Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Pantai Padang Tempat Wisata yang Sempurna di Kota Padang Seandainya Nggak Ada Parkir Liar

Fernando Wirawan oleh Fernando Wirawan
8 Februari 2026
A A
Pantai Padang Adalah Tempat Wisata yang Sempurna di Kota Padang Seandainya Nggak Ada Parkir Liar Mojok.co

Pantai Padang Adalah Tempat Wisata yang Sempurna di Kota Padang Seandainya Nggak Ada Parkir Liar (wikipedia.org)

Share on FacebookShare on Twitter

Pantai Padang atau yang dikenal sebagai Tapi Lauik (Taplau) salah satu tempat wisata andalan di Kota Padang. Pantai Padang yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia ini menawarkan pemandangan sunset yang indah. Ditambah, di sana ada deretan lapak kuliner laut dan ruang terbuka yang jadi magnet bagi warlok maupun wisatawan.

Pantai Padang sebenarnya tempat yang sempurna seandainya tidak ada parkir liar. Terdengar sepele memang, tapi sesungguhnya sangat berdampak. Asal tahu saja, belakangan, media sosial kembali diramaikan dengan video keluhan pengunjung yang diminta membayar parkir di luar tarif resmi. Ada yang mengaku dimintai uang tanpa karcis. Ada pula yang merasa tarif yang ditarik terasa seperti harga parkir di bandara internasional, padahal kendaraan mereka cuma berhenti sebentar untuk membeli jagung bakar.

Fenomena ini sebenarnya bukan cerita baru. Taplau seperti menjalani siklus tahunan, viral keluhan parkir, pemerintah turun tangan, penertiban dilakukan, situasi tenang sebentar, lalu perlahan kembali ke pola lama. Semacam deja vu tata kelola ruang publik yang entah mengapa selalu gagal belajar dari pengalaman sebelumnya.

Parkir yang lebih dari sekadar parkir

Kalau dilihat sepintas, masalah ini mungkin terlihat sederhana. Tinggal tertibkan juru parkir liar, pasang tarif resmi, selesai. Tapi, realitasnya jauh lebih rumit. Parkir di kawasan wisata sering kali menjadi ruang ekonomi informal yang menopang penghidupan masyarakat sekitar.

Bagi sebagian warga, menjadi juru parkir bukan sekadar pekerjaan sambilan, melainkan sumber nafkah utama. Ketika pemerintah mencoba menertibkan, yang muncul bukan sekadar persoalan aturan, tetapi juga ketegangan sosial. Negara hadir membawa regulasi, sementara masyarakat datang dengan kebutuhan ekonomi yang nyata dan mendesak.

Di sinilah problem klasik pengelolaan ruang publik di Indonesia muncul, negara sering fokus pada ketertiban administratif, sementara persoalan kesejahteraan masyarakat lokal belum selalu ikut ditata secara komprehensif.

Citra wisata yang mudah retak

Masalah parkir liar mungkin terlihat kecil bagi warga lokal yang sudah terbiasa. Tapi, bagi wisatawan, pengalaman pertama sering kali dimulai dari hal-hal sederhana seperti mencari tempat parkir. Ketika pengunjung sudah merasa tidak nyaman sejak awal, maka kesan negatif akan ikut terbawa pada keseluruhan pengalaman wisata.

Padahal, pariwisata sangat bergantung pada persepsi. Orang datang ke suatu tempat bukan hanya untuk melihat pemandangan, tetapi untuk merasakan pengalaman yang menyenangkan dan aman. Sekali wisatawan merasa dipalak (meski nominalnya kecil) cerita itu bisa menyebar jauh lebih cepat daripada promosi resmi pemerintah.

Baca Juga:

5 Alasan yang Membuat Saya Ingin Balik ke Pantai Menganti Kebumen Lagi dan Lagi

Untuk Warga Surabaya, Stop Menormalisasi Bayar Parkir kepada Juru Parkir di Toko Atau Minimarket yang Bertuliskan ‘Parkir Gratis’!

Di era media sosial, satu video keluhan bisa berdampak lebih besar daripada puluhan baliho promosi wisata. Citra destinasi bisa runtuh bukan karena fasilitas buruk, tetapi karena pengalaman interpersonal yang tidak menyenangkan.

Potensi PAD yang terus bocor

Selain soal kenyamanan wisatawan, praktik parkir liar juga menyimpan persoalan lain yaitu kebocoran pendapatan daerah. Parkir di kawasan wisata sebenarnya memiliki potensi besar sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun, potensi ini sering kali tidak optimal karena pengelolaan yang tidak terintegrasi dan pengawasan yang lemah.

Ketika parkir dikelola secara informal, negara kehilangan potensi pemasukan. Sementara pengunjung kehilangan kepastian tarif. Dalam jangka panjang, kondisi ini menciptakan sistem yang tidak menguntungkan siapa pun secara berkelanjutan.

Penertiban saja tidak pernah cukup

Instruksi Wali Kota Padang untuk menindak tegas juru parkir nakal tentu patut diapresiasi. Namun, pengalaman di banyak daerah menunjukkan bahwa penertiban yang hanya bersifat represif biasanya tidak bertahan lama. Tanpa sistem pengelolaan yang jelas, parkir liar cenderung muncul kembali dengan pola yang sama.

Masalah parkir di kawasan wisata sebenarnya membutuhkan pendekatan yang lebih komprehensif. Pemerintah tidak hanya perlu menegakkan aturan. Mereka juga perlu  membangun sistem parkir yang transparan, terintegrasi, dan tetap mempertimbangkan aspek sosial masyarakat lokal.

Digitalisasi parkir, pengelolaan berbasis zonasi, serta pelibatan masyarakat dalam sistem resmi bisa menjadi solusi jangka panjang. Dengan cara itu, ketertiban bisa tercapai tanpa harus mematikan sumber ekonomi warga.

Pantai Padang sebagai cermin tata kelola kota

Persoalan parkir liar di Pantai Padang sebenarnya mencerminkan problem yang lebih besar: bagaimana pemerintah mengelola ruang publik yang menjadi pertemuan antara kepentingan wisata, ekonomi rakyat, dan regulasi negara.

Taplau bukan sekadar kawasan pantai. Ia adalah simbol bagaimana sebuah kota memperlakukan ruang publiknya. Ketika pengelolaan parkir saja masih menimbulkan konflik berulang, maka pertanyaan yang lebih besar muncul.  Sudahkah tata kelola wisata kita benar-benar dirancang untuk jangka panjang?

Pada akhirnya, wisata bukan hanya soal pemandangan yang indah, tetapi juga tentang pengalaman yang tertata. Dan, pengalaman wisata yang baik sering kali dimulai dari hal paling sederhana, parkir yang jelas, wajar, dan tidak bikin pengunjung merasa sedang ikut audisi jadi korban pungutan liar.

Jika Taplau ingin tetap menjadi kebanggaan Kota Padang, maka persoalan parkir tidak bisa lagi dianggap masalah kecil. Ia adalah ujian nyata apakah pariwisata kita dikelola sebagai sistem yang profesional, atau sekadar berjalan mengikuti arus kebiasaan lama yang tak kunjung selesai.

Penulis: Fernando Wirawan
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA 5 Hal Tidak Menyenangkan di Kota Padang yang Bikin Wisatawan Kapok Berkunjung.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 8 Februari 2026 oleh

Tags: Kota PadangpadangpantaiPantai PadangParkirparkir liarTapi LauikTaplauwisata padang
Fernando Wirawan

Fernando Wirawan

ArtikelTerkait

Untuk Warga Surabaya, Stop Menormalisasi Bayar Parkir kepada Juru Parkir di Toko Atau Minimarket yang Bertuliskan 'Parkir Gratis'!

Untuk Warga Surabaya, Stop Menormalisasi Bayar Parkir kepada Juru Parkir di Toko Atau Minimarket yang Bertuliskan ‘Parkir Gratis’!

2 Januari 2026
Tukang Parkir Amanah Masih Ada kok, Jangan Buru-buru Benci Pekerjaan Ini Mojok.co

Tukang Parkir Amanah Masih Ada kok, Jangan Buru-buru Benci Pekerjaan Ini

12 Januari 2024
4 Kelebihan Bayar Parkir Menggunakan e-Money yang Jarang Dibicarakan Orang

4 Kelebihan Bayar Parkir Menggunakan e-Money yang Jarang Dibicarakan Orang

13 November 2025
Parkir Semrawut di Jalan Gatot Subroto Bukti Nyata Penataan Solo Masih Kacau

Parkir Semrawut di Jalan Gatot Subroto Bukti Nyata Penataan Solo Masih Kacau

13 Maret 2024
Jalan Yos Sudarso Nonongan Sangat Menyebalkan, Sudah Macet, Masih Ditambah Keruwetan dari Kendaraan yang Parkir!

Jalan Yos Sudarso Nonongan Sangat Menyebalkan, Sudah Macet, Masih Ditambah Keruwetan dari Kendaraan yang Parkir!

13 Agustus 2024
Travel AWR, Rekomendasi Transportasi Low Budget Terbaik Rute Padang-Bukittinggi terminal mojok.co

Travel AWR, Rekomendasi Transportasi Low Budget Terbaik Rute Padang-Bukittinggi

1 Juli 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kelas Menengah, Pemegang Nasib Paling Sial di Indonesia (Unsplash)

Kelas Menengah Indonesia Sedang OTW Menjadi Orang Miskin Baru: Gaji Habis Dipalak Pajak, Bansos Nggak Dapat, Hidup Cuma Jadi Tumbal Defisit Negara.

2 Februari 2026
Julukan “Blok M-nya Purwokerto” bagi Kebondalem Cuma Bikin Purwokerto Terlihat Minder dan Tunduk pada Jakarta

Purwokerto Memang Kota Wisata, tapi Wisatawan Tak Diberi Petunjuk dan Dibiarkan Bingung Mau ke Mana

5 Februari 2026
Harga Nuthuk di Jogja Saat Liburan Bukan Hanya Milik Wisatawan, Warga Lokal pun Kena Getahnya

Saya Memutuskan Pindah dari Jogja Setelah Belasan Tahun Tinggal, karena Kota Ini Mahalnya Makin Nggak Ngotak

3 Februari 2026
Rangka Ringkih Honda Vario 160 “Membunuh” Performa Mesin yang Ampuh Mojok.co

Rangka Ringkih Honda Vario 160 “Membunuh” Performa Mesin yang Ampuh

4 Februari 2026
4 Kebohongan Tentang Indomaret yang Perlu Diluruskan (Unsplash)

4 Kebohongan Tentang Indomaret yang Perlu Diluruskan

4 Februari 2026
Banting Setir dari Jurusan Manajemen Jadi Guru PAUD, Dianggap Aneh dan Nggak Punya Masa Depan Mojok.co jurusan pgpaud

Jurusan PGPAUD, Jurusan yang Sering Dikira Tidak Punya Masa Depan

5 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • BPMP Sumsel Bangun Ekosistem Pendidikan Inklusif Melalui Festival Pendidikan
  • Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti
  • Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak
  • Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP
  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.