Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Borok Mie Gacoan Dibongkar: Sungguh Suara Ojol, Suara Tuhan

Prabu Yudianto oleh Prabu Yudianto
14 November 2021
A A
Borok Mie Gacoan Dibongkar: Sungguh Suara Ojol, Suara Tuhan terminal mojok.co
Share on FacebookShare on Twitter

Kalau Anda bertanya serikat buruh mana yang bisa menggugat korporat dalam satu malam, mungkin akan susah menemukan jawaban. Kalau Anda bertanya gerakan aktivis mana yang punya solidaritas kuat dan cepat tanggap, Anda tetap kesulitan menjawab.

Tapi kalau Anda bertanya kelompok masyarakat mana yang mampu melakukan hal di atas, driver ojek online (ojol) jawabannya.

ADVERTISEMENT

Peristiwa pada 13 November 2021 di Jogja adalah buktinya. Bagaimana gerakan organik ojol mampu melakukan kerja serikat dan aktivis dalam satu malam. Dan menurut saya, inilah kekuatan ojol yang sebenarnya! Dan sudah selayaknya serikat pekerja dan aktivis belajar dari mereka.

Untuk yang belum paham konteks, ini kronologinya: pada pukul 9 pagi terjadi keributan di resto Mie Gacoan cabang Kotabaru Jogja. Alasannya adalah kekesalan salah satu driver ojol yang menunggu orderan terlalu lama di Mie Gacoan. Karena lebih dari setengah jam, orderan driver tadi di-cancel pelanggan.

Kekesalan driver ojol ini berbuah perkelahian dengan kru Mie Gacoan. Meskipun sudah dipisah, tapi api ini belum padam. Puncaknya, ba’da Isya ratusan driver ojol mendatangi Mie Gacoan. Bukan karena orderan, tapi karena tuntutan dan solidaritas.

Para driver menuntut agar kru Mie Gacoan yang menyerang driver ojol dipecat dan diperkarakan hukum. Kemudian mereka juga menuntut agar Mie Gacoan cabang Kotabaru berhenti operasi. Pihak Gacoan pun menyetujui setelah pengepungan sepanjang malam.

Sebenarnya, sudah lama Mie Gacoan bermasalah dengan ojol. Banyak yang mengungkapkan borok manajemen Mie Gacoan yang merugikan ojol. Dari kasir yang sedikit, prosedur panjang lebar, dan tentunya pelayanan kurang menyenangkan pada driver. Perkara sistem kerja karyawan yang penuh tekanan dan upah murah juga jadi pergunjingan. Namun, ungkapan miring ini baru menjadi aksi langsung dan geger gedhen pada 13 November kemarin.

Apalagi, para driver ojol baru saja melakukan mogok massal akibat penurunan tarif oleh pihak Gojek. Kemarahan ini ikut membakar para ojol yang ikut dalam pendudukan resto Mie Gacoan Kotabaru. Sudah pendapatan turun, Mie Gacoan malah menambah beban dengan pelayanan yang tidak maksimal. Lamanya penyiapan pesanan berarti membuat ojol harus menunggu. Pada akhirnya, para driver yang menanggung beban. Karena waktu terbuang yang seharusnya bisa mendapat pesanan lagi, serta potensi dibatalkan yang berpotensi menurunkan rating.

Baca Juga:

4 hal yang tidak saya sangka bisa dilakukan driver ojek online selain mengantar penumpang dan makanan

Mie Gacoan Bangkalan Madura bisa tutup kalau 3 hal ini tidak diperbaiki

Kejadian ini sangat menarik bagi saya. Sampai saya ikut menduduki Mie Gacoan bersama para driver ojol. Bisa melihat langsung bagaimana perlawanan ojol yang lossdoll menghantam Mie Gacoan. Dan dengan melihat langsung aksi ini, saya melihat banyak hal yang bisa dipelajari serikat buruh dan aktivis.

Pertama, tentang solidaritas akar rumput. Berbeda dengan model serikat yang sarat birokrasi, para driver ojol bersolidaritas dalam kesadaran penuh. Solidaritas ini makin tertempa dengan lahirnya pos-pos ojol di mana mereka berbagi cerita dan masalah.

Para driver ojol ini membentuk sel kecil, dan dari sel ini para ojol terkoneksi. Jadi ketika info geger gedhen Kotabaru ini disebar, para ojol bisa menerima dengan cepat dari sel kecil masing-masing.

Kedua, adalah perkara aksi langsung yang serba cepat dan tanggap. Tidak ada waktu untuk tetek bengek membuat spanduk atau poster. Ketika mereka ingin menuntut, semua dikoordinir dan dilakukan bersama-sama. Tanpa harus menanti titah atasan atau menyiapkan aksi teatrikal. Yang mereka siapkan hanya tuntutan dan solusi.

Tidak perlu menyibukkan diri dengan mempersiapkan hal selain tuntutan dan mental baja. Tujuan para ojol sudah jelas, dan mereka menyuarakan tuntutan dengan aksi langsung ke jantung sumber masalah. Ini jelas harus dicontoh oleh para aktivis. Jadikan gerakan kalian satset seperti ojol ini.

Ketiga, semua dilakukan secara bersama sampai sulit dibredel. Berbeda dengan bentuk solidaritas lain, ojol membangun komunal atau sindikatnya dari akar rumput yang terkoneksi satu sama lain. Tidak ada tokoh populis yang berpotensi disetir, dan tidak ada ketua yang bertindak bagai diktator. Maka ketika ada upaya mengendalikan massa ojol, pasti mentah!

Terbentuknya solidaritasnya ojol ini organik, tanpa ada dogma ide besar, tanpa ada pemujaan pada sosok. Yang ada hanyalah kesamaan situasi yang terhimpit. Dan semua ini membuat nilai tawar ojol lebih kuat.

Mereka bisa menciptakan mogok massal. Mereka bisa melawan debt collector. Mereka bisa melawan rumah makan yang zalim. Semua terjadi bukan karena ideologi super hebat. Bukan pula karena pidato sosok yang penuh kharisma. Tapi karena mereka punya satu persatuan sebagai garda depan distribusi dan transportasi era digital. Inilah yang seharusnya membuat serikat dan aktivis iri dan pelajari.

Bahkan borok manajemen Mie Gacoan yang selama ini tertutupi dan jadi gosip dibongkar para ojol. Restoran yang mengeruk keuntungan besar, tapi merugikan ojol ini bisa disabotase. Bahkan pihak Mie Gacoan harus mengalah dan menghentikan operasional. Sungguh, ojol telah membongkar sistem yang keji. Dan sungguh, Vox Ojol Vox Dei! Suara Ojol adalah Suara Tuhan.

Sumber Gambar: Unsplash

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 14 November 2021 oleh

Tags: driver ojolmie gacoan
Prabu Yudianto

Prabu Yudianto

Penulis kelahiran Yogyakarta. Bekerja sebagai manajer marketing. Founder Academy of BUG. Co-Founder Kelas Menulis Bahagia. Fans PSIM dan West Ham United!

ArtikelTerkait

Mie Gacoan Jangan Buka di Bondowoso Kalau Nggak Mau Rugi (Unsplash)

Alasan Bondowoso Sebaiknya Nggak Usah Buru-Buru Punya Restoran Besar Kayak Mie Gacoan

14 Februari 2025
Rasanya Naik Ojol di Bandung, Jogja, Jakarta dan Malang

Rasanya Naik Ojol di Bandung, Jogja, Jakarta dan Malang

21 Desember 2019
Apakah Mie Gacoan akan Bernasib Sial dan Gulung Tikar seperti Upnormal? Mojok.co

Apakah Mie Gacoan akan Bernasib Sial dan Gulung Tikar seperti Warunk Upnormal?

26 April 2024
Menjadi Driver Ojol Adalah Jalan Ninjaku Hadapi Susahnya Cari Pekerjaan demi Wujudkan Mimpi

Menjadi Driver Ojol Adalah Jalan Ninjaku Hadapi Susahnya Cari Pekerjaan demi Wujudkan Mimpi

15 November 2024
4 hal yang tidak saya sangka bisa dilakukan driver ojek online selain mengantar penumpang dan makanan Mojok.co

4 hal yang tidak saya sangka bisa dilakukan driver ojek online selain mengantar penumpang dan makanan

1 Agustus 2026
Surabaya Kota Sukses karena Punya Outlet Mie Gacoan Paling Banyak di Indonesia

Surabaya Kota Sukses karena Punya Outlet Mie Gacoan Paling Banyak di Indonesia

24 Desember 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Saran dari Warlok Jogja untuk Para Pendatang Biar Cepet Betah (Unsplash)

4 kebiasaan warga Jogja yang biasanya menular ke pendatang

28 Juli 2026
Sisi Gelap Pangalengan Bandung yang Katanya Indah bak Surga Dunia

Label wisata elit Pangalengan itu bualan, selama transportasi umumnya masih jalan di tempat

28 Juli 2026
Benteng Engelenburg sudah lenyap, tapi jasanya menandai hari jadi Klaten pada 28 Juli akan selalu diingat Mojok.co

Benteng Engelenburg sudah lenyap, tapi perannya untuk hari jadi Klaten akan selalu diingat

28 Juli 2026
Nonton timnas Indonesia di Youtube Reza Arap memang aneh (Wikimedia Commons)

Nonton timnas Indonesia di Youtube Reza Arap memang aneh, komentator nggak jelas, tapi jangan menghujat dulu

1 Agustus 2026
5 Peringatan untuk wargi Jakarta yang nafsu pindah ke Salatiga (Unsplash)

5 Peringatan untuk wargi Jakarta yang nafsu banget mau pindah ke Salatiga

2 Agustus 2026
Pertemukan dengan duit Rp100 miliar, saya akan bangun usaha kue, laundry kiloan, dan toko buku Mojok.co

Pertemukan dengan duit Rp100 miliar, saya akan bangun usaha kue, laundry kiloan, dan toko buku

29 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.