Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Punya tetangga yang suka nyetel musik keras-keras itu adalah ujian hidup paling berat

Supriyadi oleh Supriyadi
4 Agustus 2026
A A
Punya tetangga yang suka nyetel musik keras-keras itu adalah ujian hidup paling berat

Punya tetangga yang suka nyetel musik keras-keras itu adalah ujian hidup paling berat (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Tinggal di lingkungan yang padat penduduk mengharuskan kita belajar banyak hal. Belajar memahami kebiasaan tetangga yang unik dan menyebalkan adalah salah satunya. Di antara banyak kebiasaan unik bin gatheli, salah satunya adalah mencoba memahami tetangga yang hobi menyetel musik keras-keras.

Saya tidak pernah mempermasalahkan selera musik orang lain. Mau dangdut, pop, koplo, campursari, sholawat, bahkan lagu galau yang liriknya membuat orang ingin menghubungi mantan, silakan saja. Yang menjadi masalah adalah ketika satu orang berpikir semua harus mendengarkan selera musiknya yang MANTEP itu.

ADVERTISEMENT

Menganggap selera musiknya adalah selera satu kampung

Saya kadang penasaran, apa yang ada di kepala orang yang menyetel musik dengan volume seperti itu. Mungkin ia berpikir, “Gila, selera saya amat bagus. Sebaiknya orang ikut mendengarkan myuzik berkelas ini.” Lalu yang dilakukan selanjutnya bisa ditebak, knob volume diputar ke kanan mentok, lalu tetangga-tetangga mau tak mau, ikut dengar.

Lagunya yang MANTAP dan PENTING itu tadi akhirnya terdengar ke segala penjuru. Tanpa consent itu jelas, tanpa malu itu pasti, dan yang mengherankan, menganggap bahwa orang butuh mendengarkan musiknya meski bisa saja dia berbagi judul lagunya dan didengarkan dengan TWS.

Padahal selera musik itu seperti selera makan. Saya suka mi ayam, belum tentu tetangga saya juga ingin makan mi ayam tiga kali sehari. Lalu, mengapa urusan musik seolah semua orang harus menyukai lagu yang sama?

Volumenya Selalu Lebih Besar daripada Kegiatannya

Kalau musik keras diputar saat hajatan atau perayaan tertentu, saya masih bisa memakluminya. Toh itu tidak setiap hari. Yang sulit dipahami adalah ketika suara speaker menggelegar hanya untuk menemani aktivitas yang sebenarnya sangat biasa. Nyapu, nyuci, apa kek. PENTING banget sambil nyetel lagu kencang.

Kadang saya membayangkan, kalau menyapu halaman saja harus ditemani suara sekeras itu, bagaimana kalau tetangga tersebut sedang benar-benar bekerja keras? Jangan-jangan harus menyewa sound system konser sekalian.

Baca Juga:

Saat Jakarta terasa lebih tenang dibanding mudik ke Jawa Timur gara-gara teror pawai sound horeg Agustusan

Saya sudah hidup di Malang selama 2 tahun, dan tetap tidak bisa menerima sound horeg

Tetangga yang sebaiknya sekolah lagi, dari PAUD

Bagian paling membingungkan justru ini. Orang yang terganggu biasanya memilih diam. Bukan karena menikmati musiknya, melainkan karena sungkan menegur tetangga. Mungkin juga takut. Tahu sendiri, manusia-manusia berselera musik BAGUS ini kadang punya sumbu yang kelewat pendek.

Wajar jika tetangga yang baik ini pede saja nyetel musik kencang. Mereka menganggap diam adalah persetujuan, logika yang kerap dipelihara dan dijadikan pegangan dalam rapat-rapat. Nggak ada yang protes? Berarti mereka ikutan suka musiknya yang KEREN itu.

Padahal diam bukan selalu berarti setuju. Kadang diam hanyalah cara paling aman untuk menjaga kerukunan. Walau jujur saja, potensi ngamuk tetap ada. Cuma butuh dorongan sedikit. Seperti kata Joker dalam The Dark Knight, “All it takes is a little push.”

Menurut saya, hidup bertetangga bukan hanya soal saling membantu ketika ada hajatan atau kerja bakti. Bertetangga juga berarti menyadari bahwa rumah kita berdiri berdampingan dengan rumah orang lain. Ada bayi yang sedang tidur, ada siswa yang sedang belajar, ada orang yang bekerja dari rumah, ada pula tetangga yang mungkin hanya ingin menikmati hari tenang atau waktu istirahat tanpa dentuman musik sejak matahari baru terbit.

Kalau ingin menikmati musik, silakan. Itu hak setiap orang. Tetapi speaker diciptakan agar suara berhenti di telinga pendengarnya, bukan agar seluruh kampung tahu lagu favorit pemiliknya. Kalau begini saja tidak paham, agaknya kalian perlu mengulang sekolah lagi. Saran saya, mulai masuk PAUD dulu. Belum tentu juga kalian lulus, sih. 

Penulis: Supriyadi
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Alasan Kami Mutar Musik Keras-keras Sampai Bikin Dinding Tetangga Bergetar

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 4 Agustus 2026 oleh

Tags: kebiasaan tetangga yang menyebalkansound horegspeaker soundtetangga
Supriyadi

Supriyadi

Seorang yang lahir di Bantul bagian selatan, berdomisili di Bantul bagian utara, dan ber-KTP Cirebon.

ArtikelTerkait

4 Dosa Warung Kelontong yang Bikin Pelanggan Kabur

4 Dosa Warung Kelontong yang Bikin Pelanggan Kabur

12 Januari 2024
main ke rumah tetangga sungkan canggung perumahan wabah corona mojok

Solusi ‘Gerakan Menengok Tetangga’ bagi Warga Kompleks yang Biasa Diem di Rumah Bae

7 Mei 2020
Nasib Punya Rumah Samping Tukang Kayu yang Berisik Nggak Karuan terminal mojok.co

Nasib Punya Rumah Samping Tukang Kayu yang Berisik Nggak Karuan

20 Januari 2021
Mustahil Hidup Tentram di Lingkungan Pecinta Sound Horeg Banyuwangi (Pexels) malang

Mereka yang Menemukan Cinta dan Keindahan dalam Gelegar Sound Horeg

27 April 2025
Jawa Timur Semakin Berisik karena Fenomena Adu Sound Horeg (Unsplash)

Jawa Timur Makin Berisik karena Adu Sound Horeg: Dikritik dan Dibenci, tapi Punya Andil Meningkatkan Perekonomian Masyarakat

4 Agustus 2023
Sound Horeg Jalan, Fatwa Haram Dilawan dengan Kemunafikan (Unsplash)

Fatwa Haram MUI Nggak Ngefek untuk Sound Horeg yang Tetap Berjalan Hingga Pasangkan Logo Halal, Bukti yang Keras Bukan Cuma Suara Horeg, tapi Juga Kepala Kebanyakan Manusia

29 Juli 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bangkalan nggak butuh seminar dan jargon literasi, butuhnya gerakan nyata dan bukti

Bangkalan nggak butuh seminar dan jargon literasi, butuhnya gerakan nyata dan bukti

31 Juli 2026
Wuling Aira EV, mobil yang bikin pabrikan merinding karena saking murahnya, LCGC kudu waspada dan wajib ketar-ketir

Wuling Aira EV, mobil yang bikin pabrikan merinding karena saking murahnya, LCGC kudu waspada dan wajib ketar-ketir

1 Agustus 2026
Alasan modal Rp100 miliar lebih baik "disulap" jadi bisnis laundry daripada usaha yang ikuti tren Mojok.co

Alasan modal Rp100 miliar lebih baik “disulap” jadi bisnis laundry daripada usaha yang ikuti tren

2 Agustus 2026
Stadion karapan sapi di Bangkalan terlalu bapuk, orang sulit percaya ini ikon budaya Madura Mojok.co

Stadion karapan sapi di Bangkalan terlalu bapuk, orang sulit percaya ini ikon budaya Madura

3 Agustus 2026
Rute kucing UGM, spot lari Jogja yang kalcer dan ramah untuk pelari pemula Mojok.co

Rute kucing UGM, spot lari Jogja yang kalcer dan ramah untuk pelari pemula

29 Juli 2026
Jaga ikhtiar Bupati Klaten beresin borok PD BKK Klaten (Pexels)

Yang paling penting adalah jagain ikhtiar Bupati Hamenang menyelesaikan luka lama yang dibikin PD BKK Klaten

29 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.