Kalau mendengar nama Wonosobo, kebanyakan orang langsung menyebut Dieng Plateau. Seolah-olah, kabupaten di sana hanya tentang sunrise Sikunir, kawah, dan candi-candi di dataran tinggi. Padahal, wisata Wonosobo menyimpan banyak potensi lain yang tak kalah indah.
Menurut saya, wisata Wonosobo selain Dieng justru menawarkan suasana yang lebih tenang dan alami. Rasanya malah lebih autentik. Tidak terlalu ramai, tidak terlalu komersial, dan masih menyisakan nuansa pedesaan yang hangat.
Baca juga Tips Plesiran ke Dieng Wonosobo agar Terhindar dari Pungli
#1 Curug Tritis, wisata Wonosobo yang masih sangat alami
Curug Tritis cocok untuk kamu yang suka suasana alam yang benar-benar “alami”. Untuk sampai ke lokasi memang perlu sedikit usaha. Aksesnya belum sepenuhnya mulus tetapi perjalanan itu justru menjadi bagian dari pengalaman.
Setibanya di lokasi, gemericik suara air yang jatuh dari ketinggian akan menyambutmu. Pepohonan rimbun mengelili titik wisata Wonosobo satu ini. Airnya jernih dan segar, khas pegunungan. Udara di sekitarnya terasa lebih dingin dan bersih.
Di sini, kamu tidak akan menemukan keramaian berlebihan. Justru saya mencari yang seperti ini. Cocok untuk sekadar duduk, menikmati bekal sederhana, atau menenangkan pikiran dari rutinitas kerja.
#2 Telaga Bedakah yang belum populer
Telaga Bedakah menawarkan pemandangan air yang tenang dengan latar perbukitan hijau. Tempat ini belum terlalu populer jika kamu membandingkannya dengan wisata Wonosobo lainnya. Makanya, saya menemukan suasana yang relatif sepi dan menenangkan.
Saya datang ke Telaga Bedakah di pagi hari. Kabut tipis masih tersisa dan menciptakan suasana magis. Kalau sudah sore, momen senja di sini sangat syahdu. Perubahan warna langit menjadi pemandangan yang “mahal”.
Telaga Bedakah adalah wisata Wonosobo yang cocok untuk wisata keluarga. Kalian bisa piknik santai atau sekadar berbincang tanpa gangguan kebisingan. Kadang, yang kita butuhkan bukan tempat viral melainkan tempat yang memberi ruang untuk bernapas lebih lega.
#3 Gunung Cilik Kaliurip, wisata Wonosobo yang ramah untuk pendaki pemula
Buat kamu yang ingin menikmati pemandangan dari ketinggian tanpa mendaki gunung besar, Gunung Cilik di Kaliurip bisa menjadi pilihan. Treknya relatif ramah untuk pemula, sehingga cocok bagi wisatawan yang ingin mencoba hiking ringan di sekitar wisata Wonosobo.
Dari puncaknya, hamparan perbukitan dan permukiman warga terlihat begitu indah. Jika datang saat pagi hari, kamu bisa menyaksikan matahari terbit dengan latar langit yang perlahan berubah warna.
Sensasi berdiri di atas ketinggian sambil menghirup udara sejuk Wonosobo memberikan pengalaman yang berbeda lebih sederhana, tapi tetap membekas.
#4 Telaga Menjer, danau alami yang luas
Telaga Menjer termasuk salah satu wisata Wonosobo yang sudah cukup terkenal, tetapi tetap belum seramai Dieng. Danau alami ini luas dan dikelilingi perbukitan hijau yang membuat suasananya terasa lapang di hati saya.
Di sini, kamu bisa menyewa perahu kecil untuk berkeliling telaga atau sekadar duduk di tepi danau sambil menikmati jajanan hangat dari warung di sekitar teklaga. Udara dingin berpadu dengan pemandangan air yang tenang menciptakan suasana relaksasi alami.
Wisata Wonosobo satu ini juga cocok untuk fotografi landscape. Pantulan langit di permukaan air sering kali menghasilkan foto yang dramatis tanpa perlu filter berlebihan.
#5 Kebun Teh Sikatok, wisata Wonosobo yang fotogenik
Jika ingin melihat hamparan hijau sejauh mata memandang, Kebun Teh Sikatok adalah jawabannya. Barisan tanaman teh yang tertata rapi mengikuti kontur perbukitan menciptakan pemandangan yang sangat fotogenik.
Berjalan di antara kebun teh sambil merasakan angin sejuk membuat pikiran terasa lebih ringan. Tempat ini cocok untuk hunting foto, prewedding, atau sekadar menikmati suasana alam yang asri.
Memang, Dieng adalah ikon utama wisata Wonosobo. Namun jika hanya berkunjung ke Dieng, rasanya seperti membaca satu bab dari buku yang sebenarnya jauh lebih tebal.
Wonosobo menawarkan pengalaman wisata yang lebih beragam. Kebanyakan juga belum viral. Tapi justru, karena belum terlalu viral, wisata Wonosobo ini terasa lebih hangat dan bersahabat. Interaksi dengan warga lokal pun terasa lebih natural.
Kata orang, Wonosobo kurang cocok menjadi tempat tinggal. Saya tidak bisa mengiyakan atau menolaknya karena itu pengalaman personal. Namun, setidaknya kabupaten ini masih nikmat sekali untuk dinikmati.
Penulis: Intan Permata Putri
Editor: Yamadipati Seno
BACA JUGA Jika Tidak Ada Dieng, Mungkin Wonosobo Jadi Lebih Maju
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.



















