Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Stasiun Tugu Jogja Pilih Kasih: Pintu Timur Makin Bagus, Pintu Selatan Tetap Semrawut

Noor Annisa Falachul Firdausi oleh Noor Annisa Falachul Firdausi
2 September 2024
A A
Stasiun Tugu Jogja Pilih Kasih: Pintu Timur Makin Bagus, Pintu Selatan Dibiarkan Tetap Semrawut

Stasiun Tugu Jogja Pilih Kasih: Pintu Timur Makin Bagus, Pintu Selatan Dibiarkan Tetap Semrawut (CEphoto via Wikimedia Commons)

Share on FacebookShare on Twitter

Sebaiknya Stasiun Tugu Jogja nggak cuma mempercantik Pintu Timur, Pintu Selatan juga perlu diperhatikan…

Sebagai penghubung antardaerah, stasiun memegang peranan penting dalam memudahkan akses bagi wisatawan, perantau, dan pemudik yang akan pulang-pergi. Selain menjadi saksi bisu atas kerelaan dan ucapan selamat tinggal, stasiun pun merekam kebahagiaan bagi mereka yang pulang dan kembali ke rengkuhan keluarga.

Di antara tiga stasiun utama di Jogja, Stasiun Tugu menjadi yang paling ramai. Bukan hanya lokasinya yang paling dekat dengan tempat wisata terpopuler, Malioboro, tetapi juga karena kereta ekonomi, eksekutif, maupun bisnis memang menaikturunkan penumpang di sini. Berbeda lagi dengan dua stasiun lain, yaitu Stasiun Lempuyangan dan Stasiun Wates, yang nggak begitu banyak “menerima” kereta api eksekutif.

Mengingat statusnya yang menjadi pintu utama para pendatang dan pintu terakhir para perantau, Stasiun Tugu Jogja sering bersolek. Menata stasiun jadi lebih apik dan cantik memang bagus. Apalagi bagi wisatawan sekaligus keluarga yang mengantarkan sanak saudara, wajib hukumnya berfoto di Stasiun Tugu untuk mengabadikan momen. Tapi, Stasiun Tugu ini pilih kasih karena yang dibenahi hanya Pintu Timur.

Pintu Timur Stasiun Tugu Jogja terlalu sering direnovasi

Pintu Timur Stasiun Tugu berlokasi di Jalan Margo Mulyo atau Jalan Pangeran Mangkubumi. Biasanya pintu ini hanya untuk keberangkatan. Sepertinya pintu ini memang dikhususkan untuk keberangkatan agar calon penumpang bisa menikmati kecantikannya sebelum berangkat.

Keelokan Pintu Timur ini sebenarnya nggak abadi. Ia sangat sering diubah dan direnovasi, atau dalam bahasa KAI, di-beautifikasi. Masalahnya, perbaikan di Pintu Timur ini dilakukan untuk hal yang nggak penting.

Beberapa waktu lalu, warga Jogja sempat dibuat heran karena tiba-tiba saja font tulisan “Jogjakarta” yang terpampang di dinding pintu masuk diubah. Perubahan font ini dinilai merusak estetika karena membuat Stasiun Tugu Jogja tampak nggak klasik. Dan entah kenapa aspirasi ini langsung dieksekusi, kayak nggak ada protes yang lain. Nggak makan waktu lama, font-nya sudah kembali seperti semula. Bahkan tulisan yang sebelumnya berbunyi “Jogjakarta” ikut diubah menjadi “Yogyakarta”.

Pintu Timur juga kerap didekorasi sesuai dengan acara atau hari besar tertentu. Misalnya saja saat Hari Natal tahun 2023 lalu, Pintu Timur dihias seolah-olah ia adalah kado natal. Lalu saat bulan Ramadan, terasa pula vibes bulan puasa di Pintu Timur berkat dekorasinya.

Baca Juga:

Terima kasih Gresik Sudah Menyadarkan Saya kalau Jogja Memang Bukan Tempat Sempurna untuk Bekerja

Kulon Progo, Tempat Terbaik untuk Slow Living di Jogja

Dua tahun yang lalu, Pintu Timur pun pernah dihiasi dengan ornamen-ornamen khas Jawa. Sekarang ornamen-ornamen tersebut telah hilang, digantikan oleh ubin dan kanopi hijau bolong-bolong yang memang harus diakui terlihat estetik. Tapi entahlah nanti kalau musim hujan tiba. Kanopinya nggak bisa dipakai berteduh. Belum lagi ubinnya tampak mengancam untuk membuat orang terpeleset.

Berbeda nasib dengan Pintu Selatan yang semrawut

Saking seringnya direnovasi, saya sampai nggak bisa memastikan Pintu Timur Stasiun Tugu Jogja sedang berdandan sebagai apa. Justru yang bikin saya kecewa adalah kenapa anggaran sebanyak itu malah dipakai buat mempercantik yang sudah cantik? Kenapa nggak dipakai untuk memperbaiki hal yang sudah parah? Hal yang sudah parah ini maksudnya adalah Pintu Selatan.

Selain Pintu Timur, Stasiun Tugu Jogja juga memiliki Pintu Selatan yang bertempat di Jalan Pasar Kembang. Pintu Selatan lebih memiliki banyak fungsi karena ia menerima kedatangan dan keberangkatan. Ia juga lebih ramai karena tempat parkir motor dan mobil ada di sisi selatan stasiun.

Tapi Pintu Selatan diperlakukan layaknya anak tiri. Boro-boro didandani sesering Pintu Timur, ia bahkan dibiarkan semrawut. Tiap hari ia menyaksikan bus, becak, ojek online, bahkan kendaraan pengantar berhenti secara sembarangan di Jalan Pasar Kembang.

Pintu Selatan Stasiun Tugu Jogja juga kerap melihat penumpang-penumpang yang kebingungan karena tempat ID check, scan kartu, loket, dan titik keberangkatan kereta api jarak jauh, kereta bandara, dan commuter line yang berbeda-beda. Belum lagi Pintu Selatan ikut pusing menonton penumpang yang duduk ngemper sambil menatap mobil yang pick up dan drop off tapi ngetem terlalu lama.

Terkadang Pintu Selatan juga ikut mengelus dada ketika terowongan yang menjadi jalan pintas ke jalur 5 ditutup. Ini pasti membuat penumpang harus ambil jalan dengan menyeberangi rel dan lompat antara satu kereta dengan kereta lain.

Padahal Pintu Selatan lebih banyak diakses penumpang

Dari segi estetika, Pintu Selatan Stasiun Tugu Jogja nggak ada estetik-estetiknya blas. Nggak ada tempat buat foto-foto. Lahan di depannya digunakan sebagai jalur mobil yang mau pick up dan drop off. Mau nyebrang aja kadang susah, apalagi mau foto-foto di dekat lokomotif yang dipajang di depan Pintu Selatan. Pintu Selatan juga nggak pernah merasakan yang namanya didekorasi sedemikian rupa seperti Pintu Timur.

Padahal Pintu Selatan itu jauh lebih banyak diakses, baik oleh penumpang yang baru turun dari kereta maupun calon menumpang yang akan berangkat. Sikap pilih kasih yang ditunjukkan dari perbedaan perlakuan antara Pintu Timur dan Pintu Selatan ini mengecewakan sekali. Daripada buang-buang duit untuk memperbaiki hal yang nggak penting di Pintu Timur, mending dibuat untuk menghilangkan kesemrawutan Pintu Selatan. Kan banyak tuh yang bisa diurus.

Penulis: Noor Annisa Falachul Firdausi
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Bantul Nggak Cuma Berisi Gondes, (Dulu) Ada Banyak Stasiun Kereta di Sini.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 2 September 2024 oleh

Tags: Jogjastasiun keretaStasiun TuguStasiun Tugu Jogja
Noor Annisa Falachul Firdausi

Noor Annisa Falachul Firdausi

Alumnus UGM asal Yogyakarta yang lagi belajar S2 Sosiologi di Turki

ArtikelTerkait

Jogja dan Lamongan Itu Saudara Kembar: Sama-sama Punya Masalah Upah Rendah, dan Sama-sama Susah Jadi Pemimpin!

Jogja dan Lamongan Itu Saudara Kembar: Sama-sama Punya Masalah Upah Rendah, dan Sama-sama Susah Jadi Pemimpin!

14 Juni 2025
4 Alasan Surabaya Nggak Bisa Diromantisasi Layaknya Jogja Terminal Mojok.co

4 Alasan Surabaya Nggak Bisa Diromantisasi Layaknya Jogja

19 Mei 2022
Tips Pulang Malam agar Selamat dari Klitih di Bumi Romantis Bernama Jogja terminal mojok.co

Tips Pulang Malam agar Selamat dari Klitih di Bumi Romantis Bernama Jogja

11 November 2020
Jalan Solo-Jogja, Jalan Paling Monoton dan Bikin Ngantuk

Jalan Solo-Jogja, Jalan Paling Monoton dan Bikin Ngantuk

20 September 2024
4 Rekomendasi Tempat Menyendiri di Jogja yang Cocok untuk Orang Intovert Terminal Mojok

4 Rekomendasi Tempat Menyendiri di Jogja yang Cocok untuk Orang Introvert

17 Agustus 2022
7 Destinasi Wisata Bantul yang Nggak Spesial dan Cukup Dikunjungi Sekali Seumur Hidup Mojok.co

7 Destinasi Wisata Bantul yang Nggak Spesial dan Cukup Dikunjungi Sekali Seumur Hidup

24 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Naik Bus Sinar Mandiri Mulya Rembang-Semarang Mengancam Nyawa, Armada Reyot dan Sopir Ugal-ugalan Mojok.co

Bus Sinar Mandiri Mulya Rembang-Semarang Mengancam Nyawa, Armada Reyot dan Sopir Ugal-ugalan

1 April 2026
Toyota Kijang Super, Mobil Tua Bangka yang Menolak Mati Mojok.co

Toyota Kijang Super, Mobil Tua Bangka yang Menolak Mati

31 Maret 2026
Kembaran Bukan Purwokerto, Jangan Disamakan

Iya Saya Tahu Purwokerto Itu Kecamatan Bukan Kota, tapi Boleh Nggak Kita Santai Saja?

28 Maret 2026
Kelebihan dan Kekurangan Cicilan Emas yang Harus Kamu Ketahui sebelum Berinvestasi

Dilema Investasi Emas Bikin Maju Mundur: Kalau Beli, Takut Harganya Turun, kalau Nggak Beli, Nanti Makin Naik

30 Maret 2026
Makanan Malang yang Membuat Saya sebagai Perantau Kecewa, Sebaiknya Jangan Pasang Ekspektasi Ketinggian Mojok.co

Makanan Malang yang Bikin Pendatang seperti Saya Kecewa, Memang Sebaiknya Jangan Pasang Ekspektasi Ketinggian

1 April 2026
Merantau ke Malang Menyadarkan Saya Betapa Payah Hidup di Bojonegoro Mojok.co

Merantau ke Malang Menyadarkan Saya Betapa Payah Hidup di Bojonegoro

28 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Mencintai Musik Underground di Madura: Merayakan Distorsi di Tengah Kepungan Dangdut
  • Ambisi Beli Mobil Keluarga sebelum Usia 30, Setelah Kebeli Tetap Gagal Senangkan Ortu dan Jadi Pembelian Sia-sia
  • Gelar Siswa Terpintar Tak Berarti buat Kuliah UB, Terdampar di UIN Malah Jadi Mahasiswa Goblok, Nyaris DO dan Lulus Tak Laku Kerja
  • Vario 160 Adalah Motor Buruk Rupa yang Menyalahi Kodrat Motor Honda, tapi Sejauh Ini Menjadi Matik Terbaik yang Tahan Siksaan
  • Resign dari Perusahaan Bergaji 3 Digit di Luar Negeri karena Tak Merasa Puas, Kini Memilih Kerja “Sesuai Passion” di Kampung Halaman
  • Punya Rumah Besar di Desa: Simbol Kaya tapi Percuma, Terasa Hampa dan Malah Iri sama Kehidupan di Rumah Kecil-Sekadarnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.