Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

8 Makanan Khas Bali yang Jarang Direkomendasikan Warga Lokal kepada Wisatawan

Ni Putu Roshinta Dewi oleh Ni Putu Roshinta Dewi
17 Maret 2024
A A
8 Makanan Khas Bali yang Jarang Direkomendasikan Warga Lokal kepada Wisatawan

8 Makanan Khas Bali yang Jarang Direkomendasikan Warga Lokal kepada Wisatawan (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Pulau Dewata dikenal dengan pesonanya yang indah, masyarakatnya yang ramah, dan makanannya yang nikmat. Rasanya belum pas kalau liburan ke Bali tanpa menikmati sajian makanannya. Makanan khas Bali merupakan surga bagi para pencinta rempah-rempah karena makanan yang disajikan kebanyakan terbuat dari rempah-rempah yang banyak sehingga menghasilkan bumbu yang kuat dan tajam.

Jika kamu ditanya soal “makanan khas Bali”, sudah pasti yang terbayang adalah sate lilit, ayam betutu, dan nasi campur Bali, kan? Hal ini sangat wajar mengingat ketiganya adalah makanan khas Bali yang paling populer.

Akan tetapi buat kamu yang baru pertama kali menginjakkan kaki di Pulau Dewata, coba deh mencicipi makanan khas Bali berikut ini. Bisa jadi satu, dua, atau semua makanan ini justru jarang direkomendasikan warga Bali sendiri kepada wisatawan yang datang. 

#1 Lontong jukut serapah mirip lontong pada umumnya, tapi ada bedanya

Makanan khas Bali ini hampir sama dengan lontong pada umumnya, namun bedanya lontong ini punya ukuran besar dan berbentuk segitiga. Lontong akan dipotong kecil-kecil dan disajikan bersama sayuran rebus seperti bayam, daun nangka, daun singkong, daun pepaya, dan bunga pisang. Lontong dan semua sayuran rebus itu disiram kuah telengis yang terbuat dari sampingan minyak kelapa dan santan yang direbus bersamaan.

#2 Makanan khas Bali yang jarang direkomendasikan warga lokal, rujak bulung

Kuliner satu ini adalah rujak khas Bali yang terbuat dari bahan nggak biasa, yaitu rumput laut. Rumput laut dicampur dengan bumbu ulek dan parutan kelapa yang sudah dibakar atau bisa juga menggunakan kuah pindang. Tambahkan juga kacang goreng agar makin nikmat.

Rujak bulung sangat cocok dinikmati di siang hari dan bisa juga disantap bersama beberapa potong ketupat. Rujak ini memiliki banyak manfaat untuk tubuh. Bukan hanya mengandung serat, tetapi juga mengandung klorofil yang bermanfaat untuk mendetoks tubuh.

#3 Jukut ares enak disantap di malam hari

Makanan khas Bali yang satu ini cukup unik karena terbuat dari batang pohon pisang yang masih muda. Batang pohon pisang yang masih muda di iris-iris tipis dan ditambahkan bumbu khas Bali, kemudian tambahkan daging atau tulang.

Jukut ares cocok disantap di malam hari atau saat hujan karena disajikan dengan kuah yang hangat. Walaupun sederhana, jukut ares ini cukup diminati oleh warga lokal Bali, lho.

Baca Juga:

Pengalaman Motoran Banyuwangi-Bali: Melatih Kesabaran dan Mental Melintasi Jalur yang Tiada Ujung  

Fakta Kerja di Bali Tidak Seindah Kata Orang

#4 Serombotan sekilas mirip dengan urap di Pulau Jawa

Makanan khas Bali selanjutnya yang jarang direkomendasikan kepada wisatawan adalah serombotan. Serombotan terbuat dari berbagai jenis sayuran seperti bayam, buncis, kangkung, kacang panjang, terong, dan pare.

Sekilas makanan ini mirip dengan urap di Jawa. Akan tetapi bumbunya berbeda karena serombotan memiliki bumbu khas yang bernama kalas. Kalas dibuat dengan campuran kunyit tumbuk, bawang merah, lengkuas, bawang putih, kencur, dan ketumbar. Teksturnya kental, rasanya enak, dan cocok dipadukan dengan berbagai jenis sayuran. Oh iya, jangan lupa disantap pake nasi, ya!

#5 Sate plecing, makanan khas Bali yang nggak kalah lezat dari sate lilit

Selain sate lilit, Bali juga punya sate yang nggak kalah lezat, yaitu sate plecing. Sesuai dengan namanya, sate ini disajikan dengan sambal plecing khas Bali.

Sambal plecing dibuat dari cabai, jeruk limau, tomat, garam, gula, bawang merah, bawang putih, dan terasi. Biasanya sate plecing menggunakan daging ayam atau ikan laut. Yang membuat makanan khas Bali ini berbeda dari sate lainnya adalah bumbunya yang menggunakan sambal tomat, bukan bumbu kacang.

#6 Nasi tepeng mirip nasi uduk tapi teksturnya lembek

Sekilas, nasi tepeng memang terlihat seperti nasi campur biasa. Nasi tepeng disajikan dengan nangka muda, ayam goreng, kacang panjang, atau telur dan dibungkus daun pisang.

Makanan khas Bali ini dibuat dari santan dan bumbu-bumbu seperti kunyit, daun salam, dan garam. Saat disajikan, nasi tepeng akan disiram dengan bumbu khas dan parutan kelapa, kemudian dilengkapi dengan lauk pauknya. Oh iya, tekstur nasi tepeng lembek dan nggak keras seperti nasi uduk lainnya, lho! 

#7 Tipat blayag, makanan khas Bali yang jarang direkomendasikan warga lokal kepada wisatawan

Tipat blayag merupakan ketupat yang dibuat menggunakan daun enau atau daun aren, kemudian disajikan dengan urap, suwiran ayam, telur rebus, dan sate lilit. Perpaduan ini kemudian disiram dengan kuah yang khas. 

#8 Sate languan, sate yang terbuat dari ikan tongkol.

Makanan khas Bali terakhir yang jarang direkomendasikan kepada wisatawan adalah sate languan. Sate languan terbuat dari daging ikan tongkol. Ikan tongkol dipilih karena memiliki rasa yang enak dan bergizi tinggi.

Sekilas, sate ini mirip dengan sate lilit. Akan tetapi bedanya sate languan ditusuk menggunakan pelepah kelapa yang sudah dipipihkan.

Itulah beberapa makanan khas Bali yang justru jarang direkomendasikan kepada wisatawan atau pendatang. Coba deh mencicipi salah satunya kalau sedang berkunjung ke Bali. Dijamin rasanya nikmat dan nggak akan terlupakan.

Penulis: Ni Putu Roshinta Dewi
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 3 Sate Khas Bali selain Sate Lilit yang Nggak Kalah Lezat.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 17 Maret 2024 oleh

Tags: balikuliner balimakanan khas balinasi campurpulau dewatasate lilit
Ni Putu Roshinta Dewi

Ni Putu Roshinta Dewi

Lahir di Jakarta. Scorpio sejati. Lulusan Administrasi. Suka musik dan nulis. Akun instagram: @niputuroshinta

ArtikelTerkait

Sambal Matah vs Sambal Bawang, 2 Sambal Penguasa Dunia Kuliner dengan Penikmat yang Militan

Mencari Pemenang Sambal Matah vs Sambal Bawang Nggak Bakal Bikin Bingung, Jawabannya Jelas, Sambal Matah!

23 Agustus 2023
5 Pertanyaan Konyol tentang Bali yang Sering Bikin Saya Keki terminal mojok

5 Pertanyaan Konyol tentang Bali yang Sering Bikin Saya Keki

29 Agustus 2021
Menerka Alasan Indomaret Nggak Populer di Bali, Salah Satunya karena Jarang Ada Orang Mumet di Sini!

Menerka Alasan Indomaret Nggak Populer di Bali, Salah Satunya karena Jarang Ada Orang Mumet di Sini!

2 November 2024
Tradisi Unik Pemakaman di Desa Trunyan Bali terminal mojok

Mengintip Tradisi Unik Pemakaman di Desa Trunyan Bali

19 September 2021
Ironi Jalur Satu Arah di Indonesia: Jalur yang Harusnya Bebas Macet, tapi Jadi Nggak Berguna karena Kiri Kanannya Isinya Kendaraan Parkir

Ironi Jalur Satu Arah di Indonesia: Jalur yang Harusnya Bebas Macet, tapi Jadi Nggak Berguna karena Kiri Kanannya Isinya Kendaraan Parkir

22 Desember 2024
Jabodetabek Adalah Tempat KKL Terbaik

Bukan Bali, Tempat KKL Terbaik Adalah Jabodetabek

7 Oktober 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

3 Hal di Karawang yang Membuat Pendatang seperti Saya Betah Mojok.co purwakarta

Seharusnya Karawang Mau Merendahkan Diri dan Belajar pada Purwakarta, yang Lebih Tertata dan Lebih Terarah

11 April 2026
Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal Mojok.co

Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal

5 April 2026
7 Indikator Purwokerto Salatiga Daerah Terbaik di Jawa Tengah (Unsplash)

Purwokerto Memang Penuh Cerita dan Keresahan, Makanya Dibicarakan Berulang-ulang dan Hampir Tanpa Jeda

10 April 2026
Dear Produser Film “Aku Harus Mati”, Taktik Promosi Kalian Itu Ngawur Bikin Resah Pengguna Jalan Mojok.co

Dear Produser Film “Aku Harus Mati”, Taktik Promosi Kalian Itu Ngawur Bikin Resah Pengguna Jalan

5 April 2026
Jadi PNS di Desa Tidak Bisa Hidup Tenang, Tuntutan Sosialnya Tinggi karena Dikira Mapan dan Serba Bisa Mojok.co

Jadi PNS di Desa Tidak Bisa Hidup Tenang, Tuntutan Sosialnya Tinggi karena Dikira Mapan dan Serba Bisa

9 April 2026
4 Dosa Pedagang Sate Maranggi yang Bikin Pembeli Kapok (Wikimedia Commons)

4 Dosa Pedagang Sate Maranggi yang Bikin Pembeli Kapok

11 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Omong Kosong Slow Living di Malang: Pindah Kerja Berniat Cari Ketenangan Malah Dibikin Stres, Nggak Ada Bedanya dengan Jakarta
  • Kuliah Jurusan Sepi Peminat Unsoed Purwokerto, Jadi Jalan Wujudkan Mimpi Ortu karena Tak Sekadar Kuliah
  • Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan
  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis
  • Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.