Pernah nggak sih, kalian keluar naik motor malam hari tanpa tujuan? Bukan pengin pergi buat nongkrong atau ada urusan. Tetapi, hanya ingin mencari sebuah ketenangan dan beristirahat dari padatnya aktivitas atau beban pikiran sejenak. Saya pribadi juga melakukan hal itu saat sedang merasa memiliki banyak pikiran di kepala. Entah kenapa, setelah itu beban di kepala selalu terasa lebih plong dan ringan seakan telah berkurang.
Saya pikir hal tersebut adalah kebiasaan yang tidak lazim dilakukan. Namun, ketika saya bercerita kepada teman saya, ternyata dia juga mengalami hal yang sama. Dari situ saya sadar, kalo buat nenangin pikiran itu nggak perlu biaya yang mahal.
Tetapi memang benar, saya merasakan jalanan malam itu punya suasana yang berbeda. Kondisi jalanan sudah tidak terlalu ramai, jadi nggak emosi karena macet atau terganggu suara klakson itu. Rasanya jadi lebih santai dan bisa menikmati jalan tanpa terburu-buru.
Bahkan cuma ngeliat lampu jalanan itu saja sudah cukup tenang bagi saya. Tidak perlu pergi ke cafe atau tempat wisata yang mahal. Dengan keliling naik motor di malam hari, sudah cukup buat mengistirahatkan pikiran sejenak di tengah padatnya aktivitas.
Kata anak jaman sekarang sih, surga duniawi karena merasakan ketenangan tersendiri.
Kenapa hal itu bisa terjadi?
Keliling naik motor malam hari bikin hormon stres menurun dan fokus jadi penuh
Saya sempat bertanya-tanya mengapa setelah motoran di malam hari pikiran jadi lebih lega. Setelah saya cari tahu, menurut Robert M. Sapolsky, seorang ahli neurosains, saat tubuh kita rileks, kadar hormon stres atau kortisol itu menurun yang membuat pikiran lebih tenang.
Mungkin ini sebab kepala atau pikiran kita yang awalnya penuh perlahan terasa lebih ringan. Walaupun masalah di pikiran masih sama, tapi lampu jalan dan ketenangan yang ada bikin suara-suara yang di kepala mulai mereda.
Selain itu, selama di jalan saya biasanya hanya fokus pada kondisi jalanan dan memandangi lampu jalan. Menurut Csikszentmihalyi, seorang psikolog, mengatakan jika seseorang yang fokus pada suatu aktivitas dapat melupakan tekanan sejenak. Nah, mungkin itu yang membuat saya merasa lebih tenang pada saat berkeliling naik motor di malam hari.
Suasana yang tenang
Angin malam itu sejuk dan ada rasa ketenangan tersendiri. Menurut Kelly McGonigal, seorang psikolog kesehatan, mengatakan jika aktivitas fisik yang ringan dan suasana yang tenang membantu mengurangi stres akibat banyaknya pikiran di kepala. Jadi, tanpa sadar motoran di malam hari membuat pikiran yang penuh jadi sedikit berkurang bukan sekedar jalan-jalan biasa.
Tapi, tetap kudu diingat, mematuhi aturan lalu lintas harus jadi prioritas. Nggak lucu niatnya melepas stres tapi malah kena celaka. Saya sih tetap tidak ngebut meski jalanan sepi. Kan niatnya menghilangkan penat di kepala. Kalau ngebut mah tidak menghilangkan pusing, tapi racing, Bos.
Pada akhirnya, keliling naik motor malam hari itu buat menenangkan pikiran dan memberi jeda pada diri sendiri. Bukan berarti bisa kabur dari masalah atau padatnya aktivitas seperti biasanya. Kadang setiap permasalahan bukan membutuhkan solusi, tetapi waktu untuk tenang dan berpikir. Mungkin setelah itu, diri kita lebih siap menghadapi setiap momen dan kondisi berikutnya.
Terkadang, kita tidak butuh hal-hal mahal untuk memadamkan api di dalam kepala. Cukup bensin mendekati dua liter, waktu yang lumayan, bara-bara di dalam batok kepala akan memadamkan dirinya sendiri.
Penulis: Arsya Listya Eka Pramudita
Editor: Rizky Prasetya
BACA JUGA Ritual Memutari Ring Road Jogja, Wahana Pelepas Galau ala Muda-mudi Setempat
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.







