Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Baca Di Tebet, Tempat Menepi dan Menyepi dari Kebisingan Tebet yang Kian Nggak Masuk Akal

Muhamad Iqbal Haqiqi oleh Muhamad Iqbal Haqiqi
1 Juli 2024
A A
Baca Di Tebet, Tempat Menepi dan Menyepi dari Tebet yang Bising Mojok.co

Baca Di Tebet, Tempat Menepi dan Menyepi dari Tebet yang Bising (bacaditebet.id)

Share on FacebookShare on Twitter

Baca Di Tebet wajib dikunjungi kalau kalian ingin melihat sisi lain dari Tebet yang berisik. 

Tebet adalah salah satu kecamatan di Jakarta Selatan. Bisa dibilang, Tebet termasuk kawasan yang sangat bising. Tiga tahun hidup di kawasan ini membuat saya merasakan bagaimana Tebet adalah representasi sebuah distrik yang tidak pernah tidur.

Orang-orang di dalamnya terus beraktivitas dan saling berinteraksi. Mereka meramaikan tiap warung bubur ayam atau STMJ pinggir jalan, memenuhi lapak-lapak pedagang kaki lima, dan bercakap-cakap di cafe-cafe yang jumlahnya hingga ratusan. Apalagi, Tebet punya ruang terbuka Tebet Eco Park yang jadi langganan destinasi warga yang datang dari berbagai kawasan di Jabodetabek.

Mungkin, satu-satunya momen Tebet tampak membisu adalah ketika musim mudik Lebaran. Saat itu, kondisi Tebet begitu sepi dengan toko, warung, dan cafe-cafe yang tutup. Selebihnya, Tebet seperti biduan yang terus berdendang siang dan malam.

Tempat “melarikan diri” dari Tebet yang bising

Di tengah Tebet yang bising, ada satu tempat yang menawarkan alternatif suasana sunyi bernama Baca Di Tebet. Lokasi pastinya berada di Jalan Tebet Barat Dalam Raya No 29. Baca Di Tebet buka tiap hari Selasa hingga Sabtu. Pada hari Selasa hingga Kamis, perpustakaan ini buka pada pukul 10.00-18.00 WIB dan Jumat-Sabtu pukul 12.30-20.30 WIB.

Terdiri dari dua lantai, Perpustakaan ini terletak di lantai dua dengan dua jenis ruangan, yaitu ruang temu (ruang utama yang biasa digunakan sebagai acara workshop) dan ruang baca yang terletak di samping ruang temu. Di ruang baca, pengunjung bisa membaca dan mengerjakan sesuatu secara lebih private dan intim. Para penjaga juga memperbolehkan pengunjung untuk membawa minuman dan makanan.

Sosok di balik kelahiran Baca Di Tebet

Perpustakaan ini merupakan swadaya pribadi dari sosok Wien Muldian dan Kanti W. yang sama-sama menyukai buku. Keinginan membuka perpustakaan publik ini bermula ketika Wien Muldian dan Kanti W. bertemu dan berkenalan dalam sebuah komunitas kepenulisan. Setelah melalui diskusi yang panjang, keduanya pun bersepakat untuk membangun sebuah perpustakaan kecil pada tahun 2018 dengan diisi buku-buku dari koleksi pribadi mereka. Bangunan dari perpustakan tersebut juga berasal dari kontribusi pribadi sosok Kanti.

Para pendirinya itu percaya bahwa untuk merawat pikiran dan pengetahuan, dibutuhkan proses membaca yang tidak hanya dilakukan secara individu, tapi juga kolektif. Tentu dengan suasana yang tenang dan mendukung.

Baca Juga:

Hal-Hal yang Nggak Saya Sukai dari Kebayoran Baru Jaksel, Banyak Kecoak Geprek hingga Pengemis Nodong QRIS

Derita Orang Pasar Rebo, Jauh dari Jakarta Bagian Mana pun, Malah Lebih Dekat ke Depok!

Baca di Tebet kemudian terus berkembang dengan ratusan buku donasi yang masuk tiap tahunnya. Hingga saat ini, Baca di Tebet telah memiliki sekitar 26 ribu koleksi buku dari berbagai bahasa. Uniknya, ketika berkunjung ke perpustakaan ini, pengunjung gak jarang menemukan berbagai buku asing keluaran tahun-tahun jadul yang sudah langka di pasaran.

Tempat yang nyaman

Beberapa kali mengunjunginya, Baca di Tebet memang jadi hidden gem bagi siapapun yang butuh ketenangan. Saya biasanya ke sini tiap hari Sabtu untuk sekadar membaca buku atau mencari ketenangan di tengah kesibukan hidup di Jakarta. Menikmati malam minggu bersama aroma buku ditemani dengan beberapa biji kacang almond yang dikunyah sambil membaca buku novel-novel jaman dulu. Karya terjemahan dari Jepang seperti milik Murakami, Keigo Higashino, atau Toshikazu Kawaguchi juga bisa ditemukan di sini.

Kondisi ruangan di dalamnya pun sangat nyaman dan cukup estetik. Kalian juga tidak perlu khawatir mengenai koneksi internet. Para pengelolanya menyediakan wifi gratis bagi para pengunjungnya. Suasana tersebut tentu sangat mendukung bagi mereka yang ingin membaca, mengetik untuk kebutuhan pekerjaan, atau hal-hal lain yang butuh konsentrasi tinggi.

Menariknya, di salah satu ruang bacanya juga di-setting seperti ruangan podcast yang bisa digunakan untuk berdiskusi sambil membuat konten. Namun untuk melakukannya, pengunjung harus mereservasinya terlebih dahulu. Ruang temunya juga acap kali digelar workshop seperti kelas menulis, teater hingga gelaran seni sastra yang bisa dinikmati para pengunjung.

Sayangnya, buku Baca Di Tebet tidak bisa dipinjam

Meski begitu, Baca di Tebet tetap punya kekurangan, yakni tiap buku yang dipinjam tidak bisa dibawa pulang. Tiap pengunjung yang datang hanya diperbolehkan menikmati tiap buku di dalam area perpustakaan. Selain itu, karena perpustakaan ini merupakan swadaya perorangan, tiap pengunjung yang masuk dikenai biaya dengan penawaran beberapa paket, yaitu Rp35.000 untuk tiket harian, Rp100.000 untuk tiket bulanan sekaligus sebagai anggota, dan Rp800.000 untuk tahunan dengan benefit bisa membawa pulang buku yang dipinjam.

Akan tetapi, bagi saya, pemberlakuan tarif tersebut saya rasa lumrah dan harus dilakukan. Segala kebutuhan perawatan dan pembaruan kan butuh biaya. Semua itu tidak ditanggung oleh perintah. Lagi pula membayar Rp35.000 dengan keuntungan mendapat tempat yang tenang dan bisa membawa masuk makanan dan minuman menjadi keuntungan tersendiri, ketimbang harus ke café dan menghadapi kebisingan yang acapkali tidak bisa diantisipasi.

Sekali lagi, bagi saya, Baca di Tebet menjadi oase bagi para penyendiri, para pecandu ketenangan, dan orang stress yang butuh tempat untuk menepi di tengah bisingnya Tebet dan sumpeknya Kota Jakarta.

Penulis: Muhamad Iqbal Haqiqi
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Sarapan Mie Ayam Adalah Kebiasaan Orang Jakarta yang Paling Aneh

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 30 Juni 2024 oleh

Tags: Baca Di Tebetjakarta selatanperpustakaan tebettebet
Muhamad Iqbal Haqiqi

Muhamad Iqbal Haqiqi

Mahasiswa Magister Sains Ekonomi Islam UNAIR, suka ngomongin ekonomi, daerah, dan makanan.

ArtikelTerkait

Jakarta Selatan Isinya Nggak Cuma Blok M, Ada Pasar Minggu yang Asyik Nggak Kalah Asyik Dikulik Mojok.co

Jakarta Selatan Isinya Nggak Cuma Blok M, Ada Juga Pasar Minggu yang Nggak Kalah Seru

13 Januari 2026
Kebayoran Lama Adalah Bukti Nyata Nggak Semua Wilayah Jaksel Elite

Kebayoran Lama Adalah Bukti Nyata Nggak Semua Wilayah Jaksel Elite

1 Februari 2024
Bau Selokan Jaksel Tak Seharum Citranya di Media Sosial

Bau Selokan Jaksel Tak Seharum Citranya di Media Sosial

7 Mei 2024
Tebet Eco Park, Spot Hits Jakarta Selatan yang Sering Bikin Bingung Pengunjung Mojok.co

Tebet Eco Park Adalah Mahakarya yang Tercoreng Bau Sungai yang Tak Kunjung Dibenahi

20 Februari 2026
Menghadapi Kultur Lawan Arah di Lebak Bulus Raya: kalau Ditegur Galak, tapi kalau Kena Tilang Langsung Pasang Wajah Melas

Menghadapi Kultur Lawan Arah di Lebak Bulus Raya: kalau Ditegur Galak, tapi kalau Kena Tilang Langsung Pasang Wajah Melas

25 Februari 2026
4 Alasan Duren Sawit Jadi Daerah Ternyaman di Jakarta Timur yang Kacau, Cocok Dijadikan Tempat Tinggal Mojok.co

Jakarta Timur: Sering Diledek Jakarta Coret Gara-gara Keliatan Paling Beda, padahal Itu Cuma Perkara Mindset

14 Februari 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pustakawan Membela iPusnas yang Layanannya Dikeluhkan Banyak Orang Mojok.co

Pustakawan Membela Layanan iPusnas yang Dikeluhkan Banyak Orang

8 Juni 2026
Drama Tumbler di XXI: Ketika Membawa Tumbler Dianggap Tindakan Kriminal yang Mengancam Ekonomi Bisnis Bioskop  

Drama Tumbler di Bioskop XXI: Ketika Membawa Tumbler Dianggap Tindakan Kriminal yang Mengancam Ekonomi Bisnis Bioskop  

12 Juni 2026
Bagi Tenaga Honorer seperti Saya, Mampu Bertahan di Tengah Negara yang Absurd Adalah Sebuah Pencapaian  Mojok.co

Bagi Tenaga Honorer seperti Saya, Mampu Bertahan di Tengah Negara yang Absurd Adalah Sebuah Pencapaian 

6 Juni 2026
Penderitaan Tinggal Dekat Wisata Mikutopia Kota Batu, Hidup Dihantui Macet dan Berisik, Waswas dengan Ancaman Bencana Ekologis Masa Depan Terminal

Penderitaan Tinggal Dekat Tempat Wisata Mikutopia Kota Batu, Hidup Dihantui Macet, Berisik, dan Waswas dengan Ancaman Bencana Ekologis Masa Depan

12 Juni 2026
5 Stereotipe Purwokerto yang Sudah “Kedaluwarsa”, tapi Masih Saja Banyak Dipercaya Mojok.co

5 Stereotipe Purwokerto yang Sudah “Kedaluwarsa”, tapi Masih Saja Banyak Dipercaya

8 Juni 2026
Bekas Pasar Burung dan Hal-hal Lain yang Jarang Dibicarakan Soal Pasar Ngasem, Tempat Sarapan Paling Kalcer di Jogja Mojok.co

Bekas Pasar Burung dan Hal-hal Lain yang Jarang Dibicarakan Soal Pasar Ngasem, Tempat Sarapan Paling Kalcer di Jogja

7 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.