Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Personality

Quarter Life Crisis yang Kadang Membuat Hati Meringis Sampai Dengan Menangis

Seto Wicaksono oleh Seto Wicaksono
3 Juli 2019
A A
Quarter Life Crisis

Quarter Life Crisis

Share on FacebookShare on Twitter

Pada suatu pagi, saya sedang membuka laman Mojok dan membaca beberapa artikel di dalamnya. Satu diantara yang paling baru berjudul Pertarungan Cebong dan Kampret Dimenangkan Oleh Cupangnya Diwan, ditulis oleh Muhammad Nanda Fauzan. Sudah dari beberapa hari lalu saya tahu akan Diwan dan Cupangnya ini, namun belum ada ketertarikan dari saya untuk menonton video yang ketika artikel ini ditulis sudah 7,3 juta kali ditonton tersebut. Baru sekadar cek thumbnail. hehe.

Sampai akhirnya saya membaca kolom pojokan di laman Mojok tentang quarter life crisis yang ditulis oleh Mba Audian Laili pada tanggal 05 Oktober 2018, sampai dengan membaca kolom curhat mengenai hal yang sama pada tanggal 02 Maret 2019. Yang diceritakan mengenai beberapa masalah yang dihadapi termasuk sulitnya mendapatkan pekerjaan. Seperti biasa, Tim Redaksi Mojok selalu menjawab dari sudut pandang lain sebagai alternatif solusi yang disampaikan secara rinci.

ADVERTISEMENT

Saya cukup yakin pada dasarnya, setiap orang memiliki masalahnya masing-masing dan pasti ada solusi juga penyelesaiannya dari tiap masalah yang diberi. Sesuai dengan janji Allah bahwa tidak ada masalah atau kesulitan yang melebihi kemampuan umatnya. Jadi, atas dasar itu sejujurnya saya tidak terlalu memikirkan soal quarter life crisis atau krisis diri yang dialami seseorang dalam rentang usia 20-25 tahun, ada juga pendapat yang mengatakan baru mendapatkan di usia 30-35 tahun.

Masalah yang dihadapi pada masa ini berbeda-beda, mulai awal masa kuliah dengan segala persoalannya, setelah lulus kuliah sulit mendapat pekerjaan, setelah bekerja ada masalah dengan keuangan, dan lain sebagainya. Bagi saya, semuanya kembali lagi kepada pilihan yang diambil dengan segala resiko yang harus dihadapi—siap atau tidak dalam menghadapinya.

Sebelum saya lulus SMA dan mendaftar di jurusan kuliah yang diminati, saya diminta Bapak untuk mengikuti tes SNMPTN di salah satu Institut Pertanian ternama di Bogor, kala itu saya sudah diterima di jurusan Manajemen Agribisnis. Sempat dilema dan bagi saya yang pada waktu itu masih 18 tahun, tentu sulit memutuskan. Sampai akhirnya saya beranikan diri untuk menolak kesempatan tersebut—kuliah di Perguruan Tinggi ternama—dan lebih memilih jurusan yang diminati meski di Universitas Swasta.

Dengan segala resikonya, saya sudah memiliki visi dalam beberapa waktu ke setelahnya sampai dengan akan bekerja di posisi apa setelah lulus kuliah. Meskipun pada realitanya, saat menjadi freshgraduate pengalaman kerja saya justru di luar dari disiplin ilmu yang dipelajari selama kuliah.

Sempat kecewa dan pesimis kala itu, namun ada sisi positif yang bisa saya ambil dan terapkan. Saya bisa belajar ilmu baru dan merasa lebih siap menghadapi tekanan soal pekerjaan. Soal kondisi finansial, bagi saya pribadi tinggal menyesuaikan gaya hidup saja. Sebab, sebesar apa pun gaji yang didapat, akan selalu kurang jika pengeluaran tidak diatur dengan baik per-bulannya. Selain manajemen waktu, emosi, tentu di usia 25-an juga penting untuk mengelola keuangan.

Meskipun kondisi krisis bisa bersifat subjektif bagi tiap orang, namun tetap pada prosesnya siapa pun yang sedang dalam masa sulit baiknya ditawarkan bantuan, minimal jadi teman berbagi cerita dibanding hanya mencaci. Dengan cara seperti itu, paling tidak beban yang dirasakan dapat berkurang—syukur jika dapat penyelesaian hingga masalah terselesaikan.

Baca Juga:

Tolong, Jadi Pengajar Jangan Curhat Oversharing ke Murid atau Mahasiswa, Kami Cuma Mau Belajar

Cari Kerja Memang Susah, tapi Bertahan di Lingkungan Kerja Toxic Juga Nggak Ada Gunanya

Tanpa bermaksud menggurui dan tanpa disadari, sudah ada beberapa krisis yang dihadapi. Mulai dari menentukan pilihan jurusan untuk kuliah, bekerja sesuai dengan bidang dan posisi yang diminati, sampai dengan mengatur keuangan untuk kebutuhan di rumah. Satu yang pasti, semua sudah disadari akan resiko dari semua keputusan yang sudah dibuat.

Pada akhirnya, kita harus mempersiapkan diri kita menjadi pribadi yang tangguh dalam setiap masalah yang dihadapi. Dan quarter life crisis tidak akan terlepas dari belajar membuat sebuah keputusan dari berbagai opsi hidup. Apa pun keputusan yang dipilih pasti akan ada “efek samping”—resiko—dan yang perlu disadari, setiap masalah menjadikan setiap orang menjadi sosok yang lebih dewasa juga bijak.

Sambat atau misuh tentu diperbolehkan, toh itu sangat manusiawi selama kita bisa melakukannya secara proporsional. Sesuatu yang berlebihan sekalipun berkaitan dengan cinta atau hal positif lainnya selalu menyebalkan, bukan? Dan semoga dengan bantuan dan bimbingan dari Yang Maha Kuasa, kita selalu bisa menyelesaikan masalah atau krisis dalam hidup. Amiin.

Terakhir diperbarui pada 20 Januari 2022 oleh

Tags: cari kerjaCurhatKapan Nikahmasalah hidupmembuat keputusanQuarter Life Crisis
Seto Wicaksono

Seto Wicaksono

Kelahiran 20 Juli. Fans Liverpool FC. Lulusan Psikologi Universitas Gunadarma. Seorang Suami, Ayah, dan Recruiter di suatu perusahaan.

ArtikelTerkait

BPJS Adalah Masa Depan, Abaikan Nakes TikTok yang Menghina BPJS

Respons Luar Biasa Tetangga ketika Saya Curhat Pelayanan BPJS Diskriminatif

21 Juni 2020
Quirkyalone

Quirkyalone, Alternatif Jawaban Bagi Para Jomblo Saat Lebaran

24 Mei 2019
capek

Menanggapi Semua Tulisan Soal Divisi Kepanitiaan yang Merasa Paling Berat: Saya yang Baca Aja Sampai Ikutan Capek

22 Agustus 2019
ibu

Dapat Tawaran Skripsi Jadi dan Calon Istri Saat Mudik Lebaran dari Ibu

24 Mei 2019
Beberapa Opsi Kalimat Anti Toxic Positivity Pengganti “Yok Bisa Yok” terminal mojok.co

Beberapa Opsi Kalimat Anti Toxic Positivity Pengganti “Yok Bisa Yok”

20 Januari 2021
liburan

Dilema Liburan dan Keinginan Tetap Produktif

13 Juli 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Nalar Cacat Kepala Sekolah yang Menganggap Enteng Bullying pada Siswa

Penyelesaian bullying di sekolah hanya dengan permintaan maaf adalah bukti bahwa hal ini nggak pernah dianggap serius

8 Agustus 2026
Kawasan Surabaya Utara: Dijuluki Mexico-nya Surabaya dan Identik dengan Hal Negatif

Jangan ke Surabaya Utara saat siang hari, jalannya bikin emosi, panasnya nggak masuk akal!

10 Agustus 2026
5 Kuliner Madura selain Sate yang Layak Dikenal Lebih Banyak Orang Mojok.co

Jangan cuma mengingat stereotip negatifnya, nyatanya orang Madura itu jago banget masak

10 Agustus 2026
Seni bertahan hidup di desa, wajib ikut mengantar jenazah ke kuburan dan takziah kalau nggak mau jadi musuh bersama Mojok.co

Seni bertahan hidup di desa, wajib ikut mengantar jenazah ke kuburan dan takziah kalau nggak mau jadi musuh bersama

6 Agustus 2026
Ketika Buku Menebang Pohon

Ketika buku menebang pohon

4 Agustus 2026
Jalan Nasional Purworejo vs Kulon Progo Ketimpangannya Begitu Terasa: Dalam Hitungan Meter, Dunia Begitu Berbeda

Purworejo, kota yang menyambutmu bukan dengan gapura selamat datang, tapi dengan jalan berlubang

5 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.