Bandungan Semarang adalah pelarian instan saat hawa Semarang bawah lagi tak karuan. Sedihnya, kecamatan di kaki Gunung Ungaran ini terjepit di antara dua stigma yang bertolak belakang. Kalau bukan soal wisata alam yang penuh pesona, ya tentang deretan hotel melati yang reputasinya sering bikin pikiran melantur ke mana-mana.
Padahal, bila mau sedikit menyingkirkan anggapan negatif tersebut, ada kekuatan tersembunyi yang jauh lebih menggoda buat dieksplorasi. Apalagi kalau bukan kulinernya yang sanggup membuat siapa pun terpikat. Sejumlah daftar buruan berikut adalah bukti bahwa harta karun sejati Bandungan ada di atas piring, bukan di balik pintu-pintu penginapan bercitra miring.
#1 Tahu Serasi, ikon legendaris Bandungan Semarang yang punya daya magis di setiap gigitan
Percayalah, ini bukan sekadar tahu biasa. Tahu Serasi adalah bukti bahwa kesederhanaan yang digarap serius bisa menjadi legenda. Berbeda dengan tahu pasar pada umumnya, Tahu Serasi punya tekstur padat sekaligus lembut dalam satu suapan.
Tanpa menggunakan pengawet kimia, tahu ini menawarkan rasa kedelai yang murni tanpa jejak asam. Cara makannya bukan dengan nasi. Namun, dicocol dengan sambal kecap yang bercita rasa pedas, manis, dan gurih. Menikmatinya langsung sesaat setelah mentas dari penggorengan adalah ritual wajib yang membuat status seseorang sah sebagai wisatawan di Bandungan.
#2 Minuman sari kedelai khas Bandungan Semarang jangan sampai dilewatkan
Di tengah kepungan olahan susu sapi segar, sari kedelai di Bandungan hadir sebagai alternatif bagi mereka yang tak bisa mengonsumsi susu sapi. Biasanya, minuman ini dijual dalam kemasan plastik bening secara literan berdampingan dengan penjualan Tahu Serasi. Kekentalan dan rasanya jujur, tanpa tambahan tepung atau gula.
Menyesapnya saat masih mengepulkan uap panas sambil mengunyah tahu serasi adalah jalan ninja untuk tetap bisa menikmati khasiat protein dengan asyik tanpa timbul rasa eneg. Meski terbuat dari kedelai, susu ini tetap terasa creamy. Apalagi, ada sedikit sensasi gurih kacang yang unik.
#3 Torakur, kudapan alami nan sehat dengan wujud nyeleneh
Torakur adalah bukti inovasi pangan yang murni lahir dari Bandungan Semarang. Namanya sendiri adalah akronim dari tomat dan kurma. Sebab, makanan ini memang berasal dari panen tomat lokal yang diolah sedemikian rupa hingga menyerupai kurma.
Wujud dan rasanya sangat mengecoh, sangat mirip dengan kurma. Rasanya manis dan legit, dengan tekstur kenyal. Namun, after taste yang dikeluarkan sedikit asam dan segar, khas buah tomat. Penemuan ini menegaskan bahwa camilan sehat dan kreatif tidak melulu dihasilkan di kota-kota besar saja.
#4 Bubur Opak, sajian gurih pagi hari yang pasti enak
Lupakan sejenak debat antara bubur diaduk atau tidak. Sebab, Bubur Opak punya aturan mainnya sendiri. Di sini, bubur disajikan di atas opak atau sejenis kerupuk lebar yang dibuat dari singkong. Secara visual, opak tersebut berperan sebagai alas makan yang bisa ditelan.
Biasanya, kuliner ini dijajakan pagi hari. Lauknya berupa orek tempe, mi goreng, telur mata sapi, atau opor. Gongnya adalah siraman sambal kacang yang menyatukan semua elemen dalam bubur ini. Sajian pinggir jalan ini mengajarkan bahwa bahagia bisa ditemukan di tempat yang paling sederhana sekalipun.
#5 Sambal Jahat adalah definisi uji nyali kuliner di Bandungan Semarang
Namanya mungkin terdengar mengerikan. Tapi, bagi pecinta makanan pedas, sambal jahat adalah dosa yang paling dirindukan. Embel-embel jahat ini bukan lantaran efek buruk yang dihasilkan sehabis mencicipinya. Namun, julukan hiperbola ini tercetus karena rasa pedasnya yang ugal-ugalan.
Sambal Jahat memang bukan hidangan utama. Sayangnya, tanpa kehadiran cocolan ini, lauk goreng atau bakar yang disuguhkan akan terasa hambar. Umumnya, sambal jahat jadi pelengkap kuliner malam di Bandungan. Meski tampak brutal, sekali coba dan jatuh cinta, wisatawan bakal susah berpaling ke sambal botolan.
Sungguh, kuliner Bandungan tak butuh validasi. Di balik lapisan kabut prasangka selama ini, Bandungan Semarang tetap konsisten merawat harta karunnya lewat piring-piring sederhana di pinggir jalan. Sebab, bagaimanapun juga, urusan perut selalu menang dalam mengukir kenangan.
Penulis: Paula Gianita Primasari
Editor: Kenia Intan
BACA JUGA 5 Oleh-Oleh Khas Salatiga yang Sebaiknya Dipikir Dua Kali sebelum Dibeli.
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
