Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Cerita orang Muhammadiyah di tengah kultur NU Tegal yang kental: awalnya syok, lama-lama bisa ambil hikmahnya

Arief Nur Hidayat oleh Arief Nur Hidayat
12 Agustus 2026
A A
Cerita orang Muhammadiyah di tengah kultur NU Tegal yang kental: awalnya syok, lama-lama bisa ambil hikmahnya Mojok.co

Cerita orang Muhammadiyah di tengah kultur NU Tegal yang kental: awalnya syok, lama-lama bisa ambil hikmahnya (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Saya besar di Kampung Purwodiningratan Jogja. Sebuah kampung yang berjarak hanya 1 kilometer dari Kauman, tempat Muhammadiyah lahir dan berkembang. Itu mengapa, sejak kecil hingga remaja, saya akrab dengan cara dan tradisi Muhammadiyah.

Hingga akhirnya, ketika sudah dewasa dan harus merantau ke Tegal untuk urusan pekerjaan, saya mulai terpapar dan akrab dengan kultur keagamaan NU yang berbeda dengan Muhammadiyah. 

ADVERTISEMENT

Awalnya tentu ada beberapa hal yang bikin syok. Namun, seiring berjalannya waktu, saya jadi memahami banyak hal. 

Adzan salat Jumat dua kali dan khatib membawa tongkat, berbeda dengan kultur Muhammadiyah

Sejak kecil saya terbiasa mengikuti salat Jumat di masjid Muhammadiyah. Adzan salat Jumat berkumandang satu kali, kemudian orang yang khotib naik ke mimbar. 

Pertama kali salat Jumat di Tegal ternyata beda dengan kebiasaan yang selama ini saya pahami. Saya sempat bingung ketika mendengar adzan dikumandangkan dua kali.

Belakangan saya baru tahu bahwa adzan pertama menandakan masuknya waktu zuhur, sedangkan adzan kedua menjadi tanda khotbah Jumat akan segera dimulai. 

Belum selesai urusan adzan, saya dibuat heran ketika melihat orang yang khotib naik ke mimbar dengan membawa tongkat. Pemandangan seperti ini benar-benar baru, tidak pernah saya temui di lingkungan Muhammadiyah sebelumnya.

Jumlah rakaat salat tarawih Muhammadiyah dan NU ternyata berbeda

Ramadan adalah bulan yang paling saya tunggu. Bulan penuh berkah ini selalu ramai karena umat Islam berlomba-lomba untuk mendapatkan pahala. Salah satu caranya dengan mengikuti salat tarawih. 

Baca Juga:

5 istilah di hajatan orang Tegal yang masih membingungkan bagi banyak orang

3 kebiasan warga Tegal yang dahulu saya anggap aneh, tapi kini malah saya tiru

Sejak kecil saya terbiasa salat tarawih 11 rakaat di masjid Muhammadiyah. Ketika pertama kali mengikuti tarawih di Tegal dengan tradisi NU, saya terkejut ternyata jumlahnya 23 rakaat.

Menariknya, meskipun jumlah rakaat lebih banyak, tarawih justru selesai lebih cepat. Rupanya kuliah tujuh menit tidak dilakukan setiap malam. Ada yang dua hari sekali atau seminggu sekali. Di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan, saya juga menemukan tradisi qunut pada rakaat terakhir salat witir.

Buka tutup botol air minum saat istighosah

Ini merupakan pengalaman yang paling saya ingat. Pabrik tempat saya bekerja rutin mengadakan istighosah setiap awal tahun. Biasanya acara dipimpin oleh seorang habib dan peserta istighosah akan mendapatkan air minum mineral dalam botol. 

Di tengah acara saya mulai mengantuk. Tiba-tiba saya dijawil oleh teman di sebelah, saya kira dia menegur saya yang hampir terlelap. Ternyata dia mengisyaratkan untuk membuka tutup botol air minum.

Saya pun manut, teman saya menjelaskan air putih tersebut dipercaya dapat menyerap doa-doa selama istighosah. Pemahaman seperti ini tentu merupakan pengalaman baru bagi saya karena tidak pernah saya temui di lingkungan Muhammadiyah.

Diberi parfum saat hadroh jamiyahan

Selain istighosah setiap awal tahun, setiap dua pekan sekali pabrik saya mengadakan jamiyahan.Acara biasanya diawali dengan terbangan atau hadroh dan diakhiri dengan ceramah agama.

Sebagai orang Muhammadiyah yang baru pertama kali ikut jamiyahan, saya kembali dibuat bingung ketika di tengah hadroh jamaah tiba-tiba berdiri.

Tidak lama kemudian, seseorang yang dituakan berkeliling menyemprotkan parfum kepada jamaah. Saya kembali mencontek gerakan teman di sebelah. Ketika teman sebelah meratakan parfum ke sekujur badan, saya pun melakukan hal yang sama. Maklum, sebagai pendatang saya memegang prinsip yang sederhana: kalau tidak tahu harus bagaimana, lihat kanan-kiri terlebih dahulu.

Itulah pengalaman beribadah di Tegal sebagai orang Muhammadiyah. Pengalaman tersebut semakin membuat saya belajar bahwa perbedaan bukanlah menjadi alasan untuk saling menjauh. Pada akhirnya perbedaan bukanlah untuk dipertentangkan, jadikanlah perbedaan sebagai ladang latihan untuk saling menghormati.

Penulis: Arief Nur Hidayat
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA 3 kebiasan warga Tegal yang dahulu saya anggap aneh, tapi kini malah saya tiru.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 12 Agustus 2026 oleh

Tags: JogjaMuhammadiyahnutegal
Arief Nur Hidayat

Arief Nur Hidayat

Seorang buruh pabrik yang menemukan kemerdekaannya di balik mata pena. Di sela deru mesin dan rutinitas yang presisi, ia merawat jiwanya dengan kecanduan menulis, sembari sesekali merayakan kegembiraan kecil melalui barisan jersey

ArtikelTerkait

semarang terminal bis jorok kumuh terminal terboyo mojok

Katanya Semarang Kota Besar, tapi kok Terminal Busnya kayak Gitu?

6 Oktober 2020
5 Alasan Muntilan Sangat Nggak Cocok untuk Gen Z Mojok.co

5 Alasan Muntilan Magelang Sangat Nggak Cocok untuk Gen Z

10 September 2024
Kuliah di Jogja Bikin Mahasiswa Asli Blora Menyesal (Unsplash)

Mahasiswa Asli Blora Memilih Kuliah di Jogja tapi Akhirnya Menyesal karena Sulit Pulang Kampung

7 Juli 2024
Kasta Tempat Duduk di Kopi Klotok Jogja terminal mojok.co

Kasta Tempat Duduk di Kopi Klotok Jogja

13 November 2021
Kereta Api Taksaka New Generation: Jangan Pasang Ekspektasi Ketinggian, Kursinya Nggak Nyaman Mojok.co

Kereta Api Taksaka New Generation: Jangan Pasang Ekspektasi Ketinggian, Kursinya Nggak Nyaman

18 Maret 2024
Alun-alun Kidul Jogja Itu Surganya Pengamen (Unsplash)

Alun-alun Kidul Jogja Surga Kuliner? Ngawur, di Sana Surganya Pengamen

28 Februari 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mobil Suzuki Swift Lama, Mobil Tanpa Musuh dan Bebas Makian di Jalan suzuki sx4

Dari gaya hingga performa, inilah 6 alasan Suzuki Swift ST 2008 cocok jadi mobil pertama

6 Agustus 2026
Iuran wajib Hari Kemerdekaan Indonesia itu penjajahan gaya baru (Unsplash)

Tradisi iuran wajib untuk perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia di kampung itu nggak masuk akal karena nggak semua warga punya uang sisa cuma buat panggung hiburan yang bikin berisik

9 Agustus 2026
Pengalaman membangun rumah di desa, mahal di mental karena ada saja konfliknya Mojok.co

Pengalaman membangun rumah di desa, mahal di mental karena ada saja konfliknya 

11 Agustus 2026
Gudeg Sagan duta gudeg Jogja untuk lidah-lidah yang skeptis (Wikimedia Commons)

Gudeg Sagan adalah duta gudeg Jogja untuk lidah-lidah yang skeptis

11 Agustus 2026
Kawasan Surabaya Utara: Dijuluki Mexico-nya Surabaya dan Identik dengan Hal Negatif

Jangan ke Surabaya Utara saat siang hari, jalannya bikin emosi, panasnya nggak masuk akal!

10 Agustus 2026
Kalau kamu pekerja dengan gaji UMK dua juta rupiah, masa depan cerah itu hanyalah bualan sampah

Kalau kamu pekerja dengan gaji UMK dua juta rupiah, masa depan cerah itu hanyalah bualan sampah

7 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.