Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

6 Dosa Oknum Mahasiswa Penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP Kuliah) yang Tidak Bertanggung Jawab dan Susah Dimaafkan

Marselinus Eligius Kurniawan Dua oleh Marselinus Eligius Kurniawan Dua
4 September 2025
A A
6 Dosa Penerima KIP Kuliah yang Paling Susah Dimaafkan (Unsplash)

6 Dosa Penerima KIP Kuliah yang Paling Susah Dimaafkan (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Kartu Indonesia Pintar (KIP) atau KIP Kuliah. Nama yang terdengar manis. Janji negara untuk mengangkat anak-anak miskin masuk ke gerbang kampus. Simbol harapan bahwa kemiskinan bukanlah vonis mati buat pendidikan. Dari tujuan dan harapan sangat mulia.

Tapi realitas di lapangan? Banyak yang berubah jadi drama murahan. KIP Kuliah yang seharusnya menjadi tiket menuju perubahan malah berakhir sebagai panggung dosa-dosa kecil, menumpuk, dan membesar.

#1 Penerima KIP Kuliah mengkhianati janji suci

Sejak awal, KIP Kuliah itu bukan main-main. Negara rela nombok APBN, rakyat rela dipotong pajak, semua demi satu cita-cita, yaitu jangan berhenti sekolah. 

Tapi, betapa sering pemegang Kartu Indonesia Pintar (KIP) melanggar janji suci ini. Banyak yang malah bolos kelas seenaknya. Menurut saya ini ironis karena mereka sudah mendapatkan sesuatu yang berharga demi kelanjutan pendidikan.

Orang lain banting tulang cari biaya, mereka justru seenaknya. Lebih pahit lagi ketika alasan bolos bukan karena kerja sampingan atau sakit, tapi karena sibuk nongkrong, main game, atau sekadar “malas bangun pagi.” Entah sejak kapan kemalasan jadi hak istimewa yang ditanggung negara.

#2 Dari kelas ke kafe

Satu dosa lagi yang bikin miris. Alokasi dana beasiswa sering nyasar ke meja kafe. Uang KIP Kuliah yang semestinya buat buku, membeli kuota kuliah, atau sekadar menutup kebutuhan harian, malah habis buat hal-hal tidak penting. Utamanya, memuaskan hasrat akan gaya hidup.

Menurut saya, ini sebuah tindakan yang tidak bermoral. KIP Kuliah berubah menjadi Kartu Indonesia Pamer. Seakan-akan kemiskinan cuma topeng di depan birokrasi. Sementara di media sosial, mereka tampil ala-ala anak sultan.

#3 Penerima KIP Kuliah hanya mengejar status

Ada mahasiswa KIP Kuliah yang bangga cuma dengan statusnya: “gue penerima beasiswa.” Tapi nilai jeblok, skripsi macet, skill nihil. Mereka nyaman dalam zona aman, merasa dilindungi negara, tapi lupa bahwa beasiswa bukan jaminan jadi pintar.

Baca Juga:

Mahasiswa KIP Kuliah Boleh Punya iPhone, Asal Enggak Dipamerin atau Ketahuan Aja!

Pengalaman Mahasiswa KIP Kuliah yang Nekat Pinjol: Awalnya Merasa Butuh tapi Malah Kecanduan dan Berakhir Menderita

Saya sulit untuk memaafkan dosa ini. Alasannya, ada ribuan calon mahasiswa di luar sana yang lebih serius, lebih rajin, tapi gagal dapat KIP. Kesempatan emas digenggam, tapi dibiarkan berkarat. Sungguh sangat miris dan ironis.

#4 Mentalitas korban abadi

Tak sedikit penerima KIP Kuliah yang hidup dengan mentalitas korban. Merasa negara wajib menanggung segalanya. Dunia ini seakan-akan punya salah kepadanya. Mulai dari dosen, kampus, sampai sistem.

KIP jadi alasan buat selalu menuntut, jarang bercermin. Padahal, tanpa kerja keras, KIP hanyalah kartu plastik. Tapi mentalitas korban ini tumbuh subur. Hal ini diwariskan dari semester ke semester.

#5 Kebanggaan yang salah arah

Ironisnya, ada pula penerima KIP Kuliah yang menjadikan status itu semacam kebanggaan semu. Bukan bangga karena bisa survive kuliah dengan segala keterbatasan, tapi bangga karena “Gue nggak bayar, lo bayar.”

Mental ini melahirkan kesenjangan sosial kecil-kecilan di dalam kampus. Teman sebaya yang bayar UKT penuh jadi bulan-bulanan sarkas. Sebuah kebanggaan yang salah alamat.

#6 Kampus bukan ruang tunggu

Dosa paling besar mungkin ada di sini yang menjadikan kampus sekadar ruang tunggu. Masuk kuliah hanya untuk menunda pengangguran, bukan untuk menuntut ilmu. Lulus? Entah kapan. Skripsi? Bisa jadi sekadar wacana.

Kampus menjadi tempat numpang eksistensi, padahal biaya hidupnya ditopang negara. Seperti menunggu di terminal, tapi tiketnya dibayarin rakyat. Itulah yang dilakukan oknum penerima KIP Kuliah yang tidak bertanggung jawab.

KIP Kuliah lahir dari harapan. Tapi, sebagian mahasiswa penerimanya malah jadi wajah kekecewaan. Bukan berarti semua sama. Ada yang berjuang, ada yang sukses, ada yang layak menjadi teladan.

Tapi bayang-bayang dosa itu tetap besar, karena yang gagal menjaga amanah lebih sering terdengar. Suara malas lebih bising daripada suara rajin. Sudah sering terjadi contohnya. Sudah banyak buktinya juga. Pertanyaannya, mau sampai kapan? dan mau kapan berbenah?

Penulis: Marselinus Eligius Kurniawan Dua

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Mahasiswi Nekat Pakai Data Palsu dan Berhasil Lolos Pemberkasan KIP Kuliah untuk Biayai Hidup Mewah, Mahasiswa Miskin Tidak Pernah Dapat Bantuan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 5 September 2025 oleh

Tags: beasiswa KIPKartu Indonesia Pintarkasus KIPKIPKIP KuliahKIP tidak tepat sasaran
Marselinus Eligius Kurniawan Dua

Marselinus Eligius Kurniawan Dua

Guru yang baru terjun di dunia menulis. Gemar main game, jalan-jalan, dan kulineran. Suka membahas tentang daerah, sosial, ekonomi, pendidikan, otomotif, seni, budaya, kuliner, pariwisata, dan hiburan.

ArtikelTerkait

Mahasiswi Pakai Data Palsu Lolos KIP Kuliah demi Hidup Mewah (Unsplash)

Mahasiswi Nekat Pakai Data Palsu dan Berhasil Lolos Pemberkasan KIP Kuliah untuk Biayai Hidup Mewah, Mahasiswa Miskin Tidak Pernah Dapat Bantuan

31 Mei 2025
Beasiswa KIP Kuliah Salah Sasaran, Banyak Penerimannya yang Masih Bisa Jajan Kopi Mahal hingga Naik Transportasi Kelas Eksekutif Mojok.co

Penerima KIP Kuliah Gadungan: Kuliah Susah, tapi Gaya Hidup Mewah

5 Juni 2025
Selebgram UNDIP Hedon dapat KIP Kuliah, Anak PNS Miskin Ditolak (Unsplash)

Selebgram UNDIP Gaya Hidup Hedon dapat KIP Kuliah, tapi Anak PNS Miskin Justru Ditolak Beasiswa Adalah Kenyataan Dunia Pendidikan Indonesia

2 Mei 2024
Beasiswa KIP Dipotong Massal Tanpa Transparansi yang Jelas dengan Kedok "Berbagi Rezeki", Kelakuan Bejat yang Bikin Setan Aja Minder

Beasiswa KIP Dipotong Massal Tanpa Transparansi yang Jelas dengan Kedok “Berbagi Rezeki”, Kelakuan Bejat yang Bikin Setan Aja Minder

28 Mei 2025
Mahasiswa KIP Kuliah Boleh Beli iPhone, Asal Nggak Ketahuan (Unsplash)

Mahasiswa KIP Kuliah Boleh Punya iPhone, Asal Enggak Dipamerin atau Ketahuan Aja!

22 September 2025
Tiap Tahun, Selalu Ada Orang Kaya Dapat KIP Kuliah, Ini yang Ngurus Nggak Becus atau Emang Orang Miskin Nggak Boleh Kuliah? beasiswa KIP

Realitasnya, Beasiswa KIP Bukan untuk Mahasiswa Kurang Mampu, tapi yang Pandai Memanipulasi Data

7 Januari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Hal yang Wajar di Tegal, tapi Nggak Lazim dan Bikin Bingung Pendatang Mojok.co

4 Hal yang Wajar di Tegal, tapi Nggak Lazim dan Bikin Bingung Pendatang

20 Februari 2026
Lumpia Semarang Cerita Cinta yang Dibungkus Kulit Tipis (Wikimedia Commons)

Lumpia Semarang: Cerita Cinta Lelaki Tionghoa dan Perempuan Jawa yang Dibungkus Kulit Tipis

14 Februari 2026
Makanan di Jawa Memang Terkenal Manis, tapi Kenapa Sambelnya Ikutan Manis?

Makanan di Jawa Memang Terkenal Manis, tapi Kenapa Sambelnya Ikutan Manis?

20 Februari 2026
4 Gudeg Jogja yang Rasanya Enak dan Cocok di Lidah Wisatawan

Gudeg Jogja Pelan-Pelan Digeser oleh Warung Nasi Padang di Tanahnya Sendiri, Sebuah Kekalahan yang Menyedihkan

18 Februari 2026
Mimpi Lulusan S2 Mati di Jakarta, Masih Waras Sudah Syukur (Unsplashj)

Lulusan S2 Merantau ke Jakarta Sudah 3 Tahun: Kini Tidak Lagi Memikirkan Mimpi tapi Cara Bertahan Hidup dan Tetap Waras

18 Februari 2026
4 Makanan Khas Jawa Tengah Paling Red Flag- Busuk Baunya! (Wikimedia Commons)

4 Makanan Khas Jawa Tengah yang Paling Red Flag, Sebaiknya Tidak Perlu Kamu Coba Sama Sekali kalau Tidak Tahan dengan Aroma Menyengat

17 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Saudara Kandung di Desa Itu Bak Mafia, Justru Jadi Orang Paling Busuk dan Licik demi Sikat Sertifikat Tanah Saudara Sendiri
  • Ramai, ‘Cukup Aku Saja yang WNI’: Saya Justru Bangga Melepas Status Warga Negara Austria Demi Paspor Indonesia
  • Menapaki Minaret Pertama di Indonesia untuk Mendalami Pesan Tersirat Sunan Kudus
  • Rasanya Tinggal di Kos “Medioker” Jogja: Bayar Mahal, tapi Nggak Dapat Sinar Matahari
  • Beli Vespa Mahal-mahal sampai Rp50 Juta, tapi Tak Paham Fungsinya, Dibeli karena Warnanya Lucu
  • Pengalaman Nekat 24 Jam Naik Kereta Api Jogja-Jakarta, Cuma Habis Rp80 Ribuan tapi Berujung Meriang dan Dihina “Miskin”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.