Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Abadinya Masalah Sampah di Desa Kebaman, Banyuwangi

Rino Andreanto oleh Rino Andreanto
8 Desember 2023
A A
Banyuwangi dan Sebuah Desa yang Lestari Memelihara Sampah (Unsplash)

Banyuwangi dan Sebuah Desa yang Lestari Memelihara Sampah (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Memang, di dunia ini tak ada yang abadi, persis seperti apa yang dikatakan Peterpan pada album terakhirnya. Yang ada akan tiada, yang sudah tiada akan ada penggantinya. Namun, hal ini akan sangat bertentangan bila Anda coba mampir ke desa saya di Banyuwangi, tepatnya Desa Kebaman, Kecamatan Srono.

Di desa saya tercinta ini, ada satu keabadian yang mencolok dan membikin risih, yakni masalah sampah. Jika Jogja baru-baru ini menghadapi permasalahan sampah, kami sudah mengalami sejak puluhan tahun yang lalu.

ADVERTISEMENT

Saking lamanya, sampai kami sebagai warga desa tak tahu kapan pertama kali masalah ini muncul. Tapi apapun itu, masalah ini jelas sangat merugikan. Bahkan, jika seluruh elemen, baik warga maupun sang empunya wewenang di Banyuwangi tak segera ambil solusi, masalah ini akan kian membesar seiring berjalannya waktu.

Dampak dosa sampah di Desa Kebaman, Banyuwangi

Jangankan untuk kedepannya, untuk saat ini saja dampaknya sudah melebar. Banyak sungai di Desa Kebaman, Banyuwangi yang sekarang sudah tak semestinya karena banyaknya sampah yang menumpuk. Selain itu, potensi munculnya dampak lainnya juga sudah mengintai. Misalnya soal bencana, bau tak sedap, hingga potensi penyakit.

Permasalahan sampah di desa saya ini memang sangat kompleks dan amat memprihatinkan. Tentu, saya nggak akan menyalahkan Pemerintah Banyuwangi saja mengenai hal ini. Beberapa faktor yang akan saya sebutkan di sini, juga menunjukkan beberapa peran warga terhadap munculnya permasalahan ini.

Desanya luas, tapi penampungan sampahnya nggak ada

Mengenai masalah sampah yang tak kunjung selesai di Desa Kebaman, Banyuwangi, mungkin faktor inilah yang menjadi sumber masalahnya. Bayangkan sebuah desa yang memiliki 5 dusun yang cukup luas, namun tempat penampungan sampahnya nggak ada sama sekali. Jadi, nggak heran jika banyak warga yang pada akhirnya membuang sampah di sembarang tempat.

Kelak, ketika saya menanyakan hal ini pada seorang pejabat desa, saya justru mendapatkan jawaban yang sangat mind blowing, Katanya, “Ya tempat sampahnya barengan aja sama yang ada di Pasar Srono.” Jawaban semacam ini tentunya nggak layak keluar dari mulut seorang yang sedari kecil rajin imunisasi.

Lagian, Pasar Srono itu terletak di tengah Desa Kebaman, Banyuwangi. Masalahnya, seperti apa yang sudah saya bilang tadi, desa ini punya 5 dusun yang sangat luas. Dan kalau tempat penampungan sampah cuma 1 dan udah gitu barengan, maka hal ini akan sangat merepotkan bagi masyarakat yang rumahnya cukup jauh dari Pasar Srono. Udah gitu, kalau tempat penampungan sampahnya cuma 1, emang nggak bikin tambah repot untuk mengelolanya ?

Baca Juga:

Jalan alternatif Jogja-Purworejo tidak boleh dianggap remeh, tanjakan dan turunan yang panjang bisa merenggut nyawa

Saat Jakarta terasa lebih tenang dibanding mudik ke Jawa Timur gara-gara teror pawai sound horeg Agustusan

Ya, saya tahu. Walaupun banyak orang yang hidup di Desa Kebaman justru memakai Bahasa Jawa Matraman Wetan, tapi pengelolaan sampahnya nggak usah disamain kayak Jogja juga kali, Pak.

Kurangnya kesadaran masyarakat

Peran masyarakat dalam menyeruaknya masalah sampah di desa ini juga nggak kalah vital. Bahkan hingga saat ini, mayoritas warga di Desa Kebaman, Banyuwangi, masih membuang sampah di sungai. Jangankan untuk dicemplungin manusia, ikan wader saja pasti gatal-gatal kalau hidup di sungai itu.

Selain membuang sampah di sungai, masyarakat di desa ini juga sering membakar sampahnya secara sembarangan. Kurangnya kesadaran ini sangat disayangkan. Jika saya melihat Jogja, di setiap RW/ RT, memiliki tempat pengumpulan sampah masing-masing.

Tak cukup sampai di situ, beberapa tahun yang lalu, beberapa anak muda di Desa Kebaman, Banyuwangi sempat menawarkan ide kepada masyarakat umum tentang penanganan sampah ini. Idenya ialah dengan memberi tempat sampah di setiap rumah, lalu nantinya setiap seminggu sekali akan ada orang yang mengambilnya untuk dikirimkan ke Bank Sampah yang ada di kecamatan sebelah. 

Anehnya, justru ide yang bagi saya brilian ini ditolak mentah-mentah oleh mayoritas warga, terutama golongan tua. Mereka menolak ide itu dengan dalih merepotkan karena sudah biasa membuang sampah di sungai.

Dengan itu, saya menjadi semakin yakin, kalau satu-satunya yang abadi di dunia ini adalah dosa sampah di Desa Kebaman, Banyuwangi. Mungkin ketika hari kiamat nanti, dajjal pun juga akan risih melihatnya.

Penulis: Rino Andreanto

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Bandung Lautan Sampah: Sebuah Ironi Ibu Kota Provinsi

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 8 Desember 2023 oleh

Tags: Banyuwangijawa timurJogjamasalah sampah di jogjamembuang sampah di sungai
Rino Andreanto

Rino Andreanto

Alumni pondok pesantren yang lahir di Banyuwangi. Hobi membaca, menulis, dan hal-hal berbau komedi.

ArtikelTerkait

5 Kuliner Jogja buat yang Nggak Suka Manis, Dijamin Lezatnya sampai Bikin Nangis

5 Kuliner Jogja buat yang Nggak Suka Manis, Dijamin Lezatnya sampai Bikin Nangis

17 Oktober 2025
Anak Madura Mudah Dapat Jodoh di Jogja ketimbang Jakarta

Alasan Mengapa Anak Madura yang Kuliah di Jakarta Lebih Sulit Menemukan Pasangan ketimbang yang Kuliah di Jogja

3 Agustus 2025
Saking Ndesonya Soal Jogja, Saya Pernah Beli Pecel di Angkringan terminal mojok.co

Saking Ndesonya Soal Jogja, Saya Pernah Beli Pecel di Angkringan

3 April 2020
Jakarta, Daerah yang Paling Enak Dikritik ketimbang Jogja (Unsplash)

Lebih Enak Mengkritik Jakarta ketimbang Jogja yang Baperan dan Mudah Tersinggung karena Cinta Buta

6 Juni 2024
Toko Basmalah, Toko Kelontong Penguasa Daerah Tapal Kuda, Pesaing Utama Indomaret dan Alfamart

Toko Basmalah, Toko Kelontong Penguasa Daerah Tapal Kuda, Pesaing Utama Indomaret dan Alfamart

21 November 2024
Empire XXI Saya Nobatkan sebagai Bioskop Kesayangan di Jogja Mojok.co

Empire XXI Saya Nobatkan sebagai Bioskop Kesayangan di Jogja

27 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Toyota Veloz 2017, MPV RWD lawas yang perkasa di tanjakan, mobil FWD baru nggak ada apa-apanya

Toyota Veloz 2017, MPV RWD lawas yang perkasa di tanjakan, mobil FWD baru nggak ada apa-apanya

30 Juli 2026
7 kata dalam bahasa Jawa yang terdengar aneh, bahkan oleh penutur aslinya Mojok.co

7 kata dalam bahasa Jawa yang terdengar aneh, bahkan oleh penutur aslinya

30 Juli 2026
Kerja di Bekasi nggak bikin cepat kaya, justru bikin saya capek dan kangen kampung halaman

Kerja di Bekasi nggak bikin cepat kaya, justru bikin saya capek dan kangen kampung halaman

2 Agustus 2026
Benteng Engelenburg sudah lenyap, tapi jasanya menandai hari jadi Klaten pada 28 Juli akan selalu diingat Mojok.co

Benteng Engelenburg sudah lenyap, tapi perannya untuk hari jadi Klaten akan selalu diingat

28 Juli 2026
Dosen wajib S3 itu bagus, tapi akses beasiswanya bikin pengin istigfar

Dosen wajib S3 itu bagus, tapi akses beasiswanya bikin pengin istigfar

31 Juli 2026
Nonton timnas Indonesia di Youtube Reza Arap memang aneh (Wikimedia Commons)

Nonton timnas Indonesia di Youtube Reza Arap memang aneh, komentator nggak jelas, tapi jangan menghujat dulu

1 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.