Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Jangan Kasih Utang ke Orang, Traktir Makan Aja: Udah Dapet Pahala, Silaturahmi Tetap Terjaga!

Nasrulloh Alif Suherman oleh Nasrulloh Alif Suherman
14 November 2025
A A
Jebakan Utang untuk Healing: Bersenang-senang Dahulu, Sengsara Kemudian

Jebakan Utang untuk Healing: Bersenang-senang Dahulu, Sengsara Kemudian (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Kalau ada orang yang mau utang ke saya, saudara sekali pun, saya akan selalu menolaknya. Bukan karena pelit. Bukan. Tapi, in this economy, saya mau menyelamatkan diri dulu dengan menabung dan menyimpan dana darurat untuk keperluan mendadak sewaktu-waktu.

Selain itu, memberikan utang selalu berujung sama. Kalau nggak lupa, ya, diikhlaskan. Masalahnya, saya nggak mau keduanya. Enak aja, uang carinya susah-susah, eh malah asal kasih aja ke orang lain. Nggak bisa begitu, dong. Orang lain yang waras dan capek nyari uang juga mesti sepakat dengan pernyataan saya ini.

Sebagai cara menolak utang, saya sering kali justru menawarkan makan ke orang yang ingin berutang. Saya lebih baik traktir makan daripada memberikan pinjaman uang ke orang lain.

#1 Langsung memberikan kebutuhan primer, jangan kasih utang

Banyak orang yang meminjam uang ke saya dengan alasan untuk pegangan di akhir bulan. Tentu saja, pegangan yang dimaksud adalah untuk menyambung hidup dan memenuhi kebutuhan primernya. Salah satunya adalah makan.

Makan adalah kebutuh primer paling utama dari seorang manusia. Dengan saya traktir makan orang yang mau berutang, saya langsung memenuhi kebutuhan akutnya. Kalau sudah kenyang, pikiran jadi lebih enak untuk dipakai berpikir. Harapannya, kalau sudah bisa mikir, dia cari cara untuk nyari uang. Jadinya nggak usah berutang, deh.

#2 Mengurangi beban orang lain yang ditraktir

Kalau memberikan utang kepada orang lain, selalu ada beban di masing-masing orang. Baik yang memberikan pinjaman atau yang diberikan utang. Sebagai orang yang berutang, dia punya beban untuk segera melunasi uang yang ia pinjam. Sebagai orang yang memberikan pinjaman, harus nagih terus karena itu adalah hak.

Kalau nggak ditagih, nanti tambah ngelunjak. Sedangkan yang berutang, setiap hari akan terbebani dengan pikiran untuk membayar utangnya. Memang kewajibannya. Masalahnya, banyak orang yang kepenuhan pikiran soal utang malah nggak tahu diri. Bukannya minta maaf karena belum bisa bayar, eh malah lebih galak. Goblok betul.

Memberikan makan atau traktir makan tidak memberikan beban seperti itu. Namanya traktir, ya, traktir. Jarang sekali kita melihat orang yang traktir makanan menuntut balik. Di sisi lain, yang ditraktir juga tenang karena nggak ada keharusan untuk memberikan makan atau traktir kembali. Jadi, ya, nggak malu dan nggak khawatir.

Baca Juga:

Rela Utang Koperasi Kantor demi Biaya Berobat Kucing yang Sudah seperti Keluarga, Saya Dicap Nggak Waras dan Bodoh

Nasib Dianggap Jadi Warga Kelas Menengah: Dianggap Banyak Uang, Tak Pernah Dapat Bantuan, tapi Hidupnya Justru Paling Sering Nelangsa

#3 Silaturahmi tetap terjaga dan tidak terputus karena utang

Sering terjadi di lapangan, orang yang tidak bisa membayar utang akhirnya merusak silaturahmi. Rusaknya silaturahmi terjadi karena yang berutang nggak tahu diri, malu, menghindari interaksi dan yang memberikan pinjaman frustrasi dan marah-marah ke orang yang berutang. 

Sementara, traktir makan minim dari potensi ribut-ribut dan drama yang menyebabkan hubungan renggang. Nggak ada risiko hubungan silaturahmi terputus, yang ada justru tetap terjaga dan tidak terputus. Orang yang ditraktir makan justru mengingat kebaikan setelah diberikan makan.

#4 Tetap dapat pahala dan lebih ikhlas

Terpenting, sebagai orang yang bayarin atau traktir makan, kita tetap dapat pahala karena jatuhnya adalah sedekah. Selain itu, rasanya juga lebih ikhlas dalam memberi, karena harta kita terpakai dengan jelas untuk traktir makan orang lain. Apalagi orang lain itu teman atau saudara.

Meski saya lebih memilih traktir makan, tetap perlu diingat, saya juga nggak bisa traktir makan setiap hari. Jadi, jika sudah ditraktir sekali, tandanya harus cari solusinya sendiri untuk cari uang tambahan, ya. Saya sudah bilang di alasan pertama, saya beri makan supaya bisa kenyang dan berpikir lebih jernih. Gunakan akal yang jernih itu.

Kalau bisa, jangan sampai utang kalau nggak urgent banget, ya, kawan-kawan. 

Penulis: Nasrulloh Alif Suherman
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 5 Jenis Utang Positif yang Perlu Kalian Tahu

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 14 November 2025 oleh

Tags: pahala sedekahtraktir makanUtang
Nasrulloh Alif Suherman

Nasrulloh Alif Suherman

Alumni S1 Sejarah Peradaban Islam UIN Jakarta. Penulis partikelir di selang waktu. Sangat menyukai sejarah, dan anime. Kadang-kadang membuat konten di TikTok @waktuselang.

ArtikelTerkait

Mengintip Kekayaan Pengusaha Kuliner Haidhar Wurjanto yang Katanya Supertajir Terminal Mojok

5 Jenis Kesalahan Pengusaha Pemula

2 April 2021
Pinjol Biaya Kuliah: Pemerintah yang Nggak Mampu dan Nggak Punya Malu

5 Sisi Positif Pinjol bagi Kehidupan: Semangat Membara Menghadapi Masalah Keuangan

29 Oktober 2022
Ironi Blora: Bukan Lumbung Pangan, tapi Jadi Lumbung Utang   cepu

Ironi Blora: Bukan Lumbung Pangan, tapi Jadi Lumbung Utang  

19 September 2024
debitur BI Checking fintech pinjol gagal bayar utang mojok

Daripada Ngutang ke Pinjol, Mending Pakai Pesugihan, Sama-sama Ngerinya kan?

13 Oktober 2021
4 Tips Menagih Utang kepada Mantan Pacar agar Tak Jadi Beban dalam Hati

4 Tips Menagih Utang kepada Mantan Pacar agar Tak Jadi Beban dalam Hati

22 April 2022
Joki Pinjol, Makelar Kesengsaraan yang Banyak Dicari Manusia Putus Asa

Joki Pinjol, Makelar Kesengsaraan yang Banyak Dicari Manusia Putus Asa dan Manusia yang Ngebet Terlihat Kaya

26 Januari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Profesi Quality Control: Salah Sedikit Dimaki, Benar Terus Dianggap Nggak Kerja

Profesi Quality Control: Salah Sedikit Dimaki, Benar Terus Dianggap Nggak Kerja

3 Juni 2026
Turunan Silayur Ngaliyan Semarang Momok Pengendara yang Perlu Segera Dibereskan Mojok.co

Turunan Silayur Ngaliyan Semarang Momok Pengendara yang Perlu Segera Dibereskan

5 Juni 2026
Bahaya di Gamping Sleman- Ketika Anak Muda Pesimis Hidup (Unsplash)

Bahaya yang Saya Lihat di Gamping Sleman: Ketika Anak Muda Pesimis dengan Kondisi Ekonomi dan Lari ke Judol Sebagai Pelampiasan

1 Juni 2026
Orang Salatiga vs Kabupaten Semarang Siapa yang Suka Bohong (Unsplash)

Salatiga Memang Dicap Numpang wisata Daerah Kabupaten Semarang, tapi Warga Kabupaten Semarang Lebih Parah karena Ngaku-ngaku dari Salatiga

31 Mei 2026
Di Balik Solo yang Syahdu Sehabis Hujan, Ada Ancaman yang Mengintai Pengguna Jalan Terminal

Di Balik Solo yang Syahdu Sehabis Hujan, Ada Ancaman yang Mengintai Pengguna Jalan

31 Mei 2026
Derita Di Balik Keindahan Brown Canyon Semarang: Kisah Warga yang Harus Berdamai dengan Truk Tronton dan Debu Tambang Mojok.co

Penderitaan Tinggal Dekat Tempat Wisata Brown Canyon Semarang, Warga (Terpaksa) Berdamai dengan Truk Tronton dan Debu Tambang

4 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.