Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Hal-hal Absurd yang Hanya Terjadi di Kos Murah

Dicky Awan oleh Dicky Awan
22 Oktober 2022
A A
kos murah 300 ribuan di solo

Hal-hal Absurd yang Hanya Terjadi di Kos Murah

Share on FacebookShare on Twitter

Selama lima tahun hidup di kotanya Jan Ethes ini, saya menempati kos murah seharga 300 ribuan. Tak ada alasan khusus memilih kos seharga tiga ratus ribu rupiah per bulan bagi selain karena ramah di kantong. Yang penting aman di kantong, lah.

Kota Solo merupakan kota termurah kedua versi SUN Education Juli lalu. Biaya hidup di kota ini ditaksir Rp1,5 juta per bulan, dilansir dari Detik. Tapi, tetap saja, saya memilih kos murah, biar saya tetap irit. Lagian, saya bisa dapat banyak pelajaran hidup di kos ini. Meski, semuanya saya dapat dari pengalaman yang nggatheli.

ADVERTISEMENT

Saya akan ceritakan betapa “menyenangkan” hidup di kos murah.

Saya akan mulai dengan fasilitas krusial di kosan: kamar mandi. Coba bayangkan, pernahkan kamu pagi-pagi ke kamar mandi, lalu menjumpai kaus kaki sudah tergantung tepat di bawah keran dan menjadi saringan air? Tentu saja saya pernah. Jadi, ceritanya, kosan saya ini memang memiliki air yang kadang keruh dan meninggalkan endapan.

Masalahnya, dari semua jenis saringan, kenapa memilih kaus kaki? Kan bisa pake kain lain gitu lho. Beli kain, apa gimana kek. Yang penting bukan kaos kaki (yang kemungkinan bekas). KENAPA?

Saya lupa memastikan apa merek kaos kakinya, saya tidak peduli. Yang saya pedulikan, apa yang ada di benak orang yang memilih kaos kaki sebagai filter. Cuk, tulung tenan iki. Yang jelas, saya enggan menggunakan kamar mandi itu beberapa hari. Beruntung kosan saya memiliki dua kamar mandi, saya memilih satu lainnya sebagai opsi. Kos murah, tapi punya dua kamar mandi, mbois iki.

Berhari-hari saya dilanda overthinking. Saya membayangkan, apakah ada yang nekat mandi dengan saringan kaus kaki itu? Apakah dia berakhir gudiken?

Saya enggak bisa membayangkan, seandainya kamar mandi lain juga disaring dengan benda yang tak jauh beda. Singlet misalnya. Wah, jelas saya akan kebingungan milih yang mana. Mungkin saya memilih untuk tidak mandi. Kalau ditanya kenapa memilih nggak mandi, akan saya jawab “PUNK OG!”

Baca Juga:

8 Kuliner Legendaris di Solo yang Sering Disebut dan Beneran Enak 

Gagal Paham dengan Warlok Solo yang Ngebet Kuliah ke Luar Kota Demi Kejar Gengsi

Apakah kaos kaki jadi filter air sudah puncak komedi kos murah? Oh, tentu saja tidak.

Beberapa hari lalu, di kamar mandi yang sama, saya menyaksikan sebatang sikat gigi ditemukan tenggelam di bak mandi yang sama. Berhari-hari ia nyaris tak dievakusi. Saya tak kuasa untuk mengambil segayung air pun. Si tai, anak mana yang tega-teganya meracuni penghuni lain dengan bekas karang giginya. Sialan.

Sejujurnya, saya pernah (tak sengaja) melakukan aksi serupa. Suatu malam jelang dini hari, saya tak sengaja menjatuhkan sikat gigi. Tentu, dengan pikiran dan nalar sehat, saya langsung menguras bak kamar mandi. Walau saya harus membuang berliter-liter air dini hari itu, saya cuma nggak pengin anak kosan lain keracunan bau badek sikat gigi saya. Meski kos murah, saya masih pake nurani.

Seperti yang saya bilang, hal-hal absurd itu bukanlah yang terakhir. Kejadian lain, misalnya, kosan saya ini menggunakan media sikat gigi sebagai kancing pintu. Ya, lagi-lagi sikat gigi. Padahal, soal kancing pintu ada benda lain semacam sumpit, garpu, bahkan sendok. Atau kalau mau modal dikit, beli kunci pintu yang beneran kunci pintu. Kos murah bukan berarti kikir, tolong.

Lalu bergeser ke kosan saya dua tahun lalu (sama-sama murah, kos saya mana ada yang mahal). Kosan saya yang ini, memiliki tempat pembuangan sementara (TPS) tepat di balik dinding kosan saya. Saya lebih senang menyebutnya TPL, tempat pembuangan lempar. Karena, buang sampah di kosan saya dulu cukup dengan melempar di area lahan kosong di samping kosan saya.

Hal ini awalnya bikin saya gedek-gedek, terutama saat penghuni lawas di kosan saya mempresentasikan tutorial buang sampah di samping bangunan tepat. Saya terheran-heran kala itu, terlebih, tampak tumpukan sampah mulai menggunung. Saya memastikan, kebun bu kos saya ini sudah dalam status open dumping.

Oh ya, kosan saya ini juga terkenal angker. Nggak kaget sebenarnya, penyebab suatu kos bisa jadi murah ya salah satunya karena angker. Konon, menurut penuturan penghuni senior, kos saya dulu itu merupakan mabes jin. Ya, saya awalnya tergidik mendengar itu. Beruntungnya, saya tak pernah dihantui seperti bayangan ibu kos di tanggal tua.

Saya jadi curiga, di mabes jin itu, ada jin yang kek Sambo nggak?

Namun, kosan saya itu memiliki agenda pengajian saban malam Selasa dan Jumat. Konon, pengajian tersebut adalah upaya agar para jin tidak mengganggu para penghuni. Uniknya, setelah pengajian, ada prosesi menyebar garam di daerah kos. Saya bingung, apa efek garam terhadap jin? Apakah mereka makan buah setan?

Lah kan jin, masak makan buah setan?

Tapi, selama ini saya nggak pernah terusik makhluk halus di kos murah yang saya tempati. Malah makhluk kasat matalah yang bikin saya terganggu.

***

Ada harga, ada rupa. Kalimat itu, saya rasa, akan selalu benar adanya. Kos murah, jangan pernah berharap mewah. Tapi, saya nggak menyesali itu semua. saya tak bisa berharap apa-apa dari kos murah selain dompet saya yang tak menangis. Kalau dipikir-pikir, ajaib betul pengalaman saya, dan saya yakin, kos-kos mahal nggak akan ngasih pelajaran hidup yang saya dapat di kos murah ini: kesabaran dan pentingnya akal sehat.

Penulis: Yanuar Abdillah Setiadi
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Cari Kos Murah di Jogja Ibarat Mencari Jarum di Tumpukan Jerami 10 Ton, Susahnya Minta Ampun!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 22 Oktober 2022 oleh

Tags: Hidupkos murahpelajaransolo
Dicky Awan

Dicky Awan

Permadani itu bernama waktu.

ArtikelTerkait

5 Tempat di Solo yang Butuh Direvitalisasi dan Dapat Atensi Mas Gibran agar Solo Semakin Cantik

5 Tempat di Solo yang Butuh Direvitalisasi agar Solo Semakin Cantik

31 Oktober 2023
4 Privilese Jadi Warga Lokal Solo yang Punya Segalanya, Hidup Jadi Terasa Lengkap Mojok.co

4 Privilese Jadi Warga Lokal Solo yang Punya Segalanya, Hidup Jadi Terasa Lengkap

5 November 2025
Derita Masyarakat Solo Purwodadi Menghadapi Bus Rela (Unsplash)

Derita Masyarakat Solo Purwodadi Menghadapi Bus Rela karena Nggak Punya Pilihan

6 Mei 2023
Alasan Orang Solo Lebih Hafal Jalan Tikus daripada Jalan Utama

Alasan Orang Solo Lebih Hafal Jalan Tikus daripada Jalan Utama

30 November 2025
4 Hal yang Saya Benci dari Tukang Parkir di Solo

4 Hal yang Saya Benci dari Tukang Parkir di Solo

20 Oktober 2025
Gagal Paham dengan Orang-orang yang Menjadikan Rumah Jokowi sebagai Destinasi Wisata Baru di Solo Mojok.co

Gagal Paham dengan Orang-orang yang Menjadikan Rumah Jokowi sebagai Destinasi Wisata Baru di Solo

4 April 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Krisis Identitas wingko babat: jajanan asli Lamongan, dijajah Semarang, dicaplok Jogja

Krisis Identitas wingko babat: jajanan asli Lamongan, dijajah Semarang, dicaplok Jogja

21 Juli 2026
Di Mata Kurir, Metode Pembayaran COD Lebih Baik Dihapuskan Mojok.co kurir paket

Lika-liku kurir saat mengantar paket COD ke desa, kadang jadi pahlawan, seringnya jadi pesakitan

16 Juli 2026
Kenapa orang Bali jarang liburan ke pantai? (Unsplash)

Kenapa orang Bali jarang liburan ke pantai, padahal tinggal deket pantai?

18 Juli 2026
Membayangkan Lamongan Punya Mal, Cari Hiburan Nggak Perlu Repot-repot ke Kabupaten Tetangga Mojok.co yusril fahriza

Lamongan butuh dipimpin Yusril Fahriza agar makin maju dan kalcer, dan saya serius!

20 Juli 2026
Jemuran, hal sepele yang bisa jadi sumber konflik penghuni kos Mojok.co

Jemuran, hal sepele yang bisa jadi sumber konflik penghuni kos

20 Juli 2026
4 kesalahan pembeli saat menyantap cuanki yang membuat rasanya kurang nikmat Mojok.co

4 kesalahan pembeli saat menyantap cuanki yang membuat rasanya kurang nikmat 

21 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.