Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Setelah akad KPR rumah, saya baru sadar bahwa beli rumah bukannya jadi solusi, tapi justru jadi masalah baru

Arief Nur Hidayat oleh Arief Nur Hidayat
1 Agustus 2026
A A
Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental Mojok.co

Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Membeli rumah adalah impian banyak orang, termasuk saya. Sebagai buruh pabrik yang merantau jauh dari kampung halaman, bisa memiliki rumah sendiri terasa seperti naik level dalam kehidupan. Setelah tabungan terkuras untuk membayar uang muka, hati terasa lega ketika menandatangani akad KPR di depan petugas bank.

Dalam bayangan saya, tantangan berikutnya tunggal satu: membayar cicilan tepat waktu setiap bulan. Sudah, itu saja, dan hidup akan lancar seperti apa yang ada di kepala.

Ternyata saya terlalu naif. Hidup kerap memberi kejutan dari titik tak terduga. Saya kira mencicil biaya KPR adalah satu-satunya tantangan, ternyata, tidak. Tak hanya bank, rumah saya sendiri juga jadi tantangannya.

Setelah akad KPR, baru sadar kalau rumah baru perlu renovasi dan diisi

Rumah yang saya ambil merupakan rumah baru dari developer dengan ukuran 6 x 6 meter di lahan 6 x 15 meter. Ternyata eh ternyata, rumah siap huni dari developer belum ada dapur dan kanopi untuk parkiran. Akad KPR sudah tanda tangan, eh ternyata segalanya belum kelar.

Sebab istri saya hobi masak, tentu proyek pertama saya adalah mengubah sebidang tanah di belakang berukuran 3 x 3 meter menjadi ruangan dapur. Penambahan kitchen set dan lampu sesuai keinginan istri ternyata membuat dompet megap-megap juga.

Belum selesai urusan dapur, datang proyek berikutnya: membuat kanopi untuk parkiran. Saya yang masih hijau ini didatangi oleh bapak-bapak yang mengaku ahli pemasangan kanopi. karena tergiur harga yang miring, saya sepakat menggunakan jasa Bapak tersebut. Kami juga membuat kesepakatan bahwa pembayaran akan dilakukan setelah kanopi terpasang dan jangka waktu penyelesaian hanya 1 minggu.

Ternyata apes tidak dapat ditolak, waktu pemasangan molor hingga 1 bulan. Belum lagi mandor terus-terusan minta dibayar walaupun proses pemasangan belum selesai. Setelah jadi malah dia dengan tidak punya rasa malu menawarkan diri bisa bikinkan sekalian untuk halaman belakang. Saya hanya bisa berdoa semoga kita selalu dijauhkan dari vendor-vendor yang tidak jelas seperti ini. Aamiin.

Setelah tanda tangan akad KPR dan renovasi selesai, saya baru sadar bahwa rumah baru saya masih kosong. Tidak ada kasur untuk merebahkan tubuh lelah, lemari pakaian, hingga gorden penutup jendela senderhana pun belum ada. Baru selesai renovasi, dompet tambah kempas-kempis ditambahi beban untuk beli perabotan.

Baca Juga:

Alasan KPR Rumah Bisa Jadi Pilihan yang Realistis dan Tak Seburuk Omongan Influencer Keuangan

Rasanya Tinggal di Rumah Subsidi: Harus Siap Kehilangan Privasi dan Berhadapan dengan Renovasi Tiada Henti

Selama tinggal di mertua, saya tidak memikirkan hal-hal seperti itu karena semua barang sudah ada. Kasur sudah disediakan, lemari pakaianpun tinggal isi saja. Rasanya baru benar-benar menjadi dewasa ketika harus memilih membeli kasur dulu atau lemari pakaian.

Biaya iuran bulanan

Pengeluaran ternyata belum berhenti di sini. Muncullah tanggung jawab yang lain seperti: membayar iuran kebersihan, iuaran keamanan hingga token listrik yang harus diisi. Belum lagi kalau mau masang PDAM. Selain harus punya uang, kita harus menyediakan toren di dalam tanah agar ketika PDAM mati kita masih punya cadangan air. Aneh sekali bukan?

Lucunya tidak ada pasangan baru yang memikirkan biaya rutin yang harus dikeluarkan setiap bulan ini. Semua orang hanya bertanya: “Cicilan tiap bulannya berapa?” Seolah-olah setelah mampu membayar cicilan, hidup berjalan tanpa hambatan. Padahal biaya iuran ini merupakan salah satu konsekuensi memiliki rumah sendiri.

Meskipun begitu, saya tidak sekalipun menyesal mengambil KPR. Dari rumah mungil inilah saya belajar banyak hal. Belajar disiplin keuangan agar cicilan KPR dan biaya pengeluaran rutin dapat terpenuhi. Selain itu saya juga belajar bahwa memiliki rumah bukanlah sebuah pencapaian, namun sebuah kesiapan menerima tanggung jawab setelah akad selesai.

Jadi apakah saya menyesal membeli rumah lewat skema KPR? Saya jawab tidak, namun saya hanya ingin menambahkan satu kalimat: jangan kira akad KPR adalah garis finish. KPR justru adalah garis start pemilik rumah untuk menerima tanggung jawab lain yang datangnya silih berganti.

Penulis: Arief Nur Hidayat
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Lupakan Punya Rumah, sebab KPR Rumah Akan Jadi Keputusan Terburuk Gara-gara Masa Depan Ekonomi Begitu Buram

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 1 Agustus 2026 oleh

Tags: akad KPRkpr rumahrumah baruskema KPR
Arief Nur Hidayat

Arief Nur Hidayat

Seorang buruh pabrik yang menemukan kemerdekaannya di balik mata pena. Di sela deru mesin dan rutinitas yang presisi, ia merawat jiwanya dengan kecanduan menulis, sembari sesekali merayakan kegembiraan kecil melalui barisan jersey

ArtikelTerkait

Wacana Tenor KPR 35 Tahun Bahaya, Malah Bikin Waswas Gen Z dan Milenial

Wacana Tenor KPR 35 Tahun Bahaya, Malah Bikin Waswas Gen Z dan Milenial

12 Januari 2024
Rasanya Tinggal di Rumah Subsidi: Harus Siap Kehilangan Privasi dan Berhadapan dengan Renovasi Tiada Henti

Rasanya Tinggal di Rumah Subsidi: Harus Siap Kehilangan Privasi dan Berhadapan dengan Renovasi Tiada Henti

15 Januari 2026
Yang Perlu Dipahami sebelum Mengajukan KPR Subsidi (dan Menyesal) Cicilan KPR 40 tahun kpr rumah

Yang Perlu Dipahami sebelum Mengajukan KPR Subsidi (dan Menyesal)

8 Agustus 2024
Kenapa Gen Z dan Milenial Tak Beli Rumah? Karena Memang Tak Bisa. Gaji Nggak Naik-naik, tapi Harga Properti Selalu Naik, Gimana Bisa Beli? KPR rumah

Kenapa sih Kalian Selalu Nyinyirin KPR Rumah? Kenapa Nggak Fokus Menuntut Pemerintah untuk Menjaga Harga Rumah agar Tidak Makin Gila?

27 Maret 2024
Ambil KPR di Tanah Rantau: Sebuah Keputusan Berujung Penyesalan

Ambil KPR di Tanah Rantau: Sebuah Keputusan Berujung Penyesalan

16 Juli 2025
Yang Perlu Dipahami sebelum Mengajukan KPR Subsidi (dan Menyesal) Cicilan KPR 40 tahun kpr rumah

Alasan KPR Rumah Bisa Jadi Pilihan yang Realistis dan Tak Seburuk Omongan Influencer Keuangan

11 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jatim Park, Tempat Wisata Mainstream di Malang Raya yang Anehnya Tetap Asyik walau Sudah Dikunjungi Berkali-kali Mojok.co

Jatim Park memang bukan tempat wisata termurah, tapi Jatim Park jelas adalah tempat wisata terbaik, paling worth it, dan masih affordable, kok

30 Juli 2026
Indomaret Tutup, Orang Dewasa Depresi Bakal Makin Stres (Unsplash)

Saya akhirnya mengakui keunggulan Indomaret karena 3 barang ini

28 Juli 2026
Pertemukan dengan duit Rp100 miliar, saya akan bangun usaha kue, laundry kiloan, dan toko buku Mojok.co

Pertemukan dengan duit Rp100 miliar, saya akan bangun usaha kue, laundry kiloan, dan toko buku

29 Juli 2026
Jambooland Tulungagung, tempat wisata yang perlahan kehilangan pesonanya Mojok.co

Jambooland Tulungagung, tempat wisata yang perlahan kehilangan pesonanya

31 Juli 2026
Cipatat, kecamatan di Bandung Barat yang kontribusinya sering luput dari perhatian orang-orang Mojok.co

Kasihan Kecamatan Cipatat lebih sering diingat buruknya, padahal punya banyak kontribusi lain bagi Bandung Barat

31 Juli 2026
Nostalgia masa kecil, majalah Bobo dan Bee Magazine adalah bacaan terbaik Mojok.co

Nostalgia masa kecil, majalah Bobo dan Bee Magazine adalah bacaan terbaik

28 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.