Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

5 Konsekuensi yang Bakal Ditimbulkan Gara-gara Kericuhan Konser NCT 127 Semalam

Noor Annisa Falachul Firdausi oleh Noor Annisa Falachul Firdausi
5 November 2022
A A
5 Konsekuensi yang Ditimbulkan Gara-gara Kericuhan Konser NCT 127 Semalam Terminal Mojok

5 Konsekuensi yang Ditimbulkan Gara-gara Kericuhan Konser NCT 127 Semalam (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Boygroup kenamaan dari Korea Selatan, NCT 127, kembali menyambangi Indonesia. Kedatangan mereka ke negara kita merupakan bagian dari konser NCT 127 Neo City The Link.

Konser umumnya identik dengan kemeriahan dan sukacita. Namun, apa yang terjadi pada hari pertama konser NCT 127 di Tangerang justru berujung tragedi.

Di pagi hari, Jumat (4/11/2022), lokasi konser dihebohkan oleh adanya teror bom. Setelah dipastikan aman dari ancaman bom, konser lantas dilangsungkan. Sayangnya, ingar bingar konser terpaksa dihentikan di pertengahan karena sebanyak 30 penonton pingsan.

Di Twitter, beredar dugaan bahwa awal mula terjadinya kerusuhan adalah para NCTzen—fandom NCT—berebut untuk bisa mendapatkan bola bertanda tangan member NCT 127. Ketika mereka saling mendorong untuk bisa maju ke bagian terdepan pagar yang membatasi kerumunan penonton dan panggung, rupanya pagar nggak mampu menahan antusiasme mereka. Pagar pembatas tersebut pun roboh. Sebanyak kurang lebih 30 NCTzen pingsan akibat kejadian ini.

Kejadian ini sontak membuat jagat maya riuh. Para NCTzen yang ikut menyaksikan jalannya konser memberikan kesaksian. Ada pula yang menuding salah seorang NCTzen yang diduga menjadi biang kerusuhan yang menyebabkan jatuhnya pagar dan korban. Trending topic Twitter pun sampai dipenuhi oleh kata kunci yang berkaitan dengan konser NCT 127 di Jakarta.

Kerusuhan di konser NCT 127 tentu akan berdampak panjang. Tak hanya dampak luka fisik maupun psikis yang dialami oleh para korban, akan ada banyak pihak yang terkena imbasnya. Setidaknya 5 konsekuensi ini akan berlangsung pasca-kericuhan di konser NCT 127 semalam:

#1 Reputasi fandom tercemar

Konsekuensi pertama yang bakal dialami pasca-kerusuhan konser NCT 127 adalah nama fandom mereka yang menjadi buruk. Mau dibilang bagaimanapun, penyebab dan korban dari kerusuhan ini adalah NCTzen. Kejadiannya pun berlangsung di konser NCT 127.

Ketika membaca cuitan di Twitter dan opini-opini di media massa, banyak pihak yang menyayangkan terjadinya insiden ini. Saya yakin bahwa sebetulnya lebih banyak NCTzen yang baik dan taat aturan. Tapi, seperti yang kita semua ketahui, nila setitik rusak susu sebelanga. Semua kebaikan yang sudah dilakukan sebagian NCTzen akan tertutup oleh satu kejadian menggemparkan yang disebabkan oleh oknum NCTzen yang nggak tertib seperti ini.

Baca Juga:

Orang-orang Tetap Nonton Konser di Tengah Kondisi Ekonomi yang Nggak Baik-baik Aja, Inikah Fenomena Lipstick Effect?

3 Alasan JIS Jadi Tempat Konser Red Flag, Bikin Penonton Ogah-Ogahan

#2 Nama Indonesia memburuk di mata global

Selama dua bulan belakangan, baik Indonesia maupun Korea Selatan sedang dilanda duka akibat kelalaian dalam mass control. Indonesia dengan tragedi Kanjuruhan, sementara Korea Selatan berkabung akibat peristiwa Halloween di Itaewon.

Dalam situasi duka ini, ndilalah terjadi kericuhan di konser NCT 127. Kejadiannya di Indonesia pula. Peluang Indonesia dipandang buruk oleh dunia, atau minimal warganet Korea Selatan, semakin terbuka lebar. Saat terjadinya Kanjuruhan saja warganet Korea langsung mencecar tanpa empati. Terlebih lagi, NCTzen Korea sempat menyerukan agar konser NCT 127 di Indonesia ditunda karena ancaman bom. Namun, pada akhirnya konser tetap berjalan. Warganet Korea Selatan mungkin akan mengecap promotor konser, NCTzen Indonesia, hingga seluruh masyarakat Indonesia lalai terhadap keselamatan dan nggak belajar dari pengalaman.

#3 Indonesia terancam di-blacklist

Desas-desus yang beredar di media sosial menyebutkan bahwa jika konser hari kedua NCT 127 kembali ricuh atau menyebabkan korban berjatuhan, SM Entertainment selaku agensi yang menaungi NCT 127 mengancam akan memasukkan Indonesia ke dalam daftar hitam.

Kalau dipikir-pikir, tindakan SM Entertainment ini sudah cukup tetap. Ada kemungkinan pula agensi-agensi lain ikut mencoret Indonesia dari jadwal tur dunia. Agensi tentu nggak mau ambil risiko dengan menggadaikan keselamatan artis, staf, sekaligus para penggemar.

Saya mengamini bahwa nggak semua penggemar itu bebal. Ada pula fans yang tertib dan saling menjaga. Dua konser boygroup sebelum NCT 127 pun terbilang rapi dan disiplin tanpa ada insiden menyeramkan. Namun, jangan lupa, kerusuhan akibat konser di Indonesia nggak cuma sekali-dua kali terjadi, lho.

#4 K-Popers semakin dirisak masyarakat

Yah, seperti yang sudah diketahui, K-Popers itu sangat hina di mata masyarakat awam. Apa pun yang dilakukan K-Popers agaknya salah bagi masyarakat. Hinaan seperti pemuja plastik, penggemar cowok dandan, hingga fans kaum rasis sudah sering dilontarkan.

K-Popers yang sedang diam dan sekadar bernapas pun selalu diusik seperti itu, apalagi pasca-kejadian di konser NCT 127 ini. Masyarakat akan mendapatkan ide baru untuk merundung kelompok K-Popers. Eh, tapi tanpa ejekan dari masyarakat pun oknum yang berasal fandom NCT sudah terlebih dulu mendapatkan kecaman dari sesama fandom-nya sekaligus sesama K-Popers, sih.

#5 K-Popers semakin sulit dapat izin dari orang tua

Hal selain bujet yang kerap menghalangi K-Popers untuk bertemu idola mereka adalah perkara izin orang tua. Saya sering menemukan K-Popers yang gagal mewujudkan impian merasakan keseruan konser karena orang tua mereka nggak memberikan restu. Mereka yang patuh pun menuruti kemauan orang tua dengan prinsip bahwa restu orang tua adalah restu Tuhan juga.

Setelah kejadian di konser NCT 127 kemarin ini, saya meramalkan bahwa orang tua para K-Popers akan semakin ketat dalam memberikan restu. Mereka akan mempertimbangkan semakin banyak hal sebelum memperbolehkan putra-putrinya berangkat ke arena konser untuk mengayunkan lightstick sembari meneriakkan fanchant. Hati orang tua mana yang tenang jika mengizinkan anaknya bergabung di kerumunan yang berpotensi membuat dirinya celaka?

Saya benar-benar berharap agar kejadian seperti ini nggak lagi terulang. Apa pun acaranya maupun fandom-nya, yuk, biasakan untuk tertib dan jangan egois. Ketertiban ini bukan hanya untuk dirimu saja, tapi juga melindungi orang di sekitarmu.

Penulis: Noor Annisa Falachul Firdausi
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Kesaksian Penonton: Apa yang Saya Lihat di Area Konser Westlife Prambanan.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 5 November 2022 oleh

Tags: idol k-popK-PopkonserNCT 127
Noor Annisa Falachul Firdausi

Noor Annisa Falachul Firdausi

Alumnus UGM asal Yogyakarta yang lagi belajar S2 Sosiologi di Turki

ArtikelTerkait

Eksistensialisme Kierkegaard dalam Album BLACKPINK terminal mojok.co

Eksistensialisme Kierkegaard dalam Album BLACKPINK

2 Februari 2021
Membedah Penampilan Daechwita BTS di Muster 2021 Berdasarkan Stratifikasi Sosial Joseon terminal mojok

Membedah Penampilan ‘Daechwita’ BTS di Muster 2021 Berdasarkan Stratifikasi Sosial Joseon

25 Juni 2021
7 Lagu Westlife Paling Dikenang Sepanjang Masa, Generasi 90-an Pasti Pernah Belajar Bahasa Inggris dari Lagu-lagu Ini Terminal Mojok

Kesaksian Penonton: Apa yang Saya Lihat di Area Konser Westlife Prambanan

5 Oktober 2022
Jika BTS Tampil di Grammy Awards 2021, Mereka Perlu Belajar dari Via Vallen terminal mojok.co

Perjalanan Fans K-Pop yang Bertobat dari Sifat Barbar

24 September 2020
3 Pelajaran Hidup dari Aksi Sepatu Roda Ariel Noah terminal mojok

3 Pelajaran Hidup yang Bisa Kita Petik dari Aksi Sepatu Roda Ariel Noah

25 November 2021
6 Rekomendasi Lagu BTS yang Underrated Terminal Mojok.co

6 Rekomendasi Lagu BTS yang Underrated

27 Mei 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Alasan yang Membuat Saya Ingin Balik ke Pantai Menganti Kebumen Lagi dan Lagi Mojok.co

5 Alasan yang Membuat Saya Ingin Balik ke Pantai Menganti Kebumen Lagi dan Lagi

6 Februari 2026
Pro Tips Bikin Sate Taichan Jadi Lebih Enak (Wikimedia Commons)

Pro Tips Bikin Sate Taichan Jadi Lebih Enak: Sebuah Usaha Menghapus Cap Makanan Nggak Jelas dari Jidat Sate Taichan

7 Februari 2026
Rangka Ringkih Honda Vario 160 “Membunuh” Performa Mesin yang Ampuh Mojok.co

Rangka Ringkih Honda Vario 160 “Membunuh” Performa Mesin yang Ampuh

4 Februari 2026
Gudeg Malang Nyatanya Bakal Lebih Nikmat ketimbang Milik Jogja (Unsplash)

Membayangkan Jika Gudeg Bukan Kuliner Khas Jogja tapi Malang: Rasa Nggak Mungkin Manis dan Jadi Makanan Biasa Saja

1 Februari 2026
Panduan Bertahan Hidup Warga Lokal Jogja agar Tetap Waras dari Invasi 7 Juta Wisatawan

Jogja Memang Santai, tapi Diam-diam Banyak Warganya yang Capek karena Dipaksa Santai meski Hampir Gila

2 Februari 2026
Mie Ayam Bikin Saya Bersyukur Lahir di Malang, bukan Jogja (Unsplash)

Bersyukur Lahir di Malang Ketimbang Jogja, Sebab Jogja Itu Sudah Kalah Soal Bakso, Masih Kalah Juga Soal Mie Ayam: Mengenaskan!

2 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti
  • Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak
  • Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP
  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.