Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

4 Hal yang Bikin Saya Kangen dengan Jepara, meski Saya Enggan untuk Balik Merantau ke Sana Lagi

Ratih Yuningsih oleh Ratih Yuningsih
31 Juli 2025
A A
Jepara Ketinggalan Zaman, tapi Warganya Tetap Bahagia mebel jepara

Jepara Ketinggalan Zaman, tapi Warganya Tetap Bahagia (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Bagi sebagian orang mungkin mengetahui Jepara karena tempat lahir RA Kartini dan daerah kekuasaan Ratu Sima yang bijaksana bertahta. Sebuah pengetahuan umum yang sejak SD sudah dipelajari. Terlebih, kisah RA Kartini diangkat menjadi film, membuat nama Jepara ikut terangkat.

Karena saya orangnya ini nggak suka nonton film dan udah lupa sama pelajaran SD, saya mengenal Jepara lewat grup WhatsApp Bursa Kerja Kursus milik sekolahku. Dalam grup itu memberikan beberapa informasi lowongan kerja dari berbagai perusahaan. Ada lowongan perusahaan ternama yang berada di Jabodetabek, ada juga perusahaan baru yang berada di Jepara.

Sebagai angkatan Corona season 2 di tahun 2021, saya sangat tertarik dengan lowongan kerja perusahaan yang ada di Jepara. Karena di grup WhatsApp loker tersebut diberikan embel-embel, “Langsung penempatan kerja, kos sudah dicarikan.” Saat itu saya sadar betul bahwa Corona mempersempit peluang kerja, jadi saya kerja di situ saja dulu.

Loker itu memang benar-benar ajaib. Saya langsung bekerja dengan jarak tak lebih dari seminggu dari psikotes dan interview. Saya yang fresh graduate sangat senang karena tidak sia-sia memutuskan jauh dari rumah ketika kasus pandemi yang kian meningkat.

Selama di Jepara saya pernah bekerja di dua pabrik dengan industri yang berbeda. Jika diakumulasikan, saya bekerja selama 2 tahun 5 bulan. Terakhir bekerja di bulan Juni 2024 dengan alasan resign yang cukup keren. Meskipun saat ini saya sudah bekerja di tempat yang lebih baik, ada beberapa hal yang bikin saya kangen Jepara.

Pakai bahasa Jawa campuran biar dianggap melokal di Jepara

Hal yang paling dikangenin tentunya interaksi dengan teman-teman. Memakai Bahasa Jawa campuran, bukan dicampur dengan Bahasa Indonesia atau Inggris, melainkan Bahasa Jawa campuran dari daerah Kudus, Pati, Jepara dan Ngapak. Maklum, terlalu banyak orang dari berbagai daerah membuat bahasa sehari-hari jadi tabrakan.

Yang paling saya kangenin adalah ngomong “He’e” ketika saya sepakat dengan omongan orang lain. Kosakata ini berasal dari Jepara, kata ini jika diartikan ke Bahasa Indonesia berarti iya. Saya juga kangen menggunakan embel-embel “nem” yang diartikan sebagai punyamu, kalau dalam bahasa Inggris berarti your. Kata ini berasal dari Pati, contohnya ketika bertanya kepemilikan pulpen seperti ini, “Iki pulpenem?”

Saya yang orang Banyumas jarang ngomong Ngapak di Jepara karena takut kena bully. Saat saya menggunakan Bahasa Ngapak, lawan bicara tidak langsung menjawab pertanyaanku. Mereka malah ketawa karena logatku yang katanya lucu.

Baca Juga:

Orang Pantura Adalah Orang Paling Tabah, Mereka Paling Kuat Menghadapi Kesengsaraan karena Banjir

Tradisi Aneh Kondangan di Daerah Jepara yang Sudah Saatnya Dihilangkan: Nyumbang Rokok Slop yang Dianggap Utang

Horok-horok, makanan yang lahir dari sejarah

Saya yakin banyak orang yang tidak tahu apa itu horok-horok karena makanan satu ini hanya ada di Jepara. Makanan ini merupakan sumber karbohidrat pengganti nasi pada saat penjajahan Jepang. Terbuat dari tepung pohon aren atau sagu dengan tampilan putih pucat dan berbentuk butiran kecil-kecil yang kenyal.

Horok-horok sendiri rasanya hambar, baru akan terasa enak jika dimakan bersama lauk seperti bakso, pecel atau sate kikil.

Makanan Jepara yang serba murah

Di Jepara banyak sekali makanan yang dijual dengan harga murah. Seperti sate kikil sapi yang dijual Rp500 rupiah saja per tusuknya. Nasi kuning Rp3000 yang bisa dijadikan pilihan untuk sarapan. Serta pilihan ayam geprek yang penjualannya begitu sengit. Bagaimana nggak sengit, jarak antar pedagang geprek yang satu dengan lainnya paling berjarak cuma 200 meter saja. Membuat saya nggak pernah kebingungan mau makan apa.

Pulau Panjang, tempat terbaik untuk menikmati sunrise dan sunset

Jepara merupakan kabupaten yang terletak di ujung selatan Jawa Tengah berbatasan langsung dengan Laut Jawa. Jepara memiliki beberapa pantai dengan ombak yang menenangkan. Serta memiliki beberapa pulau kecil yang dijadikan sebagai tempat wisata, yaitu Pulau Panjang dan Pulau Karimun Jawa.

Meskipun Pulau Karimun Jawa sudah pasti apik, tapi saya lebih kangen sama Pulau Panjang. Alasannya cukup sederhana, yaitu karena saya baru pernah ke Pulau Panjang saja. Saya kangen camping di sana, menonton sunset dan sunrise dengan menikmati terpaan angin laut. Saya sudah pernah membahas tentang Pulau Panjang Jepara di artikel sebelumnya. 

Jepara memang ngangenin, tapi bukan berarti harus balik merantau lagi ke sana. Padahal ya nggak salah juga kalau mau balik ke sana, karena banyak perusahaan yang menjadikan pekerjanya karyawan tetap setelah melewati training 3 bulan. Tapi, yang enggan buat saya merantau di sana adalah upah yang saya dapatkan.

Meskipun sekarang banyak pabrik di Jepara yang menggunakan UMSK sebagai pembayaran gaji pokok. Hal ini berarti gaji yang didapatkan karyawan lebih tinggi dari UMK Jepara yang berlaku. Namun tetap saja, Jepara itu bagian dari Jawa Tengah yang memiliki UMK paling rendah dari daerah di Jawa yang lainnya. Sangat sayang jika masa mudaku dibayar dengan upah yang sedikit. Itulah sebabnya saya enggan balik ke sana, meskipun teramat kangen.

Penulis: Ratih Yuningsih
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Jepara Ketinggalan Zaman, tapi Warganya Tetap Bahagia

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 31 Juli 2025 oleh

Tags: jeparapulau panjangumk jepara
Ratih Yuningsih

Ratih Yuningsih

Seorang perempuan petualang yang menjadikan dunia sebagai buku bacaannya. Memiliki mimpi besar untuk menjejaki setiap sudut bumi, demi mengumpulkan fragmen kehidupan dan membagikan cerita yang mampu menyatukan hati setiap penghuninya

ArtikelTerkait

Nestapa Buruh Gaji UMK Jepara: Gaji Habis buat Bayar Cicilan, Dipenuhi Rasa Bersalah

Nestapa Buruh Gaji UMK Jepara: Gaji Habis buat Bayar Cicilan, Dipenuhi Rasa Bersalah

6 Agustus 2025
ratu kalinyamat jepara perang portugis mojok

Ratu Kalinyamat, Sosok Pemberani dari Jepara

21 September 2020
Nelangsa Warga Perbatasan: Dianggap Demak, Nyatanya Lebih Akrab dengan Jepara

Nelangsa Jadi Warga Perbatasan: Dianggap Demak, Nyatanya Lebih Akrab dengan Jepara

5 Mei 2025
Jepara Adalah Kota Ukir, Kota yang Ahli Memahat Indah kecuali Masa Depan Warganya

Jepara Adalah Kota Ukir, Kota yang Ahli Memahat Indah kecuali Masa Depan Warganya

26 Desember 2025
Jepara, Cukup Mebel Saja yang Diukir, Aspalnya Nggak Perlu "Diukir", tapi Diperbaiki!

Jepara, Cukup Mebel Saja yang Diukir, Aspalnya Nggak Perlu “Diukir”, tapi Diperbaiki!

26 September 2024
3 Alasan Demak Kalah Tenar Dibanding Kabupaten di Sekelilingnya

3 Alasan Demak Kalah Tenar Dibanding Kabupaten di Sekelilingnya

11 Maret 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

8 Dosa Penjual Kue Pukis yang Mengecewakan Pembeli (Danangtrihartanto - Wikimedia Commons)

8 Dosa Penjual Kue Pukis yang Sering Disepelekan Penjual dan Mengecewakan Pembeli

30 Januari 2026
Kuliah di UT Sudah Paling Benar, Belajarnya Nggak Instan tapi Terstruktur dan Nggak Bikin Manja

Kuliah di UT Sudah Paling Benar, Belajarnya Nggak Instan tapi Terstruktur dan Nggak Bikin Manja

29 Januari 2026
Tiga Tradisi Madura yang Melibakan Sapi Selain Kèrabhan Sapè yang Harus Kalian Tahu, Biar Obrolan Nggak Itu-Itu Aja

4 Pandangan Norak Orang Luar Madura tentang Orang Madura yang Perlu Diluruskan

29 Januari 2026
5 Stereotip Kebumen yang Sebenarnya Nggak Masuk Akal, tapi Terlanjur Dipercaya Banyak Orang Mojok.co

5 Stereotip Kebumen yang Sebenarnya Nggak Masuk Akal, tapi Terlanjur Dipercaya Banyak Orang

31 Januari 2026
4 Usaha Paling Cuan di Desa yang Bisa Dilakukan Semua Orang Mojok.co

4 Usaha Paling Cuan di Desa yang Bisa Dilakukan Semua Orang

31 Januari 2026
5 Menu Seasonal Indomaret Point Coffee yang Harusnya Jadi Menu Tetap, Bukan Cuma Datang dan Hilang seperti Mantan

Tips Hemat Ngopi di Point Coffee, biar Bisa Beli Rumah kayak Kata Netijen

3 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Saat Musik Analog Bukan Lagi Barang Jadul yang Bikin Malu, tapi Pintu Menuju Kenangan Masa Lalu bagi Pemuda di Jogja
  • Salah Kaprah tentang Kerja di Surabaya, “Tipuan” Gaji Tinggi dan Kenyamanan padahal Harus Tahan-tahan dengan Penderitaan
  • Mitos dan Pamali adalah Sains Tingkat Tinggi yang Dikemas dalam Kearifan Lokal, Bisa Menjadi Peringatan Dini Bencana
  • Cabut dari Kota Tinggalkan Perusahaan demi Budidaya Jamur di Perdesaan, Beberapa Hari Raup Jutaan
  • Masturbasi di KRL dan TransJakarta: Maskulinitas Kota dan Tubuh yang Terjepit di Ruang Publik
  • Ngekos Bareng Sepupu yang Masih Nganggur Itu Nggak Enak: Sangat Terbebani, tapi Kalau Mengeluh Bakal Dianggap “Jahat”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.