5 Karakter Paling Menyebalkan dalam Serial Chibi Maruko-chan

Nyatanya, Keluarga Jepang seperti Chibi Maruko-chan Sudah Hampir Nggak Ada Terminal Mojok

Nyatanya, Keluarga Jepang seperti Chibi Maruko-chan Sudah Hampir Nggak Ada (Shutterstock.com)

Serial Chibi Maruko-chan tidak asing lagi di telinga masyarakat, terutama bagi generasi awal 2000-an ke bawah. Chibi Maruko-chan ini masuk ke dalam tontonan wajib Minggu pagi. Menurut saya serial anime ini termasuk yang paling relate jalan ceritanya dengan kehidupan sehari-hari. Nggak ada alat ajaib, kekuatan super, dan lain sebagainya khas kartun-kartun pada umumnya yang memanjakan fantasi anak-anak. Jadi nggak ada tuh ceritanya halu-haluan gara-gara nonton Maruko.

Maruko digambarkan sebagai anak kelas 3 SD yang periang, gampang penasaran, kreatif, dan kadang ceroboh. Walaupun dibesarkan dalam keluarga yang penuh dengan kesederhanaan, Maruko punya masa kecil yang menyenangkan. Maruko ini tipikal anak yang asik dan mudah bergaul sehingga dia punya banyak teman dan kenalan.

Sayangnya nggak semua karakter yang hidup di sekitar Maruko itu asik dan baik. Ada juga lo karakter yang super nyebelin dan nggak patut ditiru. Penonton pun nggak jarang ikut dibikin gregetan gara-gara tingkah polah karakter-karakter ini. Berikut karakter-karakter yang nyebahi di Chibi Maruko-chan.

#1 Maeda, si tukang perintah

Menurut saya Maeda adalah teman Maruko yang paling menyebalkan. Maeda digambarkan sebagai anak yang gampang marah, tegas, kaku, bossy, dan suka memaksakan kehendak. Amit-amit punya temen begitu.

Entah kenapa Maeda ini sering banget muncul pas adegan piket bersih-bersih kelas. Apa dia ketua piket atau suka bersih-bersih aja ya? Pokoknya dia paling sering marah-marahin temannya yang nggak piket dengan serius. Selain itu dia merasa semua orang harus menuruti perkataannya. Kalau emosi, dia akan nangis sampai hidungnya merah, lalu mulai deh playing victim seolah-olah dia yang dijahati teman-temannya.

Contohnya waktu Maruko dan teman-temannya mau penilaian drama di sekolah. Rupanya Maeda ingin memerankan Cinderella, tapi nggak terpilih. Akhirnya sepanjang latihan ada saja teman yang ia kritik karena dianggap salah. Sampai di hari-H Maruko merelakan peran Cinderella miliknya untuk Maeda. Selama tampil, Maeda malah baper gara-gara adegan perundungan Cinderella oleh ibu dan saudara tirinya. Akhirnya ia kabur begitu saja di tengah cerita sambil nangis sampai hidungnya merah. Meninggalkan teman sekelompoknya yang jadi bahan olok-olokan murid lainnya.

#2 Migiwa, si paling posesif

Teman Maruko yang satu ini sangat terobsesi dengan Hanawa, anak paling kaya di kelas yang kadang songongnya bikin illfeel. Migiwa ini suka halu kalau di masa depan ia dan Hanawa akan menikah dan hidup bahagia, padahal Hanawa sendiri merasa risih dan selalu berusaha menghindarinya.

Masalahnya, Migiwa ini posesif banget. Kalau Hanawa terlihat mengobrol, ramah, memuji, atau tersenyum pada temen cewek yang lain, Migiwa akan melabrak teman ceweknya itu. Padahal jelas-jelas temannya ini nggak salah.

Maruko sendiri pernah beberapa kali dilabrak Migiwa gara-gara interaksinya dengan Hanawa. Bahkan bando yang dipinjami kakaknya Maruko patah gara-gara Migiwa memaksa memakainya di kepalanya yang besar demi dipuji cantik juga oleh Hanawa. Ckckck ada-ada aja ya

#3 Fujio, si bucin nggak ada obeng

Fujio adalah kakak dari Noguchi, teman Maruko yang paling misterius dan punya ciri khas ketawa “xixixi” yang agak creepy. Fujio punya pacar bernama Kakie. Mereka ini digambarkan bucin banget yang masuk ke level cringe. Suka pamer kemesraan di tempat umum pula. Pokoknya kalo mereka berdua udah pacaran, dunia serasa milik berdua deh. Mau bucin di tengah jalan juga hayuk, bodo amat ngalangin jalan yang penting bisa romantis-romantisan sama ayang.

Fujio ini juga sengak banget sama anak-anak. Maruko dan Noguchi jadi orang yang paling sering dihardik oleh Fujio. Bahkan kepada orang yang lebih tua pun ia bisa bersikap kasar dan tidak sopan jika aktivitas kebucinannya terusik.

#4 Fujiki, si paling egois

Fujiki adalah salah satu teman laki-laki Maruko. Ia terlihat sering bersama dengan Nagasawa si kepala bawang. Fujiki digambarkan memiliki bibir yang biru pucat. Dia adalah karakter yang optimis dan perasa, berkebalikan dengan Nagasawa. Tapi, Fujiki jarang membantu orang lain jika tidak ada untungnya. Bahkan ia sering berbohong terhadap sesuatu demi terlihat baik di mata orang lain.

Di kelas, Fujiki naksir dengan anak perempuan yang manis bernama Sasayama. Fujiki akan melakukan apa pun agar dipuji dan keberadaannya dianggap oleh Sasayama. Tak jarang obsesinya akan pujian dan pengakuan dari Sasayama itu membuat teman-temannya yang lain seperti Nagasawa dan Maruko berada dalam kondisi yang tidak menyenangkan.

#5 Maruo Sueo, ketua kelas yang gila jabatan

Maruo adalah ketua kelas yang terkenal dengan kalimat favoritnya, “Sejujurnya” atau “Jujur saja” yang selalu ia ucapkan di awal dialog. Maruo merupakan sosok murid teladan yang gila belajar sampai-sampai harus memakai kacamata tebal di usia dini. Ia juga merupakan sosok ketua kelas yang sangat bertanggung jawab dan penuh dedikasi terhadap tugas-tugasnya.

Maruo sangat terobsesi menjadi ketua kelas. Jika ia merasa ada temannya yang bersikap baik, ia akan curiga berlebihan karena merasa tersaingi. Yang menyebalkan dari Maruo adalah sikap sok akrab dan obsesinya pada jabatan ketua kelas. Ia sering muncul di tengah-tengah perbincangan temannya dan menyela begitu saja sehingga obrolan jadi nggak asik lagi. Maruo juga suka cari muka pada semua orang agar ia terpilih lagi di pemilihan ketua kelas berikutnya.

Di suatu episode tentang pemilihan ketua kelas baru, Maruo melakukan kampanye yang sangat masif dan bersemangat. Dari mulai pasang poster di seluruh kota, kampanye di gerbang masuk sekolah pakai toa, dan menuduh kandidat lain berbuat curang padahal dia sendiri melakukannya. Pokoknya lebay banget, segala cara dilakukan biar bisa menang. Saya rasa jika besar nanti Maruo cocok banget jadi politisi.

Itulah daftar karakter menyebalkan di serial Chibi Maruko-chan. Saya yakin orang-orang dengan karakter di atas itu juga ada di sekitar kita. Semoga kita bisa diberi kesabaran dalam menghadapi orang-orang menjengkelkan semacam itu.

Penulis: Erma Kumala Dewi
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Es Puter Cong Lik Semarang, Sensasi Menyantap Es Legendaris di Malam Hari

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.
Exit mobile version