dua hal tadi. Lha tapi kalau memang hiburan, berarti orang Madura yang berdagang hiburannya sama ya? Padahal hiburan jenisnya banyak lho, bisa dengerin lagu, menonton video Youtube, hingga main Mobile Legend. 

Menurut saya, jawaban yang paling masuk akal adalah karena orang Madura punya rasa persaudaraan dan kekeluargaan yang sangat tinggi. Dugaan ini diperkuat dengan testimoni teman saya yang beberapa bulan belakangan pergi ke Sumenep yang ada di Pulau Madura. Selama perjalanan, sang sopir juga multitasking menyetir sambil video call-an. 

Teman saya memperhatikan, sepanjang perjalanan dari Surabaya ke Sumenep, ada beberapa teman yang dihubungi pak supir selama perjalanan. Satu waktu beliau video call group dengan banyak temannya sekaligus. Setelah pamitan dengan kawan-kawannya, tiba-tiba saja beliau ini sudah video callan dengan temannya yang lain. Begitu terus polanya sampai tiba di Sumenep.

Persaudaraan orang Madura yang kental

Persaudaraan yang kental nggak hanya terlihat ketika mereka bertukar kabar lewat. Kedekatan mereka juga tercermin dari cara mereka membangun rumah. Pengalaman beberapa kali mampir ke Pulau Madura, seringkali saya lihat mereka ini membangun rumah selalu di dekat rumah saudaranya. Jaraknya pun nggak jauh. Kalau ndak pas di sebelahnya, palingan cuma berjarak dua sampai tiga meter antar satu sama lain. 

Ada pula konsep rumah yang lahannya sengaja dibeli agak luas berbentuk persegi. Lalu tengahnya dibiarkan kosong seperti lapangan dan pinggirnya barulah dibangun rumah. Lahan kosong di tengah tadi jadi tempat kumpul dan nongkrong keluarga besar di malam hari. 

Begitulah orang-orang Madura, selalu membuat saya kagum dengan berbagai kelebihan dan keunikannya. Kegigihan mereka dalam bekerja ternyata juga sebanding usahanya dalam merawat hubungan dengan orang terkasih. Betul-betul menginspirasi. Saran saya, buat kalian yang suka overthinking dengan pasangan, cari saja jodoh orang madura. InsyaAllah 24 jam sehari nggak akan pernah libur video call-an. 

Penulis: Arief Rahman Nur Fadhilah
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Saya Orang Madura dan Sepakat Warung Madura Tidak Buka 24 Jam

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 2 Mei 2024 oleh .

Arief Rahman Nur Fadhilah

Sedang menempuh S2 Psikologi Unair sembari merantau di Medan. Penikmat sunyi yang diam-diam takut ditinggal sendiri

Exit mobile version