Ini bukan tulisan pertama atau kedua saya soal Sheila On 7. Saya memang terbiasa menuliskan hal yang saya suka. Termasuk band asal Jogja dengan personel tiga bapak-bapak ini.
Berbeda dengan tulisan yang sebelumnya, saya hendak memulai tulisan ini dengan mengadu ke Pak Duta. “Pak Duta, tolong, saya banyak kena protes karena single Sederhana dianggap kurang “nyeila” banget”. Kurang nyeila di sini maksudnya tidak terdengar seperti lagu-lagu Sheila On 7.
Aduan lain, “Pak Duta, banyak yang pada berantem di kolom komentar beberapa platform. Katanya, lagu Sederhana trying too hard untuk bisa masuk di selera Gen Z ke atas. Tidak apa adanya.”
Tidak sepenuhnya membantah, pada tulisan sebelumnya saya juga merasa single Sederhana memang harus didengarkan berulang-ulang baru menemukan hint atau garis merahnya dengan lagu-lagu Sheila On 7 yang lain.
Awalnya lumayan kena mental juga, padahal apalah saya ini yang masuk kategori SheilaGank tipis-tipis pun, saya juga bukan buzzer.
Berangkat dari keresahan ini membuat saya berpikir keras, Pak Duta apakah band yang jarang punya haters ini pada akhirnya merasakan dikritik oleh netizen? Atau sebetulnya, memang ternyata ada beberapa lagu mereka yang perlu didengar berulang-ulang baru terasa Sheila On 7?
Sepertinya lebih yang ke-2 ya karena setelah dikulik lebih jauh, ternyata ada lagu-lagu yang kurang nyeila seperti di bawah ini.
#1 Lagu Pede yang terdengar funky
Selain karena suara Pak Duta yang masih agak nyaring, sedikit diseret, atau bahasa zaman sekarang cara bernyanyi Pak Duta yang terdengar plenger banget. Lagu yang upbeat ini menjadi salah satu lagu yang menurut saya justru terdengar ada vibes band Rif.
Pas mendengar lagu ini, otak auto memutar lagu Loe Toe Ye part “senyumanmu lo wow hacih”. Dentuman upbeat dan ada lirik-lirik yang terasa nyindir. Pada lagu ini juga menggunakan diksi Funky Style, mungkin saat itu istilah funky emang lagi se-funky itu.
#2 Awalan lagu Sheila On 7 Tertartih mirip dengan intro lagu-lagu Dewa 19
Lagu ini awal terdengar malah mirip intro lagu Dewa 19. Tentu saja kembali lagi ini pendapat pribadi saya ya. Lebih spesifik lagi pada detik ke 10 hingga 20. Ketika di detik ke 21 sudah masuk suara gebukan drum, rasanya lagu ini sudah milik Sheila On 7 lagi. Tentu saja ketika masuk ke bagian reff, nah sudah semakin Sheila On 7.
#3 Selamat Tidur bikin melow miril lagu-lagu The Rain dan Flanella
Setelah vibes, Dewa 19 maupun Rif, lagu satu ini juga malah membuat saya justru mengira ini mirip lagu The Rain ataupun Flanella yang memang juaranya lagu sendu bin melooow yaa.
Paham kan ya, baru denger intro aja udah berasa mau duduk di pojokan sambil menatap nanar, saking sedihnya. Ada vibes Dengar Bisikku dari The Rain atau Aku Bisa milik Flanella.
Sesuai judulnya, Selamat Tidur apakah ini lullaby versi Sheila on 7? Jujur emang saya mengantuk mendengarnya hehe. Oiya, fun fact, lagu ini hanya berdurasi 2 menit 7 detik, termasuk langka.
#4 Lagu Sheila On 7 Satu Langkah mirip lagu J-Rocks
Beralih ke salah satu lagu yang masuk ke album Musim yang Baik, lagu Satu Langkah ini menurut penulis memiliki vibes mirip band J-Rocks, lagi-lagi pada bagian intro. Dan, gebukan drumnya juga terasa berbeda.
Walaupun album Musim yang Baik ini memang sesuai konsep ya, menghadirkan musik dan lirik yang lebih fresh dan segar dibanding album-album sebelumnya. Album ini rilis di tahun 2014, 3 tahun setelah album Berlayar.
#5 Terjamah yang Lain kurang nyeila
Lagu yang satu ini mungkin tidak terdengar seperti band lain, tapi di kupin saya terdengar kurang nyeila banget. Walau musik dan liriknya terdengar begitu depresif seperti Berhenti Berharap, tapi Terjamah yang Lain lebih memberi kesan lagu wong kalah.
Lagu Berhenti Berharap agaknya tertolong karena menjadi original soundtrack film 30 Hari Mencari Cinta (kalau kalian tahu, berarti harusnya usia kita tidak berbeda jauh). Namun, Terjamah yang Lain tidak tertolong sama sekali. Ini masuk lagu yang tidak saya senangi dari seluruh lagu Pak Duta dan kawan-kawan.
#6 Buka Mata Buka Telinga baru terdengar nyeila di refrain
Lagu ini membuat saya jadi ingin membuka telinga lebih lebar lagi guna memastikan ini memang lagu Sheila On 7. Masih sama dengan lagu Satu Langkah, lagu ini masuk ke album Musim yang Baik, tentu saja wajar jika terdengar tidak familiar dengan lagu-lagu khas Sheila On 7.
Sama halnya dengan lagu Sederhana, lagu ini baru terdengar nyeila saat sudah masuk ke bagian refrain. Makna dari lagu ini juga mengajak kita untuk bisa melihat makna lain, makna bahwa tiap-tiap kita pasti punya alasan kenapa diciptakan. Sederhana dan Buka Mata Buka Telinga memiliki kesamaan, lagu yang bikin kita berefleksi tentang hidup (FYI, Sheila On 7 juga punya lagu berjudul Tentang Hidup).
Keenam lagu di atas, terasa tidak familiar sebagai lagu Sheila On 7 bisa jadi juga karena saking jarangnya dibawa saat perform. Sama halnya dengan lagu Sederhana yang terasa beda dan menuai banyak komentar bahkan kritikan, saya yakin betul tidak akan mengganggu pun menghentikan Sheila On 7.
Band yang YOLO banget, nggak akan pikir pusing omongan orang lain. Para pendengar setia maupun pendengar baru karya mereka tentu sangat berhak untuk menginterpretasikan lagu-lagu mereka. Ada yang bilang bagus, ada yang nggak suka, bebas. Sederhana, tidak mengejar validasi. Ada lagi kah lagu Sheila On 7 yang terasa asing?
Penulis: Mozara Kartika Putri
Editor: Kenia Intan
BACA JUGA Lagu Baru Sheila On 7 “Sederhana” Pas untuk Orang-orang Usia 30 Tahun.
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
