Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Lu Bu dan Red Hare Adalah Sebenar-benarnya Mimpi Buruk Masa Kecil

Muhammad Fikri Arrahman oleh Muhammad Fikri Arrahman
12 September 2020
A A
Lu Bu Dynasty Warrior mojok

Lu Bu Dynasty Warrior mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Saya sedari kecil suka sekali bermain PS2. Buat saya yang lahir di akhir ‘90-an, PS2 sangat amat terkenang di memori masa kecil. Seperti anak-anak kecil lainnya, game di PS2 memang lebih menghibur ketika dimainkan bersama-sama, apalagi ketika ditambahkan sambat dikit-dikit. Di perumahan saya, anak-anak kecil banyak sekali yang bermain game konsol berbasis bola seperti Winning Eleven dan FIFA Street.

Saya bisa dibilang berbeda dengan anak-anak yang ada di perumahan saya. Saya nggak bisa main game berbasis sepak bola, apalagi bermain sepak bola beneran. Maka dari itu saya langsung nggak pede kalo yang lain pada main game berbasis bola, saya pasti langsung dibantai.

Untung aja di saat itu belum ada tren insecure, kalo udah tren, pasti saya langsung insecure ala-ala gitu deh. Saya bisa dibilang diselamatkan teman saya karena dikenalkan dengan game yang bernama Dynasty Warrior.

Dynasty Warrior itu intinya game perang-perangan juga game yang berbasis sejarah. Pas banget deh buat saya yang suka perang dan suka sejarah. Game Dynasty Warrior ini juga bisa dibilang simpel kok. Ada musuh di depannya, bunuh, gitu doang. Kalo musuhnya di belakang, ya tinggal mundur lalu bunuh deh.

Emang sih kalo game-nya dijelasin jadi malah kayak indoktrinasi pembunuhan massal, makanya saya bingung kok game ini nggak pernah dilarang ya di Indonesia. Game semacam GTA: San Andreas atau SmackDown aja sempet dilarang, tapi bagian ini bodo amat sih karena bukan perihal ini yang mau saya bahas di sini.

Saya mau bahas kenangan saya tentang Dynasty Warrior di masa kecil saya. Waktu main Dynasty Warrior pasti saya atau teman saya langsung merasa jadi jagoan dan ahli pedang, lebih pastinya kayak gini nih reaksi saya kalau sedang main Dynasty Warrior:

“Woi sini lo semua maju, gua sabet semua nih pake pedang gua. Ah lama majunya, sini gua aja yang maju, cemen lu semua!” Sautan-sautan ini juga dibarengi dengan teman-teman saya yang nyautnya lebih keras, lebih semangat, dan pasti lebih kasar dari saya.

Namun, sautan-sautan ini berakhir ketika saya dan teman saya bertemu dengan karakter yang kuatnya nggak ngotak. Namanya Lu Bu. Kalau Lu Bu muncul, pasti dibarengi dengan kuda merahnya yang menawan dan cepat. Red Hare namanya.

Baca Juga:

Konten tidak tersedia

Entah kenapa, Lu Bu di game ini dibuat kuat banget. Serius deh kuat banget, padahal difficulty yang saya dan teman saya mainin bukan very hard, bukan hard, normal aja nggak. Easy doang, sumpah.

Kuatnya itu kalau dipukul nggak gerak gitu loh, jadi kalau dipukul pasti masih berdiri tegak. Beda banget deh nggak kayak prajurit yang lainnya. Kalau yang lain dipukul pasti langsung gerak alias saya bisa langsung pake kombo-kombo karakter saya.

Lah, ini Lu Bu kalau dipukul nggak gerak sama sekali. Lebih parahnya lagi, kalau saya memukul dia, dianya juga bisa mukul. Pertahanan dia kuat pula, tapi sekalinya dia mukul karakter saya, darah karakter saya tinggal setengah atau bahkan tinggal dikit banget.

Intinya, kalau ketemu Lu Bu tuh horor banget deh. Namun, kekuatan Lu Bu dan perangainya yang horor tidak membuat saya dan teman saya mundur dan menghindar dari Lu Bu. Meskipun kekuatannya luar biasa, Lu Bu ini bisa dikalahkan. Ya, ruginya rugi waktu doang sih, toh waktu kecil ngabisin waktu buat main doang, jadi nggak kerasa ngebuang waktu.

Ketemu Lu Bu memang horor banget. Tapi kalau berhasil mengalahkan dia, wih, senengnya bukan kepalang, apalagi dapetin kuda merahnya yang supercepat dan superlangka. Sahutan-sahutan yang dilakukan saya dan temen saya malah tambah keras dan sok jagoan deh.

Waktu kecil, saya nggak ngerti nih karakter kenapa dibuat, bikin susah doang. Namun, sekarang-sekarang ini saya paham bahwa karakter itu dibuat agar anak-anak kecil tidak sombong dan juga diingatkan bahwa sehebat apa pun kamu, masih ada yang lebih hebat.

Meskipun Lu Bu dan kuda merahnya horor, kenangan masa kecil saya ada berkat mereka. Terima kasih, Lu Bu dan kuda merahnya!

BACA JUGA Forrest Gump Adalah Gambaran Sempurna Kesetiaan dan Optimisme yang Menjengkelkan dan artikel Terminal Mojok lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 12 September 2020 oleh

Tags: dynasty warriorlu bu
Muhammad Fikri Arrahman

Muhammad Fikri Arrahman

Mahasiswa sotoy yang ingin konsisten dalam menulis.

ArtikelTerkait

Konten tidak tersedia
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Aturan Kereta Api Bikin Bingung- Bule Tenggak Miras Dibiarkan (Unsplash)

Pengalaman Naik Kereta Api Segerbong dengan Bule yang Membawa Miras Membuat Saya Mempertanyakan Larangan Ini

5 Februari 2026
Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental Mojok.co

Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental

2 Februari 2026
Jakarta Selatan Isinya Nggak Cuma Blok M, Ada Pasar Minggu yang Asyik Nggak Kalah Asyik Dikulik Mojok.co

Pasar Minggu Harus Ikuti Langkah Pasar Santa dan Blok M Square kalau Tidak Mau Mati!

4 Februari 2026
Andai Jadi Warga Tangerang Selatan, Saya Pasti Sudah Pusing Tujuh Keliling. Mending Resign Jadi Warga Tangsel!

Jangan Nilai Buku dari Sampulnya, dan Jangan Menilai Tangerang Selatan Hanya dari Bintaro, Alam Sutera dan BSD Saja

4 Februari 2026
Video Tukang Parkir Geledah Dasbor Motor di Parkiran Matos Malang Adalah Contoh Terbaik Betapa Problematik Profesi Ini parkir kampus tukang parkir resmi mawar preman pensiun tukang parkir kafe di malang surabaya, tukang parkir liar lahan parkir pak ogah

3 Perilaku Tukang Parkir dan Pak Ogah yang Bikin Saya Ikhlas Ngasih Duit 2000-an Saya yang Berharga

5 Februari 2026
Purworejo Tak Butuh Kemewahan karena Hidup Aja Pas-pasan (Unsplash)

Purworejo Tidak Butuh Kemewahan, Apalagi soal Makanan dan Minuman karena Hidup Aja Pas-pasan

6 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Orang Nggak Mau Dijuluki “Sinefil” karena Tahu Itu Ejekan, tapi Tetap Banyak yang Mengaku “Si Paling Film”
  • “Sekolah Bukan Ring Tinju”: Ortu Pukuli Guru Madrasah di Madura adalah Alarm Darurat Pendidikan Indonesia
  • Bagi Pekerja Bergaji Dua Digit “Nanggung” di Jakarta, Menyewa Apartemen di Tengah Kota Lebih Baik Ketimbang Ambil KPR di Pinggiran
  • Wisuda TK Rasa Resepsi Pernikahan: Hentikan Normalisasi Pungutan Jutaan Rupiah Demi Foto Toga, Padahal Anak Masih Sering Ngompol di Celana
  • Salah Kaprah soal Pasar Jangkang yang Katanya Buka Setiap Wage dan Cuma Jual Hewan Ternak
  • BPMP Sumsel Bangun Ekosistem Pendidikan Inklusif Melalui Festival Pendidikan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.