Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Ekonomi

Dilema Warna Uang Rp2 Ribu Baru dan Rp50 Ribu Lama: Mirip, Berujung Salah Tarik

Devandra Abi Prasetyo oleh Devandra Abi Prasetyo
22 Mei 2023
A A
Dilema Warna Uang Rp2 Ribu Baru dan Rp50 Ribu Lama: Mirip, Berujung Salah Tarik

Dilema Warna Uang Rp2 Ribu Baru dan Rp50 Ribu Lama: Mirip, Berujung Salah Tarik (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Tahun lalu, kita diperkenalkan dengan tampilan uang rupiah baru yang dikeluarkan Bank Indonesia. Rupiah kertas Tahun Emisi (TE) 2022 yang dikeluarkan bertepatan dengan hari jadi Republik Indonesia yang ke-77, 17 Agustus 2022. Tampil dengan “wajah” dan ukuran kertas yang baru, tentu pecahan seribu hingga seratus ribu ini banyak diburu oleh masyarakat. Ya, namanya uang baru, siapa pun jelas langsung ingin memilikinya bukan.

Secara desain uang, saya pribadi mengatakan bahwa untuk TE 2022 ini merupakan yang paling cantik. Pun dengan ukuran, untuk saudara-saudara kita yang—maaf—buta, tentu perbedaan panjang kertas pada setiap pecahan akan sangat membantu agar tidak keliru. Terakhir adalah keamanannya, dilengkapi dengan benang pengaman microlenses yang diklaim sulit untuk dipalsukan. Ya, sepakat atau tidak, peredaran uang palsu di sekitar kita masih banyak dan tak jarang kita temukan pada rupiah edisi sebelum-sebelumnya.

Di balik keistimewaan yang diberikan uang rupiah TE terbaru ini, tentu ada beberapa kekurangan yang mungkin minor tapi sangat fatal efeknya jika terjadi di lapangan. Ya, saya sedang membicarakan warna yang mirip antara uang Rp2 ribu baru dan Rp50 ribu lama yang sering tertukar.

Kita terbiasa membedakan uang berdasarkan warna

Masyarakat Indonesia sepertinya sudah sangat terbiasa membedakan nominal uang berdasarkan warna. Meskipun setiap nominal rupiah memiliki gambar pahlawan yang berbeda-beda, yang tentu sangat membantu membedakan besaran mata uang, pada beberapa kesempatan—saat terburu-buru misalnya—kita masih sering melakukan kesalahan dalam menarik uang di dompet hanya karena color pallete yang mirip.

Beberapa waktu yang lalu, saya sempat berbincang-bincang dengan seorang driver ojek online yang sama-sama sedang mengantre untuk mengambil uang di mesin atm. Sambil menunggu antrean, saya dan blio melakukan perbincangan ringan terkait orderan. Hingga akhirnya, percakapan itu melebar ke masalah uang baru, driver ojek online tersebut bercerita bahwa dirinya baru saja melakukan kesalahan fatal saat ingin memberikan uang kembalian.

Alih-alih ingin memberikan kembalian Rp12 ribu, blio justru memberikan selembar Rp10 ribu dan Rp50 ribu kepada pelanggannya. Pahitnya, pelanggan tersebut juga tidak sadar bahwa yang ia terima bukanlah nominal yang seharusnya.

Hingga saya pun membaca sebuah kegaduhan di Twitter beberapa hari silam, ternyata banyak juga masyarakat yang kegocek perihal warna uang TE terbaru. Meskipun Bank Indonesia (BI) mengatakan bahwa pecahan Rp50 ribu lama berwarna biru, sedangkan pecahan Rp2 ribu baru condong ke abu-abu, tetap saja tak mengubah bahwa keduanya memiiki gradasi warna yang serupa.

Mimpi buruk penderita buta warna parsial

Terkait warna uang yang mirip-mirip tersebut, saya pun iseng bertanya kepada rekan saya yang memiliki kondisi buta warna parsial. Perihal salah mengambil nominal uang sudah menjadi permasalahannya sejak lama. Saat saya tanya alasan mengapa bisa sampai keliru, alasannya pun terbilang sama, yakni karena terburu-buru atau saat uang itu terlipat.

Baca Juga:

QRIS Cross-Border Pembayaran Lintas negara yang Memangkas Banyak Keribetan tapi Menyimpan Bahaya Jika Kamu Nggak Hati-hati

Inilah yang Saya akan Lakukan kalau Punya Duit 1 Miliar

Hingga akhirnya, mulai beberapa tahun silam, dirinya sudah membiasakan diri untuk tidak melihat uang hanya dari warna. Melainkan lebih fokus untuk mengecek nominal sebelum memberikannya kepada orang lain.

Untuk lebih fokus ke angka, alih-alih warna, tentu ini menjadi sebuah pekerjaan rumah yang agaknya cukup besar bagi masyarakat. Alasannya jelas, karena sejak dulu kita terbiasa membedakan nominal uang berdasarkan warna. Dengan kata lain, ya nggak mau ribet aja.

Sulit memilih warna untuk Rp2 ribu

Kita tentu sudah mengetahui bahwa warna yang digunakan pada rupiah tentu berdasarkan spektrum warna pelangi, yakni merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu. Dan di sinilah kebingungan memilih warna mulai terjadi.

Merah jelas dimiliki nominal terbesar, yakni Rp100 ribu. Sementara biru sudah dipunyai Rp50 ribu. Pun dengan hijau, yang jadi kepunyaan Rp20 ribu. Warna nila dan ungu yang mirip, sudah dipakai di nominal Rp10 ribu. Sisanya jingga dan kuning telah digunakan di pecahan Rp5 ribu dan Rp1.000. Hanya Rp2 ribu yang kesulitan mendapatkan warna, dan abu-abu, bagi saya sudah merupakan warna yang pas.

Tapi entah kenapa, untuk warna abu-abu di rupiah pecahan Rp2 ribu TE 2022 kok rasa-rasanya sedikit kebiru-kebiruan. Hal ini sangat kontras warnanya dengan warna abu-abu pada TE 2009, atau saat logonya Pangeran Antasari. Meskipun rupiah TE 2022 ini memiliki ukuran yang berbeda-beda, ya tetap saja, kesalahan tarik di dompet dan berujung penyesalan akan kerap terjadi.

Penulis: Devandra Abi Prasetyo
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 5 Uang Kertas Indonesia dengan Desain Terkeren.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 22 Mei 2023 oleh

Tags: Rupiahuang kertas
Devandra Abi Prasetyo

Devandra Abi Prasetyo

Mas-mas Jawa penggemar sepak bola yang sedang mengadu nasib di belantara Jakarta. Hidup penuh ujian, terutama karena terjebak toxic relationship,

ArtikelTerkait

Inilah yang Saya akan Lakukan kalau Punya Duit 1 Miliar Mojok.co

Inilah yang Saya akan Lakukan kalau Punya Duit 1 Miliar

15 Oktober 2024
Nomor Seri Cantik di Uang Kertas: Lahan Cuan yang Sering Disepelekan terminal mojok.co

Nomor Seri Cantik di Uang Kertas: Apa Layak Dibeli dengan Harga Mahal?

21 November 2021
QRIS Cross-Border Memudahkan, Sekaligus Menyimpan Bahaya (Unsplash)

QRIS Cross-Border Pembayaran Lintas negara yang Memangkas Banyak Keribetan tapi Menyimpan Bahaya Jika Kamu Nggak Hati-hati

14 November 2025
5 Uang Kertas Indonesia dengan Desain Terkeren terminal mojok.co

5 Uang Kertas Indonesia dengan Desain Terkeren

19 November 2021
5 Desain Uang Kertas Terbaik di Dunia yang Bisa Kamu Koleksi terminal mojok

5 Desain Uang Kertas Terbaik di Dunia yang Bisa Kamu Koleksi

25 November 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gresik yang Dahulu Saya Anggap Biasa Aja, Sekarang Malah Bikin Kangen Mojok.co

Gresik yang Dahulu Saya Anggap Biasa Aja, Sekarang Malah Bikin Kangen

31 Maret 2026
Suzuki Katana Adalah Mobil yang Menyalahi Logika, Banyak Orang Menyukainya walau Jadul dan Kerap Bikin Sakit Pinggang Mojok.co

Suzuki Katana Adalah Mobil yang Menyalahi Logika, Banyak Orang Menyukainya walau Jadul dan Kerap Bikin Sakit Pinggang

1 April 2026
Kulon Progo Terkesan Santai karena Warlok Tidak Banyak Pilihan Hidup, Bukan karena Menganut Slow Living Mojok.co

Kulon Progo Terkesan Santai karena Warlok Tidak Punya Banyak Pilihan Hidup, Bukan karena Menganut Slow Living

27 Maret 2026
ASN Rajin Adalah Tempat Sampah Buat Atasan (Shutterstock)

Kalau Kalian Masih Ingin Jadi ASN di Era Ini, Sebaiknya Pikir 2 Kali. Tidak, 3, 4, bahkan 100 Kali kalau Perlu

28 Maret 2026
Makanan Malang yang Membuat Saya sebagai Perantau Kecewa, Sebaiknya Jangan Pasang Ekspektasi Ketinggian Mojok.co

Makanan Malang yang Bikin Pendatang seperti Saya Kecewa, Memang Sebaiknya Jangan Pasang Ekspektasi Ketinggian

1 April 2026
Trauma Naik PO Handoyo Kelas Eksekutif, Niat Cari Kenyamanan dengan Bayar Mahal Malah Berakhir Menderita Mojok.co

Kapok Naik PO Handoyo Kelas Eksekutif, Niat Cari Kenyamanan dengan Bayar Mahal Malah Berakhir Trauma dan Menderita

31 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Resign dari Perusahaan Bergaji 3 Digit di Luar Negeri karena Tak Merasa Puas, Kini Memilih Kerja “Sesuai Passion” di Kampung Halaman
  • Punya Rumah Besar di Desa: Simbol Kaya tapi Percuma, Terasa Hampa dan Malah Iri sama Kehidupan di Rumah Kecil-Sekadarnya
  • Nekat Kuliah di Jurusan Sepi Peminat PTN Top: Menyesal karena Meski Lulus Cumlaude, Ijazah Dianggap “Sampah” di Dunia Kerja
  • User Kereta Ekonomi Naik Bus Sumber Selamat karena Tak Ada Pilihan: Kursi Lebih Nyaman, Tapi Dibuat Hampir Pingsan
  • Gaji 8 Juta di Jakarta Tetap Bisa Bikin Kamu Miskin, Idealnya Kamu Butuh Minimal 12 Juta Jika Ingin Hidup Layak tapi Nggak Semua Pekerja Bisa
  • Dilema Anak Kos yang Kerja di Jogja: Mau Irit dan Mandiri tapi Takut Mati Konyol Gara-gara Cerita Seram Ibu Kos soal “Tragedi Gas Melon”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.