Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Selamat Datang di Perguruan (Harga) Tinggi

Iqbal AR oleh Iqbal AR
18 Mei 2019
A A
universitas

universitas

Share on FacebookShare on Twitter

“Kamu kuliah di negeri saja. Kalau swasta mahal biayanya.” Kata-kata ini mungkin sudah akrab di telinga orang-orang yang masuk ke perguruan tinggi pada awal tahun 2000-an. Anjuran orang tua untuk memilih kuliah di universitas negeri memang beralasan kuat saat itu—biaya. Saat itu universitas negeri bisa terbilang lebih murah dari segi biaya jika dibandingkan dengan kampus swasta. Tentu ini tidak mutlak, namun “model” semacam ini memang banyak dijumpai di berbagai daerah.

Entah apa alasannya, universitas negeri bisa dianggap lebih murah dari universitas swasta. Mungkin ada faktor perbedaan fasilitas, tenaga pengajar, atau hal-hal lain semacamnya. Namun perbedaan biaya memang terjadi antara universitas negeri dengan universitas swasta saat itu (mungkin sampai saat ini).

Namun hal ini mungkin sudah tak berguna lagi. Saya melihat universitas negeri mulai menaikkan biaya (uang semester) sejak 2014. Setidaknya itu yang saya teliti di beberapa universitas di kota Malang, terutama di universitas tempat saya belajar.

Kota Malang memang menjadi salah satu tujuan merantau bagi calon mahasiswa dari berbagai daerah. Kualitas beberapa universitas, sejuknya kota, hingga murahnya biaya hidup menjadi alasan bagi “perantau-perantau” untuk belajar dan tinggal di Malang. Kota Malang juga mendapat julukan “Kota Pelajar“, dengan Jogja, tentunya.

Kembali ke persoalan biaya kuliah. Tahun lalu saat masa pendaftaran mahasiswa baru di universitas saya, salah satu calon mahasiswa memprotes tentang mahalnya biaya kuliah yang didapatnya. Ini juga sempat membuat ramai di kalangan mahasiswa. Kalau tidak salah, calon mahasiswa itu harus membayar kurang lebih 5,5 juta rupiah tiap semester. (Oh iya, penghasilan orang tua itu juga menentukan besaran biaya per semester)

Mendengar kabar ini, beberapa kawan seangkatan saya cukup berang. Ada yang menganggap dia cari perhatian, bermental lemah, dan cacian-cacian lain. Bukan apa-apa, karena beberapa teman saya juga ada yang biaya kuliahnya semahal itu. Bahkan ada yang lebih mahal. Sementara itu saya hanya bisa diam, karena saya adalah mahasiswa penerima beasiswa, yang tidak perlu membayar uang kuliah. Saya takut dikatakan tidak bersyukur kalau ikut protes. Saya pun menganggap ini sebagai hal biasa. Pendidikan tinggi juga bukan program wajib pemerintah tho? Wajib belajar kan hanya 12 tahun.

Persepsi saya akhirnya berubah 180 derajat setelah saya ngobrol dengan teman saya, mahasiswa angkatan 2013 (saya angkatan 2016). Awalnya kami hanya ngobrol biasa dan sambat-sambat masalah perkuliahan dan dosen. Hingga akhirnya saya ditanya, “Eh, uang kuliahmu berapa sekarang?” Saya jawab saja kalau saya ini mahasiswa penerima beasiswa. Jadi tidak perlu membayar.

Namun saya juga katakan kalau sekarang rata-rata uang kuliah itu 4,5 juta hingga 6 juta. Bahkan ada yang lebih. Teman saya terkejut dan bilang “Kok mahal? Aku dulu cuma 2 juta lho.” Bahkan ada juga yang hanya dikenakan biaya 1 juta rupiah. Saya tidak terlalu kaget sebenarnya. Peningkatan uang kuliah biasanya sebanding dengan peningkatan sarana-prasarana universitas. Ada juga yang membayar lagi uang gedung ,yang nominalnya bisa seharga sepeda motor baru, jika masuk dari jalur mandiri. Tapi juga kembali lagi, Peningkatan uang kuliah biasanya sebanding dengan peningkatan sarana-prasarana universitas.

Baca Juga:

Alumni UT Nggak Ribut Soal Almamater, Tahu-tahu Hidupnya “Naik Kelas”

UT Adalah Teman bagi Orang-orang yang Mengejar Mimpi dalam Sunyi

Tapi ternyata tidak. Apa yang didapatkan teman saya yang angkatan 2013, masih sama dengan apa yang saya (dan angkatan di bawah saya) dapatkan, baik dari segi fasilitas, maupun pengajarannya.

Bahkan beberapa hari yang lalu, salah satu dosen saya (seorang petinggi fakultas juga) akhirnya sambat. Beliau bilang bahwa satu minggu ini, mejanya dipenuhi surat penundaan pembayaran uang kuliah dan permohonan penurunan biaya kuliah. Jadi kenapa uang kuliah kok semakin mahal? Ya saya tidak tahu lah. Paling tidak sudah terbayang betapa mahalnya kuliah di universitas negeri.

Lalu bagaimana dengan universitas swasta? Tentu sama mahalnya. Bahkan sudah mahal sejak zaman Sultan Agung memimpin Mataram. Salah satu teman saya yang kuliah di universitas swasta mengatakan hal yang serupa. Dia dikenakan biaya 4,5 juta per semester dengan biaya tambahan (uang gedung), plus kenaikan biaya tiap tahunnya. Kebijakan universitas katanya.

Lalu bagaimana dengan fasilitas? Ternyata sama saja. Bahkan ada beberapa kelas yang masih menggunakan kipas angin untuk pendingin. Sedangkan rata-rata ruang kelas di banyak universitas, sudah menggunakan AC untuk pendingin. Bayangkan saja ruangan yang tidak terlalu besar, diisi sekitar 50 mahasiswa, dengan satu atau dua kipas angin. Betapa sumpek keadaan kelas itu, ditambah lagi mereka harus menerima kenyataan bahwa uang kuliahnya mahal. Saya sih tidak bisa membayangkan. Beda lagi kalau kuliah kedokteran. Itu fitrahnya memang mahal.

Saya sebenarnya tidak benar-benar paham mengenai penentuan biaya kuliah. Saya hanya tahu bahwa pekerjaan, penghasilan orang tua, bentuk rumah, harta dan aset orang tua sangat berpengaruh dalam penentuan biaya kuliah. Saya juga sudah bersyukur tidak perlu bingung membayar biaya kuliah, karena sudah ada beasiswa. Jadi saya hanya membantu menyalurkan sambatan-sambatan kawan-kawan saya.

Memang ini bukan hal yang mutlak, saya ulangi. Ini adalah contoh yang sudah saya amati, setidaknya di kota Malang. Mungkin juga ada yang berbeda di kota-kota lainnya. Tapi setidaknya, seperti inilah adanya. Perbandingan ini juga perbandingan yang adil menurut saya. Karena kedua universitas (negeri dan swasta) ini mempunyai kualitas yang hampir sama. Jadi ya sah-sah saja. Selamat datang di perguruan (harga) tinggi, adik-adik!

Terakhir diperbarui pada 5 Oktober 2021 oleh

Tags: Perguruan TinggiUniversitas Negeri
Iqbal AR

Iqbal AR

Penulis lepas lulusan Sastra Indonesia UM. Menulis apa saja, dan masih tinggal di Kota Batu.

ArtikelTerkait

7 Sekolah Kedinasan yang Masa Depannya Terjamin dan Bikin Orang Tua Bangga Mojok.co

7 Sekolah Kedinasan yang Lulusannya Punya Masa Depan Cerah dan Bikin Orang Tua Bangga

27 Oktober 2025
SpeakPal dan Fondi, Aplikasi Brilian untuk Belajar Speaking Bahasa Inggris

Nggak Cuma Krisis Baca Tulis di Jenjang Menengah, Indonesia Juga Krisis Bahasa Inggris di Jenjang Perguruan Tinggi

31 Agustus 2024
5 Pelajaran Hidup yang Saya Sadari Setelah Main Gim The Sims terminal mojok.co

Menanggapi Abad Milenial Melalui Pembukaan Prodi Khusus YouTuber, Gamer, dan Animator di Perguruan Tinggi

16 Juni 2019
Perempatan Jetis, Perempatan Paling Berpendidikan di Jogja Sejak Masa Kolonial

Perempatan Jetis, Perempatan Paling Berpendidikan di Jogja Sejak Masa Kolonial

12 Januari 2024
10 Jurnal Ilmiah Gratisan yang Dibutuhkan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Terminal Mojok

10 Jurnal Ilmiah Gratisan yang Dibutuhkan Mahasiswa Ilmu Komunikasi

8 Januari 2023
Tidak Ada Skripsi hingga Jarang Ketemu Dosen, Hal-hal yang Lumrah di Universitas Terbuka, tapi Nggak Wajar di Kampus Lain Mojok.co

Tidak Ada Skripsi hingga Jarang Ketemu Dosen, Hal-hal yang Lumrah di Universitas Terbuka, tapi Nggak Wajar di Kampus Lain

14 September 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kalau kamu pekerja dengan gaji UMK dua juta rupiah, masa depan cerah itu hanyalah bualan sampah

Kalau kamu pekerja dengan gaji UMK dua juta rupiah, masa depan cerah itu hanyalah bualan sampah

7 Agustus 2026
Punya tetangga yang suka nyetel musik keras-keras itu adalah ujian hidup paling berat

Punya tetangga yang suka nyetel musik keras-keras itu adalah ujian hidup paling berat

4 Agustus 2026
Anak pertama perempuan, peran yang paling melelahkan di dunia setelah jadi ibu Mojok.co

Anak pertama perempuan, peran yang paling melelahkan di dunia setelah jadi ibu

2 Agustus 2026
Kontroversi [arfum Mykonos: ketika naluri “ingin gaul” anak SD dihakimi netizen yang kurang piknik

Kontroversi parfum Mykonos: ketika naluri “ingin gaul” anak SD dihakimi netizen yang kurang piknik

4 Agustus 2026
Wuling Aira EV, mobil yang bikin pabrikan merinding karena saking murahnya, LCGC kudu waspada dan wajib ketar-ketir

Wuling Aira EV, mobil yang bikin pabrikan merinding karena saking murahnya, LCGC kudu waspada dan wajib ketar-ketir

1 Agustus 2026
Menganggap Tulungagung sebagai pusat pesugihan di Jawa Timur karena banyak industri rumahan adalah kesimpulan yang dangkal, bodoh, malas, dan sampah

Menganggap Tulungagung sebagai pusat pesugihan di Jawa Timur karena banyak industri rumahan adalah kesimpulan yang dangkal, bodoh, malas, dan sampah

7 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.