Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Olahraga

Mitos-mitos Aneh yang Bisa Bikin Kamu Menang Judi Bola

Gusti Aditya oleh Gusti Aditya
6 Juli 2021
A A
liga 2 judi bola shin tae-yong konstitusi indonesia Sepakbola: The Indonesian Way of Life amerika serikat Budaya Sepak Bola di Kampung Bajo: Bajo Club dan Sejarahnya yang Manis terminal mojok.co

Budaya Sepak Bola di Kampung Bajo: Bajo Club dan Sejarahnya yang Manis terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Judi bola itu bukan hanya merupakan kegiatan asal-asalan yang mempertaruhkan uang. Ada integritas, kausalitas, juga kualitas, pun kuantitas yang dipertaruhkan di dalamnya. Ya kalau asal pasang nggak pakai teknik, bukannya melibatkan kualitas pun kuantitas, malah bisa-bisa ya tatas, alias hancur lebur babak bundas.

Di kampung saya, judi bola lebih penting dari pada makan pagi. Mengerubungi koran pagi yang ditempleki di depan balai desa, lihat jadwal tim yang nanti malam berlaga, lantas pergi ke bandar.

ADVERTISEMENT

Judi bola di desa, lingkupnya kecil. Nggak ada itu yang namanya melibatkan mafia. Palingan ya hanya orang-orang yang macak jadi panitia. Di desa saya ada yang namanya Mas Sukrib, manusia setengah gupolo—saking seringnya diem di cakruk karena nganggur adalah mata pencahariannya.

Malam tiba, tumpah ruah uang bersliweran. Judinya macam-macam, paling jamak ya nebak siapa tim yang menang. Paling aneh, ada judi yang mempertaruhkan Ronaldo nanti malam dapat penalti berapa kali. Atau paling konyol, menebak berapa kali kamera nyorot wajah lucu para penonton.

Kembali lagi, judi ini adalah pertaruhan medan laga. Ada teknik-teknik khusus yang bisa jadi membuatmu menang. Selain melibatkan statistik, kebanyakan tentu saja mengandalkan klenik. Saya merangkum beberapa mitos cara menang judi yang kalau dipikir, kok ya nggak mashooook.

Pertama, mbalik sempak yang sudah digunakan seharian. Kalau kamu usai bertani dan nanti malam judi Itali, sempak yang kamu gunakan habis dari sawah wajib digunakan kembali. Tapi, pakai sempaknya dibalik. Bayangkan saja, lumeran daki selangkanganmu bergesekan dengan celana atau sarung yang digunakan kala nonton bola. Tondjo!

Bukan, bukan perihal style maupun nyetil, melainkan ini adalah mitos yang dipertanggungjawabkan. Mitos ini dibawa oleh pemuda KKN yang pernah mampir di desa kami. Katanya, membalik sempak itu membawa aura mistis yang bisa menggentarkan lawan. Ya gimana nggak gentar, lha wong mendekat saja sudah mambu prengus.

Sumber kedua mengatakan, katanya sempak yang tadi pagi digunakan untuk kerja, lalu malamnya dibalik dan buat nonton bola, membawa tuah. Saya pun mencoba mafhum, barangkali tuahnya berasal dari cipratan usaha keras di pagi hari, mbok menowo malamnya bawa berkah menang judi bola.

Baca Juga:

5 Mitos Kebumen yang Bikin Orang Luar Mikir Dua Kali sebelum Berkunjung

Pacaran di Kebun Raya Bogor Bikin Putus? Halah, Omong Kosong!

Sek, sek, emang sejak kapan judi ada berkahnya?

Kedua, membawa jimat. Barangkali sudah biasa ya semisal orang judi bawa jimat seperti Samsu atau ayam cemani. Namun jimat yang ini berbeda, yakni hasil panen dan segala hiruk pikuk hasil bumi di desa saya. Kok ya kesannya bukan seperti judi, ya? Malah seperti bedhol desa atau pagelaran budaya desa.

Tapi ini irasional, jimat, menurut sebagian orang, akan membawa kepercayaan diri untuk menang judi. Dengan membawa kopi-kopian misalnya, menghidangkan kepada warga-warga yang nonton, akan berimbas baik kepada mental kita kala bertaruh. Mungkin yang ada di pikirannya, berbuat baik dulu, cuan judi kemudian.

Jimat adalah bahan kontemplasi paling dasar. Dengan kontemplasi, kita bisa menakar emosi ketika kalah maupun nafsu ketika menang. Ya, sambil kontemplasi, sambil mikir kalau menang mau beli N-Max atau Traktor Firman.

Dengan jimat, sebapuk-bapuknya Makedonia Utara, barang tentu bikin kita mengerti apa arti kehidupan; yakni mempersiapkan kekalahan. Tapi ya mbok dinalar buooos, ngapain ikut judi bola pasang Makedonia Utara. Via rumus maupun klenik juga susah.

Ketiga, pergi ke dukun. Ya, namanya Indonesia, kalau nggak bermain dengan klenik, kok ya rasanya bukan Indonesia. Pun saya nggak ada masalah dengan orang yang pergi ke dukun karena saya paham sekali betapa sakti mandraguna seorang dukun. Lha wong kambing Pakde saya yang hilang bisa dilacak je padahal blio nggak punya GPS.

Tapi, saya sejatinya agak sangsi dan sedikit penasaran, sejak kapan dukun ini paham sepak bola? Dukun yang biasanya spaneng di dalam gubuknya seperti anak introvert, pakai baju hitam seperti anak metalhead, dan juga pakai ikat kepala seperti A-Team, kok ya paham kalau nanti malam Lewandowski bakal nyekor?

Maksud saya, bahkan saya ragu saluran TV ada yang masuk sampai pelosok hutan sana. Kok ya bisa-bisanya mbah dukun lebih paham bahwa rataan gol Ronaldo lebih banyak di babak kedua ketimbang saya yang rela begadang demi nonton bola?

Saya jadi curiga, mungkin saja di dalam kobokan airnya mbah dukun, sejatinya adalah layanan streaming ilegal. Wah, gimana, nih, Mola TV?

BACA JUGA Ketika Retorika Politikus Indonesia Memprediksi Juara Euro 2020 dan tulisan Gusti Aditya lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 19 Oktober 2021 oleh

Tags: Hiburan Terminaljudi bolamistisMitosSepak Bolataruhan
Gusti Aditya

Gusti Aditya

Pernah makan belut.

ArtikelTerkait

4 Mitos Sunat yang Sama Sekali Ora Mashok

4 Mitos Sunat yang Sama Sekali Ora Mashok

3 September 2022
Manga Aoashi, Manga yang Bikin Pengetahuan Sepak Bolamu Makin Canggih

Manga Aoashi, Manga yang Bikin Pengetahuan Sepak Bolamu Makin Canggih

1 Juli 2022
Piala Dunia U-20 Batal: Ketika Politisi Sok Jadi Pahlawan, Rakyatlah yang Jadi Korbannya, ganjar, koster

Piala Dunia U-20 Batal: Ketika Politisi Sok Jadi Pahlawan, (Impian) Rakyatlah yang Jadi Korbannya

31 Maret 2023
Mumpung Gratis Selama PPKM, Berikut Rekomendasi Film Klasik Indonesia di Mola TV Terminal mojok.co

Mumpung Gratis Selama PPKM, Berikut Rekomendasi Film Klasik Indonesia di Mola TV

13 Juli 2021
3 Mitos Jaga IGD yang Nggak Masuk Akal, tapi Beneran Terjadi

3 Mitos Jaga IGD yang Nggak Masuk Akal, tapi Beneran Terjadi

15 Februari 2022
3 Jalan di Jogja yang Tidak Boleh Dilewati Pengantin Baru Terminal Mojok

3 Jalan di Jogja yang Tidak Boleh Dilewati Pengantin Baru

24 Februari 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Menganggap Tulungagung sebagai pusat pesugihan di Jawa Timur karena banyak industri rumahan adalah kesimpulan yang dangkal, bodoh, malas, dan sampah

Menganggap Tulungagung sebagai pusat pesugihan di Jawa Timur karena banyak industri rumahan adalah kesimpulan yang dangkal, bodoh, malas, dan sampah

7 Agustus 2026
Menolak lupa bus jalur 15 Jogja yang punya trayek terpanjang dan berjasa untuk pelajar Mojok.co

Menolak lupa bus jalur 15 Jogja yang punya trayek terpanjang dan berjasa untuk banyak pelajar 

8 Agustus 2026
Kerja sambil kuliah program Ekstensi UI mengubah cara pandang terhadap pekerjaan saya sebagai ASN Kementerian Mojok.co

Kerja sambil kuliah program Ekstensi UI mengubah cara pandang terhadap pekerjaan saya sebagai ASN Kementerian

10 Agustus 2026
Sebagai orang Sunda, jujur saya iri banget sama orang Jawa (Unsplash)

Sebagai orang Sunda, jujur saya iri banget sama orang Jawa

10 Agustus 2026
Burnout bukan hak istimewa dokter. Karyawan toko, buruh, sampai ojol juga bisa mengalaminya

Burnout bukan hak istimewa dokter. Karyawan toko, buruh, sampai ojol juga bisa mengalaminya

6 Agustus 2026
Fenomena “makan” tabungan yang ramai di medsos kini saya alami sendiri, betapa menyesakkan hidup di tengah ketidakpastian Mojok.co

Fenomena “makan” tabungan yang ramai di medsos kini saya alami sendiri, betapa menyesakkan hidup di tengah ketidakpastian

8 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.