Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Gadget

Pengalaman Saya Menelusuri iPhone yang Dijambret: Tidak Semudah Film Spionase!

Raden Muhammad Wisnu oleh Raden Muhammad Wisnu
29 April 2025
A A
Pengalaman Saya Menelusuri iPhone yang Dijambret: Tidak Semudah Film Spionase!

Pengalaman Saya Menelusuri iPhone yang Dijambret: Tidak Semudah Film Spionase!

Share on FacebookShare on Twitter

Pengalaman saya menelusuri iPhone yang dijambret bikin saya sadar bahwa ternyata melacak penjahat itu nggak seseru dan semudah film action

Beberapa hari yang lalu, selepas maghrib, teman kuliah saya menelepon saya dan langsung berkata, “Di rumah gak? HP aing dijambret, hayu ikut!”

Tanpa mikir panjang, saya langsung mengiyakan, bersiap-siap (meski hanya memakai jaket, celana pendek serta sandal) dan pergi bersamanya. Begini kisahnya.

Kronologis kejadian

Pada hari Minggu pagi, teman saya ini kerja sampingan sebagai fotografer lepas di salah satu event lari di Kota Bandung. Ia sudah bersiap-siap di lokasi, tepatnya di Jl. Asia Afrika Kota Bandung pada pukul lima pagi. Saat itu (pukul 05.30), peserta event lari belum ada yang lewat ke Jl Asia Afrika, makanya teman saya inisiatif untuk membuka iPhone miliknya untuk melihat rute lari. Tiba-tiba, dalam hitungan sepersekian detik, iPhone-nya dijambret begitu saja.

Teman saya sempat nge-freeze beberapa detik sebelum sadar dengan apa yang terjadi. Begitu sadar ia baru saja dijambret, ia berupaya mengejar penjambret yang berjumlah dua personil tersebut sambil meneriakinya dan berupaya minta tolong pada orang di sekitarnya.

Namun apa daya, teman saya gak punya kekuatan lari super seperti Flash. Saat itu pun masih pagi buta sehingga jalanan Asia Afrika benar-benar sepi sehingga penjambret tersebut kabur menuju arah Alun-Alun Kota Bandung.

Singkat cerita, waktu pun lompat ke maghrib hari, saat saya muncul untuk memberikan bantuan moril padanya. Saya menemaninya ke Polrestabes Bandung untuk melaporkan penjambretan iPhone tersebut pada polisi.

Sejak pagi hingga sore hari, teman saya ini sudah menuju customer service dari provider sim cardnya untuk memblokir nomor iPhone yang hilang sekaligus meminta sim card yang baru. Ia pun sudah melakukan pemblokiran seluruh nomor rekening yang ia miliki, mengganti password email, M-Banking, hingga seluruh laman media sosial miliknya, dan berupaya menjelaskan kronologis ini pada polisi agar laporannya bisa diproses.

Baca Juga:

Kebohongan Pengguna iPhone yang Membuat Android Dianggap Murahan

Android Bikin Saya Jadi Minoritas dan Dikucilkan, tapi Saya Bersyukur Bebas Utang dengan Tidak Memaksakan Diri Membeli iPhone

Polisi ternyata tidak bisa menggeledah begitu saja tanpa surat pengadilan

Setelah membereskan segala urusan administrasi, saya dan teman saya ini sempat mengintip aplikasi Find My iPhone. Rupanya, beberapa menit yang lalu, iPhone miliknya sempat terdeteksi di Jl. Ancol Kota Bandung, namun kembali tidak aktif. Setengah jam setelahnya, terdapat notifikasi baru yang menunjukkan bahwa iPhone miliknya terdeteksi di Jl. Maleer Kota Bandung dengan indikator baterai yang bertambah. Artinya, pelaku penjambretan ini sempat ngecas iPhone ini dong?

Saat sedang membuat laporan, datang seorang teteh-teteh yang merupakan salah satu peserta event lari tadi pagi yang juga kehilangan handphone. Ia kehilangan handphone saat membuat konten video lari di event tersebut. Ada juga beberapa orang teteh-teteh lainnya yang juga kehilangan dompet saat lagi jalan-jalan di Braga. Kami pun sempat berbincang dengan teteh-teteh peserta event lari tadi.

Saya dan teman saya ini pun bertanya ke bapak polisi, “Pak, di aplikasi Find My iPhone pelakunya terdeteksi di sini. Bapak bersediakah membantu kami untuk mendatangi lokasi ini?”

Namun pak polisi yang baik hati ini mengucapkan kata maaf pada kami. Intinya, polisi tak bisa serta merta mendatangi lokasi tersebut dan melakukan penggeledahan, kecuali ada surat perintah dari pengadilan. Surat perintah pengadilan pun terbitnya bisa sangat lama. Sekalipun surat perintah pengadilan sudah terbit, polisi belum tentu bisa menemukan iPhone tersebut meski titiknya sudah akurat karena bisa saja iPhone tersebut disembunyikan di loteng, di dalam kloset, maupun di dalam septic tank. Kira-kira seperti itulah.

Tentu, saya kecewa mendengarkan penjelasan pak polisi tersebut. Namun saya menghargai penjelasan beliau karena itulah hukum perundangan yang berlaku di negara ini. Setelah mendengar penjelasan beliau, saya pun mengucapkan terimakasih dan berpamitan.

CCTV pun nggak bisa diandalkan!

Sebelum pulang, saya dan teman saya inisiatif untuk mengunjungi Bandung Command Center yang terletak di Kantor Wali Kota Bandung, seberang Polrestabes Bandung dengan tujuan untuk melihat rekaman CCTV Jl. Asia Afrika Kota Bandung berbekal surat dari Polrestabes Bandung yang baru saja terbit.

Petugas Bandung Command Center yang lagi piket segera sigap membantu kami. Rekaman CCTVnya pun ketemu, namun tidak bisa diandalkan karena posisi CCTV yang backlight serta resolusinya yang kurang tajam. Plat nomor pelaku penjambret pun tidak jelas terlihat karena terhalang kilauan cahaya lampu PJU di sekitarnya. Sial!

Jadinya, kami hanya pulang dengan hasil cetakan foto CCTV yang resolusinya kurang tajam itu, dan dengan petunjuk bahwa pelaku penjambretan menggunakan Yamaha Mio warna merah.

Nekad mendatangi titik pada apps Find My iPhone

Berbekal petunjuk “Yamaha Mio merah”, saya dan teman saya nekad mendatangi titik yang ditunjukan aplikasi Find My iPhone yang ternyata merujuk pada sebuah bangunan kosan. Di dalamnya memang ada motor matic berwarna merah, namun plat nomornya berwarna hitam, sedangkan “Yamaha Mio merah” yang ada dalam rekaman CCTV berwarna putih.

Titiknya memang sudah benar, namun kami berdua tidak mungkin masuk ke dalam kosan kemudian menggeledah ruangannya satu persatu bukan? Nanti jatuhnya fitnah. Nanti jatuhnya perbuatan tidak menyenangkan. Makanya kami akhirnya memutuskan pulang sambil memikirkan jalan keluar yang terbaik, seperti kembali datang keesokan harinya dengan berusaha mediasi dengan RT/RW setempat atau pemilik kosan misalnya

Keesokan harinya, rencana tersebut tampaknya pupus, karena aplikasi Find My iPhone menunjukkan bahwa iPhone teman saya ini sudah berpindah lokasi, tepatnya di ITC Kebon Kalapa yang merupakan salah satu pusat jual beli elektronik yang ada di Kota Bandung.

Artinya, meski iPhone tersebut sudah di-lock, kemungkinan besar iPhone tersebut sudah dijual di sana, meski berbentuk batangan tanpa kardus dan tanpa bisa di-lock sama sekali. Mungkin dijual sparepartnya saja, berbentuk LCD atau komponen lain di dalamnya?

Melacak iPhone bikin saya merasa seperti Ethan Hunt, tapi…

Malam itu, saya betul-betul tegang. Saya merasa seperti Ethan Hunt dalam franchise Mission: Impossible yang berupaya mengambil dokumen berharga yang diambil agen pemerintah negara lain. Namun ketika sudah mendatangi titik di apps Find My iPhone, kita gak berani mendobrak lokasi tersebut atas berbagai pertimbangan yang sudah saya ceritakan di atas. Memang nggak semudah di film-film ternyata!

Sebagai penutup, izinkan saya mengutip perkataan Almarhum Bang Napi dalam program kriminal Sergap RCTI, “Kejahatan terjadi bukan hanya karena ada niat pelakunya, tetapi juga karena adanya kesempatan. WASPADALAH! WASPADALAH!!”, selalu berhati-hati di tempat umum! Jangan sembarangan main HP, dan kalau lagi lari, simpan aja HP di running belt kalian, dan jangan nekat ngonten!

Penulis: Raden Muhammad Wisnu
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Meninggalkan iPhone dan Pindah Sepenuhnya ke Android Adalah Langkah yang Tepat karena Saya Jadi Lebih Produktif ketika Bekerja

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 29 April 2025 oleh

Tags: find my iphoneiphonepenjambretan
Raden Muhammad Wisnu

Raden Muhammad Wisnu

Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung yang bekerja sebagai copywriter. Asal dari Bandung, bercita-cita menulis buku. Silakan follow akun Twitternya di @wisnu93 atau akun Instagram dan TikToknya di @Rwisnu93

ArtikelTerkait

Derita Users Android, Nggak Pakai iPhone Terbaru eh Dikucilkan (Unsplash)

Android Bikin Saya Jadi Minoritas dan Dikucilkan, tapi Saya Bersyukur Bebas Utang dengan Tidak Memaksakan Diri Membeli iPhone

8 Desember 2025
Rekomendasi HP Berdasarkan Gaji, Mulai dari Gaji di Bawah UMR hingga Gaji Haram

Rekomendasi HP Berdasarkan Gaji, Mulai dari Gaji di Bawah UMR hingga Gaji Haram

25 Januari 2025
kain lap apple

Kain Lap Apple Beneran Mantap, Percaya Aja Dulu

17 November 2021
Jasa Screenshot iPhone, Bisnis yang Lebih Nyeleneh dari Sewa iPhone dan Nyelenehnya Lagi, Saya Ikutan Nyoba android

Setelah 3 Tahun Pakai iPhone, Saya Paham Kenapa Remaja Lebih Memilih iPhone ketimbang Android

29 Maret 2024
7 Fitur Baru Apple di iOS 15.4 yang Terasa Nggak Guna Terminal Mojok.co

7 Fitur Baru Apple di iOS 15.4 yang Terasa Nggak Guna

18 Maret 2022
Ribet Pakai iPhone, Setelah 5 Bulan Saya Memilih Pakai Android Lagi

Ribet Pakai iPhone, Setelah 5 Bulan Saya Memilih Pakai Android Lagi

6 Mei 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jembatan Ngancar Klaten Akhirnya Direnovasi, Hidup Warlok Tak Lagi Waswas, Bakal Lebih Waras Mojok.co

Jembatan Ngancar Klaten Akhirnya Direnovasi, Hidup Warlok Tak Lagi Waswas, Bakal Lebih Waras

3 Juni 2026
5 Kuliner Semarang yang Namanya Nyeleneh dan Kerap Mengecoh Wisatawan Mojok.co

5 Kuliner Semarang yang Namanya Nyeleneh dan Kerap Mengecoh Wisatawan 

4 Juni 2026
6 Alasan Kebumen Lebih Menarik daripada yang Terlihat di Brosur dan Dibayangkan Banyak Orang Mojok.co

6 Alasan Kebumen Lebih Menarik daripada yang Terlihat di Brosur dan Dibayangkan Banyak Orang

7 Juni 2026
Kesamaan Prinsip From Doubter to Believer Liverpool & Tekkadan (Unsplash)

Liverpool dan Tekkadan Punya Kesamaan, Sama-sama Memegang Prinsip: From Doubter to Believer

3 Juni 2026
5 Rahasia yang Perlu Diketahui sebelum Membuka Warung Madura, Eksklusif dari Juragannya Langsung

Warung Madura Terlalu Percaya Diri, padahal Warung Tetangga Bisa Menggulingkannya Kapan Saja

6 Juni 2026
Kebiasaan di Hajatan Pedesaan yang Nggak Masuk Akal kondangan jawa tengah

Orang yang Menggelar Hajatan hingga Menutupi Jalan Umum Patut Dibenci, Bikin Susah!

7 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.