Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Personality

Daripada Harap-Harap Cemas Soal THR, Mending Kenali Orang Tua Lewat ‘Lagu Anak’-nya Fajar Merah

H.R. Nawawi oleh H.R. Nawawi
2 Juni 2019
A A
THR anak orangtua

THR anak orangtua

Share on FacebookShare on Twitter

Jika Undang-Undang Dasar 1945 berkata bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pengajaran, maka hak segala kami menjelang lebaran adalah THR. Kata siapa hanya orang-orang berduit yang merasakan Tunjangan Hari Raya, orang-orang miskin itu juga dapat merasakan THR—lha wong dia dapat zakat fitrah. Coba aja diuangkan—beras 2,5 kg sama dengan 25 ribu rupiah dengan asumsi per-kilogram beras adalah 10 ribu rupiah. Itu baru dari satu orang, dikalikan saja dengan orang yang mampu dan bekewajiban zakat fitrah di sekelilingmu.

Setiap menjelang lebaran, kami selalu menunggu pendapatan kami sebagai anak-anak Indonesia dibagi-bagikan. THR itu sama dengan pendapatan tahunan dan perlu punya skill untuk mendapatkan hasil maksimal. Seperti halnya skill berapa kali khatam baca Alquran dan berapa kali puasa tidak bolong sampai Maghrib. Jangan panik dulu—selain skill kita semua butuh pendekatan yang masif dengan orangtua, jika ingin mendapatkan hasil terbaik.

ADVERTISEMENT

Dan inilah satu cara yang perlu dicoba agar optimal THR tahun ini—paling tidak kalau kita gagal dapat keuangan kita bertambah di akhir Ramadan kali ini kita dapat kenal orangtua dengan lebih intim dan sebagaimana mestinya—adalah dengan cara menyanyikan Lagu Anak karya Fajar Merah dan Bagus Dwi Danto (Sisir Tanah—pencipta lirik Lagu Anak) di depan orangtua. Jika tidak berani bernyanyi, putar berulang-ulang saja itu musik di perangkat elektronikmu—pelan-pelan asal konsisten—pasti nanti membekas juga. Seperti halnya Arai yang terus mencoba meraih hati Zakia Nurmala di novel Sang Pemimpi.
“Ibarat tembok, Boi.” Kurang lebih begitu percakapan Arai dengan Ikal ketika ditanya mengapa pantang mundur untuk mencoba. Arai yakin dalam perasaan atau hati Nurmala bagai tembok yang pasti ada bekas lumuran tanah yang membekas—inkonsisten bukanlah jawaban.
Tapi sebelumnya mari mengenal secara singkat tentang Fajar Merah—jadi kali pertama mengenal Fajar Merah itu memang lewat lagu-lagu perlawanannya, tepatnya lagu ‘Bunga dan Tembok’ yang diolah dari puisi subversif bapaknya—Widji Thukul. Fajar terus menyanyikan lagu tersebut di manapun berada, seperti seruan atau bahkan mantra agar penindasan semakin minim dan ayahnya yang hilang terungkap secara jelas, setidaknya makamnya diberitahu dimana.

Kemudian saya juga mulai mengenal secuil kisah keluarga Fajar Merah dari film Istirahatlah Kata-Kata yang diputar dimana-mana, seperti pengumuman apakah kalian tahu keberadaan Wiji Thukul, pendiri Sanggar Suka Banjir? Film itu juga berupaya namun tidak membuahkan hasil—artinya keberadaan Wiji Thukul masih misterius. Sipon menegaskan di akhir film dengan bercucuran air mata di depan sang suami karena ia sedang menghadapi kebimbangan rasa cinta dan perjuangan yang teramat dalam.

Dan pesan dia seakan ingin menyuarakan pada dunia bahwa suaminya masih hilang,
“Aku ra pingin kowe lunga. Aku yo ra pingin kowe mulih. Aku mung pingin kowe iki ana.”
Lagu Anak dikarang oleh Bagus Dwi Danto buat Fajar Merah sebagai obat rindu dan sisi lain lagu ini menjadi relevan untuk menyanjung orangtua dengan kalimat yang sastrawi. Kita sudah sama tahu kan, cara terbaik untuk mendapatkan sesuatu dari orang adalah menyanjungnya? Dan inilah lirik lagunya—coba sambil membayangkan orangtua kita tersipu malu mendengarnya:
Ibu oh Ibu, lama dan lengkap, seperti novel berliku-liku.

Aku membacamu sepanjang hidupku,

aku membacamu mengurung haru,

aku membacamu merangkai kenangan,

Baca Juga:

Lebaran Membosankan Nggak Ada Hubungannya Sama Menjadi Dewasa, Itu Artinya Kamu Lagi Mati Rasa Saja

ATM Pecahan 20 Ribu Menyelamatkan Saya dari Biaya Jasa Tukar Uang Baru Pinggir Jalan yang Nggak Masuk Akal

aku membacamu mengeja rindu.

Semanis itu teman-teman, Ibu oh Ibu, lirik awal yang membuat Ibu terpanggil. Kemudian sanjungan-sanjungan lain yang tidak lebai bersusulan setelahnya. Sebagai Ibu yang memiliki ikatan kuat dengan anaknya, terharu jelas mendengar lagu itu, sambil senyum-senyum sendiri dan tak lupa geleng-geleng kepala sedikit lalu memeluk kita. Sebuah kronologi singkat yang bisa dibayangkan dari seorang Ibu.

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

Bapak seperti puisi rumit dan singkat,

bapak seperti puisi berlapis arti,

aku membaca mereka sepanjang hidupku,

aku membaca mereka mengurung haru,

aku membaca mereka merangkai kenangan,

aku membaca mereka mengeja rindu, rindu, rindu, rindu.

Jikalau bicara pengalaman dari sang Fajar Merah, maka hanyalah lubang hitam masa lalu yang terus bergentayangan dalam benaknya soal Bapak. Bahkan kegelisahan tiada henti mendatanginya. Tapi karena lagu ini sebagai alternatif mengais pendapatan menjelang Lebaran maka sosok Bapak yang digambarkan lagu tersebut adalah Bapak kita yang secara umum memang memiliki sifat puisi—singkat dan berlapis arti.

Dengan begitu Bapak akan terenyuh, mengenal dirinya kembali kemudian menyadari bahwa selama ini menjadi sosok rumit dan punya waktu singkat bagi anak-anaknya. Separahnya-parahnya Ayah dan Ibu pasti punya waktu mendengarkan anak-anaknya bicara saat lebaran.

Peranku seperti pembatas buku,

peranku seperti karet penghapus.

Jangan lupa lirik terakhir ini, karena puncak untuk mendapatkan apapun dari mereka adalah menekan ego, hawa nafsu, adigung-adiguna, agar tak terlihat bahwa kita sedang mengincar THR. Harus pandai menyimpan sifat rakus jika mau mendapatkan lebih—bahkan kalau perlu bermainlah cantik seperti aktor-aktor drama di Senayan.

Bagaimanapun semua Ibu dan Bapak kita berbeda-beda, tapi seringkali mereka dipertemukan persamaan yang tak terhindarkan—yaitu bahagia menghadapi pujian dan sanjungan. Celah itu yang perlu dibaca, didaur-ulang, hingga menjadi rayuan paling sastrawi.

Terakhir diperbarui pada 17 Januari 2022 oleh

Tags: Fajar MerahLagu AnakTHRTunjangan Hari RayaWidji Thukul
H.R. Nawawi

H.R. Nawawi

Jika di dunia hanya ada dua pilihan antara riang dan menangis. Saya memilih menangis. Kehampaan.

ArtikelTerkait

rakyat marah

Pak Jokowi, Jangan Buat Rakyat Marah Lagi

24 September 2019
Tentang Kewajiban Perpajakan yang Harus Dipahami pada Musim THR Lebaran terminal mojok

Tentang Kewajiban Perpajakan yang Harus Dipahami Seputar THR Hingga Zakat di Musim Lebaran

11 Mei 2021
Korupsi Bansos dan Dana Haji, Mana yang Lebih Bajingan? terminal mojok.co juliari batubara menteri agama mensos korupsi bantuan corona

Tak Ada Waktu Lagi: Lawan

21 Juni 2019
Nasib Guru Honorer Menjelang Idulfitri: THR Nggak Turun, Upah Bulan Lalu Nanti Dulu orang tua guru korea

Nasib Guru Honorer Menjelang Idulfitri: THR Nggak Turun, Upah Bulan Lalu Nanti Dulu

19 April 2023
ATM Pecahan 20 Ribu Menyelamatkan Saya dari Biaya Jasa Tukar Uang Baru Pinggir Jalan yang Nggak Masuk Akal Mojok.co

ATM Pecahan 20 Ribu Menyelamatkan Saya dari Biaya Jasa Tukar Uang Baru Pinggir Jalan yang Nggak Masuk Akal

10 Maret 2026
Ironi Fresh Graduate Saat Lebaran: Gaji Masih di Bawah UMR, tapi Sudah Tidak Kebagian THR Mojok.co

Ironi Fresh Graduate Saat Lebaran: Gaji Masih di Bawah UMR, tapi Sudah Tidak Kebagian THR

13 April 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Freelancer in this economy: nggak bisa pilih-pilih kerjaan, upah nggak seberapa dan cuma numpang lewat Mojok.co

Freelancer in this economy: nggak bisa pilih-pilih kerjaan, upah nggak seberapa dan cuma numpang lewat

10 Juli 2026
3 Minuman Tegal yang Aman untuk Lidah Orang Semarang yang Nggak Suka Kuliner Menantang Mojok.co

3 Minuman Tegal yang Aman untuk Lidah Orang Semarang yang Nggak Suka Kuliner Menantang

5 Juli 2026
Bakso Malang adalah makanan khas Jawa Timur terbaik no debat (Wikimedia Commons)

Bakso Malang adalah makanan khas Jawa Timur yang paling bisa diterima semua lidah orang Indonesia ketimbang kuliner Jatim lainnya

12 Juli 2026
Jika Berani Berbenah, Malang Bakal Sejahtera (Unsplash)

Jika Berani Berbenah, Malang Bakal Sejahtera karena Potensi Wisata Kota Ini Begitu Besar tapi Terbentur Tembok Birokrasi

5 Juli 2026
Sensus Ekonomi 2026 Hasilkan Sampah, Petugas BPS Dianggap Intel (Unsplash)

Sensus Ekonomi 2026 Cuma Hasilkan Sampah, Petugas BPS Dianggap “Intel Pajak” oleh Warga

5 Juli 2026
Pengakuan jujur saya sebagai orang Semarang menghadapi kuliner kambing Tegal yang garang Mojok.co

Pengakuan orang Semarang yang kalah mental menghadapi garangnya kuliner kambing Tegal

7 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.