Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

6 Istilah Umum dalam Ilmu Komunikasi yang Masih Sering Kali Disalahartikan, Mahasiswa Baru Jangan Sampai Gagal Paham!

Achmad Fauzan Syaikhoni oleh Achmad Fauzan Syaikhoni
11 Juli 2024
A A
Jurusan Ilmu Komunikasi: Kuliahnya Nggak Gampang, Cari Kerjanya Susah. Pantas Aja Masuk Daftar Jurusan Paling Disesali! Mojok.co

Jurusan Ilmu Komunikasi: Kuliahnya Nggak Gampang, Cari Kerjanya Susah. Pantas Aja Masuk Daftar Jurusan Paling Disesali! (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Selama 3,5 tahun menjadi mahasiswa Ilmu Komunikasi, saya punya satu keresahan yang sampai sekarang masih saja menghantui. Entah di media sosial atau di dunia nyata, saya itu cukup sering menemui orang-orang memakai istilah dalam Ilmu Komunikasi, tapi sebenarnya masih salah mengartikannya. Ada yang menganggap istilah A maknanya selalu buruk, ada pula yang menganggap istilah B dan C maknanya sama.

Dan sialnya, fenomena sok tahu semacam itu tak hanya muncul dari pikiran orang-orang biasa atau mahasiswa di luar jurusan Ilmu Komunikasi saja. Teman-teman saya yang satu jurusan pun sangat sering gagal paham dengan istilah-istilah dalam Ilmu Komunikasi. Ya kalau istilahnya agak rumit sih, masih wajar. Lha pasalnya beberapa istilah yang sering disalahartikan ini sangat umum, nggak seharusnya sampai salah mengartikannya.

Meski terkesan sepele, tapi perihal istilah ini saya pikir nggak bisa disepelekan. Acara diskusi atau bahkan percakapan biasa bisa-bisa nggak efektif  jika ada satu istilah saja yang kadung disalahartikan. Maka dari itu, mumpung sekarang mahasiswa baru, khususnya jurusan Ilmu Komunikasi, masih baru akan menjalani semester pertamanya, berikut saya paparkan beberapa istilah dalam Ilmu Komunikasi yang masih sering kali disalahartikan.

Retorika yang maknanya selalu terkesan buruk

Biasanya, istilah retorika ini maknanya terkesan buruk. Sangat lekat dengan pembohong, omong kosong, bahkan penghasut. Seolah-olah pengertian retorika adalah cara berbohong dengan berkata-kata; dengan memilih diksi-diksi yang membuat pendengar terbuai lalu tersesat.

Dalam beberapa kasus, pengertian itu memang ada benarnya. Tapi bukan berarti maknanya selalu buruk. Kalau nggak percaya, Anda boleh cari tahu pengertiannya dalam buku karya siapa pun yang membahas retorika. Tapi yang jelas, definisinya pasti nggak jauh-jauh dari ilmu yang berkaitan dengan penggunaan bahasa secara efektif.

Tujuan utama retorika (sebenarnya) juga simpel dan mulia, yaitu untuk menciptakan pesan atau argumen agar lebih mudah dipahami oleh audiens. Sudah, titik. Soal pesan atau argumennya menyesatkan, itu lain soal; tergantung si komunikator atau bahkan kapasitas berpikir komunikan.

Komunikasi verbal: antara nonvokal dan vokal

Dalam Ilmu Komunikasi, ada 2 bentuk penyampaian pesan, yaitu komunikasi verbal dan nonverbal. Untuk kedua istilah ini sebenarnya sudah banyak orang paham bahwa komunikasi verbal adalah komunikasi menggunakan kata-kata, dan komunikasi nonverbal tanpa kata-kata; seperti menggunakan ekspresi wajah atau bahasa tubuh.

Tapi kadang kala orang mulai bingung ketika memahami istilah “komunikasi verbal” dengan hanya merujuk pada KBBI. Sebab di KBBI, penjelasan istilah itu memang kurang lengkap; hanya menjelaskan komunikasi lisan sebagai komunikasi verbal. Sehingga orang pun bingung soal apa sebutan untuk aktivitas komunikasi yang dilakukan hanya dengan menulis kata-kata tanpa suara.

Baca Juga:

7 Istilah Dingin dalam Bahasa Jawa, Mulai dari Adem sampai Sembribit

8 Istilah Bau dalam Bahasa Jawa, dari Prengus sampai Badheg

Saya nggak tahu perihal KBBI ini salah siapa. Tapi yang jelas, kalau merujuk pada buku-buku ensiklopedia komunikasi, komunikasi verbal adalah aktivitas berkirim pesan melalui kata-kata, baik itu secara lisan maupun tertulis. Untuk membedakan antara lisan dan tertulis, biasanya ada yang menyebut komunikasi verbal nonvokal (tertulis), dan komunikasi verbal vokal (lisan).

Komunikasi periklanan dan pemasaran yang definisinya sering disamakan

Selain di jurusan ekonomi & bisnis, istilah periklanan dan pemasaran juga ada di jurusan Ilmu Komunikasi. Hanya saja, kalau di jurusan Ilmu Komunikasi, di depannya ada tambahan kata “komunikasi”. Dan kedua istilah inilah salah satu yang sering kali disalahartikan.

Banyak orang bahkan mahasiswa Ilmu Komunikasi sendiri, kadang menyamakan arti komunikasi periklanan dan komunikasi pemasaran. Seolah-olah, definisi kedua istilah itu sama-sama merupakan proses penyampaian pesan dari suatu produk agar dikenal dan dibeli oleh banyak orang.

Padahal, perbedaan dari keduanya sangat kentara. Definisi komunikasi periklanan sesimpel penyampaian pesan kepada khalayak melalui media, yang tujuannya untuk mengenalkan citra suatu produk. Sudah, titik. Kata kuncinya pada “media” dan pengenalan citra produk, bukan penjualan.

Sementara komunikasi pemasaran, itu scope-nya lebih besar, lebih bersifat strategis terhadap suatu penjualan, di dalamnya juga termasuk komunikasi periklanan. Maka kurang lebih komunikasi pemasaran bisa dimengerti sebagai seluruh proses komunikasi kepada konsumen secara langsung maupun tidak, yang tujuannya untuk mempengaruhi keputusan pembelian.

Komunikasi massa yang berbeda tipis dengan komunikasi publik

Saya yakin, di setiap kampus yang ada jurusan Ilmu Komunikasi, pasti ada mata kuliah bernama komunikasi massa. Mata kuliah ini biasanya ada di awal-awal semester, karena termasuk mata kuliah paling dasar dalam Ilmu Komunikasi. Tapi meski paling dasar, sialnya masih banyak teman-teman satu jurusan yang masih gagal paham sama istilah “komunikasi massa”.

Kebanyakan mahasiswa mengira komunikasi massa adalah aktivitas komunikasi atau berbicara kepada banyak orang. Mereka kira aktivitas macam pidato, ceramah, atau orasi, itu semua adalah contoh komunikasi massa. Pengertian itu tentu saja keliru. Kelirunya pun amat sangat tipis. Dan tipisnya kekeliruan itu biasanya karena mahasiswa tak paham bahwa ada istilah komunikasi publik.

Betul, ada beda antara komunikasi massa dan komunikasi publik. Bedanya, komunikasi massa adalah penyampaian pesan kepada banyak orang melalui media massa macam radio, televisi, atau film. Sementara komunikasi publik, itu penyampaian pesan kepada banyak orang tanpa memakai media massa. Kata kuncinya cuma satu: media massa.

Terbaliknya definisi komunikasi intrapersonal dan interpersonal

Terus terang saja, sampai sekarang saya nggak tahu, kenapa masih ada yang nggak paham perbedaan antara komunikasi intrapersonal dan interpersonal. Ini terbukti pada teman-teman mahasiswa satu jurusan ketika nongkrong, tanya-tanya soal skripsian.

Kebanyakan dari mereka, mengira komunikasi intrapersonal adalah ketika bercakap-cakap dengan satu-dua orang atau lebih. Sementara komunikasi interpersonal, malah dikira komunikasi dengan diri sendiri macam introspeksi diri atau kontemplasi. Lalu apa yang benar? Yang benar ya pengertiannya dibalik. Ghibah adalah komunikasi interpersonal, dan merenung akibat pinjol adalah komunikasi intrapersonal.

Kalau ditanya apa bedanya komunikasi interpersonal dengan komunikasi publik? Bedanya kalau komunikasi interpersonal selalu dengan orang yang dikenal. Sedangkan komunikasi publik tidak selalu dengan orang yang dikenal.

Misinformasi dan disinformasi: kembar, tapi tak sama

Lalu istilah yang terakhir, biasanya muncul ketika ada orang yang tertipu atas suatu informasi. Orang itu kadang disebut telah menerima misinformasi, ada juga yang bilang dia mendapat disinformasi. Lantas apakah keduanya beda?

Tentu saja. Keduanya kembar, tapi tak sama. Misinformasi itu adalah informasi keliru/bohong/tidak akurat yang disebarkan secara tidak sengaja. Sementara disinformasi adalah informasi serupa tapi disebarkan secara sengaja. Apa tujuan disinformasi?

Nggak tahu, tanya aja sama Pak Jokowi, mungkin beliau paham. Yang pasti, jangan serampangan mengecap orang terkena misinformasi atau disinformasi. Dan semoga saja penjelasan beberapa istilah umum di atas bisa membantu, terutama untuk kalian mahasiswa baru Ilmu Komunikasi. Sebab sangat fatal jika kalian mengambil jurusan Ilmu Komunikasi, tapi gagal paham sama setidaknya 6 istilah umum tadi.

Penulis: Achmad Fauzan Syaikhoni
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 4 Salah Kaprah tentang Jurusan Ilmu Komunikasi yang Telanjur Dipercaya

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 11 Juli 2024 oleh

Tags: disinformasiilmu komunikasiistilahkomunikasi massakomunikasi pemasaran
Achmad Fauzan Syaikhoni

Achmad Fauzan Syaikhoni

Pemuda setengah matang asal Mojokerto, yang selalu ekstase ingin menulis ketika insomnia. Pemerhati isu kemahasiswaan, lokalitas, dan hal-hal yang berbau cacat logika.

ArtikelTerkait

15 Istilah yang Harus Diketahui Mahasiswa Baru Jurusan Sosiologi

15 Istilah yang Harus Diketahui Mahasiswa Baru Jurusan Sosiologi

2 April 2023
20 Istilah Penting untuk Kalian yang Ingin Kuliah di Luar Negeri Mojok.co

20 Istilah Penting untuk Kalian yang Ingin Kuliah di Luar Negeri

12 November 2023
7 Istilah yang Perlu Diketahui Mahasiswa Keperawatan Sebelum Praktik Klinik di Rumah Sakit

7 Istilah yang Perlu Diketahui Mahasiswa Keperawatan Sebelum Praktik Klinik di Rumah Sakit

7 April 2023
10 Istilah Sakit dalam Bahasa Jawa yang Biasa Dijumpai Sehari-hari Terminal Mojok

10 Istilah Sakit dalam Bahasa Jawa yang Biasa Dijumpai Sehari-hari

22 September 2022
6 Istilah Lampung yang Wajib Diketahui Wisatawan

6 Istilah Lampung yang Wajib Diketahui Wisatawan

25 September 2022
Nama Perasaan yang Jarang Diketahui tapi Sering Kita Rasakan

15 Nama Perasaan yang Jarang Diketahui tapi Sering Kita Rasakan

7 Agustus 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

7 Barang Indomaret yang Semakin Laris Manis Saat Mudik Mojok.co

7 Barang Indomaret yang Semakin Laris Manis Saat Mudik

17 Maret 2026
Normalisasi Utang Koperasi demi Kucing, Itu Bukan Tindakan Aneh apalagi Anabul Sudah Seperti Keluarga Mojok.co

Normalisasi Utang Koperasi Kantor demi Kucing, Itu Bukan Tindakan Aneh apalagi Anabul Sudah seperti Keluarga

18 Maret 2026
Ironi Fresh Graduate Saat Lebaran: Gaji Masih di Bawah UMR, tapi Sudah Tidak Kebagian THR Mojok.co

Lebaran Membosankan Nggak Ada Hubungannya Sama Menjadi Dewasa, Itu Artinya Kamu Lagi Mati Rasa Saja

16 Maret 2026
Mohon Maaf, Didikan VOC di Rumah Bukan Membentuk Mental Baja, tapi Mempercepat Antrean di Psikiater

Mohon Maaf, Didikan VOC di Rumah Bukan Membentuk Mental Baja, tapi Menambah Antrean di Psikiater

14 Maret 2026
Terminal Ir Soekarno Klaten Terminal Terbaik di Jawa Tengah

Terminal Ir Soekarno Klaten: Terminal Terbaik di Jawa Tengah yang Menjadi Tuan Rumah Bagi Siapa Saja yang Ingin Pulang ke Rumah

18 Maret 2026
Suzuki Splash, City Car Bakoh yang Cocok Disiksa di Jalanan Macet Mojok.co

Suzuki Splash, City Car Bakoh yang Cocok Disiksa di Jalanan Macet

14 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Mahasiswa UGM Rela Kejar Mudik di Hari Lebaran demi Kumpul Keluarga, Lewatkan “War” Tiket karena Jadwal Kuliah
  • Lebaran di Keluarga Ibu Lebih Seru Dibanding Keluarga Ayah yang Jaim dan Kaku
  • Pekerja Jakarta, Rumah di Bekasi: Dituntut Kerja dan Pulang ke Rumah sampai Nyaris “Mati” karena Tumbang Mental dan Fisik
  • Program Mudik Gratis Mengobati Rindu Para Perantau yang Merasa “Kalah” dengan Dompet, Kerja Bagai Kuda tapi Nggak Kaya-kaya
  • Anomali Wisata Jogja saat Diserbu 8,2 Juta Wisatawan: Daya Beli Tak Mesti Tinggi, Tapi Masalah Membayangi
  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.