Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Wonogiri Ramenya Cuma Waktu Lebaran Pala Kau, Main-mainlah Sini biar Paham!

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
13 Februari 2023
A A
Wonogiri dan Gunungkidul, Saudara Kembar Beda Nasib

Wonogiri dan Gunungkidul, Saudara Kembar Beda Nasib (Rizal Setiya via Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Hari ini, ada video viral tentang betapa murahnya makanan di Wonogiri. Komentar netizen sih gitu-gitu aja, pada kaget, dan bertanya apakah bakule bisa untung. Tapi, ada komentar yang bikin saya mendidih, yaitu komen Wonogiri sepi dan hanya ramai saat lebaran. Sebagai orang asli Wonogiri, saya marah betul bacanya.

Makan 3x cuma 10rb perak di Wonogiri 🥺 pic.twitter.com/kXFQpUpFTs

— Jami 🇵🇸 (@djamtjoek) February 12, 2023

Saya kadang heran sama orang-orang. Mereka tuh nggak tahu kondisi daerah yang mereka omongin, tapi yakin betul kalau ngomong (ngatain). Misal, mereka sering menganggap daerah-daerah kayak kabupaten X itu sepi, bahkan hingga sekarang, di mana kemajuan daerah-daerah begitu pesat, mereka tetap menganggap terbelakang. Kayak, nggak tersentuh peradaban sama sekali.

Ya bener, daerah-daerah itu nggak akan menyaingi kota dalam segala hal. Tapi nggak fair juga kalau kota yang udah established dijadiin tolok ukur. Kota yang baru maju satu dekade jelas nggak akan bisa dibandingin sama kota-kota besar yang udah maju bahkan sebelum Reformasi. Nggak terkejar.

Kita bicara Wonogiri, kota yang lagi viral ini. Kalau dibandingin sama Solo, tetangga terdekat (yang nggak dekat-dekat amat), ya keramaiannya jauh. Tapi kan Solo udah established, sedangkan Wonogiri baru lepas landas belum lama-lama banget. Tapi ya nggak bisa juga dibilang terbelakang. Edan po.

Apalagi bilang sepi, ha anjeng, dikira Raccoon City apa?

Wonogiri tuh rame, Coy. Untuk daerah pegunungan, Kota Gaplek ini terhitung rame. Nggak perlu nunggu Lebaran, udah rame juga. Kota ini hidup, hidup banget. Banyak perumahan baru yang cepat terisi, dan jika kalian pake konser sebagai tolok ukur kemajuan daerah, sorry banget, Wonogiri bakal ngadain konser gede-gedean. Sila cek situs Wonogiri Festival biar tau lineup-nya kek mana.

Ngiler? Kotamu ada nggak? Nggak? Modaro.

Baca Juga:

Kasihan Solo, Selalu Dibandingkan dengan Jogja, padahal Perbandingannya Kerap Tidak Adil!

Pantai Gading Purba, Pantai di Wonogiri yang “Menipu” Wisatawan

Tolok ukur yang nggak pas

Kadang ya, kesalahan orang melihat satu kabupaten/kota itu cuman dari satu daerah doang. Sialnya, daerah tersebut kerap dianggap jadi representasi. Kalau misalnya kalian pernah ke Praci, terus menganggap Wonogiri sepi, itu ya keliru. Ini sama aja memvonis DI Yogyakarta sepi soalnya situ tolok ukurnya Semanu. Kota Gaplek luas, Cok, pastinya ya ada daerah yang rame, ada yang sepinya minta ampun. Apalagi ngeliatnya Praci doang, ya keliru, Lek. Ra sisan Paranggupito ngidul?

Saya tuh heran sama obsesi orang untuk menurunkan derajat kabupaten. Kayak, harus banget kabupaten itu dicitrakan “terbelakang”. Ya sepi, ya nggak ada mal, ya nggak ada tempat nongkrong hits, motornya masih pake knalpot blombongan, ada PCX pake ban kecil.

Padahal ya, nggak punya mal gede itu ya bukan suatu tanda keterbelakangan lho. Misal nggak ada Starbucks/McD/KFC terus dianggap kota terbelakang, ya aneh. Sejak kapan kopi dan ayam goreng jadi tolok ukur kemajuan? We got Paryanti and Mbak Ning, we don’t need KFC. All hail Paryanti dan Mbak Ning!

Bahkan sering banget orang udah berani ngevonis suatu daerah terbelakang hanya berdasar imajinasi. Contohnya ya, Wonogiri sepi ini tadi. Edan po.

Ya bener sih sepi, nek bandingne Jogja. Kalau Kota Gaplek punya infrastruktur dan selengkap Jogja, ya nggak bakalan sepi. Orang sekarang aja udah rame kok. Tapi kan emang nggak didesain—atau belum—sebagai kota wisata. Saya yakinnya sih, melihat pembangungan Kota Gaplek yang lumayan masif, nggak kaget kalau suatu saat nanti Wonogiri jadi jujugan. Seenggaknya, jalanan di Wonogiri itu jauh lebih bagus ketimbang Klaten, kota yang jelas lebih rame karena jadi jalur utama orang ke Jogja.

Saya sarankan sih, klean-klean coba berkunjung ke Alun-alun, yang selalu rame. Terus, coba ke kafe-kafenya yang kerap penuh. Atau sila liat jalan-jalan yang selalu rame. Meski nggak macet, tetap aja rame. Kalau patokanmu kota rame itu ada macetnya, ya remuk logikamu.

Kota mana pun, kalau lebaran ya rame

Kalau Lebaran terlihat kayak kota yang berbeda atau jadi 3000 persen lebih rame, jawabnya ya emang banyak orang merantau dan balik. Ya kayak kota-kota lain, saya pikir kota-kota besar pun kebanjiran pemudik. Perlu kalian ketahui, kultur orang Wonogiri itu salah satunya ya merantau. Tapi bukan berarti kabeh merantau, yang bertahan pun banyak. Banyak banget malah.

“Tapi kalau malem, Wonogiri sepi tuh. Jam 11 malem dah nggak ada kehidupan. Sepi kan?!”

Ha yo lumrahe menungso, kalau jam 11 malem ya di rumah, istirahat. Bukannya kelayapan, ora ceniningan.

Kurang-kurangin lah memberi vonis berdasar imajinasi, berdasar jarene, berdasar peganganmu kalau kabupaten itu terbelakang dan sebagainya. Selain itu wagu, artinya kalian nggak paham kalau selama ini daerah-daerah memperbaiki dirinya agar makin pantas untuk warganya. Belum maksimal, iya, tapi jangan lantas dianggap terbelakang gitu dong.

Lagian, ada apa sih dengan obsesi kalian menjilat pantat kota besar? Nggak dapet apa-apa juga lho.

Penulis: Rizky Prasetya
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Wonogiri dan Gunungkidul, Saudara Kembar Beda Nasib

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 14 Februari 2023 oleh

Tags: kabupatenkemajuansepiterbelakangWonogiri
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Founder Kelas Menulis Bahagia. Penulis di Como Indonesia.

ArtikelTerkait

pengalaman anak-anak dikejar sapi saat main ke wonogiri mojok.co

Pengalaman Dikejar Sapi saat Berkunjung ke Wonogiri

2 Juni 2020
Kerugian yang Bakal Diderita Mahasiswa kalau Program KKN Ditiadakan terminal mojok.co presma ketua BEM UGM organisasi mahasiswa

Percayalah, KKN Dekat Rumah Itu Nggak Enak

24 Desember 2020
Dilema Coffee Shop di Kabupaten: Hidup Segan, Mati kok Udah Keluar Modal Banyak, Pusing!

Dilema Coffee Shop di Kabupaten: Hidup Segan, Mati kok Udah Keluar Modal Banyak, Pusing!

10 September 2024
Membandingkan Kabupaten Ponorogo dan Trenggalek. Mana yang Lebih Maju?

Membandingkan Kabupaten Ponorogo dan Trenggalek, Mana yang Lebih Maju?

15 April 2023
Wonogiri Menyimpan “Tempat Terpencil” yang Ideal untuk KKN (Unsplash)

Kecamatan Paranggupito, Tempat “Terpencil” di Wonogiri yang Bakal Memanjakan Mahasiswa KKN

18 Desember 2023
BRT Trans Jateng Rute Wonogiri-Solo, Transportasi Murah untuk Kaum Pekerja, Cukup 1000 Rupiah, Bisa ke Solo dengan Nyaman!

BRT Trans Jateng Rute Wonogiri-Solo, Transportasi Murah untuk Kaum Pekerja, Cukup 1000 Rupiah, Bisa ke Solo dengan Nyaman!

18 Mei 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

6 Keunggulan Surabaya yang Bikin Orang Bangkalan Madura Minder sebagai Tetangganya Mojok.co

6 Keunggulan Surabaya yang Bikin Orang Bangkalan Madura Minder sebagai Tetangganya

20 Januari 2026
Jika Tok Dalang dalam Serial Upin Ipin Pensiun, Abang Iz Layak Jadi Kepala Kampung Durian Runtuh

Jika Tok Dalang dalam Serial Upin Ipin Pensiun, Abang Iz Layak Jadi Kepala Kampung Durian Runtuh

16 Januari 2026
Jalan Dayeuhkolot Bandung- Wujud Ruwetnya Jalanan Bandung (Unsplash)

Jalan Dayeuhkolot Bandung: Jalan Raya Paling Menyebalkan di Bandung. Kalau Hujan Banjir, kalau Kemarau Panas dan Macet

17 Januari 2026
Sebagai Warga Pati, Saya Tidak Kaget Bupati Pati Sudewo Kena OTT KPK, karena Selama 24 Tahun Dipimpin 3 Bupati yang Terjerat Skandal

Sebagai Warga Pati, Saya Tidak Kaget Bupati Pati Sudewo Kena OTT KPK, karena Selama 24 Tahun Dipimpin 3 Bupati yang Terjerat Skandal

20 Januari 2026
Jalan Kedung Cowek Surabaya: Jalur Mulus yang Isinya Pengendara dengan Etika Minus

Jalan Kedung Cowek Surabaya: Jalur Mulus yang Isinya Pengendara dengan Etika Minus

15 Januari 2026
Mio Soul GT Motor Yamaha yang Irit, Murah, dan Timeless (Unsplash) yamaha mx king, jupiter mx 135 yamaha vega zr yamaha byson yamaha soul yamaha mio

Yamaha Mio, Motor Lama yang Pernah Jadi Puncak Rantai Makanan, Kini Kembali Muncul dan Diburu Banyak Orang

20 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Sebaiknya Memang Jangan Beli Rumah Subsidi, sebab Kamu Akan Rugi Berkali-kali
  • Warga Madiun Dipaksa Elus Dada: Kotanya Makin Cantik, tapi Integritas Pejabatnya Ternyata Bejat
  • Indonesia Masters 2026: Cerita Penonton Layar Kaca Rela Menembus 3 Jam Macet Jakarta demi Merasakan Atmosfer Tribun Istora
  • Sumbangan Pernikahan di Desa Tak Meringankan tapi Mencekik: Dituntut Mengembalikan karena Tradisi, Sampai Nangis-nangis Utang Tetangga demi Tak Dihina
  • Menurut Keyakinan Saya, Sate Taichan di Senayan adalah Makanan Paling Nanggung: Tidak Begitu Buruk, tapi Juga Jauh dari Kesan Enak
  • Saat Warga Muria Raya Harus Kembali Akrab dengan Lumpur dan Janji Manis Awal Tahun 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.