Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Serial

Agent Kim: Reactivated, drakor yang tidak ramah buat kaum yatim pasif

Ferika Sandra oleh Ferika Sandra
23 Juli 2026
A A
Agent Kim: Reactivated, drakor yang tidak ramah buat kaum yatim pasif

Agent Kim: Reactivated, drakor yang tidak ramah buat kaum yatim pasif (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Jika Anda adalah tipe penikmat drama Korea yang gampang mewek cuma karena urusan father-daughter relationship, sebaiknya jauhkan remote Netflix Anda dari drakor Agent Kim: Reactivated.

Memasuki pertengahan 2026 ini, jagat perdrakoran memang lagi giat-giatnya memanjakan mata penonton lewat fenomena kembalinya para ahjussi. Jika beberapa waktu lalu lini masa dipenuhi wajah Kim Mu-yeol, kini So Ji-Sub “mengawasi” kita lewat peran Agent Kim.

ADVERTISEMENT

Agent Kim: Reactivated diangkat dari webtoon berjudul Manager Kim, yang lumayan terkenal di Korea Selatan. Jika kalian pembaca Lookism, seharusnya tidak asing dengan Kim, ahli close-quarter combat terbaik sekaligus jadi gurunya Warren Chae.

Jangan terkecoh dengan adegan action, infiltrating yang keren, dan kebodohan Seong Han-su dan Park Jin-cheol. Cerita ini tidak hanya tentang 66, code name-nya Kim. Tapi tentang seorang ayah yang rela melipat dunia dan menantang langit demi keselamatan putrinya.

Inilah yang bikin Agent Kim: Reactivated jadi drakor yang berbeda. Kita dipaksa menahan rembesan air mata karena ceritanya yang benar-benar meninju ulu hati.

Agent Kim: Reactivated, bukti bapak dingin ternyata penuh cinta

Di balik semua skill bertarungnya yang mematikan, Agent Kim pada hakikatnya hanyalah seorang single dad yang clueless saat membesarkan seorang anak gadis yang mulai memasuki masa pubertas. Adegan membesarkan anak tunggal sama menegangkannya dengan aksinya melumpuhkan lawan-lawannya.

Sebagai orang tua tunggal, Agent Kim mengerjakan semua tugas rumah tangga sendiri tanpa mengeluh. Dia adalah tipe ayah yang bakal pulang tepat waktu demi memastikan rumah selalu bersih dan masakan hangat sudah tersedia di meja. Dia selalu mengetuk pintu kamar anaknya secara berkala hanya untuk memastikan sang putri baik-baik saja, meski sering dibalas dengan sikap dingin khas remaja umur belasan tahun. Paling banter cuma lontaran kata, “Ayah, jangan ganggu.”

Tapi di situlah kita diberi kehangatan yang tidak terduga, serta momen seorang bapak yang kerap luput dari pandangan. Kekhawatiran yang tak biasanya muncul dari seorang bapak yang terlihat dingin, bagaimana dia kebingungan mencari anaknya, dan bagaimana dia memilih melanggar aturan dan mendobrak batas demi keselamatan anak.

Baca Juga:

Saya Meninggalkan Drakor Sejak Kenal Dracin yang Ceritanya Lebih Seru

4 Alasan Drama Korea Zaman Sekarang “Kalah” dengan Zaman Dahulu Menurut Saya yang Sudah 15 Tahun Jadi Penggemar

Di sinilah gong-nya. Mode bapak-bapak protektif Agent Kim mendadak aktif. Dia jadi seseorang yang selama ini sudah ditinggalkan, bukan demi personal atau negara, melainkan murni demi menemukan anak gadisnya. Jika kalian menonton sampai 8 episode (2 sisanya belum rilis), maka kalian akan paham, So Ji-sub benar-benar gila.

Hingga kemudian, pikiran itu berkembang menjadi sebuah pertanyaan balasan yang agak pedih di dalam kepala saya:

“Andaikan saya yang hilang, apakah bapak saya bakal segila Agent Kim ini, ya?”, pertanyaan sederhana yang berhasil menikam dada.

Gimana dengan bapakmu?

Pertanyaan reflektif itulah yang membuat saya berani menyimpulkan bahwa drakor Agent Kim: Reactivated ini sangat tidak ramah bagi kaum yatim pasif.

Bagi yang belum familiar dengan istilah ini, mari kita perjelas kasta penderitaannya.

Yatim ori (sebenarnya) adalah kondisi di mana sosok ayah memang sudah dipanggil oleh Yang Mahakuasa.  Sementara itu, “Yatim Pasif” memegang takhta tertinggi dalam urusan kesedihan. Ini adalah istilah untuk anak-anak yang raga ayahnya masih ada di dunia, tapi fungsinya sebagai seorang ayah dipertanyakan—untuk tidak mengatakannya tidak ada.

Jangankan soal kasih sayang, untuk sekadar memenuhi tanggung jawab dasarnya saja tidak.

Yang lebih ironis lagi, banyak yatim pasif akhirnya memilih pergi sejauh mungkin dari rumah. Merantau, bekerja di kota lain, kuliah lintas pulau, lalu pelan-pelan menyadari bahwa jarak ternyata tidak mengubah apa-apa.

Tak ada ucapan kangen, tak ada telepon bernada hangat, bahkan putus komunikasi pun tak bisa dianggap jarang. Makanya, gimana para yatim pasif nggak tambah nangis sesenggukan di pojokan kamar saat menonton Agent Kim: Reactivated ini?

Di saat mereka terbiasa hidup dengan sosok ayah yang dingin, abai, atau bahkan menjadi sumber trauma terbesar di dalam rumah, drakor ini malah menyuguhkan figur ayah yang begitu gentle, proporsional, dan menjadikan anak perempuannya sebagai pusat dari dunianya.

Menjelang dua episode terakhir, tensi menguras air mata ini makin tidak bisa dikontrol. Terutama di momen dramatis ketika Agent Kim harus berpisah dengan anaknya tepat setelah mereka bersatu. Silakan tonton sendiri, dan biarkan air matamu mengalir, jangan ditahan. Mau nahan juga percuma, dialog Kim Min-ji selalu menohok tepat di ulu hati.

Skip saja kalau bapakmu cuma punya skill pasif

Pada akhirnya, Agent Kim: Reactivated memang berhasil membuktikan bahwa seorang bapak tidak diukur dari kekuatan fisik, tapi bagaimana menunaikan tugasnya, dan rasa cinta yang begitu tulus.

Nah, bagi Anda para pejuang status yatim pasif yang selama ini kebal dengan dinginnya hubungan keluarga, saran saya cuma satu: kalau sekiranya mental Anda tidak siap untuk diteror oleh rasa iri, mending skip saja drakor yang satu ini.

Alih-alih terhibur oleh aksi So Ji-sub, Anda malah makin tenggelam dalam krisis eksistensial sambil mempertanyakan keberadaan bapak sendiri di rumah. Atau malah jadi sibuk mempertanyakan satu hal yang selama bertahun-tahun sudah berusaha Anda kubur: “Sebenarnya, saya ini pernah benar-benar punya bapak, nggak, sih?”

Sabar, ada Park Jin-cheol yang akan menghiburmu.

Penulis: Ferika Sandra
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Nggak Usah Ngadi-ngadi. Lembaga Pengawas di Drakor Teach You a Lesson Tidak Mungkin Bisa Ada di Indonesia

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 23 Juli 2026 oleh

Tags: Agent Kim: ReactivateddrakorlookismManager Kimrekomendasi drakorSo Ji-Sub
Ferika Sandra

Ferika Sandra

Seorang pustakawan dari Kota Malang yang mencoba menulis untuk menertibkan pikiran. Gemar dengan isu-isu literasi dan kebudayaan.

ArtikelTerkait

Alasan Konyol dari Teman Bikin Saya Ogah Nonton Drakor 'Mr. Queen' sampai Sekarang terminal mojok.co

Alasan Konyol yang Bikin Saya Ogah Nonton Drakor ‘Mr. Queen’ sampai Sekarang

4 Maret 2021
Menonton Drama Korea Reply 1988 yang Legendaris setelah 10 Tahun Rilis Mojok.co

Menonton Drama Korea Reply 1988 yang Legendaris setelah 10 Tahun Rilis

13 November 2025
Dari Drakor The Great Shaman Ga Doo Shim, Kita Mempertanyakan Benarkah Siswa Korea Bunuh Diri Itu Adalah Hal Biasa_

Dari Drakor The Great Shaman Ga Doo Shim Kita Mempertanyakan, Benarkah Siswa Korea Bunuh Diri Itu Adalah Hal Biasa?

27 Agustus 2021
the devil judge drakor mojok

The Devil Judge: Ketika Ji Sung Jadi Hakim Iblis di Dunia Distopia Korea

11 Juli 2021
Alasan yang Membuat Saya Menyesal Nonton Drakor “Light Shop” Mojok.co

Alasan yang Membuat Saya Menyesal Nonton Drakor “Light Shop”

10 Januari 2025
fall in love with people we can't have

Keluar dari Jebakan Fall in Love with People We Can’t Have Kayak Jo Yi Seo di Drakor “Itaewon Class”

3 April 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Melawan serbuan semut di kamar, drama anak kos yang tampak sepele, tapi cukup bikin puyeng Mojok.co

Melawan serbuan semut di kamar, drama anak kos yang tampak sepele, tapi cukup bikin puyeng

16 Juli 2026
Untuk Warga Surabaya, Stop Menormalisasi Bayar Parkir kepada Juru Parkir di Toko Atau Minimarket yang Bertuliskan 'Parkir Gratis'!

Jangan cintai Surabaya secara berlebihan, ia juga punya kekurangan yang patut dibicarakan

21 Juli 2026
Penderitaan orang Serang yang kerja di luar kota: pakai KRL susah, kereta lokal pun nggak membantu

Penderitaan orang Serang yang kerja di luar kota: pakai KRL susah, kereta lokal pun nggak membantu

22 Juli 2026
Krisis Identitas wingko babat: jajanan asli Lamongan, dijajah Semarang, dicaplok Jogja

Krisis Identitas wingko babat: jajanan asli Lamongan, dijajah Semarang, dicaplok Jogja

21 Juli 2026
Alasan orang Semarang seperti saya menghindari nonton di bioskop XXI, lebih memilih Cinepolis walau kalah populer Mojok.co

Alasan orang Semarang seperti saya menghindari nonton di bioskop XXI, lebih memilih Cinepolis walau kalah populer

19 Juli 2026
Gara-gara pada magang, nggak magang jadi kerasa aneh sendiri (Unsplash)

Gara-gara semua orang magang, nggak magang jadi kerasa aneh sendiri

21 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.