Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Media Sosial

Kenapa Lagu TikTok Terasa Lebih Nyantol di Telinga Kita?

Askia Rahma oleh Askia Rahma
29 Mei 2023
A A
Kenapa Lagu TikTok Terasa Lebih Nyantol di Telinga?

Kenapa Lagu TikTok Terasa Lebih Nyantol di Telinga? (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Saya yakin pasti nggak sedikit orang yang pernah mengalami pengalaman aneh dengan lagu backsound dari video TikTok. Bak menghipnotis, saat enak-enak lagi motor, eh tiba-tiba lagu TikTok yang sedang viral terngiang di telinga padahal cuma sekelebat lewat di beranda. Bahkan untuk beberapa lagu dengan genre yang sebenernya bukan “gue banget”. Entah, lagu siapa, liriknya tentang apa, tapi cuplikan lagunya terasa nyantol banget di telinga.

Beberapa spekulasi hasil dari penelitian kecil-kecilan ini akhirnya membuahkan titik terang guna menjawab orang-orang yang juga mendedikasikan sebagian waktunya untuk bertanya-tanya hal kurang penting kayak gini. Jadi, kira-kira kenapa ya kita bisa kecantol lagu TikTok yang sedang viral sampai sanggup mencari judul aslinya di Google? Berikut beberapa kemungkinannya.

ADVERTISEMENT

Sumber lagu bebas, dari pengguna untuk pengguna

Aplikasi TikTok memungkinan seluruh pengguna bebas memasukkan musik apa saja sebagai backsound untuk kreasi videonya. Para kreator biasanya memasukkan sound yang menurut mereka cocok dengan gaya video yang akan diunggah.

Saking bebasnya, sound yang dipilih pun sangat acak. Misalnya lagu berjudul “Queen of Disaster” yang viral di TikTok awal tahun 2020. Cuplikan lagu ini muncul sebagai backsound beriringan dengan tren video yang berisi komparasi suatu hal yang bernuansa kocak.

Siapa sangka, lagu yang dinyanyikan Lana Del Rey ini rupanya merupakan leaked song alias lagu yang belum pernah dirilis resmi. Kabarnya lagu ini direkam pada tahun 2011 dan bocor tahun 2016. Bahkan versi full-nya hanya tersedia unofficial di YouTube dan Soundcloud.

Diakui atau nggak, sumber musik yang amat bebas memberikan potensi besar juga bagi lagu-lagu low quality, kurang terkenal, belum rilis, lagu cover-an, atau lagu-lagu yang sebenarnya dibuat karena iseng, menjadi tiba-tiba viral. Entah itu viral karena melodinya yang catchy, menggugah mood tertentu, atau sesederhana matching dengan tren videonya. Maka ketika sebuah lagu TikTok akhirnya viral, berarti ada efek domino dari sekumpulan penonton yang sama-sama merasa, “Kok enak ya?” alias TikTok adalah penampung lagu-lagu yang enak didengar dan sumbernya random.

Tren video dan pemilihan lagu yang pas

Jujur saja, inilah yang paling genius. TikTok mampu memberikan pengalaman sensasional hanya dengan menonton, yakni dengan memanfaatkan kemampuan visual, auditori, dan pemrosesan emosi penggunanya. Bahkan pihak TikTok mengakui bahwa penambahan audio menjadi bagian esensial (88%) dari keseluruhan pengalaman pengguna TikTok yang dapat menggaet ketertarikan pengguna pada isi konten maupun iklan.

Pernah merasa memiliki perasaan “aneh”, agak menyedihkan, namun juga diiringi perasaan nostalgia entah dari mana ketika mendengarkan kreasi video dengan backsound “Angin Kencang” oleh Noh Salleh di TikTok? Dengan tren video serupa (baca: footage masa lalu, footage sedih, atau pemandangan dengan caption kisah nyata yang pedih), penonton serasa diajak untuk ikut merasakan apa yang ingin diceritakan kreator. Nuansa lagunya pun mendukung.

Baca Juga:

5 Alur Cerita Drama China Pendek di TikTok yang Monoton, tapi Sering Bikin Jam Tidur Saya Berantakan

Suka Duka Pengusaha Kecil Jualan Live di TikTok: Nggak Ada yang Nonton, Sekalinya Ada yang Nonton Malah PHP

Bergaya old school dengan lirik nusantara klasik, tren video dengan backsound ini membuat banyak orang suka dengan “sensasi” angsty setelah menonton. Menjadi tren favorit, video-video serupa akhirnya bermunculan, otomatis lagu yang menjadi backsound tren ini di TikTok ikut naik daun dan nyantol di telinga lebih banyak orang.

Sound effect yang aneh dan ajaib, tapi nagih

Pengguna TikTok pasti sudah hafal dengan berbagai efek musik pada backsound yang viral. Uniknya, efek-efek aneh ini malah bikin nagih karena memberikan efek emosional yang sulit dijelaskan. Bagi yang pernah mendengarkan versi sped-up dari “Somebody’s Pleasure” pasti setuju kalau video dengan backsound ini sukses bikin perasaan campur aduk.

Jika dibandingkan, sound yang beredar secara ramai di TikTok adalah lagu versi remix yang pitch-nya ditinggikan, dengan isian bass drum yang cukup jadi highlight serta vokal yang diberi efek reverb. Sedangkan pada lagu asli, suara vokal terdengar normal, tempo normal, dan nggak terlalu terasa “jedag jedug”.

Bagaimanapun, pemberian efek sukses bikin lagu ini terasa lebih dramatis dan memberikan kesan “hampa”, persis dengan liriknya yang bercerita tentang keputusasaan seseorang. Apalagi ditambah footage yang mendukung, lagu TikTok satu ini jadi terasa lebih nyantol di telinga. Menurut ahli, ternyata lagu sped-up version memang mampu memberikan pengalaman mendengarkan musik secara utuh di pikiran walaupun durasinya terbatas.

Selain efek reverb, mash-up editing, sped-up version, ada juga lagu-lagu yang punya efek slowed down, dinaikkan atau diturunkan pitch-nya. Uniknya, lagu viral remix ini selalu terdengar pas dengan tren-tren video yang beredar terlepas dari siapa yang mengawali atau memproduksi.

Lagu One Direction bertajuk “Night Changes” misalnya. Kombinasi edit yang bermain di pitch, tempo, dan efek suara yang diredam, mampu menggugah perasaan sentimental pendengarnya. Yang jelas, lagu-lagu remix ini menyematkan kesan tersendiri bagi pendengar, sampai banyak yang “kecantol”. Simpel, karena sound-nya cocok dengan video yang ditampilkan, dan mampu memproduksi respons emosi tertentu pendengarnya.

Durasi pendek yang jadi ciri khas

Algoritma TikTok berjalan seperti ini: semakin banyak didengar, disukai, dan dipakai, sound tertentu akan lebih sering tampil di beranda. Tentu paparan yang terus menerus ini memiliki pengaruh psikologis terhadap pengguna.

Pernah merasa hafal melodi suatu lagu yang sampai terngiang-ngiang di kepala? Rasanya seperti ada cuplikan irama lagu yang nggak mau keluar dari pikiran kita. Fenomena ini memiliki istilah earworms. Sebuah lagu yang “terjebak” di kepala memiliki keterlibatan emosi, persepsi, dan memori. Semakin sering didengarkan, semain banyak keterlibatan emosi, persepsi tertentu dan memori tertentu terhadap pengalaman mendengarkan seseorang, akan menyebabkan sebuah lagu semakin kuat diingat dan memunculkan ingatan tentang ritme dan melodi lagu yang terus bikin terngiang-ngingang.

Callula Kilingly, peneliti earworms dari Queensland University of Technology, juga menjelaskan bagaimana lagu atau cuplikan lagu yang didengarkan berkali-kali akan berpotensi menyebabkan seseorang mengalami pengalaman earworms. Apalagi dengan karakteristik TikTok yang hanya menyediakan video-video berdurasi singkat. Killingly berpendapat bisa saja terdapat Zeagernik Effect atas orang-orang yang “kecantol” dengan cuplikan lagu berdurasi pendek di TikTok. Karena pada dasarnya seseorang akan mengingat lebih baik tugas-tugas yang belum selesai dibandingkan tugas yang sudah dikerjakan.

Otak kita mengira klip TikTok yang berdurasi kurang dari 15 detik ini dikategorikan sebagai tugas yang belum selesai, sehingga sebuah cuplikan lagu TikTok yang singkat akan lebih potensial terngiang-ngiang daripada lagu yang utuh karena perasaan “eh, gitu aja? kok enak? gimana kelanjutannya?” dan kemudian banyak pengguna yang mencari tahu lebih lanjut lagu utuhnya di Google. Siapa yang begitu juga?

Penulis: Askia Rahma
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 10 Lagu TikTok Viral yang Sebenarnya Enak, tapi Mengganggu di Telinga.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 29 Mei 2023 oleh

Tags: lagutiktokviral
Askia Rahma

Askia Rahma

ArtikelTerkait

KKN di Desa Penari

KKN di Desa Penari Versi Ketiga

29 Agustus 2019
Penyalahgunaan Beasiswa KIP-K oleh Koket Girl Viral di Media Sosial. Apa sih Koket Girl Itu?

Penyalahgunaan Beasiswa KIP-K oleh Koket Girl Viral di Media Sosial. Apa sih Koket Girl Itu?

2 Mei 2024
maskapai garuda

Soal Larangan Memotret di Dalam Pesawat Maskapai Garuda: Antara Penegasan dan Konten Baru di Media Sosial

17 Juli 2019
Unpopular Opinion: Belajar Bahasa Inggris lewat Lagu Itu Nggak Recommended

Unpopular Opinion: Belajar Bahasa Inggris lewat Lagu Itu Nggak Recommended

12 Agustus 2022
#instagramdarkmode

Emang Ada Apa Sih dengan #InstagramDarkMode?

14 Oktober 2019
Google Maps: Aplikasi Rusak yang Makin Rusak Gara-gara Ulah Penggunanya yang Tolol tiktok

Unpopular Opinion: Ulasan di Google Maps Lebih Valid daripada TikTok untuk Rekomendasi Tempat Wisata

16 Agustus 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Membayangkan Lamongan Punya Mal, Cari Hiburan Nggak Perlu Repot-repot ke Kabupaten Tetangga Mojok.co yusril fahriza

Lamongan butuh dipimpin Yusril Fahriza agar makin maju dan kalcer, dan saya serius!

20 Juli 2026
4 alasan Alun-alun Tegal jadi tempat jogging favorit warga Mojok.co

4 alasan Alun-alun Tegal jadi tempat jogging favorit warga

21 Juli 2026
Pengalaman buruk menggunakan layanan BPJS di RS UNAIR: antre lama, sistem tidak jelas, beda dengan pelayanan swasta

Pengalaman buruk menggunakan layanan BPJS di RS UNAIR: antre lama, sistem tidak jelas, beda dengan pelayanan swasta

20 Juli 2026
Review Mie Gacoan Bangkalan Madura, Cabang yang Anomali karena Tidak Perlu Antre Mojok.co

Mie Gacoan Bangkalan Madura bisa tutup kalau 3 hal ini tidak diperbaiki

18 Juli 2026
Setelah Membelah Sleman-Bantul dan Melawan Kemacetan Jogja, Saya Nyatakan Yamaha Aerox Alpha Motor Terbaik di Masa Kini

Setelah Membelah Sleman-Bantul dan Melawan Kemacetan Jogja, Saya Nyatakan Yamaha Aerox Alpha Motor Terbaik di Masa Kini

17 Juli 2026
Sendang Senjoyo dulu jadi primadona, kini banyak orang nggak sudi buat ke sana!

Sendang Senjoyo dulu jadi primadona, kini banyak orang nggak sudi buat ke sana!

19 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.