Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Sudahi Persoalan Skripsian di Coffee Shop, Saya Skripsian di Angkringan Juga Nggak Selesai-selesai

Gusti Aditya oleh Gusti Aditya
4 Juni 2021
A A
Sudahi Persoalan Skripsian di Coffee Shop, Saya Skripsian di Angkringan Juga Nggak Selesai-selesai terminal mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Coffee shop jadi tujuan beberapa mahasiswa menyelesaikan skripsinya. Kawan saya banyak yang sukses dengan metode tersebut, namun nggak sedikit pula yang menjadikan coffee shop sebagai ajang bikin InstaStory doang. Ayolah, persoalan di dunia ini seperti dua keping logam, berbeda arah namun nggak pernah berjauhan.

Pun dengan masalah sepele seperti coffe shop untuk skripsian. Demi pantat Sinchan, kok ya bisa geger ya persoalan ini di Terminal Mojok? Padahal ya simpel, nggak cocok ya minggat, ganti suasana, ha nek cocok ya lanjutkan skripsian.

ADVERTISEMENT

Kecuali kalau coffee shop ala-ala lho, ya. Di sana kalian nggak bakal menemukan ketenangan. Pol mentok suara Mbak Nela Kharisma dan juga Aftershine, “Yowes modaro!”

Tapi saya punya pengalaman yang nggatheli sekali, yakni skripsian di angkringan. Kalian boleh berdebat perihal coffee shop, namun masalah angkringan nggak bisa dijadikan tempat membuat skripsi, itu nggak bisa diganggu-gugat.

Angkringan gaul sepanjang Bantul, rasanya nggak masalah. Masih bisa menemukan ketenangan dan tempat mojok yang enak buat ngetik. Ha nek angkringan berterpal—yang kalau terpalnya dibuka berarti angkringannya tutup, kalau ditutup berarti angkringannya buka—saya jamin bikin satu kalimat saja nggak bisa.

Ha gimana, saya pernah hendak mengetik skripsi babagan maskulinisme dan kelompok suporter Persiba, supaya lebih meresapi, saya skripsian di angkringan agar menemukan vibes yang Mbuantul sekali. Namun apa daya, baru satu kata, bapak bakul e langsung sambat masalah rumah tangga.

Saya pernah menulis tipe-tipe bakul angkringan, dan bakul ini masuk ke dalam yang hobi curhat. Kalau nggak sedang skripsian nggak masalah dicurhati, tapi kalau pikiran sedang kalut karena DO sudah di depan mata, ha babak bundas utekku.

Pas mau ngetik, bapak bakul langsung nembung, “Hes… Anakku Mas, meh kuliah tur aku ra ndue det!” katanya, yang artinya anaknya mau kuliah tapi blio nggak punya uang. Duh, Dek, ha aku ya bingung. Meh ngelamar anak orang tapi terganjal ijazah.

Baca Juga:

Tasikmalaya, Kota dengan UMK Imut yang Penuh Coffee Shop Baru

Ketika Americano Dianggap Lebih Maskulin ketimbang Es Kopi Susu

Saya hanya bisa nimpali, “Ha nggih yo, Lik,” seadanya, seakan hendak menyudahi obrolan. Untung tak dapat diraih, Malang itu salah satu kota di Jawa Tengah, bapak bakul terus curhat dan melampiaskan kesusahannya. Sedang saya sudah susah tambah susah.

Nggak pernah kan di coffee shop, tiba-tiba ada barista—ya, misalnya barista itu Riyanto—duduk di depanmu, terus curhat kalau sampo yang biasa ia gunakan habis ketika hendak mandi? Atau curhat karena belakangan ini kawan-kawannya nggak bisa diajak ngopi?

Godaan di coffee shop, ketika skripsian, pol mentok ya musik yang disetel terlalu keras. Atau meja sebelah yang ngguya-ngguyu ra karuan. Coba wes di angkringan, sekali duduk, dicurhati bapak bakul. Curhatannya nggak main-main, bahkan perihal kehidupan keuangan.

Selain itu, pernah juga ketika mau ngetik, mas-mas bangku sebelah langsung mbengok, “BUAJINGAAAN!” Coba tebak kenapa? Gagal panen! Astaganaga, saya kira blio ini kerasukan atau kenapa, jebul gagal panen karena hama wereng. Setelah itu, kawan mas-mas itu datang dan obrolan seputar wereng berkelindan di pikiran saya.

Pitikih, batin saya. Saya yang harusnya menyadur teori-teori dari The Persistence of Global Masculinism, malah jadi ndengerin babagan sawah Pak Pardi tadi pagi diserang wereng, galengan sawah Pak Yo ambrol diinjak-injak mbak-mbak narsis yang hendak foto di sawah blio. Saya malah nyimak dan nyauri, “Ha terus gimana nasib Pak Pardi?”

Kalau di coffee shop, palingan ya obrolan para filsuf dinosaurus yang membawa teori-teori yang sudah usang dan berdebu. Nggak seaktual mas-mas yang tiba-tiba ngacungin clurit di angkringan, terus memeragakan bagaimana cara mereka melawan tikus tanah yang nggerogoti kacang-kacang di persawahan yang sejatinya masuk waktu panen.

Di angkringan, selalu ada alasan untuk menutup laptop. Di angkringan, selalu ada sebuah hal yang menarik—baik itu perbincangan atau sebuah curhatan—untuk sekadar didengar atau ditertawakan. Ada kehidupan manusia di angkringan, yang nggak akan bisa dibawa menuju ruang-ruang semu perkuliahan, berbalut 2 SKS dan para dosen yang menjeleskan dengan cara nggrememeng di depan layar LCD.

Ah, angkringan nggak semembosankan itu. Bajingannya, eh, pertanyaannya, skripsi saya kapan selesai? Ibu sudah menunggu, calon mertua di Magelang menanti.

Sumber Gambar: YouTube Good News From Indonesia

BACA JUGA Artikel Balasan: Saya Skripsian di Coffee Shop karena Ingin Lulus, Bukan Gaya-gayaan dan tulisan Gusti Aditya lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 28 Desember 2021 oleh

Tags: angkringanCoffee ShopKuliner Terminalskripsian
Gusti Aditya

Gusti Aditya

Pernah makan belut.

ArtikelTerkait

Fenomena Usaha Angkringan di Kota Sukabumi Terminal Mojok

Fenomena Usaha Angkringan di Kota Sukabumi, Serupa tapi Tak Sama

19 Februari 2021
daging babi bacon nasi campur mojok

Daging Babi Rasanya Memang Enak, Nggak Kaget kalau Ada Orang yang ‘Penasaran’

14 Juli 2021
Barista Jogja: Antara Seksi, Romantis, dan Upah Kelewat Rendah

Membongkar Alasan Barista Jogja Diupah Begitu Rendah

4 Oktober 2022
Saya Resah pada Coffee Shop yang Ngasih Cup Plastik Saat Dine In terminal mojok.co

Saya Resah pada Coffee Shop yang Ngasih Cup Plastik Saat Dine In

26 November 2021

Alasan Makan di Sawah Terasa Lebih Nikmat daripada di Rumah

21 Juni 2021
Meskipun Dianggap Jorok, Makan Makanan Berkuah Pakai Tangan Itu Menyenangkan terminal mojok

Meskipun Dianggap Jorok, Makan Makanan Berkuah Pakai Tangan Itu Menyenangkan

29 Juli 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Menguak cara kerja dan cuan jasa war tiket konser yang mencapai jutaan rupiah Mojok.co

Menguak cara kerja dan cuan jasa war tiket konser yang bisa mencapai jutaan rupiah

30 Juli 2026
Rute kucing UGM, spot lari Jogja yang kalcer dan ramah untuk pelari pemula Mojok.co

Rute kucing UGM, spot lari Jogja yang kalcer dan ramah untuk pelari pemula

29 Juli 2026
Kebumen yang Dahulu Bukanlah yang Sekarang, Kini Diam-Diam "Naik Kelas" Jadi Makin Diperhitungkan Mojok.co

Waktunya Kebumen berhenti jual diri sebagai “kota yang murah”, harus mulai berani punya harga diri!

27 Juli 2026
Jalan Alternatif Jogjakarta-Purworejo tidak boleh dianggap remeh, tanjakan dan turunan yang panjang bisa merenggut nyawa

Jalan alternatif Jogja-Purworejo tidak boleh dianggap remeh, tanjakan dan turunan yang panjang bisa merenggut nyawa

2 Agustus 2026
Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental Mojok.co

Setelah akad KPR rumah, saya baru sadar bahwa beli rumah bukannya jadi solusi, tapi justru jadi masalah baru

1 Agustus 2026
Semua orang tahu Jalan Juanda Ciputat dan Jalan Raya Sawangan adalah jalan neraka kemacetan

Semua orang tahu Jalan Juanda Ciputat dan Jalan Raya Sawangan adalah jalan neraka kemacetan

27 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.