Tahun 2026 ini, warga Jawa Tengah, termasuk saya, benar-benar “mendapat berkah”. Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) naik signifikan gara-gara penerapan Opsen PKB sesuai UU No.1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan Pusat-Daerah.
Pajak motor matik tahun 2014 yang dulu cuma Rp189.000 sekarang jadi Rp209.500. Naik sekitar Rp20 ribu dan ada yang lebih.
Pajak mobil yang biasa Rp1,4 juta bisa melonjak ke Rp1,9 juta. Bahkan ada yang tembus Rp6 juta! Alih-alih mengeluh, kami warga Jawa Tengah tentu saja bersyukur.
Sebab, itu artinya, kami ikut berkontribusi lebih besar lagi buat pembangunan daerah. Pajak ini langsung mengalir ke kabupaten atau kota untuk perbaikan jalan, jembatan, dan fasilitas publik lainnya. Mantap, kan?
Baca juga Panduan A-Z Sederhana Memahami Apa itu PPN dan Dampak Kenaikannya bagi Rakyat
Berkah Opsen: Pajak naik 16-17% demi infrastruktur
Tarif PKB di Jawa Tengah sekarang 1,74% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB). Terdiri dari tarif provinsi 1,05% plus Opsen kabupaten atau kota sekitar 66%. Jadi, kenaikan yang terjadi, kurang lebih 16-17% jika membandingkannya dengan skema lama.
Tapi ada yang bilang kena pajak sampai 48-66% di kasus progresif (kepemilikan lebih dari satu kendaraan). Wajar kalau ada warga yang protes karena kenaikan pajak ini memang terasa tajam. Tapi tenang, ini semua demi infrastruktur!
Jadi, jalan provinsi di Jawa Tengah sendiri sudah mencapai 94,01% mantap di akhir 2025. Bahkan total pembenahan 2.440 kilometer lebih.
Jelas, ini bukti nyata kerja keras Pemprov Jawa Tengah. Sementara jalan kabupaten atau kota? Masih sekitar 87%. Itu berarti masih ada 13% yang lagi menunggu berkah dari kenaikan pajak.
Ya, walau pas hujan deras begini, banyak jalan yang becek dan berlubang, motor suka oleng, mobil suka nyangkut. Tapi ya sudahlah, ini namanya ujian kesabaran bagi warga Jawa Tengah. Siapa tahu, semakin sering lewat jalan rusak, semakin terlatih mental baja kami.
Rasa terima kasih kudu tetap kami haturkan karena tanpa tambahan pajak ini, mungkin jalan kabupaten masih lebih parah. Sekarang naik jadi 87%, progres luar biasa! Mungkin mulus tahun depan, atau tahun depannya lagi.
UMR Mini: Latihan hidup menderita bagi warga Jawa Tengah
Setelah kami, warga Jawa Tengah, sangat bersyukur karena kenaikan pajak, lantas bagaimana dengan Upah Minimum Kabupaten atau Kota (UMK) 2026?
Saat ini, Kota Semarang menjadi yang tertinggi dengan Rp3.701.709. Tapi di kabupaten-kabupaten lain? Banjarnegara terendah Rp2.327.813, Wonogiri Rp2.335.126, Sragen Rp2.337.700, Blora Rp2.345.695, dan banyak lagi di bawah Rp2,5 juta. Bahkan masuk 10 UMK terendah nasional.
Sekali lagi, kami sangat mensyukuri realita ini. Karena artinya, warga Jawa Tengah juga sedang melatih diri untuk hidup sederhana banget. Gaji minim, tapi pajak naik. Ini resep sempurna buat diet sekaligus memunculkan kreativitas. Lihatlah betapa banyak seniman yang anti kemapanan biar tetap kreatif?
Warga Jawa Tengah paling tahu caranya hidup jauh dari kata mapan
Kami, warga Jawa Tengah, memang paling tahu caranya hidup jauh dari kata mapan. Selain itu, kami juga maklum kalau kerja itu nggak mungkin satu tempat supaya bisa menahan kenaikan pajak dan UMR mini. Misalnya, kami paling jago mencari usaha tambahan lewat jualan online, ojek online, apa saja untuk makan.
Semakin susah, kami akan semakin tangguh. Pemerintah pasti bangga punya rakyat yang resilien begini.
Anda tentu bisa membayangkan kami warga Jawa Tengah ketika pagi-pagi naik motor lewat jalan kabupaten yang masih berlubang, isi bensin mahal, bayar pajak lebih tinggi, UMR mini. Dompet tipis, hati tetap bahagia.
Ini namanya “hidup berkah dalam keterbatasan”. Karena tanpa jalan jelek, kami nggak belajar sabar menghindari lubang. kalau UMR nggak mini, kami nggak akan kreatif cari rezeki tambahan. Dan tanpa pajak naik, kami nggak akan merasakan betapa “pedulinya” pemerintah sama kami.
Respons cepat Pak Gubernur atas kenaikan pajak
Banyak warga protes di medsos, bahkan muncul gerakan “stop bayar pajak” yang viral. Ada yang share struk pajak naik drastis, ada yang bilang “naik untuk apa?”
Tapi kami, sebagai warga taat, sekali lagi tetap bersyukur. Kemarin, Pak Gubernur sudah respons cepat. Beliau minta Bapenda kaji ulang pencabutan diskon PKB 2026.
Terharu bukan? Artinya, pemerintah mendengar suara rakyat. Yaudah lah ya, walau itu jelas bukan solusi, kami warga Jawa Tengah terharu saja biar pemerintah senang dan kelihatan kerja ketika pajak naik ini.
Semua ini sudah jadi bagian dari berkah hidup di tanah Jawa Tengah yang subur. Subur rakyatnya, subur juga pajaknya.
Yuk, terus bersyukur sambil cek pajak sendiri di e-Samsat atau app New Sakpole. Share struk pajakmu di medsos, siapa tahu gubernur baca dan kasih kejutan diskon lagi.
Karena di balik setiap kenaikan, pasti ada hikmah besar. Kami warga Jawa Tengah kan terkenal terima apa adanya, sambil berharap lebih baik. Semangat Nda!
Penulis: Budi
Editor: Yamadipati Seno
BACA JUGA Bayar Pajak Kendaraan Itu Wajib, tapi Jujur Saja Saya Nggak Ikhlas Melakukannya
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.



















