Informasi
ADVERTISEMENT

Jadi dancer sound horeg adalah pilihan yang menggiurkan in this economy, modalnya cuma betah isin

Jadi dancer sound horeg adalah pilihan yang menggiurkan in this economy, modalnya cuma betah isin

Sound horeg sepertinya akhir-akhir ini semakin tambah berkembang. Kalau dulu yang terkenal hanya getaran sound yang mampu meruntuhkan bangunan. Sekarang ada lightingnya yang proper atau biasa disebut auroreg. Bahkan dancer sound horeg pun juga jadi hal yang paling ditonton saat ini.

Dancer sound horeg kini justru jadi fokus. Kini penonton lebih sering menunggu dan nyawer dancernya. Mulai dari uang hingga buket-buket spesial yang mereka bawa sendiri. Tak bisa dimungkiri lagi, sepertinya jadi dancer sound horeg adalah pilihan yang menggiurkan di tengah ekonomi yang sulit serta lapangan kerja yang terbatas ini.

Jadi dancer sound horeg tak perlu banyak persiapan

Kalau dilihat-lihat, sepertinya persiapan untuk jadi dancer sound horeg tidak membutuhkan banyak biaya. Hanya butuh make up agar wajah terlihat segar, pakaian juga yang biasa, tidak yang heboh. Biasanya pakaiannya jersey kaos sesuai dengan nama audio soundnya, serta bawahan celana jeans. Simpel kan.

PR-nya sih, mungkin harus latihan nari tiap hari. Tapi tenang, tariannya nggak banyak kok. Cuma gitu-gitu doang. Bukan yang heboh banget. Tarian ringan atau yang sekarang lagi hits adalah tarian tembak langit ala Seto Rawon. Tinggal menyesuaikan dengan iringan audio di sepanjang karnaval. Kepala tinggal geleng-geleng mengikuti hentakan sound horeg.

Kuncinya jadi dancer sound horeg adalah betah isin

Modal yang paling penting adalah betah isin atau percaya diri. Gimana nggak harus percaya diri, soalnya nih sebagai dancer kita harus jalan kaki jauh selama karnaval. Selama sound masih berbunyi maka dancer juga masih terus menari sepanjang jalan. Harus senyum sepanjang jalan biar yang nyawer juga banyak.

Oh iya, pastikan juga nggak bau badan, itu juga bekal yang penting. Wajib malah, prioritas.

Saweran bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari

Poin utama yang saya amati dan jadi bagian penting adalah sawerannya. Makanya saya menganggap jika jadi dancer sound horeg adalah pilihan yang menggiurkan. Melihat beberapa dancer sound horeg yang terkenal di TikTok mereka selalu memamerkan hasil saweran setelah karnaval sound horeg. Banyak sekali hasil sawerannya.

Paling sering terlihat adalah saweran berupa uang yang dikalungkan di leher. Selain uang, ada juga bumbu masak, misalnya Masako satu renceng. Terus ada juga yang nyawer kerupuk, sayuran, buah, buku, kuncir rambut, tahu, bahkan seblak. Intinya bebas mau nyawer apa aja. Jadinya hasil saweran ini bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Memang unik.

Para penyawer juga kadang memberikan catatan kecil pada barang sawerannya. Biasanya mereka berpesan untuk mengunggah barang sawerannya untuk diunggah di laman TikTok.

Engagement TikTok naik

Meskipun kontroversial, sound horeg nggak pernah redup. Buktinya kreativitasnya semakin naik. Maka dari itu, menjajaki kemungkinan jadi dancer sound horeg memang menarik. Sebab selain mengundang cuan, engagement di TikTok juga naik. Ini karena pada saat nyawer tadi banyak yang berpesan untuk mengunggah hasil saweran ke TikTok.

Dilihat dari sisi aman pun (kecuali yang kontra), ini simbiosis mutualisme. Penyawer bangga karena hasil sawerannya masuk TikTok. Sementara dancer sound horeg juga senang karena TikTok-nya semakin ramai. Alhasil, kalau beruntung bisa dapat produk endorse yang lumayan.

Nah, ternyata benefit jadi dancer sound horeg lumayan juga ya. Kuncinya sih betah isin atau harus selalu percaya diri. Intinya ini pekerjaan yang menggiurkan in this economy. Kalau nggak percaya coba buka TikTok dan cari konten dancer horeg. Mereka terlihat bahagia dengan saweran yang unik-unik itu. Kalian tertarik?

Penulis: Wulan Maulina
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Ada Manfaat, Banyak Mudharat: Bagaimana Kita Seharusnya Memandang Fenomena Sound Horeg Hari Ini?

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 12 Oktober 2026 oleh .

Wulan Maulina

Lulusan Bahasa Indonesia Universitas Tidar. Suka menulis tentang kearifan lokal dan punya minat besar terhadap Pengajaran BIPA (Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing). Beranggapan memelihara kata ternyata lebih aman daripada memelihara harapan.