Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Ekonomi

Pentingnya Manajemen Utang untuk Debitur yang Mengajukan Pembiayaan Bank

Muhammad Abdul Rahman oleh Muhammad Abdul Rahman
22 Oktober 2021
A A
debitur BI Checking fintech pinjol gagal bayar utang mojok

BI Checking fintech pinjol gagal bayar utang mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Ada satu lagi cerita unik yang mungkin bisa dijadikan pembelajaran untuk kita semua, terutama masalah utang. Ada satu kawan saya, kawan bisnis, ya sebut saja klien, memiliki utang yang nilainya bisa dibilang besar. Kebetulan klien saya ini, orang kaya dan keturunan orang kaya, yang tentu saja masalah utamanya adalah pajak. Namun, selama pandemi menyerang negara api, bisnis yang dijalankannya pun ikut kena dampaknya juga. Bisnisnya pun bisa dibilang bisnis yang tidak main-main, bisnis properti.

Bisa teman-teman bayangkan, berapa beban bunga yang harus ditanggung apabila bisnis tersebut tidak berjalan? Konsep dasar dalam bisnis properti, pada dasarnya adalah seperti bisnis food and beverages, ya cash and carry. Terima uang secara basah. Namun, apabila penjualan sedang seret, tentu kewajiban seperti membayar kontraktor, fee marketing, serta beban bunga bank apabila bisnisnya dalam masa pembiayaan.

Seperti yang sudah kita bisa duga, pandemi lagi-lagi menghancurkan semuanya. Dimulai dari utang yang gagal bayar, pembangunan tidak bisa diteruskan, kewajiban pajak yang jelas terus menunggak, dan masih banyak kewajiban lainnya yang tentu saja tidak bisa diselesaikan dengan tempo yang singkat.

Di sinilah saya ingin sharing, mengapa bisa bisnis seseorang itu sampai harus gulung tikar apabila tidak mampu mengelola serta mengatur manajemen utang dengan baik.

Kemampuan bayar

Faktor utama bank memberikan pinjaman salah satunya adalah kemampuan membayar. Definisi secara harfiah, kemampuan membayar itu adalah kemampuan nasabah dalam mengangsur pinjaman dalam tempo atau jangka waktu yang telah diatur dan ditetapkan bersama-sama. Memberikan pinjaman adalah hal yang tak sepele. Selain harus tahu terlebih dahulu dari mana sumber penghasilan, nasabah pun harus bisa meyakinkan bagaimana membayar angsuran bank ditambah dengan pengeluaran lainnya.

Bank harus diyakinkan betul-betul oleh nasabah dalam hal ini sebagai debitur. Harus bisa menjamin bahwa angsuran atas pinjaman baik dalam bentuk pokok maupun bunga bisa dibayar atau disetorkan tepat waktu. Apalagi di masa pandemi seperti sekarang ini, tentu bank akan betul-betul selektif dalam memberikan pinjaman kepada debitur.

Apabila dirasa bisnis yang dijalankan tidak meyakinkan, Sekeras apa pun debitur dalam meyakinkan bank, bank tentu akan dan pasti berpikir ulang untuk mencairkan pembiayaannya.

Susun RAB (rencana anggaran biaya) dengan baik

Kemampuan mengalokasikan pembayaran pembiayaan secara tepat ditentukan oleh akurat atau tidaknya penyusunan RAB. Fungsi utama RAB adalah bentuk proyeksi perhitungan tentang biaya-biaya apa saja yang akan dikeluarkan dan dibutuhkan oleh debitur selama masa bisnis.

Baca Juga:

BTN Membuat Saya Merasa seperti Nasabah Prioritas padahal Cuma Mahasiswa dengan Saldo Pas-pasan

Nasib Dianggap Jadi Warga Kelas Menengah: Dianggap Banyak Uang, Tak Pernah Dapat Bantuan, tapi Hidupnya Justru Paling Sering Nelangsa

Dari rancangan perhitungan ini, pihak bank akan menilai, apakah debitur tersebut layak untuk diberikan pendanaan atau tidak. Bila melihat RAB-nya saja sudah tidak masuk dalam kriteria bank, masa masih mau dipaksakan untuk diberikan pendanaan?

Justru, inti dari disusunnya RAB adalah untuk mengetahui perkiraan biaya-biaya yang akan dikeluarkan debitur selama masa pinjaman. Apakah dengan diberikan pendanaan tersebut, debitur terbantu secara finansial atau justru malah kolaps. Untuk membiayai bisnisnya sendiri saja sudah tidak kuat, bagaimana mau melunasi utang bank?

Kalau bisa saya beri contoh begini, misal ada nasabah bernama Jonet. Memiliki usaha di bidang F&B, dengan nama brand Jonet Coffee. Jonet meminta akuntan untuk menghitung berapa rate penghasilan yang dimilikinya selama tahun berjalan, dengan dasar laporan penjualan pada tahun lalu. Setelah dihitung, ternyata penjualan tahun lalu Jonet memiliki margin di atas 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Nah, dengan dasar tersebut, Jonet berhasrat untuk memperluas jaringan bisnis kafenya di kota lain. Namun, mengingat cash flow yang dimiliki olehnya, tentu masih kurang.

Satu-satunya cara yaitu Jonet mengajukan pembiayaan kepada bank. Bank tentu saja tidak serta merta menyetujui permintaan Jonet. Oleh karena itu pihak bank meminta Jonet untuk membuat RAB terlebih dahulu sebelum pengajuan pembiayaannya disetujui. Setelah dihitung kembali, berdasarkan dengan margin yang diterima pada tahun sebelumnya, bank akan menganalisis cash flow tersebut, layak atau tidak.

Dari rancangan anggaran tersebutlah bank bisa menilai apakah Jonet mampu secara finansial atau tidak. Tentu bank tidak akan berani mengambil resiko apabila si debitur sendiri memiliki rasio kemampuan membayar utang lemah.

Jadi, pesan saya, jangan pernah mempercantik semua laporan bisnismu hanya karena berharap pembiayaan dari bank. Kalau ujung-ujungnya gagal bayar dan asetmu menjadi taruhannya.

Jejak BI checking

BI Checking adalah salah satu sistem yang dimiliki oleh perbankan untuk mengetahui riwayat kredit dari seorang debitur (peminjam). Pada dasarnya, layak atau tidaknya seorang debitur yang sedang berusaha untuk memperoleh pembiayaan atau pinjaman dari bank akan dinilai dari riwayat nasabah. Semakin lancar pembayaran pembiayaan, semakin baik pula riwayat seorang nasabah di mata perbankan.

Maka, dapat saya tegaskan, bahwa pembiayaan atau pinjaman ke bank itu, tidak lebih dari sebuah kepercayaan yang diberikan kepada debitur atau nasabah. Anggap saja, bank adalah calon mertuamu. Selagi kepercayaan yang diberikan, dijalankan, dan dimanfaatkan sebaik mungkin, citramu akan semakin tinggi di matanya. Tapi, sekali dirimu membuat sebuah kesalahan, rusaklah citramu seumur hidup.

Bank di seluruh Indonesia telah sepakat, selama nasabah punya sejarah gagal bayar, citranya akan sulit untuk diperbaiki di mata bank. Jadi, hemat saya, sah-sah saja apabila seseorang ingin mengambil pembiayaan bank. Tapi tolong, dijaga betul riwayat pembayaranmu.

Itulah kenapa saya menekankan pada poin sebelumnya, bahwa bank tidak akan sembarangan memberikan pembiayaan.

Jadi bagi kalian yang mau mengajukan pembiayaan pada bank, ingat ini. Perhatikan cash flow, mantapkan hati, dan kerja keras. Sebab, Tuhan Maha Pemaaf, tapi angsuran tidak.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 22 Oktober 2021 oleh

Tags: bankdebiturmanajemen utangUtang
Muhammad Abdul Rahman

Muhammad Abdul Rahman

Dosen di Universitas Nasional, Praktisi Perpajakan dan Keuangan, serta Mahasiswa Doktoral di Universitas Brawijaya.

ArtikelTerkait

3 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memutuskan Ngutang terminal mojok

3 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memutuskan Ngutang

17 Oktober 2021
Lowongan Kerja sebagai Tukang Tagih Merebak, Pertanda Berutang Semakin Dianggap Normal? utang

Utang, Pemutus Silaturahmi Paling Utama

14 Oktober 2024
Cara Gadai SK ke Bank: Syarat, Ketentuan, dan Produk-produk yang Harus Diketahui

Cara Gadai SK ke Bank: Syarat, Ketentuan, dan Produk-produk yang Harus Diketahui

1 Oktober 2022
Kenapa Gen Z dan Milenial Tak Beli Rumah? Karena Memang Tak Bisa. Gaji Nggak Naik-naik, tapi Harga Properti Selalu Naik, Gimana Bisa Beli? KPR rumah

Kenapa sih Kalian Selalu Nyinyirin KPR Rumah? Kenapa Nggak Fokus Menuntut Pemerintah untuk Menjaga Harga Rumah agar Tidak Makin Gila?

27 Maret 2024
menagih utang tips agar tak kena denda karena telat bayar utang kuhperdata mojok.co membyara utang nagih utang tukang tagih

Tips Hukum Menghindari Denda karena Telat Membayar Utang di Tengah Pandemi 

1 Juni 2020
menagih utang tips agar tak kena denda karena telat bayar utang kuhperdata mojok.co membyara utang nagih utang tukang tagih

Tutorial Menagih Utang yang Baik dan Benar

18 Juli 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Lawang Sewu, Destinasi Wisata Semarang yang Nggak Perlu Diulang Dua Kali Mojok.co

Lawang Sewu, Destinasi Wisata Semarang yang Nggak Perlu Diulang Dua Kali

1 Februari 2026
Video Tukang Parkir Geledah Dasbor Motor di Parkiran Matos Malang Adalah Contoh Terbaik Betapa Problematik Profesi Ini parkir kampus tukang parkir resmi mawar preman pensiun tukang parkir kafe di malang surabaya, tukang parkir liar lahan parkir pak ogah

3 Perilaku Tukang Parkir dan Pak Ogah yang Bikin Saya Ikhlas Ngasih Duit 2000-an Saya yang Berharga

5 Februari 2026
Betapa Dangkal Cara Berpikir Mereka yang Menganggap Jadi IRT Adalah Aib Mojok.co

Betapa Dangkal Cara Berpikir Mereka yang Menganggap Jadi IRT Adalah Aib

1 Februari 2026
Julukan “Blok M-nya Purwokerto” bagi Kebondalem Cuma Bikin Purwokerto Terlihat Minder dan Tunduk pada Jakarta

Purwokerto Memang Kota Wisata, tapi Wisatawan Tak Diberi Petunjuk dan Dibiarkan Bingung Mau ke Mana

5 Februari 2026
Stasiun Plabuan Batang, Satu-Satunya Stasiun Kereta Api Aktif di Indonesia dengan Pemandangan Pinggir Pantai

Bisakah Batang yang Dikenal sebagai Kabupaten Sepi Bangkit dan Jadi Terkenal?

1 Februari 2026
Gerbong KRL Khusus Perempuan Malah Nggak Aman untuk Perempuan Mojok.co

Gerbong KRL Khusus Perempuan Malah Nggak Aman untuk Perempuan

6 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti
  • Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak
  • Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP
  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.